Hakekat Ikhlas
Thursday, May 13, 2010 6:26:18 PM
Dari segi bahasa ikhlas berarti membersihkan dan memurnikan sesuatu.
Adapun menurut syari'at ikhlas mempunyai makna yang sangat banyak yang
kesemuanya adalah benar dan saling melengkapi.
Diantara makna ikhlas menurut Salafush Shaleh -Rahimahumullah adalah:
"Hanya berorientasi kepada Allah Yang Maha Esa semata dalam beribadah."
"Membersihkan hati dari segala yang mengotori kebeningannya. "
"Menghindari perhatian makhluk."
"Mengesakan Allah dalam tujuan ketaatan."
"Memurnikan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dari segala kotoran."
"Apa yang tidak diketahui Malaikat sehingga mencatatnya, tidak
diketahui oleh musuh sehingga merusaknya dan tidak ujub (bangga diri)
atasnya pelakunya sehingga membatalkannya. "
"Pemotivasi dalam mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan
adalah mencari Ridha Allah."
"Melupakan pandangan makhluk dengan terus menerus memandang Al-Khaliq
(Allah)."
"Sama antara amal lahir dan batin seorang hamba dan bahkan batinnya
lebih baik dari lahirnya."
"Tidak ingin amalnya diketahui oleh yang lain selain Allah dan tidak
pula mengharapkan balasan dari yang lain selain Allah."
"Mengharapkan dengan segenap hati, amal dan perbuatan mencari ridha
Allah dan takut dari murka Allah."
"Menutupi kebaikan-kebaikan sebagaimana menutupi keburukan-keburukan ."
"Tidak mengaku atau melihat dirinya telah berbuat ikhlas." ,Dll
Semua definisi diatas adalah benar dan saling melengkapi, intinya,
ikhlas adalah tujuan seorang hamba dalam ketaatan dan taqarrubnya
(mendekatkan dirinya) kepada Alah semata-mata hanya Allah saja tanpa
yang lain. Bukan karena manusia, ingin dipuji, suka dipuji, ingin
dilihat, didengar, ingin mendapatkan materi duniawi, popularitas atau
yang lainnya.
Adapun menurut syari'at ikhlas mempunyai makna yang sangat banyak yang
kesemuanya adalah benar dan saling melengkapi.
Diantara makna ikhlas menurut Salafush Shaleh -Rahimahumullah adalah:
"Hanya berorientasi kepada Allah Yang Maha Esa semata dalam beribadah."
"Membersihkan hati dari segala yang mengotori kebeningannya. "
"Menghindari perhatian makhluk."
"Mengesakan Allah dalam tujuan ketaatan."
"Memurnikan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dari segala kotoran."
"Apa yang tidak diketahui Malaikat sehingga mencatatnya, tidak
diketahui oleh musuh sehingga merusaknya dan tidak ujub (bangga diri)
atasnya pelakunya sehingga membatalkannya. "
"Pemotivasi dalam mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan
adalah mencari Ridha Allah."
"Melupakan pandangan makhluk dengan terus menerus memandang Al-Khaliq
(Allah)."
"Sama antara amal lahir dan batin seorang hamba dan bahkan batinnya
lebih baik dari lahirnya."
"Tidak ingin amalnya diketahui oleh yang lain selain Allah dan tidak
pula mengharapkan balasan dari yang lain selain Allah."
"Mengharapkan dengan segenap hati, amal dan perbuatan mencari ridha
Allah dan takut dari murka Allah."
"Menutupi kebaikan-kebaikan sebagaimana menutupi keburukan-keburukan ."
"Tidak mengaku atau melihat dirinya telah berbuat ikhlas." ,Dll
Semua definisi diatas adalah benar dan saling melengkapi, intinya,
ikhlas adalah tujuan seorang hamba dalam ketaatan dan taqarrubnya
(mendekatkan dirinya) kepada Alah semata-mata hanya Allah saja tanpa
yang lain. Bukan karena manusia, ingin dipuji, suka dipuji, ingin
dilihat, didengar, ingin mendapatkan materi duniawi, popularitas atau
yang lainnya.









