Sofa Mukhafidin

Jangan lihat siapa yang berbicara tapi cermati apa yang dia bicarakan

Subscribe to RSS feed

Hakekat Ikhlas

Dari segi bahasa ikhlas berarti membersihkan dan memurnikan sesuatu.

Adapun menurut syari'at ikhlas mempunyai makna yang sangat banyak yang
kesemuanya adalah benar dan saling melengkapi.

Diantara makna ikhlas menurut Salafush Shaleh -Rahimahumullah adalah:

"Hanya berorientasi kepada Allah Yang Maha Esa semata dalam beribadah."

"Membersihkan hati dari segala yang mengotori kebeningannya. "

"Menghindari perhatian makhluk."

"Mengesakan Allah dalam tujuan ketaatan."

"Memurnikan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dari segala kotoran."

"Apa yang tidak diketahui Malaikat sehingga mencatatnya, tidak
diketahui oleh musuh sehingga merusaknya dan tidak ujub (bangga diri)
atasnya pelakunya sehingga membatalkannya. "

"Pemotivasi dalam mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan
adalah mencari Ridha Allah."

"Melupakan pandangan makhluk dengan terus menerus memandang Al-Khaliq
(Allah)."

"Sama antara amal lahir dan batin seorang hamba dan bahkan batinnya
lebih baik dari lahirnya."

"Tidak ingin amalnya diketahui oleh yang lain selain Allah dan tidak
pula mengharapkan balasan dari yang lain selain Allah."

"Mengharapkan dengan segenap hati, amal dan perbuatan mencari ridha
Allah dan takut dari murka Allah."

"Menutupi kebaikan-kebaikan sebagaimana menutupi keburukan-keburukan ."

"Tidak mengaku atau melihat dirinya telah berbuat ikhlas."… ,Dll…

Semua definisi diatas adalah benar dan saling melengkapi, intinya,
ikhlas adalah tujuan seorang hamba dalam ketaatan dan taqarrubnya
(mendekatkan dirinya) kepada Alah semata-mata hanya Allah saja tanpa
yang lain. Bukan karena manusia, ingin dipuji, suka dipuji, ingin
dilihat, didengar, ingin mendapatkan materi duniawi, popularitas atau
yang lainnya.

CARA SUPAYA KITA TIDAK DIKUASAI EMOSI MELAINKAN KITA YANG MENGUASAI EMOSI

Yang pertama adalah fisiologi.
Tubuh dan emosi kita merupakan satu sietem kesatuan. Apapun emosi kita berpengaruh juga terhadap kondisi badan kita. Bila kita sedih, badan kita lebih membungkuk dan mata kita memandang ke bawah. Bila kita senang, badan kita lebih tegap dan mata kita akan bersinar-sinar. Kenapa seperti itu?? karena Fisiologi, fokus, dan keyakinan adalah tiga hal yang membentuk emosi dan suasana hati kita.

Kedua adalah
Apa yang anda fokuskan, itulah yang anda daptkan. Jika sebelum anda mengangkat telepon untuk buat janji, fokus yang anda mengangkat telepon untuk buat janji, fokus yang anda fikirkan adalah penolakan, maka anda jadi enggan untuk membuat janji. Hati-hati dengan kata-kata yang anda keluarkan baik secara lisan ataupun kata-kata dalam hati. Jika kata-kata yang anda keluarkan sebagian besar adalah kata-kata pesimis, negatif, dan penuh masalah maka fokus anda akan tertuju pada hal yang membuat emosi tertekan. Sebaliknya jika anda bisa meilih kata-kata yang positif maka fokus anda akan tertuju pada emosi lebih antusias.


Ketiga adalah keyakinan
Sebagai ilustrasi, jika anda melihat dengan mata anda sendiri, ada konglomerat iseng yang membuang empat berliannya senilai satu miliar ditempat pembuangan sampah apakah anda akan antsusias mencarinya? ya pasti, walau bau sampah sangat menyengat, anda pasti akan mencarinya karena anda sudah sangat yakin akan mendapatkan berlian itu. Besarnya keyakinan akan sangat mempengaruhi kita dalam melakukan sebuah aktifitas. Apapun rintangan dan masalah yang dihadapi, kalau kita merasa yakin pasti akan bisa mengatasi suatu permasalah sebesar apapun.

Sekian dan terima kasih, semoga tulisan ini bermanfaat untuk siapun yang membacanya.. [/FONT]

sebuah wasiat yang harus kita renungkan

Wasiat Nabi Muhammad saw Sebelum Wafat

Di dunia ini senantiasa diciptakan secara berpasangan, ada laki-laki ada wanita, ada siang ada malam, ada baik ada buruk, dan ada hidup ada mati. Kematian menurut Islam bukan akhir segala-galanya, karena ada akhirat setelah dunia dan ada kehidupan setelah kematian. Islam sangat memperhatikan hal-hal yang sangat kecil yang ungkin akibatnya cukup fatal, yaitu masalah wasiat tatkala masih hidup atau wasiat tatkala mau meninggal.

Misalnya, berwasiat yang berkaitan dengan harta atau yang dikenal dengan istilah “warisan”. Masalah harta ini tidak jarang dapat menimbulkan masalah, mungkin memutuskan persaudaraan atau akibat negative lainnya, bahkan ada yang tega membunuh saudaranya gara-gara warisan. Dan biasanya sesuatu yang diwasiatkan sebelum meninggal adalah hal yang penting.

Shalat merupakan salah satu wasiat Nabi yang terkahir sebelum beliau meninggal. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat. Wasiat beliau juga berkaitan dengan masalah HAM (hak Asasi Manusia), yaitu masalah perbudakan.

Hadist Nabi:
“Shalat adalah pertama kali diwajibkan Allah dan nantinya akan menjadi amalan pertama yang dihisab serta merupakan wasiat akhir dari Rasulullah saw…: “Shalat… shalat… budak… budak… yang kamu miliki (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).”
May 2012
M T W T F S S
April 2012June 2012
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31