Tuesday, August 17, 2010 7:45:00 PM
dalam ketakjuban aku bertafakur
menusuk ke jantung malam
mempesona jiwa melayang
melintasi alam berongga tanpa batas
semakin tenggelam dalam
berjuang merasakan Mu, memaknai kebesaran Mu
Allah Azza wa Jalla
semuanya tertunduk
malu di hadapan Mu
merasa tak suci di hadapan Engkau "Subhanahu wa Ta'ala"
tiada kata terucap
dari bibir yang kadang dusta
berbuih berlumur takabbur
seraya terkunci
nyanyi sunyi
bulan bintang bersaksi
jibril dan semua penghuni langit
pun bersaksi
mengamini setiap do'a
hamba sahaya yang penuh keihklasan
bermunajat mengharapkan ridho Nya
di Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar malam seribu bulan
hanya ada dalam jiwa
jiwa yang sunyi dalam shalat
jiwa yang sunyi dalam berpuasa
jiwa yang sunyi dalam berzakat
tiada riya' berharap
sunyi dan ikhlas
18 Agustus 2010 (8 Ramadhan 1431 H)
Tuesday, July 6, 2010 8:08:28 AM
kasih
lama sekali aku menunggumu
tak pernah lelah
terus menunggumu
mengandaikanmu di sisiku saat ini
tumpahkan rindu yang bergelora
bercerita apa saja
tentang kisah kita
kasih
aku tahu saat ini
kau tak menghendakiku lagi
meski ku tak tahu mengapa
sungguh tak mudah bagiku
menafikanmu, melupakanmu
mungkin aku bodoh
terus berharap cinta darimu
aku tak mengerti, aku tak peduli
jika aku dapat memainkan mimpi
mengubah takdir
menghadirkanmu dalam setiap nafasku
akan kulakukan itu
sulit kusirnakan
bayangmu dalam hidupku
kasih
mengertikah kamu???
[/FONT]
Sunday, June 20, 2010 5:26:43 PM
kembali aku lintasi jalan ini
jalan saat aku pegang kemudi
ditingkahi candamu yang tak pernah basi
beiby beiby...
kita memang pernah tersesat
telusuri jalan dalam gulita
meski kuyakini ini tak kan mampu
membenamkan cinta yang begitu kuat
dalam hati ini
kembali aku lewati jalan ini
jalan saat kuutarakan janji
habiskan waktu untuk berbagi
tetap kita susun rencana itu
walau kabur dan tanpa arah
tibalah aku di persimpangan
kembali aku ragu
jalan mana yang akan kutempuh
semua buram
meski kutahu
tiada perjalanan tanpa akhir
kini
semua terserah kamu
aku
hanya menunggu...
Friday, June 18, 2010 5:22:45 PM
di kaki langit aku berdiri
luas hamparan samudera
bergelora jiwa mengembara
tak kan terbendung walau terkungkung
inilah mimpiku
mimpi yang tiada bertepi
hanya ada garis cakrawala
semu dan buram
seperti tiada bertepi
tapi...
lihatlah ke dalam sana
terumbu karang merana
dicabik tangan-tangan durjana
pongah tak kenal iba
lihatlah di seberang sana
hutan tak lagi asri
pilu
merintih dicaci maki
kaki dan gigi besi
lihatlah
gunung dan bukit terluka
dirobek jantungnya ditelanjangi
bulat tak ada sisa
mesin mesin murka
tengoklah sebentar
ada yang terlupa
ozon sudah tak perawan lagi
bumi tak nyaman lagi
matahari terus meludahi
manusia tak bugar lagi
di kaki langit aku masih berdiri
samudera tak elok lagi
sampah sumpah serapah
kotor tak berbudi
[/ALIGN]
Friday, June 18, 2010 3:03:44 AM
kuhela nafas
dalam…
kuhembuskan lagi
terbayang sosokmu
ikhlas bersahaja
ayah
entah mengapa aku kangen
kangen yang tak bisa kulukiskan
entah berapa jarak waktu
entah berapa jarak tempat
kita dapat bertemu
kembali
tak ada yang bisa menjawab
semua misteri
ayah
saat ini aku menangis
tangis yang selalu kutahan
agar tak terlihat cengeng di depanmu
seperti selalu kau katakan
bahwa
aku laki laki
tak boleh gampang menangis
kini
yang kulihat hanya pusaramu
diam tenang tak ada kata
lagi
aku menangis
sesal
terlalu cepat kau pergi
ayah
aku kangen
doa
selalu untukmu
Taman Pemakaman Umum
Dusun Lemah Dhuwur, Desa Linggapura, 13 Juni 2010[/FONT]
Wednesday, June 16, 2010 6:29:23 AM
haruskah aku hidupkan lagi
rasa dan asa yang telah mati
mati, merayap ke dinding hati
kurasakan bekas cakarmu
tajam tinggalkan luka
duka kian menganga
lebur dalam deru angkuhmu
baiklah,
aku tak akan lupa
lekat lengket di pikiranku
sudahlah,
itukah yang kau mau
bukan itu, yang aku mau
sudahlah,
memang ini takdirku
tak boleh terus menerus menangis
walau hati perih tersayat
aku akan tegar
mungkin ada saat lain
malaikat- malaikat menjemput di pintu surga
menggelar permadani dan untaian mutiara
menyambut kepasrahan
keikhlasan tanpa pamrih
kelak akan tertuai indahnya
"Dia" hanya menyuruhku untuk menjadi pemaaf
dendam tak boleh terus membara
matikan bara itu
tenanglah
serahkanlah dan
pasrahlah....
Saturday, June 5, 2010 9:05:26 AM
Claudia...
kau ulurkan tanganmu
berbalut rambut yang tak rapi
kusut kemerahan bak tembaga
Sore mulai menyusup
bersembunyi di ketiak malam
angin pelan, mengalun buluh perindu
gembala pulang ke kandang
lusinan perempuan berbondong
memanggul kembang di atas kepala
kaki kaki tak bersepatu
riuh riang menyambut senja
Claudia...
esok kita kan kembali
menapaki terasering sawah berpetak-petak
kakimu yang putih mulus
disapu embun rumput pematang
sampai di sela jari lentiknya
matahari enggan ke peraduan
awan berebut membungkusnya
menenggelamkannya hingga tak terlihat lagi
dingin menusuk ke tulang
matahari tenggelam ditelan awan
lalu bersembunyi
di bukit kintamani
Seperti katamu
hari ini adalah awal hari esok
hari esok berganti lusa
hanya kesejatian yang tak kan pernah berganti
seperti kesejatian cintamu
Matahari perlahan tenggelam
di bukit kintamani
Tapi cintamu
tak pernah tenggelam, Claudia...
Saturday, June 5, 2010 6:33:58 AM
apa yang kamu pikirkan
kamu anggap aku apa?
ingat pitak di kepalamu
tiada tumbuh rambut, dikelilingi uban
muak
aku melihat kelakuanmu
jangan bodoh
orang lain mempermainkanmu
aku tak sudi
aku tak rela
kamu campuri urusanku
ingat pitak di kepalamu
yang akan meledak sebentar lagi
ingat umurmu
yang sudah tak muda lagi
sebel....[/FONT][/FONT]
Saturday, June 5, 2010 3:30:20 AM
Saat ini, di era demokratisasi ini, semua orang boleh bicara. Hak berbicara ini dijamin oleh Undang Undang Dasar 1945 sebagai sumber perundangan tertinggi dalam ketatanegaraan Republik Indonesia. Namun demikian, kebebasan berbicara ini seyogyanya diimbangi dengan kualitas dan pengetahuan yang memadai agar apa yang dibicarakan dapat dipertanggungjawabkan baik di masyarakat maupun di hadapan Tuhan.