for all

yang terbaik selalu ada di tangan kita

Subscribe to RSS feed

puisi jalaludin rumi

CINTA IBARAT LAUTAN YANG TAK BERTEPI

Cinta adalah lautan tak bertepi
langit hanyalah serpihan buih belaka.
Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta
Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.
Bila bukan karena Cinta,
Bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi
tumbuhan?
Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi
memperoleh ruh (hewani)?
Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi
nafas (Ruh) yang menghamili Maryam?
Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju
Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang
bagai belalang.
Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna
Dan naik ke atas laksana tunas.
Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya,
adalah
lagu pujian Keagungan pada Tuhan.
PERIH CINTA
Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat
pencinta:
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat
Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.
Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi,
Cintalah yang membimbing kita ke Sana pada
akhirnya.
Akal ’kan sia-sia bahkan menggelepar ’tuk
menerangkan Cinta,
Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang
penerang Cinta itu sendiri.
Bukankah matahari yang menyatakan dirinya
matahari?
Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di
sana.
SEMUA AKAN BERARTI DENGAN CINTA

Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan
dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan
Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut
dalam kepedihan ?
Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang
menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah
merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam
pertanyaan :
“Bukankah Aku ini adalah tuhanmu

karya penyair legendaris kahlil gibran

|ANAK|
Dan seorang perempuan yang menggendong bayi
dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami
perihal Anak.
Dan dia berkata: Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan
dirinya sendiri Mereka dilahirkan melalui engkau tapi
bukan darimu Meskipun mereka ada bersamamu tapi
mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi
bukan fikiranmu Kerana mereka memiliki fikiran
mereka sendiri Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh
mereka, tapi bukan jiwa mereka Kerana jiwa-jiwa itu
tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat
engkau kunjungi meskipun dalam mimpi Engkau bisa
menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan
mereka sepertimu Kerana hidup tidak berjalan
mundur dan tidak pula berada di masa lalu
ngkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi
anak-anak panah yang hidup diluncurkan Sang
pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia
merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga
anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat
dan jauh. Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu
sebagai kegembiraan Sebab ketika ia mencintai anak-
anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai
busur teguh yang telah meluncurkannya dengan
sepenuh kekuatan.
(Dari 'Cinta, Keindahan, Kesunyian') Kahlil Gibran
|penyair|
Dia adalah rantai penghubung Antara dunia ini dan
dunia akan datang Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang
kehausan, Dia adalah sebatang pohon tertanam Di
lembah sungai keindahan Memikul bebuah ranum Bagi
hati lapar yang mencari.
Dia adalah seekor burung 'nightingale' Menyejukkan
jiwa yang dalam kedukaan Menaikkan semangat
dengan alunan melodi indahnya
Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah Naik
dan mengembang memenuhi angkasa. Kemudian
mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan.
Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya.
Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa
mengajarkan Kalam Ilahi. Seberkas cahaya gemilang
tak kunjung padam. Tak terliput gelap malam Tak
tergoyah oleh angin kencang Ishtar, dewi cinta,
meminyakinya dengan kasih sayang Dan, nyanyian
Apollo menjadi cahayanya.
Dia adalah manusia yang selalu bersendirian, hidup
serba sederhana dan berhati suci Dia duduk di
pangkuan alam mencari inspirasi ilham Dan berjaga di
keheningan malam, Menantikan turunnya ruh
Dia adalah si tukang jahit yang menjahit benih hatinya
di ladang kasih sayang dan kemanusiaan
menyuburkannya
Inilah penyair yang dipinggirkan oleh manusia pada
zamannya, Dan hanya dikenali sesudah jasad
ditinggalkan Dunia pun mengucapkan selamat tinggal
dan kembali ia pada Ilahi
Inilah penyair yang tak meminta apa-apa dari
manusia kecuali seulas senyuman Inilah penyair yang
penuh semangat dan memenuhi cakerawala dengan
kata-kata indah Namun manusia tetap menafikan
kewujudan keindahannya
Sampai bila manusia terus terlena? Sampai bila
manusia menyanjung penguasa yang meraih
kehebatan dgn mengambil kesempatan?? Sampai bila
manusia mengabaikan mereka yang boleh
memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa mereka
Simbol cinta dan kedamaian?
Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa org
yang sudah tiada? dan melupakan si hidup yg dikelilingi
penderitaan yang menghambakan hidup mereka
seperti lilin menyala bagi menunjukkan jalan yang
benar bagi orang yang lupa
Dan oh para penyair, Kalian adalah kehidupan dalam
kehidupan ini: Telah engkau tundukkan abad demi
abad termasuk tirainya.
Penyair.. Suatu hari kau akan merajai hati-hati
manusia Dan, kerana itu kerajaanmu adalah abadi.
Penyair..periksalah mahkota berdurimu..kau akan
menemui kelembutan di sebalik jambangan bunga-
bunga Laurel.
(Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas
Senyuman)
««««Kahlil Gibran»»»»
|MIMPI|
Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan
selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke
laut, "Laut tidak pernah tidur, dan dalam
keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa
yang terjaga.",
Ketika aku sampai di pantai, kabus dari gunung
menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang
menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak
yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya
kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi
yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu -
kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung,
tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi
dengan desiran air yang mengalir di parit-parit.
Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan duduk di atas
sebongkah batu. Aku menghampirinya seolah-olah ada
kekuatan yang menarikku tanpa aku dapat
melawannya.
Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan
itu seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku.
Saat itu, salah satunya berdiri dan dengan suara yang
seolah berasal dari dalam laut ia berkata: "Hidup
tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga dan
berbuah. Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga
tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji.
Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu,
yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah."
Putera kedua berkata dengan suara bergema seperti
air terjun,"Hidup tanpa berjuang seperti empat musim
yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan
tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup,
perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak
dapat dipisahkan ataupun diubah."
Kemudian Putera ketiga membuka mulutnya seperti
dentuman halilintar :
"Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan
kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan.
Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu,
abadi dan tidak pernah sirna." Selanjutnya ketiga-
tiganya berdiri dan berkata dengan suara yang
menggerunkan sekali:
'Itulah anak-anak cinta, Buah dari perjuangan, Akibat
dari kebebasan, Tiga manifestasi Tuhan, Dan Tuhan
adalah ungkapan dari alam yang bijaksana.'
Saat itu diam melangut, hanya gemersik sayap-sayap
yang tak nampak dan getaran tubuh-tubuh halus yang
terus-menerus.
Aku menutup mata dan mendengar gema yang baru
saja berlalu. Ketika aku membuka mataku, aku tidak
lagi melihat Putera-Putera Kegelapan itu, hanya laut
yang dipeluk halimunan. Aku duduk, tidak memandang
apa-apa pun kecuali asap dupa yang menggulung ke
syurga.
«««Khalil Gibran»»»
|KEHIDUPAN|
Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan Dan
dengan penuh ketakutan Engkau sebarkan apa yang
telah dituturkan padamu penuh kebimbangan
Kuwartakan padamu bahawa hidup adalah kegelapan
jika tidak diselimuti oleh kehendak Dan segala
kehendak akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan
Dan segala macam pengetahuan akan kosong bila
tidak diiringi kerja Dan segala kerja hanyalah
kehampaan kecuali disertai cinta
Maka bila engkau bekerja dengan cinta Engkau
sesungguhnya tengah menambatkan dirimu Dengan
wujudnya kamu, wujud manusia lain Dan wujud Tuhan.
«««Khalil Gibran»»»
|KASIH SAYANG DAN PERSAMAAN|
Sahabatku yang papa, jika engkau mengetahui,
bahawa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu
mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan
dan pengertian tentang Kehidupan, maka engkau pasti
berpuas hati dengan nasibmu.
Kusebut pengetahuan tentang Keadilan : Kerana orang
kaya terlalu sibuk mengumpul harta utk mencari
pengetahuan. Dan kusebut pengertian tentang
Kehidupan : Kerana orang yang kuat terlalu berhasrat
mengejar kekuatan dan keagungan bagi menempuh
jalan kebenaran.
Bergembiralah, sahabatku yang papa, kerana engkau
merupakan penyambung lidah Keadilan dan Kitab
tentang Kehidupan. Tenanglah, kerana engkau
merupakan sumber kebajikan bagi mereka yang
memerintah terhadapmu, dan tiang kejujuran bagi
mereka yang membimbingmu.
Jika engkau menyedari, sahabatku yang papa, bahawa
malang yang menimpamu dalam hidup merupakan
kekuatan yang menerangi hatimu, dan
membangkitkan jiwamu dari ceruk ejekan ke
singgahsana kehormatan, maka engkau akan merasa
berpuas hati kerana pengalamanmu, dan engkau akan
memandangnya sebagai pembimbing, serta
membuatmu bijaksana.
Kehidupan ialah suatu rantai yang tersusun oleh
banyak mata rantai yang berlainan. Duka merupakan
salah satu mata rantai emas antara penyerahan
terhadap masa kini dan harapan masa depan. Antara
tidur dan jaga, di luar fajar merekah.
Sahabatku yang papa, Kemiskinan menyalakan api
keagungan jiwa, sedangkan kemewahan
memperlihatkan keburukannya. Duka melembutkan
perasaan, dan Suka mengubati hati yang luka. Bila
Duka dan kemelaratan dihilangkan, jiwa manusia akan
menjadi batu tulis yang kosong, hanya
memperlihatkan kemewahan dan kerakusan.
Ingatlah, bahawa keimanan itu adalah peribadi sejati
Manusia. Tidak dapat ditukar dengan emas; tidak
dapat dikumpul seperti harta kekayaan. Mereka yang
mewah sering meminggirkan keimananan, dan
mendakap erat emasnya.
Orang muda sekarang jangan sampai meninggalkan
Keimananmu, dan hanya mengejar kepuasan diri dan
kesenangan semata. Orang-orang papa yang
kusayangi, saat bersama isteri dan anak sekembalinya
dari ladang merupakan waktu yang paling mesra bagi
keluarga, sebagai lambang kebahagiaan bagi takdir
angkatan yang akan datang. Tapi hidup orang yang
senang bermewahmewahan dan mengumpul emas,
pada hakikatnya seperti hidup cacing di dalam
kuburan. Itu menandakan ketakutan.
Air mata yang kutangiskan, wahai sahabatku yang
papa, lebih murni daripada tawa ria orang yang ingin
melupakannya, dan lebih manis daripada ejekan
seorang pencemuh. Air mata ini membersihkan hati
dan kuman benci, dan mengajar manusia ikut
merasakan pedihnya hati yang patah.
««------bersambung-----»»

Di cuplik dari campor bawor: RANGKAIAN PUISI LENGKAP Karya|KAHLIL GIBRAN|
May 2012
M T W T F S S
April 2012June 2012
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31