Wednesday, December 9, 2009 4:29:54 AM
penting, umat
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan
perantaraan kalam. Dia mengajari
manusia apa yang belum
diketahuinya. (QS Al ‘Alaq
[96]:1-5)
Manusia dilahirkan ke
dunia ini dengan tidak membawa
apa, ia lahir dalam keadaan yang
sangat lemah, yang sangat sulit
beginya untuk bertahan hidup
tanpa bantuan dari orang lain.
Setiap manusia yang terlahir
dengan keadaan kosong, yang
dimaksud kosong disini bahwa ia
tidaklah dibekali pengetahuan
tentang kebenaran-kebenaran,
itulah sebabnya, seiring
bertambah dewasanya manusia
tersebut, pertanyaan-
pertanyaan yang mendesak
baginya untuk dijawab
bertambah banyak dan semakin
kompleks.
Pada saat itu, manusia
cenderung bimbang untuk
menentukan langkahnya,
bimbang dalam menjalani
langkahnya dan terlebih dari
semua itu, ia bimbang mengapa ia
melangkah. Pada saat-saat
seperti ini, mau tidak mau, atau
sadar tidak sadar, manusia mulai
mencari sesuatu untuk dijadikan
arah dan pegangan hidupnya.
Ada yang menyebut pegangan
hidup itu adalah prinsip, ada
yang menyebutnya ideologi, dan
ada juga yang menyebutnya
agama. Yang terakhir ini selalu
kita dengar dan paling banyak
dalam dijadikan arah dan
pegangan hidup, dan inilah yang
akan kita bahas
Wahai kaum muslimin
(dan siapa saja yang membaca
tulisan ini), pernahkah anda
bertanya, kenapa harus Islam
yang kita pilih? Apakah iman kita
terhadap Islam benar-benar dari
pikiran dan hati kita? Ataukah
hanya karena keturunan saja?
Apakah kita ikhlas kepada Islam?
Apakah akidah kita adalah Akidah
Islamiyah?? Apakah iman kita
selama ini hanya setengah-
setengah? Lebih lanjut lagi,
kenapa kita tidak memilih agama
lain yang tampaknya lebih baik
dari Islam? Lebih mudah
pelaksanaanya? lebih gampang
masuk surganya? Tentu saja
semua itu harus kita jawab,
supaya tidak ada lagi keraguan
kepada iman kita, karena iman
itu harus bersifat tashdiqul jazm
(pembenaran yang pasti) atau
iman itu harus 100% tidak boleh
kurang
0,0000000000000000000001%
pun!
Pertama, Islam adalah
diin (agama) yang paling
sempurna, yaitu penyempurna
dari semua agama-agama yang
pernah diturunkan Allah SWT
kepada ummat-Nya, ini
ditegaskan dalam firman-Nya :
Pada hari ini telah Aku
sempurnakan untuk kamu
agamamu, dan telah Aku
cukupkan kepada kamu nikmat-
Ku, dan telah aku ridhai Islam
sebagai agama bagi kamu.
(QS Al Ma’idah [5]:3)
Ayat ini menegaskan
kalau Islam adalah agama
penutup bagi seluruh dunia,
dengan Muhammad sebagai rasul
yang terakhir dan Al Qur’an
sebagai kitab penutup setelah
Nabi Musa AS dengan Tauratnya,
Nabi Daud Dengan Zaburnya dan
Nabi Isa AS dengan Injilnya. Lalu
ada pertanyaan, Kenapa agama
harus disempurnakan? Bukankah
agam sebelumnya juga
diturunkan oleh Allah kepada
ummatnya melalui perantaraan
nabi-nabinya?” Ya! Betul, semua
kitab dan ajaran yang dibawa
masing-masing nabi adalah dari
Allah, tetapi, ingatlah, ketika
para pengikut nabi Musa AS
telah menyimpangkan sebagian
besar dari taurat yang diterima
mereka, maka Allah mengutus
Nabi Isa AS untuk
membenarkanya, begitu pun juga
Nabi Muhammad SAW, beliau juga
diutus sebagai penyempurna
agama nasrani, dan semua
agama lain yang banyak
penyimpangan-penyimpanganya,
selain itu Islam diturunkan
kepada seluruh ummat manusia.
Penyimpangan-penyimpangan ini,
antara lain doktrin trinitas dan
penambahan Alkitab, diterangkan
oleh Allah dalam ayat :
Maka kecelakaan besarlah bagi
orang-orang yang menulis Alkitab
dengan tangan mereka sendiri,
lalu dikatakanya, “Ini dari Allah,”
karena mereka hendak
memperoleh keuntungan yang
sedikit dengan perbuatan itu.
Maka kecelakaan besarlah bagi
mereka, karena apa yang ditulis
oleh tangan mereka itu, dan
kecelakaan besarlah bagi
mereka, karena apa yang
mereka kerjakan.
(QS Al Baqarah [2]: 79)
Katakanlah “Dia-lah Allah Yang
Maha Esa. Allah tempat meminta.
Dia tidak beranak dan tidak
(pula) diperanakkan, dan tidak
ada seorang pun yang setara
dengan-Nya”. (QS Al Ikhlash
[112]:1-4)
Kedua, hanya Islam-lah
agama sekaligus suatu sistem
yang lengkap, yang tidak hanya
mengatur soal ibadah
(ruhiyah) saja, tetapi juga
mengatur tentang politik
(siyasah), politik menurut islam
adalah mengurusi urusan ummat,
yang meliputi pendidikan,
pemerintahan, ekonomi, hukum,
pergaulan dan lain-lainya. Hanya
Islam yang mempunyai peratuan
yang begitu terinci! Yang
imbasnya adalah tegaknya
Daulah Islamiyah selama kurang
lebih 1300 tahun, dimulai sejak
tahun 624, yaitu tegaknya
Daulah Islamiyah di Madinah
sampai runtuhnya yaitu tahun
1924 di Turki karena
persekongkolan musuh-musuh
Islam. Ideologi mana yang mampu
mempertahankan idenya selama
itu? Kalau bukan dari Allah?
Ketiga, hanya Islamlah
yang memiliki kitab yang terjamin
yaitu Al Qur’an, yang selalu
disertai dengan bahasa aslinya,
tidak seperti Alkitab yang sudah
di re-re-re-re-visi ( revisinya
banyak! Diragukan keaslianya! )
Untuk menjamin keslianya ini Allah
menantang dengan orang yang
meragukannya dengan firman-
Nya :
Dan jika kamu (tetap) dalam
keraguan terhadap apa yang
kami turunkan (Al Qur’an)
kepada hamba Kami (Muhammad),
maka datangkanlah suatu surat
(saja) yang semisalnya; dan
ajaklah pembantu-pembantu
kamu selain dari allah, jika kamu
memang orang-orang yang
benar. (QS Al Baqarah [2]:23)
Keempat, Apakah ada
yang lebih masuk akal selain
Islam? Dalam proses
pengimanannya, Islam selalu
menyertakan pemikiran, bukan
doktrin (contoh doktrin: trinitas)
karena pemikiran itu sendiri
adalah karunia Allah yang paling
besar, yang membuat manusia
menjadi makhlik paling mulia di
muka bumi ini. Pentingnya akal ini
difirmankan Allah :
Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang,
terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal.
(QS Ali Imran [3]: 190)
Dan masih banyak yang
lain selain ayat-ayat tersebut,
jadi buat apa kita mencari
sesuatu yang lebih tak sempurna
dari Islam? Apalagi jika kita belum
mengetahui apa itu Islam. Lantas
kita tergoda dengan ajaran lain
yang mengatakan surga itu
“mudah” didapatkan. Allah telah
memperingatkan :
Apakah kamu mengira bahwa
kamu akan masuk surga padahal
belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana apa yang
(diderita) orang-orang terdahulu
sebelum kamu? Mereka ditimpa
kesengsaraan, kemelaratan, dan
mereka digoncangkan (dengan
berbagai cobaan), sehingga Rasul
dan orang-orang yang beriman
kepadanya berkata, “Kapankah
datang pertolongan Allah?”
Ketahuilah sesungguhnya
pertolongan Allah itu amat dekat.
(QS Al Baqarah [2]:214)
Barangsiapa yang mencari agama
selain daripada agama Islam,
maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu)
daripadanya, dan diakhirat dia
termasuk orang-orang yang rugi
(QS Ali Imran [3]: 85)
Sesungguhnya orang-orang kafir
dan mati dalam kekafiranya,
maka tidaklah akan diterima dari
sesorang mereka emas sepenuh
bumi walaupun untuk menebus
dirinya, Bagi mereka Azab yang
pedih dan sekali-kali mereka
tidak memperoleh penolong.
(QS Ali Imran [3]:
91)
Na’udzubillah!, semoga
kita dikaruniai kelembutan hati
oleh Allah SWT agar kita tidak
dibutakan sebagaimana orang-
orang kafir, dan jika apabila ada
dari kita yang berkeinginan
berpaling karena kita tak
mengenal Islam, memintalah
kepada Allah agar kita masih
dapat kembali dan bertaubat
kepada-Nya
Mereka kekal di dalamnya, tiada
diringankan azab dari mereka,
dan tiada (pula) mereka diberi
tangguh, kecuali orang-orang
yang taubat sesudah itu dan
mengadakan perbaikan, karena
sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS Ali Imran [3]: 88-89)
Tetapi semua itu tidak
akan ada sebelum ada usaha dari
manusia itu sendiri, dan ingatlah
Islam tak pernah memaksa! Allah
berfirman :
Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah keadaan suatu kaum,
sebelum kaum itu sendiri
mengubah apa yang ada pada
diri mereka. (QS Ar Ra’d [13]:
11)
Tidak ada paksaan dalam agama
(Islam) (karena) sungguh telah
jelas jalan yang benar dari jalan
yang salah. (QS Al Baqarah [2]:
256)
Pada akhir kata, saya
hanya ingin tersenyum dan
berkata, Alhamdullilah, kita
termasuk orang yang diberi
hidayah (petunjuk) oleh Allah,
semoga kita tetap istiqomah,
Allahuakbar! Wallahu’alam bis showab.