Amri Rasyidin's BloG

The good life is inspired by love and guided by faith and knowledge

Subscribe to RSS feed

Sticky post

SALAM PERKENALAN

, , , ...




Assalamu'alaikum wr.wb.... ahlan wa sahlan....
Hallo... Haii... Perkenalkan namaku: Amri Rasyidin. Aku tinggal di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Indonesia. Wilayah Pamulang ini sebenarnya sangat dekat dengan wilayah Jakarta Selatan. Karena dekat dengan Ibu Kota Jakarta, maka sering juga aku menuliskan alamatku di Jakarta. (Tapi bukan ingin dibilang sok anak Jakarte ye .... he.. he....)

Daerah asalku dari Ranah Minang, tepatnya di desa Labuatan, Kenagarian Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Sejak kecil aku sudah senang membaca dan menulis. Ketika remaja aku pernah rajin menulis puisi dan cerpen, terutama dengan tema anak muda dan anak-anak. Berangkat dewasa aku pernah pula mencoba menulis novel, tapi nggak pernah rampung. Ketika belajar di STIA LAN RI Jakarta (1990--1994) aku aktif menulis artikel tentang administrasi publik dan manajemen pembangunan di beberapa koran ibu kota seperti Media Indonesia, Merdeka, Suara Pembaruan, dan lain-lain. Nah, sekarang, sejak mengenal
blog, aku kembali mencoba menulis berbagai hal yang menjadi minatku, termasuk menulis cerpen. Aku juga senang berkomunikasi dengan siapa saja, ber-email ria atau berdiskusi dengan setiap orang yang memang berniat baik dan berpikiran sehat atau rasional. Sebab prinsip hidupku sederhana, yakni:"do all the best for all people in all place on all time.... forever as long as you can....".

Motivasi hari ini: "Lihatlah orang lain dari sisi baiknya.... sebab di sanalah terletak persahabatan yang sejati....."

Buah Dari Sebuah Pertolongan

, , ,



Cerpen
Oleh: Amri Rasyidin



Soleh masih saja duduk termenung ketika dua putrinya minta diajak bertamasya ke Candi Borobudur. Dia merasa serba salah, kalau diikuti ajakan isteri dan anak-anaknya berarti uang simpanan untuk ongkos kembali ke Jakarta ludes alias habis, tapi kalau tidak diikuti berarti dia tidak bisa memahami psikologis anak-anak yang membutuhkan hiburan, bahkan lebih sarkastis lagi akan dicap sebagai orangtua yang pelit! Apalagi mumpung sedang mudik di kampung, Yogyakarta, sangat dekat jaraknya dengan tempat rekreasi budaya Candi Borobudur.

Read more...

Abang Becak


Cerpen

Oleh: Amri Rasyidin



Senja itu hujan turun sangat deras. Suara petir dan kilat meletup-letup di angkasa. Lelaki itu mengayuh becaknya bergegas. Seperti tidak peduli derasnya siraman air hujan, lelaki yang berperawakan kekar itu makin mengencangkan lari becaknya. Setiap hujan turun ia selalu cemas. Ia khawatir isteri dan dua anaknya yang masih balita kedinginan, sebab atap rumah mereka selalu tidak mampu menahan kencangnya terpaan air hujan, selain kadang-kadang kebanjiran akibat air kali di dekat rumahnya meluap.

Lelaki itu bernama Sumarno. Kawan-kawan sesama “abang-becak” biasa memanggilnya Marno. Ia berasal dari sebuah dusun di Lampung Utara, masih keturunan “wong cilik” dari daerah Jawa Tengah yang terkena wajib mengikuti program transmigrasi pada zaman Bung Karno dulu. Karena itu, meski sudah lahir di bumi Lampung, bicaranya masih medok logat Jawa. Marno mulai melambatkan becaknya, lalu turun mendorong becak menuju rumahnya. Maklum jalan kecil ke rumah sangat sederhana itu sangat becek, sehingga becak sulit dikayuh.

Read more...

Rahmatullah


Cerpen

Oleh: Amri Rasyidin




Sore itu suasana pantai sangat ceria. Angin laut bertiup semilir. Matahari hampir kembali ke peraduannya. Anak-anak nelayan ramai bersuka-ria di sepanjang pantai. Ada yang bermain pasir, membuat gundukan dan rumah-rumahan, kemudian mereka hancurkan dengan lengking tawa yang bersahutan. Ada juga yang saling mengejar sambil melemparkan pasir ke arah temannya. Suara tawa anak-anak itu menghidupkan suasana sore pantai yang sangat mengasyikkan. Demikianlah, hampir setiap sore anak-anak nelayan itu mengisi kegiatan sore mereka seusai belajar mengaji di langgar atau mushalla.

Di antara anak-anak yang riang gembira itu, di pojok dekat mushalla, kira-kira 30 meter dari bibir pantai, dua orang kakak beradik duduk berjuntai sambil menyaksikan adegan-adegan suka ria di pantai itu. Kakak beradik itu nampaknya sedang tidak tertarik ikut bergabung bermain-main bersama yang lain. Meski sesekali ikut tertawa melihat tingkah ceria teman-teman yang bermain, tapi wajah keduanya lebih sering nampak suram. Keduanya memang sedang bersedih. Karena Ayah dan Umi mereka, Jamaluddin dan Rasyidah, sudah 12 hari belum juga pulang dari melaut. Padahal biasanya paling lama 5 hari mereka sudah pulang.


Read more...

Kontroversi Pemahaman Tentang Ahmadiyah



Akhir-akhir ini kita kembali menyaksikan maraknya demo bahkan tindakan anarkhis massa terhadap organisasi keagamaan (aliran) Ahmadiyah di tanah air. Sudah tak terhitung lagi berapa kerugian material, nyawa dan penderitaan jiwa di kalangan Ahmadiyah. Menurut para pengamat, banyak faktor penyebab terjadinya tindakan anarkis tersebut. Di antaranya, karena tidak adanya ketegasan aturan tentang aliran Ahmadiyah, yakni dilarang atau tidak, lalu ketidak-tegasan apatar penegak hukum, serta persepsi yang “amburadul” di kalangan masyarakat dan bahkan pemerintah sendiri. Untuk sedikit memahami persoalan Ahmadiyah, berikut saya turunkan artikel singkat tentang Ahmadiyah yang disarikan dari beberapa sumber.


Dua Golongan Ahmadiyah

Setelah pendiri Gerakan Ahmadiyah wafat (26 Mei 1908), Gerakan Ahmadiyah dipimpin oleh Shadr Anjuman Ahmadiyah yang diketuai oleh Maulvi Hakim Nuruddin. Setelah beliau wafat pada tanggal 13 Maret 1914, Shadr Anjuman Ahmadiyah lalu dipimpin oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, putera pendiri Gerakan Ahmadiyah, Mirza Gulam Ahmad. Beberapa saat setelah ia terpilih, timbullah perbedaan pendapat yang penting dan mendasar. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad berpendapat bahwa : (1) Mirza Gulam Ahmad itu (atau disebut al-Masih al-Mau’ud) itu betul-betul Nabi, (2) beliau itu ialah Ahmad yang diramalkan dalam Qur’an Suci 61:6, dan (3) semua orang Islam yang tidak berbaiat (disumpah) kepadanya, sekalipun tidak mendengar nama beliau, hukumnya tetap kafir dan keluar dari Islam (Ainai Sadaqat, hal. 35).
Jadi menurut Basyruddin Mahmud Ahmad, Nabi Suci Muhammad saw. bukanlah Nabi terakhir, padahal H.Mirza Ghulam Ahmad sendiri sebelumnya mengajarkan bahwa Nabi Suci Muhammad saw adalah Nabi terakhir, sesudah beliau tak ada Nabi lagi, baik Nabi lama ataupun Nabi baru (Ayyamus-Shulh, hlm.74).
Pendapat Basyuruddin Mahmud Ahmad yang bertentangan dengan ajaran Imam Mirza Ghulam Ahmad tersebut, akhirnya menyebabkan terjadinya perpecahan dalam Ahmadiyah. Mereka yang setuju pendapat yang menyimpang dari ajaran Pendiri Ahmadiyah tersebut tergabung dalam Jemaat Ahmadiyah yang dikenal sebagai Ahmadiyah Qadian, karena pusatnya di Qadian, India.

Sedangkan mereka yang tak setuju terhadap pendapat tersebut alias yang mempertahankan akidah Pendiri Ahmadiyah, tergabung dalam Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam yang berpusat di Lahore, yang sekarang dikenal sebagai Ahmadiyah Lahore. Pada mulanya dipimpin oleh Maulana Muhammad Ali, M.A., LL.B., sekretaris Almarhum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Pemimpinnya disebut Amir (Presiden). Menurut Ahmadiyah Lahore, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukanlah Nabi, dia adalah seorang Mujaddid. Ahmad, dalam Alquran 61:6 adalah Nabi Suci Muhammad saw. dan kaum Muslimin yang tidak berbaiat kepada beliau tidaklah kafir.




Read more...

Surat Mahmud Ahmadinejad kepada George W. Bush (2006)



Dari Wikisource Indonesia, perpustakaan bebas berbahasa Indonesia
Sebagian Anda mungkin pernah mendengar dan sebagian lagi mungkin belum, bahwa pada 2006 lalu Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad pernah berkirim surat kepada Presiden Amerika Serikat George W.Bush. Surat yang terbilang fantastic dan inspiratif ini diberikan kepada Presiden Amerika Serikat George W. Bush melalui kedutaan Swiss di Tehran pada tanggal 8 Mei 2006. Aslinya surat ini ditulis dalam Bahasa Persia, kemudian diterjemahkan ke Bahasa Inggris.



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Bagian Pertama

Tuan Presiden Amerika Serikat

Dalam beberapa waktu saya sempat berpikir, bagaimana mungkin dapat dibenarkan keberadaan berbagai kontradiksi yang terjadi di dunia internasional, kontradiksi yang tidak dapat diingkari dan selalu menjadi pembahasan masyarakat khususnya di kalangan politik dan mahasiswa. Banyak sekali pertanyaan yang tak terjawab tentang hal ini. Karena itu saya memutuskan untuk menanyakan sebagian kontradiksi dan pertanyaan itu. Semoga akan ada kesempatan untuk menjawab masalah tersebut.

Read more...


Janganlah marah ketika orang lain tidak bisa seperti yang anda inginkan...
dan janganlah puas ketika orang lain merasa anda seperti yang diinginkannya...

“Karena Ibu”


Cerpen
Oleh: Amri Rasyidin




Untuk kesekian kalinya Ibuku mengalami koma, tidak sadar diri akibat anfal jantung. Sudah dua jam

beliau terbaring di bangsal, dengan tubuh dipasangi beberapa selang infus dan EKG (Echokardiografi). Aku, adik-adik, dan beberapa kerabat dekat kami, menunggu kepulihan beliau dengan tegang. Adikku yang paling kecil nampak mengeluarkan kitab suci ukuran kecil dari tasnya, lalu menggumamkan surah Yasin. Aku sendiri berdoa dalam hati sambil sesekali menyeka tetesan bening yang meleleh di pipiku.

Read more...

“Takdir”

,


Cerpen,
Oleh: Amri Rasyidin





Malam itu aku masih duduk sendirian di teras depan rumah. Langit nampak gelap tanpa bintang dan rembulan. Suara guruh seperti bunyi drum besar menggelinding di udara. Tiba-tiba percikan kilat melesat di angkasa seperti bola api yang berpendar, lalu disusul serentetan bunyi petir laksana bom yang meledak di mana-mana. Sejurus kemudian hujan turun sangat deras. Suaranya bergemuruh menimpa atap rumah. Tiba-tiba listrik padam. Suasana malam makin mencekam.

Read more...

Gara-gara FaceBook

,


Cerpen

Oleh: Amri Rasyidin




Sudah hampir sebulan Ujang menganggur. Ia termasuk di antara 50 karyawan yang di-PHK oleh manajemen perusahaan. Namun demikian, Ujang tidak terlalu bersedih. Isterinya, Titin, toh masih bekerja. Karena tidak bekerja, ia dan isterinya memutuskan untuk mem-PHK mak Inah yang selama ini menjadi pembantu rumah tangga di rumah mereka. Lalu ia mengambil alih pekerjaan rumah tangga, termasuk tentunya mengasuh anak kembar mereka, Anton dan Antin.

Read more...

Perjalanan ke Neraka dan Surga

, ,


Cerpen,
Oleh: Amri Rasyidin



Malam itu masyarakat dunia gempar! Semua saluran televisi berita dalam waktu hampir bersamaan menyiarkan secara langsung peristiwa huru-hara di sebuah penjara paling terkenal di dunia. Penjara itu terkenal bukan hanya karena keangkerannya, tetapi juga karena di sana banyak gembong penjahat kelas kakap tingkat dunia. Para mafioso dunia Barat, anggota geng Yakuza Jepang, kelompok penyelundup narkoba Amerika Latin, para teroris Timur Tengah, dan termasuk juga gembong teroris dan perampok asal Indonesia – semua ada dan pernah mendekam di sana. Salah seorang gembong teroris dan sekaligus perampok asal Indonesia yang masih berada di sana saat kegaduhan terjadi adalah Narko!

Read more...

Cerpen: "Balada Seorang Tenaga Kerja Wanita"

,

Oleh: Amri Rasyidin



WATI tak bisa menutupi rasa harunya setelah membaca surat adiknya dari kampung halaman. Dalam surat itu adiknya menulis bahwa putri semata wayangnya, Ririn, sudah naik ke kelas 2 dan mendapat rangking pertama. Rasanya ia ingin sekali memeluk erat-erat dan menciumi pipi merah putrinya itu. Sudah hampir dua tahun mereka terpisah. Dan rasa rindunya terhadap Ririn makin menjadi-jadi setelah ia menatap kembali foto putrinya yang selalu ia simpan di dompetnya. Lalu tanpa disadarinya, air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Tapi suasana syahdu Wati mendadak terhenti. Tiba-tiba ada jemari menjambak rambutnya dengan kasar.

Read more...

Cerpen: "Sariyem"

Oleh: Amri Rasyidin




Namanya Sariyem. Panggilan akrabnya “Sari”. Profesinya sebagai Direktur sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang perlindungan pembantu rumah tangga (PRT). Nama LSM-nya Lembaga Pembela Pekerja Rumah Tangga atau disingkat LP2RT. Kata “pembantu” sengaja diubahnya menjadi “pekerja”, biar lebih manusiawi, katanya suatu ketika memberikan alasan. Orangnya gesit, cerdas, dan gaya bicaranya lugas. Walaupun tampil sebagai wanita pintar dan energik, dia sebetulnya tidak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Dia hanya droup-out SLTA. Hanya nasib atau takdir Yang Maha Kuasa yang mengantarkannya pada posisi direktur LP2RT.


Read more...

Mata

, ,

Cerpen oleh: Amri Rasyidin


Akhir-akhir ini Bagus terlihat seperti orang bingung. Padahal sebelumnya dia tipe orang yang ceria, suka bercanda dan mudah tersenyum. Gara-gara Bagus sering seperti orang bingung, isterinya juga ikut-ikutan jadi bingung. Pada awalnya isterinya diam saja melihat perubahan sikap sang suami. Tapi karena mulai merasa tidak tahan, atau tepatnya mulai kesal, isterinya lalu membrondong Bagus dengan rentetan pertanyaan.

“Kenapa akhir-akhir ini Abang kelihatan seperti orang bingung? Apa yang menyebabkan Abang bingung? Apa yang kurang pada kita? Harta banyak! Mungkin aku kurang menyervis Abang? Apa ada yang salah pada diriku, Bang? Atau apa…. ”

“Cukup! Sudah! Sudah!” Bagus kesal dengan berondongan pertanyaan isterinya.

“Tapi Abang diam saja! Coba jelaskan kenapa bingung? Jangan bikin orang jadi bingung juga!”

Read more...

Apa yang Kau Cari KD?

, ,



Saya sebenarnya belum pernah menulis atau membahas secara terbuka tentang sikap pribadi seseorang, apalagi menyangkut cinta. Tapi malam ini saya merasa “terusik” atau “tergelitik” untuk mencoba mengangkat kasus percintaan artis kondang Kridayanti (KD) dengan seorang pengusaha asal Timor Leste, Raul Lemos. Alasannya sederhana: kok tega KD meninggalkan suami dan anak-anaknya demi mencitai pria yang belum lama dikenalnya? Apalagi pria itu belakangan diketahui belum cerai secara resmi dengan perempuan lain dan sudah punya 4 anak.

Di samping itu, siapa tahu analisis saya ini dapat memberikan manfaat bagi rumah tangga lain yang mungkin saja suatu saat nanti mengalami kondisi serupa.
Berbicara cinta, memang siapa pun bisa seperti KD. Namun yang perlu digali adalah: apa ya memang atas dasar cinta semata? Saya rasanya sulit menerima alasan ini. Saya berkeyakinan ada sesuatu yang paling mendasar menjadi alasan bagi KD sampai tega menghancurkan rumah tangganya dengan Anang Hermansyah.

Read more...

Ariel


Ariel Peterpan, siapa yang tidak kenal nama itu? Hampir semua pecinta musik di tanah air sangat akrab dengan pemilik nama asli Nazril Irham itu. Duda beranak satu, yang terlahir 29 tahun lalu di Pangkalan Brandan, Sumut, itu kini menjadi buah bibir, bahan gunjingan, permen gossip, dan menjadi “makananempuk” infotainment di TiVi nasional. Kenapa? Karena video mesum yang beredar di internet sejak 3 Juni lalu diduga “pemain”nya mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. Bahkan berita terakhir, beberapa menit sebelum saya membuat tulisan ini, pakar telematika Roy Suryo menyatakan bahwa video mesum itu asli. Tapi polisi belum mau gegabah menyatakan apakah pemeran dalam adegan video itu betul-betul asli ketiga artis dimaksud.

Read more...

Si Raja Hutan

Ketika bumi manusia menjelma
menjadi hutan rimba
ketika itu pula pohon keadilan tumbang
dan si raja hutan bebas memangsa dengan taringnya yang tajam

ketika si raja hutan bergerombol
mengoyak-ngoyak planduk hasil buruan
ketika itu pula lolong anjing memecah malam
menyentak makhluk rimba dari tidur yang dalam

ketika malam berganti siang
semua makhluk terbangun dari tidurnya
ketika itu pula kebuasan si raja hutan
menjadi terang benderang
tapi mungkinkah hukum rimba tidak lagi berulang?

SECUIL KISAH PENDIRIAN STANFORD UNIVERSITY


Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Read more...

KISAH TELADAN: SABAR


Beberapa waktu lalu, di depan receptionist counter sebuah hotel, saya melihat adegan menarik: pelayan

hotel sedang menghadapi seorang pria yang penuh emosi.
Saat itu suasana hotel tengah sibuk mendaftar tamu-tamu yang baru datang. Orang yang persis di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah..
Pegawai tersebut berkata, “Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar ’single’ untuk Anda.”
“Single?!” bentak orang itu. “Saya memesan kamar double!”
Pegawai tersebut berkata dengan sopan, “Coba saya periksa sebentar.”
Ia mengambil pesanan tamu dari arsip dan berkata, “Maaf, Tuan. Pesanan Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Tuan di kamar double, kalau memang ada, tetapi semua kamar double sudah penuh.”
Tamu tersebut dengan berang, berkata, “Saya tidak perduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double.”

Read more...

May 2012
M T W T F S S
April 2012June 2012
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31