Friday, 18. September 2009, 20:07:40
Hai
Selamat merayakan hari raya idul fitri minal aidzin wall faidzin mohon ma'af lahir dan batin iklas

jangan pernah menyesal yg pernah

punya temen kayak aku ya

sungguh bila aku menyakitimu semua kg maksud sengaja ,tapi sengaja tau kg gue minta ma'af I LOVE YOU FULL
Saturday, 16. May 2009, 04:07:19
politik, kritik sosial, opini
ya...,bola-bola liar ,atau bidak-bidak kecil yang punya ancaman lebih besar terhadap lawan-lawan politiknya. ketika saya mencoba menyikapi pendeklarasian SBY dan boediono sebagai capres dan cawapres ,sepertinya ada bola-bola politik yang ingin di gulirkan yang sengaja di rancang rapi oleh SBY ,lalu untuk apa digulirkan ? Ya ..,Tentu untuk mendapat situasi yang nyaman di partai kubu DEMOKRAT yang rasa-rasanya sudah tak bisa disentuh lagi oleh para partai koalisinya separti PAN,PPP,PKS dan PKB yang tanpa mereka sadari sebetulnya mereka telah dikalah kan tanpa perang yang dahsyat tentu dalam konteks percaturan politik,
lihatlah nanti jika SBY memenangkan pil-pres nanti sudah tentu SBY juga akan merekrut para mentri nya pun, akan berasal dari penunjukan seperti yang ia ingini ,yang di anggap nya sesuai dan mampu bekerja sama dengan SBY atau DEMOKRATnya ,yaitu tak jauh beda ,kira-kira seperti yang di lakukannya ketika SBY menunjuk BOEDIONO ,dan tentunya anda mengetahui pada waktu itu para partai koalisinya tak kan mampu berbuat banyak atau pun menolak penunjukan tsb karena masih memendam sejuta harapan setelah pil-pres nanti,tapi bagai mana jika mentri yang masuk kabinet SBY nanti di lakukan penunjukan akankah para koalisinya mampu berbuat banyak ,jika alasan yang SBY ajukan nanti sangat tepat dan kuat yaitu memilih orang-orang terbaik anak bangsa yang sesuai dengan "bidangnya dan juga ahlinya" dan sudah pasti ditambah alasan yang semua di lakukan demi negri tercinta ini,apakah mereka" prtai-partai koalisinya dari P.DEMOKRAT akan terperangkap ''dengan alasan KEBANGSAAN'' yang di ajukan SBY kepada mereka ,tentu merekapun hanya bisa gigit jari, menyaksikan bidak-bidk politik SBY melaju dan mendemontrasikan kekuasaan di depan dari sebuah kapal yang bernama "koalisi" yang sebenarnya KATA-KATA koalisi tsb tidak SBY butuhkan dari semula,
dalam ilmu catur pertahanan seprti ini dinamakan pertahanan yunani - yaitu dengan mengandalkan bidak-bidak kecil untuk maju dan membiarkan bidak besar untuk di korbankan,adalah langkah untuk meraih kemenangan karena bidak kecil akan di daulat menjadi sesuai yang di inginkan SBY,''coba lihat sang BOEDIONO adalah pionir kecil dalam kancah perpolitikan indonesia,(bidak kecil yang di gadang-gadang SBY ),karena bukan tidak mungkin seorang pionir akan mampu menjadi ''mentri'', dan jika ini ter jadi maka catur perpolitikan akan di menangkan SBY.karena cukup jelas -BOEDIONO-sngat bisa diandalkan sebagai langkah pengkaderan yang di lakukan SBY untuk memegang tampuk kepemimpinan secara estafet -partai demokrat dan bisa menjadikan DINASTI demokrat menjadi partai pengendali bangsa ini ,sebap untuk jangka lima tahun kedepan, karena konstitusi undang-undang SBY tidak lagi bisa mencalonkan diri sebagai persiden lagi, dan jelas kader yang punya nilai jul adalah wakil persiden yakni BOEDIONO karena sudah punya pengalaman.
dan jika yang terjadi hal seperti ini sungguh sangat bahaya karena tapuk kepemimpinan yang estafet bisa suatu Cela atau belang-belang dari generasi sebelumnya yakni SBY menjadi hilang jejaknya''itu bila memang ada belangnya'' yang ibarat sebuah penyakit akan menjadi akut karena terlalu menahun sehingga susah di diteksi gejalanya.
itu hanya pandangan kecil jika SBY menang dan boediono menjadi penerusnya.dan langkah-langkah SBY yang saya anggap cukup akurat dan cermat. Tapi ada satu yang tidak disadari SBYdan sangat di sayangkan dari duet SBY dan BOEDIONO,adalah sekelumit pertanyaanbegini;'' ini kok orang jawa semuany yang jadi persiden dan wakilnya.....,jangan-jangan jika beliau benar memenangkan pemilu bukan tidak mungkin para mentrinya dan jajaran kabinetnya pun akan notabene orang jawa'',apa bapak tidak dengar tentang tentara indonesia yang dikirim ke aceh ,orang-orang GAM pun menyebutnya TNI dengan tentara jawa karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang jawa.''wah.. wah.. wah ..,apa negri ini mau diganti saja negara jawa,he..he ..he ''
meskipun saya orang jawa tetapi sangat saya sayangkan jika rasa nasionalisme itu pudar dan hilang karena etnik SBY atau BOEDIONO yang membuat lunturnya nasionalisme etnik lain.jelas orang luar jawa akan luntur rasa kepemilikannya terhadap NKRI ,dan yang di takutkan bagai mana jika orang luar jawa ini setingkat perwira TNI khususnya dan anggota tni pada umumnya,apa yang akan terjadi . wah,bahaya banget.atau jika rasa nasionalis itu bertanya sesungguhnya akan dibawa kemana bidak-bidak percaturan politik negri ini pak,.....,,,,,!!!,kami yakin nasionalisme anda tinggi
tapi jangan bikin rasa nasionalis kami pudar ,emang NKRI ini punya orang indonesia semuanya atau etnis jawa saja?
atau semua akan bilang awas bahaya,....bila bidak-bidak politik SBY meluncur.!!!!
Bisa -bisa yang bukan orang jawa akan di anak tirikan kepentingannya?
Monday, 6. April 2009, 03:14:16
sajak, Puisi, syair
Hari itu mendung panjang 'lah mengubur matahari tentang anak kecil yang raib ibu dan bapaknya
Juga mendung itu mengubur matahari yang tiada akhir
Dari seorang bapak yang kehilangan segenap anggota keluarganya.
Ya...allah ada apa lagi dengan tanah ini
Masih saja air mata menetes menyaksikan lautan takdir yang habis
Situ gintung ,kuburan matahari mencoreng di langit nestapa terdalam tanah ini
Situ gintung pucat di tatapnya masa depan ratusan anak manusia
Mungkin bukan tangis lantaran segelintir kelalaian segelintir orang
Tapi hari itu adalah kuburan ratusan manusia juga ratusan matahari pengharapan dari yang disisakanya
Situ gintung menghukum dan hukumnya merenggut airmata kemanusiaan
Hari itu sunyi ku menjamah ranting putih tempat terdalam
Jika dalam kehadirannya dengan satu alasan
Dan itu rahasia sang kalam
Kamu di sini dan dia di sana seraya merayap dalam lubang mencarian ,maksud apa kira-kira yang telah tuhan timpakan
Situ gintung sisakan malam nan kelam,
sisakan kelam nan dalam,
Sisakan sajak-sajak pedih
Sisakan guru-guru kehidupan atas pelajar ,yang mengendus makna
Situ gintung adalah makna
Situs kehidupan
Menjadi situs kematian
Thursday, 19. March 2009, 07:01:27
Prosa liris
Jemari kehidupan menari,dawai-dawai takdir di tabuh
irama kenangan jalin-jemalin, seperti abad-abad kenangan di lautan sejarah di gugahnya.
Lubang-demi lubamg ter-raba seperti mengusap luka saja,
ketika baju lusuh itu di taruh rasanya kita lupa ,bahwa kita adalah pengadil yang ter-aniaya
Kita adalah penggali yang 'lah lupa dengan kedalaman lubang yang kita gali,sehingga untuk pulang pun jauh melampaui malam dan semua kidung.
Kita pengadil yang lupa mengadili diri kita sendiri ,kar'na asik bermain di jeruji usia dan tak pernah sadar kalau ternyata kita tak dapat kembali ke masa silam.
Wahai mata-mata dari jutaan mata yang berderet di tiap jalan
temukanlah satu mata tajammu...
untuk mengadili dirimu sudahkah adil diri kita,
kepada kita,
kepada teman-teman kita dan
Kepada lingkungan kita.
Mungkin jemari kita akan meraba mata kita, lalu hati kita, dan seraya terhenyak ketika tahu bahwa jarak antara mata dan hati begitu dekat.
Jarak mata dan hati begitu nikmat
,begitu cialat....
''Banyak mata yang tak punya hati'',hanya menilai,mem-fonis,menghukum,mengadili tanpa tau ada apa, atau apa yang terjadi di balik kejadian yang itu
''Atau hati yang tak punya mata
'',yang mementingkan isi hatinya ,kepentingan hatinya tanpa mau membuka mata ,apa yang terjadi di balik tindakan kita. Mengapa jarak yang dekat''mata-hati''tak menyatu kan keduanya
Dan jemari-jemari sang-kehidupan tak pernah usai meraba berkelana hingga titik ter-ujung dari pertanyaan terdalam manusia
Dan sampai akhirnya kita lelah ,kalah. Terlempar menyerah
Oh...,terompet malam yang merajai samudra raya dari sungai kecil kehidupan adakah kau pun pengadil bagi riak kecil yang rindu berkelana
Atau api yang melahap batang-batang bambu yang menjepit jiwa dengan beban nafsu yang teramat berat.
Akankah jalanmu ketukan terakhir atas selaksa pintu.
Atau masih ada lagi pagi yang membawa nyanyian setelah ini
Aku tunggu di sini....
Monday, 23. February 2009, 03:29:56
sajak, Puisi, syair
Adalah perang yang sunyi melawan derunya batin
Adalah perang klasik yang tiada usai
Lelah pun ,tiada matahari atau rembulan
Tiada hujan atau pelangi
Hanya keluh yang menyusuri pantai di sepanjang laut pengharapan
Adalah perang batin nan gelap dan terasing
Sedianya membangun buih di antara renung yang tiada akhir
Mengalahkan siapa
Dan terkalahkan oleh siapa
Jika harus beku oleh didih otak bengalnya sendiri
Kendati meriam belum hancur mengintai barak-barak mimpi
Atau yang tertimbun oleh penganiayaan kepentingan diri nan lalim
Dan entah selang waktu berapa ,kamus takdir berlendir oleh nanah karatan karena usia
Dan senja memotong semua mimpi
Adalah perang klasik yang tak pernah terbaca melawan deru batin, melawan dentum nafas duniamu
Juga duniaku
Adalah
Layar yang mengembang di langit atas sejuta laut yang maha luas
Sedang tiada satu pulaupun habiskan kau semangi
Sampai detak jam terakhir 'pun tak cukup memanggil semua angin
''perang dalam''
Yang selamanya
Yang abadi