Keutamaan 10 hari pertama Dzul Hijjah
Sunday, 22. November 2009, 22:41:33
وَالْفَجْرِ (١)وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢)وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (٣)وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (٤)هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ (٥)
1. demi fajar,
2. dan malam yang sepuluh[1],
3. dan yang genap dan yang ganjil,
4. dan malam bila berlalu.
5. pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.
[1] Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram Termasuk di dalamnya hari Asyura. ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.
Keutamaan 10 hari pertama Dzul Hijjah
Dari Ibnu Abbas r.a : Rasullah saw bersabda “tidaklah ada satu hari pun yang amal soleh didalamnya lebih dicintai oleh Allah dari pada hari ini” – maksudnya adalah 10 hari pertama dzul hijjah- kemudian para sahabat bertanya: “wahai Rosulullah, walaupun jihad di jalan Allah?”, Rosulullah menjawab: “walaupun jhad dijalan Allah, kecuali seseorang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak sedikit pun kembali dari semua itu”
Hadits diatas adalah berbicara tentang keutamaan 10 hari pertama pada bulan Dzul Hijjah, bahwasanya Allah lebih menyukai amal soleh dihari tersebut dibanding dengan hari selainnya, bahkan jika amal soleh pada hari tersebut dibandingkan dengan jihad, maka ia lebih dicintai oleh Allah dibanding jihad. Dan oleh karena ia teramat disukai Allah maka tidak ada pembanding selainnya kecuali syahadah (mati syahid dalam jihad).
Dari hadits ini dapat diketahui juga bahwa tidak setiap jihad bermuara pada syahadah, hal ini disebabkan karena setiap amal ditentukan oleh niatnya, serta setiap amal ditentukan oleh penutupnya, terlebih bahwa hanya Allah lah yang berhak memberi gelar syahid.
Al-Imam an-Nawawiy melansir hadits diatas dan memberikan judul babnya dengan “keutamaan puasa dan amal soleh lainnya di 10 hari pertama dzul hijjah” yang menunjukan pemahaman beliau terhadap keutamaan beramal soleh pada hari-hari tersebut, seperti bersedekah, tilawah al-qur`an, dan amal soleh lainnya yang merupakan cabang-cabang keimanan. Rosulullah bersabda:
“Iman itu memiliki 73 lebih cabang. Yang tertinggi adalah kalimat “laa ilaha illallah” dan yang terendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan”. Dan malu merupakan cabang dari iman”.
Begitu banyak ragam amal soleh, bahkan amal yang terbilang mubah seperti makan dan berpakaian jika diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan bernilai ibadah.
Khusus shaum/puasa amatlah dianjurkan di 10 hari tersebut dan sangat dianjurkan lagi bagi mereka yang tidak sedang melakukan ibadah haji untuk berpuasa pada tanggal 9 Dzul Hijjah atau yang dikenal sebagai hari Arofah berdasarkan sabda Rosul SAW:
“Puasa di hari Arofah menghapus dosa dua tahun, yaitu dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang”
Khitamah
Ada pepatah yang mengatakan “kesempatan tidak ada gurunya” yang maksudnya adalah kesempatan itu langka dan tidak dapat diraih dengan cara belajar dan mengajarkannya, oleh karena itu alangkah bijaknya jikalau kita yang masih diberikan kesempatan berjumpa dengan 10 hari bulan dzul hijjah dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, kata orang betawi mah “mumpung masih ade umur tunggu ape lagi…” semoga saya dan anda sekalian mendaptkan taufik dari Allah agar dengan mudah mengisi 10 hari ini dengan amal ibadah yang di ridhoi-Nya, amin…



















