Skip navigation.

Nukhbatul Fikar

berbagilah...karena milikmu adalah anugerah...

Info Pendaftaran LIPIA tengah semester

, ,

Bismillah,

Kepada Yth, rekan-rekan calon pendaftar LIPIA saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena info pendaftaran tengah semester ini tidak saya postingkan di blog ini, hal ini dikarenakan akhir semester kemarin saya disibukan dengan kegiatan-kegiatan yang amat padat mulai dari persiapan UAS, UAS LIPIA, UAS PKU, Rihlah PKU, Panitia Rihlah Forka PKM, Biodata Angkatan IX PKU, dan yang lainnya.
Keterlambatan Lajnah Imtihan mengeluarkan pengumuman juga salah satu penyebab hal tersebut, informasi pendaftaran telah dibuka baru saya dapat di akhir limit waktu pendaftaran, jadi percuma saja jika saya postingkan.
Saya harap hal ini tidak akan terjadi lagi, karena saya menyadari info tersebut sangat urgen sekali bagi rekan-rekan sekalian, khususnya bagi yang berada di luar jakarta atau diluar pulau jawa. Saya merekomendasikan untuk mengunjungi situs resmi LIPIA di http://www.lipia.org pilih versi arabicnya karena versi indonesianya jarang di up to date atau ke http://musafirun.blogspot.com/ untuk bertanya seputar info lipia.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih :smile:


baca Info Lipia terbaru disini

Kredibelitas 'Ulama

,

Bismillah,

Alhamdulillah berkat inayah Allah pagi tadi kami keluarga besar PKU & PDU MUI DKI Jakarta melaksanakan acara wisuda dan pengukuhan mahasiswa PKU & PDU di gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Turut hadir dalam acara tersebut para pimpinan dan keluarga besar MUI, dosen, Bpk. Efendi Anas (Walkot Jakut) mewakili Gubernur DKI serta Prof. Ali Mustofa Ya'kub (Ketua MUI Pusat) sebagai pemateri yang memberikan orasi ilmiahnya dalam acara tersebut.
Yang menarik adalah orasi ilmiah dari Prof. Ali Mustofa Ya'kub ketika beliau berguyon kepada para wisudawan dan mahasiswa baru bahwa di saat seperti ini mereka masih berani menjadi kader-kader ulama. Betapa tidak demikian, karena saat ini ulama sedang di uji oleh berbagai macam fitnah. Fitnah yang mencoba menggoyang kredibelitas ulama di mata masyarakat.
Yang masih hangat adalah Ijtima' Ulama di Padang berapa bulan yang lalu, yang menghasilkan beberapa fatwa yang diantaranya adalah haramnya rokok dan golput. Pasca fatwa tersebut menurut beliau terlihat jelas usaha-usaha untuk menggrogoti kredibelitas ulama di mata masyarakat. Ada beberapa pihak yang mencoba membuat tandingan dari fatwa tersebut, turut serat dalam usaha tersebut bebera media yang menfasilitasi mereka, bahkan media tersebut tidak sungkan mewawancarai seorang tukang beca untuk memberikan kesan tandingan terhadap fatwa tersbut.
Ini sudah jelas pembunuhan karakter ulama, penggrogotan kridebilitas mereka. Betapa tidak! Kapasitas pihak-pihak tersebut tidak berada dalam posisi penanding ulama secara logika maupun agama, walaupun mereka selevel kapasitas ulama, mereka yang bisa dihitung dengan jari itu tak akan mungkin menandingi kesepakatan 750 ulama yang hadir di ijtima' tersebut, apalagi hanya seorang tukang beca...!!!

Ulama Pewaris Nabi.

"ketika Allah menurunkan kitab suci pasti Allah menyertainya dengan seorang Nabi. Namun sebaliknya tidak setiap Nabi diutus dengan disertai kitab suci, akan tetapi ia hanya melanjutkan tongkat estafet kitab suci dari Nabi sebelumnya"
Kitab suci saja tidak dapat membangun PERADABAN UMAT kan tetapi dibutuhkan orang yang dapat menerjemahkan dan mengejahwantahkan kitab suci tersebut kepada umat dan orang tersebut adalah para nabi dan rosul `alaihim as-sholatu was salamu. Namun silsilah kenabian telah berhenti dengan diutusnya Rosulullah Muhammad s.a.w. Mereka para nabi tidak mewariskan harta akan tetapi meninggalkan ILMU. Maka pasca silsilah kenabian para ulama lah yang mendampingi risalah kitab suci (al-Qur`an) merekalah yang denagan legal diberikan hak tersebut, Rosulullah bersabda: "Ulama adalah pewaris para nabi".
Tidaklah heran dengan apa yang terjadi sekarang ini, musuh-musuh islam selalu berupaya memisahkan umat islam dari al-Qur`an, mereka tidak akan membakar al-Qur`an, melarang peredarannya atau merubah isinya, karena tindakan ini hanya akan mendapatkan reaksi yang dapat memobilitas jutaan semangat umat muslim di dunia, dan hal ini berbahaya sekali bagi mereka :down: . Cara licik yang mereka lakukan adalah bagaimana caranya memisahkan Ulama dengan umat karena pada hakikatnya memisahkan ulama dari umat adalah memisahkan umat dari al-Qur`an, memisahkan mereka dari kejayaan islam menuju keterpurukan hawa nafsu dan kesesatannya.
Sejatinya dibutuhkan usaha yang tidak sedikit untuk memahami umat dari bahaya ini, kesadaran bahwa ini adalah tanggung jawab bersama adalah kunci utama memulai usaha tersebut.
"tak ada gading yang tak retak" ulama juga manusia mereka tidak terpelihara dari kesalahan (ma`sum) seperti para nabi, namun bukanlah sikap yang bijak jiakalau mencari-cari kesalahan mereka apalagi menyelisih sesuatu yang telah menjadi kesepakatan mereka, akan tetapi, sikap ilmiah, tabayun dan loyal kepada kepentingan bersama (umat) adalah sikap utama dalam menyikapi segala hal yang masih kita perselisihkan, demi Izzatul Islam wal muslimin.......... :up:

:star: windie 09

LIPIA Dalam Berita

Antara.
01 /30 /09 16 :11
Indonesia, Saudi Arabia strengthen relations through LIPIA
Jakarta (ANTARA nEWS) - Indonesia and Saudi Arabia strengthened bilateral relations through the establishment of the Institute of Islamic and Arab Sciences (LIPIA) in Jakarta, Indonesia, director of LIPIA, Dr. Abdullah bin Hudhaidh Al-Sulami, said.
"LIPIA is an example of the good relations between Indonesia and Saudi Arabia which is based on Islam as major religious belief in both country and the similar point of view shared between its leaders," Abdullah said at the graduation ceremony here Thursday.
He explained Indonesia as a country with the biggest Muslim community in the world and Saudi Arabia as the center of world`s Muslim activity were brothers which needed to have close relationship.
"Muslims everywhere are one which unite under one holy Koran written on Arabic language," he said.
Realizing not all humans could read or understand Arabic, Abdullah said, the government of Saudi Arabia made an initiative to establish LIPIA under the supervision of Imam Muhammad bin Saud University, Saudi Arabia.
LIPIA was established in 1980 in which the funds coming from the Saudi Arabia Kingdom. The institution`s objectives are spreading Arabic language worldwide, preparing experts on the teaching of Arabic to the Non-Arabs, developing Arabic curriculum in Islamic-based universities worldwide, donating aids to universities and schools, collecting scientific writings about practical language and Arabic teaching sector, and holding trainings for Arabic language teachers.
LIPIA campus now has five language laboratories completed with modern technology, modern classroom, free internet services for the lecturers and students, website of the institution.
This campus also has the biggest Arabic library in Southeast Asia with collection of more than 30 ,000 books.
Up till now, LIPIA`s alumnae have reached 8604 scattered across Indonesia.

Berhenti Sejenak

, ,

21. dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan kami. Katakanlah: "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu. 22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan Kami dari bahaya ini, pastilah Kami akan Termasuk orang-orang yang bersyukur". 23. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, Sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. 24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya[1], dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya[2], tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.

  [1] Maksudnya: bumi yang indah dengan gunung-gunung dan lembah-lembahnya telah menghijau dengan tanam-tanamannya. [2] Maksudnya: dapat memetik hasilnya.

Few 4 a second

, ,

Yunus: 21-24

21. and when we let mankind taste of Mercy after some adversity has afflicted them, behold! they take to plotting against Our Ayât (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.)! say: "Allâh is more Swift In planning!" Certainly, Our Messengers (angels) record All of that which You plot.

22. He it is who enables You to travel through land and sea, till when You are In the ships and they sail with them with a favourable wind, and they are glad therein, Then comes a stormy wind and the waves come to them from All sides, and they think that they are encircled therein, they invoke Allâh, making their faith pure for Him alone, saying: "If You (Allâh) deliver us from this, we shall truly be of the grateful."

23. but when He delivered them, behold! they rebel (disobey Allâh) In the earth wrongfully. O mankind! Your rebellion (disobedience to Allâh) is Only against Your ownselves, - a brief enjoyment of This worldly life, Then (in the end) unto us is Your return, and we shall Inform You that which You used to do.

24. Verily the likeness of (this) worldly life is as the water (rain) which we send down from the sky, so by it arises the intermingled produce of the earth of which men and cattle eat until when the earth is clad with its adornments and is beautified, and its people think that they have All the powers of disposal over it, Our command reaches it by night or by Day and we make it like a clean-mown harvest, as if it had not flourished yesterday! Thus do we explain the Ayât (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, laws, etc.) In detail for the people who reflect.

Haflah Wisuda Mahasiswa LIPIA Angkatan 2005, 2006, 2007 Dan 2008

,






PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada alumni LIPIA angkatan 2005, 2006, 2007 dan 2008 agar sesegera mungkin menghubungi Bagian Kemahasiswaan LIPIA (Syu'un Tulab) untuk menkonfirmasikan kehadiran dalam acara Haflah Wisuda Mahasiswa LIPIA 1430 H yang insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 28 Januari 2009.
Untuk konfirmasi lebih lanjut silahkan hubungi Bagian Kemahasiswaan di nomer telepon 021-7814485 (ext 302).
Demikian pemberitahuan ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


:star:windie09
info dari Syu'un at-Tulab LIPIA

Minus 2.43

, ,

:zip:
31 Des 06


Bumi nan resah merasa tak betah,
semenit lagi memikul dusta,
durhaka dan nista anak manusia.
Aku, batu dan kayu merasa sama,
tak rela atas gembira mereka.
Menumpahkan dosa, membanjiri tiap sudut jiwa.
Dan untuk semua ini layaklah azab membuta.
Ahh...tapi rahmat-Nya tak terbendung,
serta makar-Nya tak terkasat oleh telanjang mata.
Hanya saja...jiwa kerdil ini selalu bertanya-tanya,
Apa dan apa lalu kenapa..??!


:star: windie06
Download Opera, the fastest and most secure browser