Skip navigation.

exploreopera

| Help

Sign up | Help

Nukhbatul Fikar

...and let Every person look to what he has sent for forth the morrow...

Posts tagged with "Sastra"

481 th Jakarta Dalam Narasi Basi

, ,




walau detik ini aku miskin inspirasi.
Harus ku kobarkan kegelisahan hati agar ia resah
tak mengapa walau hanya sebaris kalimat tanpa sense
atau narasi basi tak mengena nurani
di empat abad lebih sewindu kali sepuluh dan satu...
Kusyukuri karena betapa pun engkau anugrah ilahi
ya...jakarta hari ini....
********
Mungkin Fatahillah tak rela melihat Jakarta jadi Batavia
beraroma imperialisme dalam hidangan kapitalis nan plural
atau bendera-bendera kekufuran diatas tiang liberal
sok humanis, berjingkak congkak mengkail emosi di silang monas
fatahillah takkan pulang kesini..!
Karena mungkin ini kali ia akan dikejar-kejar pak pulisi!

Jakarte masih berpeci, walau anak perawannye dah gemar pake bikini
rambutnya merah seperti dicumbui matahari
kudungnye cuma koleksi di hari raya fitri
jakarte masih tetep berpeci dibanding Bali yang tak lagi punya hati
disini adzan setia menghiasi pagi, di bali...?

Tak satupun kemerdekaan terbangun di pilar benci
jakarta pun berdiri atas cinta suci
tapi dengki, kini jadi corak disini
dan nurani adalah barang langka terpuji
andai a'a gym tak poligamy mungkin istiqlal nun ramai di kunjungi
FPI juga barang langka nan mewah...
Karena kau tau saudara...? Nista harus ditebus dengan darah!
Bukan tak punya nurani! Tapi ini lebih mulia,
ketimbang tau arti, menjual agama dengan materi.

Hari ini uang bak manusia
punya mulut, memutuskan
punya tangan, menghakimi
punya mata dan telinga, mengawasi
punya kaki, menginjak!
Terkadang punya hati, menghibahi dan bijak

pesta jakarta di juni juli
membawa berkah bagi anak betawi?
Pengasong kerak telor berpeci
berjajar rapi di tiap centi atau lebih
entah mereka ridho atau tidak?
Tapi mister dan akoh, didalam bukan sekedar menjaja panci, tapi alat globalisasi.
Dan Anak cucu tuan demang tak pernah punya presepsi
tak peduli, tak peduli, takkan pernah peduli.
Berharap ada Pitung dari balai kota
berkampanye dengan duit rampasan kompeni
untuk jakarta dan anak-anak betawi

ah itu cuma mimpi....


:star: windie 08

"Janji Julie" ; Puisi Akhir Semester

, ,

Bismillah,

Akhir dari hela nafas terakhir,
menatapi baris tanpa syakal di lembaran putih kuning.
Seperti pembalakan liar yg melanggar undang-undang,
bahkan lebih edan dari pemanasan global.

Aku selalu berjanji, pada juni dan juli,
untukmu, tak akan ku ulangi lagi.
Mencoba berjalan diatas azam,
tidak menoleh atau menghiraukan.

Namun, dunia itu licik!
Bahkan seribu kali lebih cerdik dari pak cik.
Atau....Azam ini yg tak kokoh?
Mudah Pupus diterpa asinya lautan ujian!

Mesin air berteriak minta diperbaiki,
desisnya cepat secepat gprs axis p:.
Secepat kalender perkuliahan di tiap semester.
Secepat SKS-ku yang dipelesetkan.

Harus kutobati semua ini,
merangkai lagi azam, merajut lagi niat nan bersemayam.
Berjanji pada juni dan juli, lagi.
Menguntai harapan untuk senin ini dan setelahnya.
Menghentikan puisi ini dan kembali.....



:D dedicate 4 SKSer


Cerpen Perdana-ku ; al-Minhaj The Trilogi

, , ,


Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu 'ala rosulillah wa ba'du.
Atas berkat izin Allah akhirnya saya bisa juga menulis cerpen. "Al-Minhaj ; sebuah jalan menuju cinta" begitulah judul cerpen perdana saya. Cerpen ini adalah sebuah refleksi perasaan saya terhadap Maulid Rosulullah. Cerpen tersebut saya buat menjadi trilogi agar yang membaca tidak kabur sebelum membacanya karena begitu panjang ceritanya. Saya berusaha seilmiah mungkin dalam memetik hadits, ayat dan sejarah yang saya taburkan didalam cerpen tersebut maka jikalau ada teks yang kurang tepat seperti aslinya namun isnya Allah maknanya tetap satu. Trilogi Cerpen ini akan saya posting di Bidayatul Mujtahid Blog juga di Cerpen Online.
Karena ini cerpen perdana saya maka saya sangat berharap masukannya. Terakhir, terima kasih kepada iggo quick word yang telah membantu saya merampungkan tulisan ini, opera mobile 8.65, saya jadi bisa posting berjuta-juta karakter layaknya di pc dan sekertaris pribadi saya Nokia 6260.
Oiya...mohon maaf jika didalam cerpen tersebut ada kesamaan nama dan tempat.


al-Minhaj The Trilogi

Meratapi Luka

, ,

Detik waktu yg berserak, berhamburan!
sesaat mencabik luka,
menggores seribu kealfaan yg terulang.
Buah kelam, jiwa yg enggan meratapi luka, dosa!
Jiwa bangga yg dirimbuni sejuta nista.

Tidakkah pernah merasa???
Hadir-Nya di setiap denyut nadi jiwa
sampai kapankah melupa???
Lupa bahwa semua berakhir tanpa terasa!
Bersegeralah, bersegera!!!
Untuk meratapi luka dan merasai dosa....

Untukmu, jemari ini menggores rasa kecewa.
Agar teringat, betapa perihnya dosa!
Agar tak terlupa dari gelapnya nista,
agar kau ingat dan jiwa selalu terjaga.


3 Muharram 1429 H