Nukhbatul Fikar

serpihan ide yang terpilih...

Sepucuk Surat Dari Balqis

,

Oleh: windi iskandar

Bismillah

Hembusan angin membelai lembut ranting-ranting serta dedahanan rindang jajaran pohon akasia yang mengelilingi taman ini, membuat desis yang lebih mirip suara bisik dari sekumpulan orang yg sedang bergosip. Yap, mahluk-mahluk jangkung dengan kulit kasar ini sedang menggosipi setiap kehidupan yang ada dibawah teduhnya. Bau amis air danau dan sayup aroma asap sate dari gerobak ala rumah gadang adalah aroma terapi mujarab bagi para member setia taman ini dan aku adalah satu dari mereka.
Puji syukur kampus kami masih memperhatikan kawasan hijau didalam area kampusnya, walaupun tak satu lokasi dengan gedung perkuliahan, tapi taman dan danau ini adalah milik kampus kami. Pihak kampus memberikan nama taman ini dengan "Danau Belajar". Setidaknya misi mereka berhasil, oleh karena itu tidak mengherankan jikalau dibawah mahluk-mahluk jangkung tadi banyak kelompok-kelompok kecil mahasiswa bertebaran di seluruh penjuru taman, seperti halaqoh ta'lim di Masjid Nabawi. Adapun aku ini hari datang kesini bukan hendak belajar atau diskusi kelompok, lalu untuk apa aku datang kesini? Aku disini tidak berhubungan dengan segala hal yang berbau ilmu dan pelajaran, aku kesini karena suatu hal yang beraroma "roman picisan" yikes yap! Romantisme salah satu spirit yang di tangkap para mahasiswa dengan adanya Danau Belajar ini... faint
Jangan lekas berprasangka buruk kepadaku, aku kesini bukan mau pacaran, bukan pula hendak menunaikan janji dating pertama dengan seorang wanita, apalagi sekedar lirak-lirik tebar pesona gak puguh lagu yikes disini aku hendak membuka sebuah surat yang sampai pagi tadi ketanganku, sepucuk surat dari seorang gadis yang bernama Balqis.
Pernahkah kita merasa? bahwa sebuah fragmen dalam kehidupan akan terulang dan terulang. Bukannya aku hendak menyamakan diriku dengan Sulaiman -'alaihi salam- yang juga mendapat surat dari Balqis, yap "Serupa tapi tak sama" itulah kata yang tepat, bukan aku tepatnya..!!! tapi pembahasan keserupaan yang tidak sama itu lebih tepat ada di Balqis.
Yang pertama, mereka sama-sama putri dari orang kaya terhormat, bedanya balqis yang itu anak seorang raja yang memiliki "bale" yang terbuat dari emas berukuran kurang lebih 40x20 M/2 dengan ketinggian 15 M yang dibaluti batu-batu mulia seperti intan, yaqut dan zamrud. Balqis yang itu -seperti yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi- salah satu ayahnya adalah seorang jin rolleyes . Adapun Balqis yang ini murni putri manusia, ayahnya memang orang terhormat walaupun bukan seorang raja namun ayahnya adalah seorang Kiayi terkemuka sekaligus seorang Dosen yang berada dijajaran guru besar di fakultas Ushuluddin di sebuah Kampus Islam terkemuka. Memang konon rumah beliau cukup megah tapi aku rasa di dalam rumahnya tidak ada bale seperti balenya Balqis, kemungkinan besar disana hanya ada satu set sofa yang biasa digunakan untuk menerima tamu.
Yang kedua, Balqis yang itu menyembah matahari kemudian syaithon memperindah keadaan tersebut sehingga ia berprasangka bahwa ubudiyyah(penyembahan)nya itu benar (haq) sampai menghalanginya dari hidayah, padahal Allah berfirman:
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Tuhan Yang memiliki 'Arasy yang agung" an-Naml:26.
Balqis yang ini seorang muslimah bahkan walaupun kita tak pernah bertatap muka namun kita sama-sama di HMI, adapun wajah persamaannya adalah, beberapa bulan ini syaitan menghiasi sekulerisme yang menjangkit pemikirannya hingga terlihat lebih indah dan masuk akal baginya, dan point inilah yang menjadikan kami bersinggungan saling berkomunikasi tulisan yang berbuntut ia menitipkan suratnya untukku pagi ini.
Beberapa bulan terakhir ini ia aktif menuliskan artikel yang beraroma sekulerisme di buletin tri mingguan yang diterbitkan HMI, aku membacanya dan memberikan bantahan yang juga diterbitkan dalam buletin yang sama. Puncaknya adalah ketia ia menulis... "Al-Qur'an dan Al-Hadits adalah sumber nilai bagi umat muslim, adapun sumber materi yang akan membangun peradaban umat muslim adalah semua ilmu pengetahuan yang diambil semenjak zaman yunani hingga milenia sekarang ini. Oleh karena itu kita sangat aneh sekali dengan fatwa-fatwa MUI yang mulai menyinggung dunia ilmiah, misalnya fatwa haramnya produk tertentu karena mengandung zat babi, padahal penelitian ilmiah membuktikan kadungan babi pada kadar tersebut tidak membahayakan kesehatan bahkan agama, seperti itu juga fatwa haramnya rokok sebaiknya ditinjau lagi dari beberapa sudut pandang khususnya aspek sosial. Sebaiknya setiap kita sadar akan posisi masing-masing, mana tugas Ulama dan yang mana tugas para ilmuan....".
Halus namun jelas sekali bagiku pemikiran tersebut adalah tunas yang mulai tumbuh dari benih sekularisme dalam agama yang intinya hendak memisahkan urusan dunia dan agama, agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial. Pehaman seperti ini adalah keliru maka aku lekas mengirimkan bantahannya.
Aku memulai bantahanku dengan sedikit filsafat yang aku dapatkan dari hasil belajar dan membaca beberapa kitab ushul fiqih seperti al-Ihkam karya al-Amidiy, al-Mushtasyfa-nya Iman al-Gozali dan Roudhotu an-Nadzir-nya Ibnu Qudamah sebagai silabus resmi fakultasku. "Sangatlah keliru" tulisku, "mereka yang memisah sumber-sumber untuk menetapkan kebenaran nilai dan materi. Al-Qur'an dan Al-Hadits adalah puncak terakhir didalam menentukan kebenaran. Tahukah anda bahwa kebenaran (ilmu) yang yakin (pasti) hanya dapat kita ketahui dari berita (kabar/khobar) yang mutawatir(1), maka untuk menentukan kebenaran yang yakin jika selain berita yang mutawatir harus dibutuhkan pembuktian ilmiah. Berbeda dengan pendapat para ilmuan yang sekuler pada zaman sekarang ini, mereka menganggap kebenaran yang yakin hanya bisa ditentukan oleh panca indera lewat penelitian-penelitian dan percobaan. Mereka tidak percaya syurga dan neraka, tidak percaya adanya ruh karena hal-hal tersebut tidak bisa di inderai oleh panca dan tidak bisa dibuktikan oleh penelitian ilmiah. Naudzubillah, mereka belajar ilmu pengetahuan namun meninggalkan agama, bukankah banyak ilmu yang yakin yang tidak di inderai oleh kita? Apakah keyakinan kita tentang seribu itu lebih besar dari satu dan keyakinan kita tentang kemustahilan bersatunya dua unsur yang berlawanan dilandasi oleh indera kita? Pernahkah kita membuktikannya lewat penelitian?. Siapa yang tidak yakin bahwa dibelahan bumi sana ada negeri yang bernama Mekkah, Amerika, dan lainnya, bahkan generasi kakek kita yang belum ada televisi dan sarana komunikasi lainnya meyakini kebenaran adanya negeri-negeri tersebut. Pertanyaannya dari mana mereka meyakininya? Jelas dari berita-berita yang mutawatir. Sebaliknya pembuktian lewat panca indera melalui penelitian dan percobaan tidak memberikan kebenaran yang yakin karena dibangun diatas asumsi dan dugaan-dugaan semata. Seorang dokter membantah ia berkata: bagaimana mungkin itu hanya asumsi dan dugaan? Karena kami telah melakukan penelitian dan terbukti, contohnya kami telah melakukan penelitian terhadap beberapa sampel, bahwa jika trombosit mereka tinggi pada kadar tertentu berarti mereka terjangkit demam berdarah, oleh karena itu kami berpendapat seperti itu pada setiap orang dengan kasus yang sama", tulisku memberikan ilustrasi diskusi.
"Metode yang dilakukan oleh dokter tersebut berarti adalah qiyas, sampel pertama disebut hukum asli, adapun kasus yang disamakan adalah hukum cabang,adapun illah atau sebabnya adalah trombosit yang tinggi dst. Yang perlu diketahui adalah bahwa qiyas adalah sebagai sumber kebenaran yang ke empat setelah Ijma' dan setelah tidak didapatkan didalam Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai sumber yang pertama" bantahku melengkapi ilustrasi diatas.
Kemudian aku menuliskan juga beberapa jenis qiyas, syarat dan rukunnya, tak lupa aku membantah tuduhannya terhadapap fatwa MUI serta aku jelaskan juga metode fatwa mereka secara ringkas padat. Dipenutup aku tuliskan nasehat dan ajakan yang menyiratkan agar ia rujuk kepada pemahaman yang benar, aku menulis "Hasil Munas VII MUI 2005 mengeluarkan fatwa no: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 bahwa Pluralisme, Sekularisme dan Liberaisme agama sebagaimana yang dimaksudkan MUI adalah paham yang bertentangan dengan ajaran Islam dan Umat islam haram mengikutinya".
"Al-Qur'an dikabarkan secara mutawatir hingga sampai ketelinga kita, apa yang kita dengar dari al-Qur'an adalah sama seperti yang didengar Rosulullah s.a.w dari malaikat Jibril. Dan apa yang kita baca dari al-Hadits yang mutawatir baik redaksi dan maknanya adalah sama seperti yang didapatkan para sahabat dari Rosulullah s.a.w, lalu hal apa yang membuat kita berani begitu lancangnya menghalalkan sesuatu yang telah jelas diharamkan oleh Allah dan Rosul-Nya?
Agama ini tidak sekaku yang banyak diperasangkakan orang. Agama ini memberikan peluang bahkan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, silahkan jadi dokter, jadi fisikawan, matematikis, psikiater atau yang lainnya namun timbangan kebenaran kita adalah tetap al-Qur'an dan as-Sunnah jika memang telah jelas disebutkan didalamnya, adapun yang didiamkan maka itulah ruang kita untuk berijtihad dengan ilmu pengetahuan kita.
Allah berfirman:
"andaikan kebenaran itu menurut hawa nafsu mereka, pasti rusaklah langit dan bumi ini, dan semua yang ada didalamnya..." al-Mukminun:71
Rosulullah bersabda ketika sahabat mempersoalkan tentang kebolehan mencangkok korma: "saya tidak menduga hal tersebut bermanfaat sehingga dapat mengeluarkan sesuatu, jika itu bermanfaat bagi mereka maka lakukanlah, karena sesungguhnya aku hanya menduga maka jangan salahkan aku karena menduga, akan tetapi jika aku berbicara pada kalian atas nama Allah tentang sesuatu maka ambilah oleh kalian sesuatu itu" diriwayat yang lain "kalian lebih tahu dengan urusan dunia kalian"(2).
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi..."al-Qoshos:77.
Wallahu A'lam" ku khatamkan tulisanku, segera aku mengeditnya sebagai finishing kemudian kukirimkan soft datanya ke redaksi buletin.
¤¤¤
Aroma sate semakin membuatku lapar, biasanya aku langsung makan siang setelah sholat dzuhur selepas jam perkuliahan. Namun aku memilih segera ke taman ini, aku takut makananku tidak menjadi daging karena aku tidak konsentrasi saat makan sebab surat ini. Aroma sate semakin menjadi-jadi walaupun aku telah meyakinkan bahwa aku tidak akan membelinya, tidak hari ini dan tidak pula setelahnya, karena bagi mahasiswa sepertiku, irit pangkal hemat haruslah menjadi sifat yang lazim dan mengikat p .
Kubuka perekat suratnya yang tidak begitu kuat merekat. Surat yang bersampul hijau muda ini sampai kepadaku tadi pagi lewat temanku Syadid. "Di...ini ada amanah yang dititipkan untukmu" katanya pagi tadi.
"Dari siapa did? Tanyaku penasaran,
"dari adikku, kata dia itu surat dari Balqis untukmu.."
Farhah adalah adiknya Syadid, ia junior Balqis di fakultas kedokteran kampusnya, juga junior di LDK kampus serta di Ma'had Khusnul Khotimah tempat mereka menghatamkan jenjang SMP dan SMA.
Aku ambil kertas yang terlipat rapih didalam amplop hijau muda tersebut, kertas biasa tanpa warna-warna yang mencolok juga tidak beraroma apa-apa. "Ini pasti bukan surat cinta...!" batinku, penasaran.
"Assalamu'alaikum,Yang terhormat Akhi Abdul Hadi, -hayyakallah-. Bismillah, Dengan datangnya surat ini maka ketahuliah bahwasannya aku telah rujuk kepada pemahaman islam yang benar dan telah aku taubati segala kelancanganku terhadap Al-Qur'an serta tulisanku yang keliru. Alhamdulillah baru kemudian terima kasih banyak atas bantahan-bantahan kamu selama ini yang membuat aku kembali rajin mengkaji pemikiran para ulama hingga mendapatkan hidayah. Aku berharap komunikasi ilmiyah kita selama ini tidak berhenti disini dan terus berjalan walau bukan lagi untuk saling bantah-bantahan smile , dan satu hal yang sangat tidak ilmiyah yang ingin aku sampaikan kali ini adalah... Aku merasa bahwa aku tertarik sama kamu.... wassalam. Dari saudarimu Balqis.
lol segera kulipat surat itu dan kumasukan kedalam amplopnya, aku agak sedikit tegang dengan kalimat terakhir surat itu sampai-sampai membuat perutku terasa lapar, dan tidak ada kalimat yang terngiang didalam neuro net-ku kecuali yang terakhir tadi. Segera kumasukan kedalam tas sambil tanganku mencari-mencari sesuatu yang lain didalam sana. Sebuah buku saku berjudul "Diwan al-Imam as-Syafi'iy" kuambil keluar, buku kecil ini semacam buku panduan sikap dalam berinteraksi sosial, kubuka halaman yang kumaksudkan, adapun neuru net dikepalaku terus bekerja dengan cepat sekali membuat bayangan-bayangan selintas, salah satu bayangan tersebut adalah bayangan betapa indahnya jikalau aku dan balqis bisa rutin berdikusi dibawah pohon didanau ini...astaghfirullah...,

سل المفتي المكي من آل هاشم
إذا اشتد وجد بامرئ كيف يصنع؟


يداوي هواه ثم يكتم وجده
ويصبر في كل الأمور ويخضع

فكيف يداوي والهوى قاتل الفتى
وفي كل يوم غصة يتجرع

فإن هو لم يصبر على ما أصابه
فليس له شيء سوى الموت أنفع

[/align]

Dikisahkan didalam diwan tesebut seorang pemuda bersyair bertanya kepada Imam Syafi'iy:
"tanya kepada mufti mekkah dari keluarga Hasyim,
jika rindu pada seseorang menggelora apa yang harus diperbuat?
Imam menjawab:
"obati hawa nafsunya kemudian sembunyikan rindunya,
dan sabar pada setiap hal serta tenangkan"Pemuda bersyair lagi:
"bagaimana ia mengobatinya sedang hawa nafsu hendak membunuh sang pemuda,
dan setiap hari perlahan mencekik sesak".
Imam Syafi'iy menjawab:
"jika ia tidak mau sabar dengan apa yang menimpanya,
maka tidaklah ada baginya yang lebih baik kecuali kematian".

Sesaat kuterpekur, lalu kumasukan diwan kedalam sakuku sambil berdiri meninggalkan tempat dudukku, disetiap langkahku adalah jaringan otak yang berdiskusi, dan diantara banyak bayangan-bayangan dikepalaku tadi aku mendapat suatu bayangan tentang syair diatas, bagaimana jika syair itu ku tulis dan kujelaskan maksudnya di buletin tri bulanan HMI, berharap Balqis membacanya dan menganggap itu sebagai sikapku terhadap suratnya.
"krukkngkk..." bunyi suara dari dalam perutku, seakan ia menagih hak yang telah diberikan Allah kepadanya, membuatku bergegas meluncur meninggalkan taman....



1. Mutawatir: kabar/berita yang diriwayatkan oleh banyak orang yang menurut kebiasaan mustahil mereka bersepakat didalam kebohongan.
2. Imam Nawawi, Sarhu Sohih Muslim, juz 8 hal 85.
NB: selain al-Qur'an, al-Hadits, nama para ulama, pendapat dan kitab mereka adalah hanya sebuah imaginasi, maka jika ada nama atau tempat yg sama maka dimohonkan maafnya.

Bergerak Dan Mengalirlah...Reuni Cosmo Dan Langit Yang Marah

Comments

windi iskandarArian12 Sunday, October 26, 2008 10:14:45 PM

Pengatar.

Setelah sukses dg cerpen saya yg pertama "Al-Minhaj;sebuah jalan menuju cinta" alhamdulillah, saya diberikan kemudahan untuk menulis sebuah "cerpen ilmiyah" lagi, padahal banyak ide untuk menulis cerpen sepanjang tahun ini, tpi waktu tidak memungkinkan hingga hilang ide dan semangat untuk menuliskannya. Mungkin cerpen saya agak beda dari cerpen yg lainnya karena nuansa kajian ilmiyah agamanya sangat kental dan mendominasi muatan cerpen jadi sedikit mirip artikel atw makalah ilmiyah biasa,-maklum namanya juga mahasiswa syariah- wink .
Sebuah kebahagian bagi saya jika yg membacanya memberikan sedikit pandangan, saran atw kritik. Terima kasih


Juleana RahmanMas Juleana Monday, October 27, 2008 7:55:06 AM

Cerpennya menarik ya. Gada pernah saya jumpai dan mbaca yg sepertinya. Saya ngerti debat kamu tentang sekuralisme, liberalism dan pluralism. Di dlm dunia yg moden & rasional ini, pakar2 ilmiah sains cuba utk mengetepikan ilmu agama yg berdasarkn dari Al-Qura'an & hadiths atas alasan tiada bukti saintifik. Sepertinya huraian teori darwin mengenai asal wujud manusia. Malahan dari segi agama, kita wajib mempercayai wujud keturunan kita dari Adam & Hawa.

Dlm pelajaran sosiologi, ada menerangkn mengenai idea pluralism, liberalism juga sekuralisme. Tapi debatnya setakat menganalisa impak2nya terhadap hidupan masyarakat barat.

ingeszmaria2309 Monday, October 27, 2008 2:58:24 PM

kyaaaaaaaaaaaaa.....

gimana ya, saya jadi bingung menjelaskan persaan saya waktu baca cerita dari Windi (terutama bagian akhir suratnya) ... bigsmile

wah wah wah, tapi sayang sy ngerti tentang penyair itu...confused jadi jawabannya apa ke Balqis ????? *penasaran pangakat 3*

hayoooo di jawab....yes

windi iskandarArian12 Monday, October 27, 2008 3:39:49 PM

@juli: beda pluraisme agama dan pluralisme sosial, jadi untuk menghukumi istilah2 trsbut harus di berikan definisi dan batasan dg jelas trlbih dahulu.
@maria: zip p

ingeszmaria2309 Monday, October 27, 2008 3:54:27 PM

yeeeeee..... ayo donk, windi.....

jawabannya apa????? jangan bikin sy penasaran dunk, kejam betul
entar kalo saya mati gimana?? kan ajdi hantu penasaran...sad sad sad

ayoooo, cerita yang lengkap...cry masak iya, windi tega menggantung kan perasaan Balqis ????


ayo donk, cerita yah...yes

ingeszmaria2309 Tuesday, October 28, 2008 12:57:07 PM

jawabannya ????

Nur Khaliq AlrizalAljawari Tuesday, October 28, 2008 1:00:00 PM

Cinta nya lahir dari saling bantah membantah ya.. p

ingeszmaria2309 Tuesday, October 28, 2008 1:10:15 PM

iya... betul banget itu.... yes

Nur Khaliq AlrizalAljawari Tuesday, October 28, 2008 1:48:13 PM

al bisa tebak jawaban mas windi kok p

ingeszmaria2309 Tuesday, October 28, 2008 2:12:29 PM

yang bener??? emang jawabannya apa?? confused ini kan dari sudut pandang laki2...yes

Nur Khaliq AlrizalAljawari Tuesday, October 28, 2008 2:59:51 PM

Di jawab oleh keragu raguan.. rolleyes

Nur Khaliq AlrizalAljawari Tuesday, October 28, 2008 3:04:46 PM

Begini.. klu misalkan seorang perempuan ataupun lelaki manakala dia menerima pernyataan suka dari lawan jenisnya maka jika dia merespon perasaan itu sepersekian detik maka selamat mereka akan menjadi pasangan sejati..

tapi jika harus berfikir jutaan kali,, sayang sekali itu suatu awalan yang mmm kurang baik untuk selanjutnya..

windi iskandarArian12 Wednesday, October 29, 2008 2:41:13 AM

Karena ga ada prtanyaan maka tidak ada jawaban, jdi kalo Qt resapi sikap si Hadi stlah tau perasaan balqis trhdpnya, sejatinya ia jga punya perasaan yg sama seperti perasaan pemuda dalam syair trsbt, ia jga menaruh rindu tpi karena menjunjung tinggi batasan agama maka sikap yg ia pilih a/bersabar dan memadamkan rindunya...

Nur Khaliq AlrizalAljawari Wednesday, October 29, 2008 4:02:47 AM

Emosi yang bagus smile

Nur Khaliq AlrizalAljawari Wednesday, October 29, 2008 4:07:58 AM

Cuma Kalau menganggap tidak ada pertanyaan dalam surat dari balqis , itu memang benar..

tapi jika si pembaca ini memiliki kepekaan yang tinggi, Balqis ini memiliki harapan yang harus dijawab..

Seperti maria yang selalu ingin tau jawaban dari si penerima surat maka seperti itulah seorang perempuan , ingin kepastian.. wink

Juleana RahmanMas Juleana Wednesday, October 29, 2008 8:42:57 AM

Kesudahan yang baik rolleyes walopun sekiranya memilih agama dan lebih rela menderita. Tragis!

Oh ya, beda pluralisme agama itu apa? Yg jelas, pluralisme sosial itu berarti menitik beratkan pendapat individu2 (public) dlm segala aspek hidupan trutama skali bagi kapitalis2.

ingeszmaria2309 Wednesday, October 29, 2008 10:41:42 AM

wah... alja memang peka....up

laki2 lebih peka sedikit tidak ada salahnya, tidak akan merendahkan derajatnya sebagai manusia kan....yes

tidak ada salahnya membuka diri tentang sebuah perasaan... itu tidak memalukan, manusiawi...smile

ingeszmaria2309 Wednesday, October 29, 2008 10:50:29 AM

BTW, ini kisah nyata bukan??? bukan hanya cerpen khayalan kan???

Atma SenthirSenthir001 Wednesday, October 29, 2008 12:04:14 PM

Benar! Diawal tulisan jelas menunjukan ciri sbuah cerpen.ktika masuk pada inti masalah jauh dari ciri tsb.

Benar pula jika disebut sbg cerpen gaya baru.butuh pemikiran yg sdikit dalam untk memahaminya.walau sekali baca terkesan biasa.

Benar juga bahwa tujuan sang penulis untuk menyentuh hati pembaca dengan tema tersebut begitu mujarab.
Terbukti maria unjuk jari paling duluan terlepas dr pengalaman pribadi ato bukan. p up

Sip! Slamat berkarya. UP YES

windi iskandarArian12 Wednesday, October 29, 2008 1:33:45 PM

@atma: wualaah mantab bener tuh komennya jdi GR p
@al: coba aktor utamanya kang al pasti balqis bahagia heart p
@maria: dikate cuma imaginasi neng...ga tau ya klo ada yg merasa terwakili..

windi iskandarArian12 Wednesday, October 29, 2008 1:37:12 PM

@mas juli: Pluralisme agama adalah paham yg mengajarkan bahwa smua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif..dari Kumpulan Fatwa Aktual MUI DKI Jakarta, hal:29

Juleana RahmanMas Juleana Wednesday, October 29, 2008 1:47:49 PM

Setiap karya itu, datangnya mungkin dari pengalaman, atau perasaan yg sbenar sherlock

Mungkin prasangka Maria tepat tapi saya sndiri ngak pasti!? whistle Mas Windi nih orgnya pinter, jadi utk hasilkn cerpen yg sebegini tanpa pengalaman benar, ngak mustahil.. left

Lama juga kamu nyepi yeh...? knockout Apa masih cari ide utk titik cerpen nye?

Nur Khaliq AlrizalAljawari Wednesday, October 29, 2008 1:51:54 PM

bigsmile

ingeszmaria2309 Wednesday, October 29, 2008 2:01:02 PM

yah, terbawa arus neh....doh

ternyata hanya khayalan, seperti "Superman, Barman and Orang Eskimo" kata Kacrut...p

Juleana RahmanMas Juleana Wednesday, October 29, 2008 2:04:15 PM

@windie: Dah ngerti apa maksudnya pluralisme agama. TQ.Sama sekali lain dari makna pluralisme sosial. Dlm bhs inggeris kumpulan ide ini dpanggil pluralist up

Juleana RahmanMas Juleana Wednesday, October 29, 2008 2:09:55 PM

@maria: salam kenal ya..p

ingeszmaria2309 Wednesday, October 29, 2008 2:15:58 PM

eit....Salam Kenal juga Om... yes

windi iskandarArian12 Wednesday, October 29, 2008 8:43:48 PM

@maria: eit miscom tuh! mas julie tuh akhwat bukan ikhwan masa dipanggil om...
@al: abis klo kita mendakwahkan pemikiran Qt lewat artikel atw makalah, orang males bacanya...
@juli: sudah ada 1lagi, tpi biar yg ini dibaca orang dulu, biar gak bosen gitu....

Nur Khaliq AlrizalAljawari Thursday, October 30, 2008 7:07:56 AM

Padahal kisah bilqis dengan nabi sulaiman adalah kisah nyata.. Dan sangat romance,

kenapa nggak bikin yang aslinya ?..

Terutama ketika nabi sulaeman mengirim surat ke bilqis..

Yang menjadi sebuah polemik dalam kehidupan bilqis ,

halaaah.. So tau gue knockout

ingeszmaria2309 Thursday, October 30, 2008 9:22:17 AM

iya salah... ternyata cewek toh...bigsmile

Juleana RahmanMas Juleana Thursday, October 30, 2008 2:03:55 PM

Perhatian: Gue ceweeeek faint
o...
@windie: Oh gitu..jester Buat cerpen seterusnya harusnya lebih menggembirakan ya..?!

windi iskandarArian12 Thursday, October 30, 2008 3:43:02 PM

Yg laen mana ya left right ana blom sempet promo ke temen2 nih abis m3 lemot bgt, trus ol-nya jga nyuri2 waktu

AdrianRicky Friday, October 31, 2008 1:45:53 PM

Hadir mas win..
ni lagi coba memahami..
happy
u know kan aku otaknya segimana? up
yg pasti gaya bahasa nya top!
alurnya enak untuk di ikuti. up

Juleana RahmanMas Juleana Friday, October 31, 2008 2:24:16 PM

@windie: apa kesudahannya menunggu respons si balqis? p Tapi yg jelas, firasatku berkata sipenerima surat balqis itu merasakan bahwa hubungannya dgn balqis nga mungkin akan kesampaian..Tapi masih menaruh harapan.??.. yes

Ya udah faint juli tunggu aja sambungan cerpennya left right

DyKaDyka1612 Friday, October 31, 2008 5:03:00 PM

@windi - doh otakku masih 386, bacanya harus dikit2 smile .Mnurutqu ini kisah cinta yang menarik dan sudah jarang kita dijumpai tp mungkin perbedaan bisa menyatukan mereka walau awalnya pasti banyak hal yg akan mereka perdebatkan. Andai mreka brsatu dalam cinta. Langgeng ga ya hubungan mereka?. Hmm.. Kita lihat saja nanti. Ok bro, smangat n trus berkarya ! smile

Nur Khaliq AlrizalAljawari Friday, October 31, 2008 6:53:00 PM

Teman teman al membikin sebuah postingan yang didedikasikanuntuk seorang teman al di opera, judulnya pernikahan sadis


Al harap sudi kiranya menorehkan sedikit coretan berfikir di postingan al kali ini , thank you

http://my.opera.com/Aljawari/blog/2008/10/31/terrific-wedding

windi iskandarArian12 Saturday, November 1, 2008 2:36:21 AM

@juli: cerita dah abis and ga da sambungannya, dibiarkan menggantung agar pembaca bisa leluasa memberikan ending sendiri.
@andrian&dyka: maaf ya klo tulisannya agak berat wink makasih dah mau baca
@al: segera meluncur

Juleana RahmanMas Juleana Saturday, November 1, 2008 2:39:42 PM

Temen al yg mana 1? p Sampe gya gitu postingan nikah sadis nya. Wah, crita sadis banget. lol

Atma SenthirSenthir001 Sunday, November 2, 2008 1:13:27 AM

Kok sepi. Bos!
Beginilah di opera.
Dimanapun komen yg serius paling cuman 20 aja.selebihnya out of topic. Tp justru itu yg bikin atma betah di opera indonesia.

windi iskandarArian12 Sunday, November 2, 2008 5:48:43 AM

confused scared

Juleana RahmanMas Juleana Sunday, November 2, 2008 6:45:16 AM

@Atma: salam kenal dari Brunei p

ingeszmaria2309 Sunday, November 2, 2008 10:51:26 AM

Om senthir... up my opera emang beda dunk...

Preman_Datangmyagu Monday, November 3, 2008 10:27:12 AM

Nah gw out topic neh, blog ini masuk record muri krn padat dan berisi serta brmutu di tambah menguras pulsa, kabur

windi iskandarArian12 Tuesday, November 4, 2008 11:16:30 AM

@myagu: lol sebenrnya ana ga tega nguras pulsa kalian, tpi apa boleh buat sad

Preman_Datangmyagu Tuesday, November 4, 2008 1:28:23 PM

Gappa bro, enjoy aje

windi iskandarArian12 Tuesday, November 4, 2008 2:25:00 PM

Kaya iklan rokok deh? Pindah ke posting sebelah ye... disini boros p

Atma SenthirSenthir001 Wednesday, November 5, 2008 12:17:48 PM

Salam kenal juga Mas Jul.
Hehe ya iyalah maria.kita kan sehati.
Posting sebelah emang uda siap nampung para tamu neh?
Yuk all, go to tkp!

windi iskandarArian12 Friday, November 7, 2008 10:40:17 AM

Muat sih asal duduknya diatur aje, merapat ye... depan dua, kiri empat n kanan bisa lima

Amri "penyair" Ibrahimpenyair Monday, December 29, 2008 2:59:39 PM

kok trafik komen di sini jd stop? hehe, aku selalu telat... bigsmile

Unregistered user Wednesday, January 7, 2009 2:49:37 AM

galank writes: cerpenx lumayan, tapi alurnya msh kurang jelas, materinya cukup berat juga seh...tapi lumayan lah.. gimana endingnya apa cuman sampe persoalan perut yg laperrr..he he he.. piss dah

Write a comment

New comments have been disabled for this post.