Masa kecil tak sempurna
Thursday, 25. June 2009, 09:49:11

Ada saat terkenang masa2 yang penuh dengan berjuta memori. Kelucuan Tersenyum sendiri saat ingat hal yang konyol dimasa kecil.
Disaat senja sering kami habiskan waktu di sawah.. Mencari rumput untuk ternak dan menyalurkan ekspresi pemberontak anak2. Melempari mangga tetangga.
Riuhnya canda saat mandi disungai diwaktu istirahat sekolah kayaknya hanya tinggal döngeng untuk anak cucu. Karena saat inipun keberadaan sekolah dasarku mulai terancam. Sekolah yang telah mengantar aku menjadi lulusan terbaik tingkat kecamatan. SD yang tiap tahun mendapat predikat sekolah dengan nilai kelulusan rata2 terbaik ini akan ditutup. Dengan alasan kuantitas siswanya tidak lebih dari 80 orang.
Apa mau dikata begitulah nasib SDku dulu. Bukan lantaran tak ada yang mau sekolah disana.
Inilah gambaran desaku yang hanya berpenduduk tak lebih dari 300 kk. Desa yang sampai saat ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar untuk kabupatenku. Dengan jumlah pemilih pemilu legislatif kemarin yang tidak mencapai 500 orang. Desaku tidak luas. Makanya banyak pemuda kerja ke luarnegeri. Diawali tahun 1989 sebanyak 5 orang berangkat ke arab saudi. 7 orang berangkat ke korsel dan beberapa orang berangkat ke singapura. Yah mungkin separuh warga desaku eks luar negeri tapi tak mampu untuk mempertahankan ke beradaan sekolahku nantinya. Karena saat inipun untuk mengajukan permohönan perbaikan ruang kelas sudah sulit.
Sunguh ironis Sekolah dasar yang reyot ditengah bangunan pemukiman yang bisa dibilang menengah keatas.
Mungkinkah sekolah yang notabene salah satu peninggalan Belanda ini akan jadi kenangan masa kecilku juga...????!
SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA







