Monday, February 8, 2010 4:22:51 AM
Pernikahan
Mengapa manusia menikah? mengapa tidak kawin saja? atau berteman tapi mesra? Mengapa ikatan pernikahan itu diperlukan?
Asal usulnya:
Pertama, Manusia diciptakan oleh Tuhan pertama kali adalah Laki-laki dan Perempuan, dan percayakah anda kalau Tuhan menciptakan laki2 itu dengan maksud dan tujuan yang sudah direncanakan olehNya sebelumnya. Begitu juga dengan perempuan.
Kedua, perlu ditelusuri mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia adalah Manusia, mengapa? karna manusia diciptakan serupa dengan gambah Allah. Oleh sebab itu, Laki2 diciptakan Tuhan dengan kelebihan2 yang dimilikinya, yang tidak ada pada perempuan, begitu juga perempuan diciptakan Tuhan dengan berbagai kelebihannya yang tidak dimiliki oleh Laki2.
Ketiga, Keturunan atau anak cucu yang direncanakan Tuhan untuk memenuhi dunia ini dan menaklukan dunia ini, dapatkah kita memperoleh keturunan tanpa hubungan kawin? jelas tidak.
Nah dari hanya 3 point saja diatas, dapat disimpulkan bahwa, secara otomatis manusia itu memerlukan pasangannya untuk:
1. Saling melengkapi, menguatkan dan menutupi setiap kekurangan yang dimiliki oleh setiap pasangan.
2. Untuk memperoleh keturunan atau terciptalah keluarga
3. Tanpa disadari, Tuhan merencanakan sesuatu atas pernikahan kita.
Mengapa masih banyak orang yg bercerai juga?
Ya saya melihat banyak orang yang telah menggampangkan suatu hubungan, karena tidak memiliki dasar yang kuat, artinya apabila seseorang ingin menikah, alangkah baiknya kalau setiap pasangan (kedua belah pihak) sudah matang dari segi Jasmani, Rohani, dan Materi), dari antara ketiga ini, yang paling mendasar adalah Rohani. Coba anda amati pernikahan yang langgeng, umumnya pasangan yang seiman dan mereka memiliki kehidupan rohani suami istri yang sangat baik dan saling mendukung.
Pertanyaannya adalah, apakah anda memiliki dasar Rohani yang baik dan dapat digunakan menjadi dasar pada saat nanti masuk ke dalam jenjang pernikahan? apabila belum, saran saya, kenali dulu dasarnya, tujuan dan motivasi anda untuk menikah. Jika anda ragu, bisa konsultasikan dengan saya.
Pepatah: Ingatlah, rumput di halaman tetangga selalu kelihatan lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri.
Thursday, October 15, 2009 3:41:48 PM
Top Marketing
Bagaimana caranya supaya dapat menjadi TOP marketing? Berikut saya informasikan berbagai trik yang dapat anda pahami, pelajari, dan alami (praktekan).
Sebelum saya masuk terlalu jauh, saya akan mendefinisikan lebih dahulu apa yang sebenarnya dimaksud dengan bisnis itu sendiri.
Bisnis adalah: Segala sesuatu yang anda kerjakan untuk menghasilkan "Uang". Jadi apapun kegiatan atau aktifitas saudara yang memiliki suatu nilai atau dapat dinilai dengan uang adalah bisnis.
Berikut adalah beberapa cara yang cepat dan tepat untuk dapat menjadi seorang marketing yang sukses dan menjadi top di bidangnya.
- Berorganisasi dan berkomunitas dimulai dari tempat anda tinggal.
- Bertemanlah dengan siapa saja yang anda anggap dapat memiliki daya beli atau jual untuk bisnis anda dikemudian hari. Artinya disini adalah, carilah teman yang bermanfaat.
- Bergabunglah dengan berbagai acara - acara pertemuan keluarga, saudara, teman, kantor, bisnis, dan sebagainnya, guna menambah jumlah relasi dalam kehidupan sosial anda.
Thursday, October 15, 2009 3:39:47 PM
Religious

Tantangan terbesar abad ini bagi umat Kristiani bukan saja soal jangan berbuat dosa lagi, tetapi sesungguhnya juga adalah soal memberi. Sadar atau tidak ternyata masih banyak umat Kristiani yang masih mempertahankan prinsip imbal-balik; Kalau saya memberi maka saya harus mendapatkan sesuatu imbalan; Apakah itu berupa materi, pengakuan, kehormatan, ketenaran dll. Maka tidak jarang kita mendapati bahwa ada anggota keluarga yang lebih rela memberi kepada orang lain dari pada kepada saudaranya sendiri. Tidak heran pula bila ada seorang nyonya yang memiliki puluhan anak asuh tetapi dibalik kegiatannya itu ternyata ada saudara-saudaranya yang berkekurangan yang sama sekali tidak diperhatikannya, atau ketika menjelang hari Natal kita mendapati sejumlah rumah orang kaya tiba-tiba berubah menjadi show room parcel dan sama sekali tidak membagikannya dengan segera kepada orang-orang yang berkekurangan bahkan kepada saudaranya sendiri ketika datang berkunjung ke rumahnya. Beberapa diantaranya berdalih bahwa masih terlalu sibuk dan akan membagikannya setelah hari Natal, tetapi bukankah sukacita Natal bagi yang berkekurangan adalah ketika mereka dapat merayakannya di hari yang sama dengan mereka yang berkecukupan? Firman Tuhan menjelaskan ketidakadilan ini demikian "Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu. Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?..." (1 Korintus 6:8-9).
Ada banyak pula orang yang urung memberi, karena khawatir akan kekurangan, itulah sebabnya tidak jarang kita mendapati pengikut Kristus yang lebih suka berkata "saya mendukung dalam doa" daripada "saya mendukung dalam dana". Umat Tuhan seringkali menjadi kalang-kabut kalau sudah diperhadapkan dengan masalah dukungan dalam dana. Dan lebih menyedihkan lagi ada yang sampai berpendapat, karena firman Tuhan gratis maka harus didapatkan dengan gratis pula; Jadi hamba Tuhan akhirnya harus berdagang untuk menghidupi pelayanan dan keluarganya. Padahal Firman Tuhan Yesus jelas mengajarkan kepada kita "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima" (Kisah Para Rasul 20:35). Maka sangat relevan bila kita membaca kembali kisah di dalam alkitab yaitu ketika ada seorang kaya datang kepada Yesus untuk menanyakan apalagi yang harus diperbuatnya untuk SEMPURNA di hadapan Allah, Tuhan Yesus mengatakan "Jikalau engkau hendak SEMPURNA, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Matius 19:21). Lalu bagaimana sikap orang kaya tersebut? Dia memang pergi, tetapi bukan untuk menjual harta kekayaannya dan membagikannya kepada orang miskin, tetapi Alkitab mencatat bahwa dia pergi dengan sedih.
Read more...
Thursday, January 8, 2009 7:23:41 AM
Motivasi
Anda lebih kuat dari apa yang anda pikirkan, ingatlah untuk berdiri tegak. Setiap tantangan dalam hidup ini menolong anda untuk bertumbuh. Setiap masalah yang engkau hadapi, akan memperkuat pikiran dan jiwa anda. Setiap masalah yang mampu anda atasi, memberikan pengertian yang lebih kepada anda mengenai arti hidup ini.
Ketika semua beban hidup menggelayut berat di bahu anda, ingatlah bahwa di bawah beban yang berat itu anda tetap dapat berdiri tegak, karena anda tidak akan pernah diberi beban yang lebih berat daripada yang mampu anda atasi, dan anda lebih kuat dari apa yang anda pikirkan.
-Lisa Wroble
Thursday, January 8, 2009 7:02:13 AM
Kindness
Treat everyone with politeness, even those who are rude to you - not because they are nice, but because you are.
Perlakukan setiap orang dengan sopan bahkan terhadap mereka yang kasar terhadap anda, bukan dikarenakan mereka baik tetapi karena anda yang berbaik hati.