IMLEK?
Saturday, February 9, 2013 10:41:25 AM
aku pengin share sedikit tentang sesuatu yang pasti ada saat perayaan dimana para keluarga Tionghoa berkumpul hemmmmm, IMLEK
oke, kita selidiki yuk.... apa sih yang biasanya ada saat IMLEK? Angpao? Pernak-Pernik? Lampion?
well, we will talk about "Lampion". What is it?
Aku pernah baca nih di salah satu surat kabar yang mengupas tentang sejarah Lampion, ini dia:
Lampion atau Deng Long (Bahasa Mandarin), pada zaman dulu dipakai saat melakukan ronda malam, penerang jalan atau rumah. Biasanya, lampion ditambah tulisan Bahasa Mandarin, ada yang berwarna merah maupun putih.
"Pada zaman Dinasti Ming, ada perampok budiman Lie Cu Seng di Kota Kai Feng. Dia dengan anak buahnya merampok orang kayam, kemudian hasilnya dibagikan ke orang miskin," ujar Romi.
Suatu hari, lanjut Romi, Lie Cu Seng berencana menyerang kota raja. Sebelum merampok, ia mendapati masyarakat memandang kelompoknya kejam. Lie Cu Seng bingung dan ingin mengubah nama buruknya.
"Ia menyuruh rakyat miskin menggantung lampion di depan rumahnya, maka perompak akan memberikan hasil rampokannya.Pada malam harinya, dia merampok orang kaya lalu membagikannya di rumah-rumah yang ada lampion. Sejak saat itulah lampion terkenal dan membawa berkah," jelasRomi.
Darman Wijaya, Ketua Majelis Tinggi Ulama Konghucu Jambi memaparkan, lampion juga dipercaya bisa mengusir roh-roh halus, dan membawa rezeki.
Sementara, The Li Enteng, rohaniwan Konghucu menerangkan, lampion untuk mengingat jasa leluhur juga memberi penerangan kepada diri dan keluarga.
"Supaya bisa berkembang, selain itu juga negara tenteram. Kalau negara sudah tenteram, rakyat kan makmur dan sejahtera. Lampion merupakan kode Imlek," cetusnya.
Ia mengungkapkan, kala itu rakyat memasang lampion sebagai rasa terima kasih kepada Lie Cu Seng. Tak hanya saat Imlek, pada akhir tahun masyarakat juga memasang lampion sebagai tanda memohon berkah dan Peng An (Aman sejahtera)





























