Catatanku

Tulisan - Coretan - Kutipan

Subscribe to RSS feed

I Don't Know

Ucup, pemuda desa yang lugu dan hanya lulusan SD ingin mengubah nasibnya di kota. Bosan katanya hidup di desa yang hanya dari sawah ke sawah setiap hari. Pakaian pun jadi kotor dan bau kerbau. Ia ingin seperti teman-temannya yang mengadu nasib di kota, saat pulang kampung mengendarai sepeda motor baru, juga pakaian serta penampilan ala orang kota. Walaupun tidak punya sanak saudara di kota dan minim bekal, ia nekat pergi.

Read more...

Tukang Obat

Mamat sudah 5 tahun ini mengalami kebotakan. Ia sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter dan mencoba berbagai obat modern, tetapi hasilnya tetap nihil. Rambut Mamat yang sebelumnya lebat habis tak tersisa. Rasa putus asa pun menyelimuti hatinya.

Sore itu ia pergi ke pasar tradisional di bilangan Kramat Jati, Jakarta Timur, mengantar istrinya berbelanja. Sambil menunggu sang istri memilih sayuran, Mamat jalan-jalan di tempat parkir mobil yang sangat luas.

Persis di pojok tempat parkir tampak kerumunan orang. Karena penasaran, ia menghampirinya, ternyata seorang penjual obat yang memakai topi sedang beraksi menjual minyak rambut yang katanya sangat manjur sebagai penumbuh rambut.
"Dalam tiga hari dijamin rambut anda akan tumbuh. Kepala yang botak akan lebat lagi!" ujar si pedagang meyakinkan.

Beberapa orang percaya dengan ocehan si tukang obat. Minyak rambut pun laris manis. Mamat tertarik dan ingin membelinya. Namun tiba-tiba datang angin kencang, topi yang dipakai tukang obat terbang tertiup angin. Hah! Ternyata kepala si tukang obat botak juga.

Mamat kemudian berteriak, "Hei! Abang sendiri tidak punya rambut."

Namun tukang obat tampak tenang saja, tidak terpengaruh sedikitpun.

"Bagaimana saya percaya minyak itu bisa menumbuhkan rambut?" ujar Mamat. Beberapa pembeli lainnya tampak terpengaruh.

"Wah,... itu bukan soal....!" jawab tukang obat tenang.

"Kok bisa?" Mamat penasaran.

"Anda lihat itu teman saya!" tukang obat menunjuk temannya yang berjualan tak jauh darinya.
"Dia menjual kutang perempuan, tetapi ia sendiri tak memakainya!" katanya lagi.