Duhhh Lucu-lucu
Monday, January 11, 2010 2:30:33 AM
Kencing Meletus
Rm. Nani sering mencari berbagai cara untuk menghidupkan suasana kelas pada waktu les Bahasa Inggris. Suatu waktu ia membopong seorang anak kelas I di atas pundaknya, dan sambil “mengendarai” pundak Rm. Nani, siswa bersangkutan berbicara bahasa Inggris. Saat ramai-ramai siswa menikmati suasana yang menggelikan itu, dan sang anak berapi-api menceritakan “My daily routines”, Rm. Nani mulai mencium bau kurang sedap. Ada rembesan air yang keluar dari celana siswa. Takut kalau-kalau terjadi “letusan”, cepat-cepat Rm. Nani memotong: “Yes,.... excellent, very good..... give your big hands to your friend...”, sambil buru-buru menurunkan siswa tersebut dari bahunya.
Istirahat Dulu
Istirahat DuluBanyak siswa suka menunda-nunda PR (Pekerjaan Rumah). Ketika diminta untuk mengumpulkan PR siswa belum menyelesaikannya atau tidak mengerjakannya sama sekali. Kalau sudah demikian, ada-ada saja upaya siswa untuk menghindari sanksi. Suatu waktu Guru Bahasa Indonesia memberikan PR untuk siswa kelas I. Semua siswa mengerjakannya kecuali satu orang. Ketika minggu berikutnya, pada les Bahasa Indonesia siswa diminta untuk mengumpulkan PR, siswa tersebut mendadak sakit. Ia memberi pesan kepada temannya: “Kalau ibu guru tanya saya, bilang saja bahwa saya istirahat dulu”. Ketika diberitahukan kepada ibu guru, beliau berpesan, “Sampaikan padanya, di waktu-waktu yang akan datang, kalau ada les Bahasa Indonesia biar dia istirahat saja”. Konon, ketika hal ini disampaikan kepada siswa bersangkutan, ia jadi sakit benaran. Nah itu!
Pisang di Perut“Romo, minta izin ke kios”, pinta Theo suatu ketika pada Prefeknya. “Untuk apa?” “Beli pisang”. Lalu Theo, anak Papua itu diizinkan. Sepulang dari Kios, Theo tidak membawa apa-apa. “Mana pisangnya?” tanya sang Prefek. “Di perut. Hiiiiiiii” jawab Theo ringan. Betul juga, daripada repot-repot bawa pisang di tangan, lebih baik langsung masuk ke perut. Praktis! Bravo Theo.
Rm. Nani sering mencari berbagai cara untuk menghidupkan suasana kelas pada waktu les Bahasa Inggris. Suatu waktu ia membopong seorang anak kelas I di atas pundaknya, dan sambil “mengendarai” pundak Rm. Nani, siswa bersangkutan berbicara bahasa Inggris. Saat ramai-ramai siswa menikmati suasana yang menggelikan itu, dan sang anak berapi-api menceritakan “My daily routines”, Rm. Nani mulai mencium bau kurang sedap. Ada rembesan air yang keluar dari celana siswa. Takut kalau-kalau terjadi “letusan”, cepat-cepat Rm. Nani memotong: “Yes,.... excellent, very good..... give your big hands to your friend...”, sambil buru-buru menurunkan siswa tersebut dari bahunya.
Istirahat Dulu
Istirahat DuluBanyak siswa suka menunda-nunda PR (Pekerjaan Rumah). Ketika diminta untuk mengumpulkan PR siswa belum menyelesaikannya atau tidak mengerjakannya sama sekali. Kalau sudah demikian, ada-ada saja upaya siswa untuk menghindari sanksi. Suatu waktu Guru Bahasa Indonesia memberikan PR untuk siswa kelas I. Semua siswa mengerjakannya kecuali satu orang. Ketika minggu berikutnya, pada les Bahasa Indonesia siswa diminta untuk mengumpulkan PR, siswa tersebut mendadak sakit. Ia memberi pesan kepada temannya: “Kalau ibu guru tanya saya, bilang saja bahwa saya istirahat dulu”. Ketika diberitahukan kepada ibu guru, beliau berpesan, “Sampaikan padanya, di waktu-waktu yang akan datang, kalau ada les Bahasa Indonesia biar dia istirahat saja”. Konon, ketika hal ini disampaikan kepada siswa bersangkutan, ia jadi sakit benaran. Nah itu!
Pisang di Perut“Romo, minta izin ke kios”, pinta Theo suatu ketika pada Prefeknya. “Untuk apa?” “Beli pisang”. Lalu Theo, anak Papua itu diizinkan. Sepulang dari Kios, Theo tidak membawa apa-apa. “Mana pisangnya?” tanya sang Prefek. “Di perut. Hiiiiiiii” jawab Theo ringan. Betul juga, daripada repot-repot bawa pisang di tangan, lebih baik langsung masuk ke perut. Praktis! Bravo Theo.









