My Opera is closing 1st of March

INDO BELUT JAYA

Komunitas Belutter Indonesia

BUDIDAYA SIDAT

Belut yang kita kenal sekarang ini mulai menyusut jumlahnya,
hal ini diakibatkan oleh habitat dan ekosistem yang terganggu secara geografis
lahan yg menyempit, penggunaan pestisida dan puradan yang berlebihan, penggunaan portas dalam penangkapan ikan sehingga sekarang ini sangat susah belut ditemukan di sawah, sungai atau di pasar-pasar tradisional.

Daftar Isi

I. Pembukaan Hal 1
II. Prospek Usaha Budidaya Sidat Hal 2 - 3
III. Visi – Misi Hal 4
IV. Analisa Biaya Hal 5 - 7
V. Lampiran Dokumentasi Hal 8 - 12
VI. Profil singkat Hal 13


PEMBUKAAN

Belut yang kita kenal sekarang ini mulai menyusut jumlahnya,
hal ini diakibatkan oleh habitat dan ekosistem yang terganggu secara geografis
lahan yg menyempit, penggunaan pestisida dan puradan yang berlebihan, penggunaan portas dalam penangkapan ikan sehingga sekarang ini sangat susah belut ditemukan di sawah, sungai atau di pasar-pasar tradisional.
Padahal permintaan belut dari hari ke hari meningkat tajam,
sementara populasinya semakin berkurang. Salah satu cara mengantisipasi kelangkaan belut tersebut adalah dengan cara diternak dan dibudidayakan.

Di mulai tahun 2009 kami membentuk suatu komunitas peternak belut dengan nama INDOBELUT JAYA pertama kali komunitas ini kami dirikan di Cirebon dengan tujuan untuk mensuplai pasar lokal saja.
Tetapi seiring berjalannya waktu permintaan belut dan sidat ini semakin meningkat mulai pasar lokal hingga pasar ekspor.

Hingga saat ini kami mengembangkan 2 jenis belut untuk budidaya yaitu belut sawah ( Monopterus Albus ) dan Belut Sidat ( Anguilla,sp. ). Kedua jenis belut ini sangat primadona dan mempunyai pasaran yang potensial baik untuk lokal maupun untuk pasar ekspor.
Beberapa negara tujuan ekspor belut dan sidat adalah Jepang, Hongkong, Singapura, Jerman, Italia, Belanda, Amerika Serikat dan Malaysia. Semuanya ini hanya baru di suplai sebagian kecil saja dari Indonesia. Untuk itu masih sangat terbuka sekali peluang pasar ekspor ini untuk kita kembangkan bersama-sama.


PROSPEK USAHA BUDIDAYA SIDAT

I. SEKILAS GAMBARAN USAHA DALAM BUDIDAYA SIDAT
Dalam usaha budidaya sidat produk awal (F1) yang dikembangkan adalah sidat dari mulai ukuran Glass eel.
Glass eel adalah benih sidat yang berusia 1 (satu) bulan, jumlah dalam 1 kg glass eel mencapai 5000 – 6000 ekor.
Ada 3 (Tahapan ) untuk budidaya sidat ukuran ini, yaitu :

1. PENDEDERAN
Dalam pendederan sarana kolam yang diperlukan adalah, menggunakan akuarium beserta sistem aerasi dan sirkulasinya, kolam terpal, kolam tembok, kolam fiber, untuk peneduh dan tempat sembunyi glass ell dapat menggunakan tanaman air, piva peralon, genteng, tali rapia yg dirajut dan dibuat seperti tanaman air. Lama waktu yang dibutuhkan untuk pendederan glass eel ini adalah selama 3 (tiga) bulan untuk menghasilkan produk elver usia 4 (bulan).

Pakan yang dibutuhkan glass eel adalah cacing sutra, cacing chu, kutu air, plankton, bakteri, jentik-jentik nyamuk, uget-uget, tepung udang/ikan, tepung cacing dan artemia yang bisa diperoleh di toko-toko pertanian/perikanan.
Untuk jamu dan obat-obatan kami menggunakan produk NASA yang telah kami coba aplikasikan bersama teman-teman di BBI Cirebon. Fungsi utamanya adalah sebagai perangsang untuk mempercepat perkembangan glass eel, sebagai mikrostarter dalam mempertahankan pH, sanitasi dan keasaman air, sebagai pupuk organik untuk memperbaiki unsur hara pada kolam dan yang utama adalah sebagai pembentuk protein pada makanan.
Mortalitas kematian dan penyusutan dalam usaha pendederan sidat ukuran glass eel maksimal bisa mencapai 20% sampai panen.

2. PEMBESARAN TAHAP PERTAMA
Pembesaran untuk tahap pertama adalah pembesaran elver.
Sarana kolam bisa menggunakan kolam tembok, kolam terpal ataupun kolam fiber.




Pakan yang dibutuhkan adalah cacing sutra atau cacing dari jenis apa saja dicampur dengan pelet ikan dibuat menjadi pasta, kecebong, ikan-ikan kecil, keong mas yang di rajang kecil-kecil, belatung.
Waktu yang dibutuhkan untuk pembesaran elver ini adalah selama 4 bulan untuk menghasilkan produk sidat ukuran Fingerling.

Pada pembesaran tahap pertama ini sidat akan dibiasakan dengan pakan pasta campuran pelet dengan cacing dan selanjutnya nanti akan dilepas pakannya berupa pelet sampai ukuran fingerling untuk menghemat pengeluaran biaya pakan dengan tetap menjaga mutu dan kwalitas yang baik.

3. PEMBESARAN TAHAP KEDUA
Pembesaran tahap kedua ini pembesaran sidat fingerling untuk menghasilkan produk sidat ukuran konsumsi, lama waktu yang dibutuhkan untuk pembesaran ini selama 4-6 bulan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Target pembesaran untuk pasar lokal biasanya mulai ukuran 100gr-250gr dan pasar ekspor ukuran 300gr – up, harganya pun bervariasi tergantung ukurannya. Semakin besar ukuran sidatnya, maka semakin mahal pula harganya.

2. TREATMEN/PENANGANAN SIDAT SECARA BAIK

1. penanganan sidat ukuran glass ell
pada masa awal datang glass ell sebaiknya dilakukan penangan secara baik, agar tidak terjadi tingkat kematian yang tinggi.
Ketika pertama kali kita terima glass ell dari petani langkah awal yang harus dilakukan adalah memasukan glass ell secepat mungkin kedalam kolam, caranya buka ikat kantong plastik secara perlahan masukan dengan plastiknya kedalam kolam dan biarkan glas ell keluar dengan sendirinya hal ini dilakukan agar suhu air didalam kantong plastik sama dengan suhu dalam kolam sehingga glass ell dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya dan dapat mengurangi stress setelah melewati perjalanan panjang dan melelahkan, kemudian biarkan selama 12 jam jangan di beri makan. setelah glass ell tampak sehat baru diberikan pakan cacing sutra agar staminanya pulih kembali.
Selama masa tahap adaptasi dalam jangka waktu seminggu pakan cacing sutra sebagai pakan utamanya usahakan rutin diberikan sehari sekali yaitu menjelang waktu malam atau sekitar jam 5-6 sore.
Kemudian setelah glass ell mulai normal perkembangannya bisa mulai di berikan tepung cacing/tepung udang secara bertahap agar glass ell dapat mengenal terlebih dahulu pakan baru yang kita berikan.
dalam pemberian pakan normalnya sama dengan pemberian pakan pada jenis ikan yg lain yaitu dalam bulan pertama pakan yang harus di berikan sebanyak 5% setiap hari dari bobot glass ell yang kita tebar, selanjutnya untuk bulan kedua meningkat 10% dan bulan ketiga 15% hingga kita panen menjadi ukuran elver dan lakukan sortir tahap pertama utk memisahkan ukuran sesuai dengan panjang dan beratnya elver.
Volume glass ell sebaiknya tidak terlalu padat isinya agar perkembangannya dapat maksimal.
Untuk kolam ukuran 1m2 dapat di isi sebanyak 1000 ekor atau ¼ kg sidat ukuran glass ell.

2. Penanganan sidat ukuran Elver
Dalam penganan sidat ukuran elver hampir sama perlakuanya dengan sidat ukuran glass ell, hanya saja sidat ukuran elver ini sudah lebih kuat daya tahan tubuhnya dibandingkan dengan glass ell.
Elver ini bentuknya sudah tampak terlihat jelas dan pakannya pun sudah bisa berupa pasta atau cacing tanah ukuran dewasa.
Dalam pemberian pakan pasta agar kolam tidak menjadi kotor gunakan anco sebagai tempat pakannya.


VISI & MISI

Begitu potensialnya pasar sidat ini maka perlu adanya pengembangan secara profesional untuk memenuhi pasar ekspor.
Untuk itu perlu adanya kerjasama yang baik antara petani dan investor guna membuka lapangan usaha seluas-luasnya bagi masyarakat, sehingga terciptalah usaha yang mandiri.

Dalam pengembangan kedepannya usaha sidat ini bisa dilakukan dari hulu hilir yaitu kita proses menjadi sebuah produk jadi berupa olahan makanan yang paling digemari dikalangan orang Eropa dan Asia Tenggara sebagai menu makanan favorit seperti Unagi Shirayaki, Kabayaki frozen roasted eel, Kabayaki frozen gutted eel, frozen smoked eel, broken eel pieces, dll.

Apabila hal ini dapat terlaksana dengan baik maka akan mendapatkan keuntungan ganda yaitu keuntungan pembesaran sidat dan keuntungan dalam pengolahan sidatnya.
Mudah-mudahan akan banyak sekali terserap tenaga kerja yang cukup banyak dengan memberdayakan masyarakat setempat.


2. ANALISA USAHA BUDIDAYA SIDAT

A. PENDEDERAN
INVESTASI
1. Sewa Lahan 3th Rp. 3.000.000,-
2. Bangunan & Kolam Rp. 2.500.000,-
3. Peralatan Rp. 500.000,-

BIAYA OPERASIONAL
1. Biaya Tetap
Penyusutan investasi per siklus
Rp. 6.000.000 : 12 Rp. 500.000,-

2. Biaya Variabel
- Glass eel 5kg @ 1.000.000,- Rp. 5.000.000,-
- Pakan 25kg @ 10.000,- Rp. 250.000,-
- Biaya listrik & Air Rp. 900.000,-
- Upah Kerja 1org @ 500.000,- Rp. 1.500.000,-
- Biaya jamu & Obat2an Rp. 300.000,-
============

1. Total Biaya Operasional / periode Rp. 8.450.000,-


2. Hasil Produksi
Hasil Produksi = Perkiraan Produksi – Mortalitas Kematian
= 25 kg – (20% x 25 kg)
= 20 kg


3. Penerimaan
Penerimaan = Hasil Produksi x Harga jual
= 20 kg x 750.000,-
= Rp. 15.000.000,-

4. Keuntungan
Keuntungan = Penerimaan – Total Biaya Operasional
= Rp.15.000.000 - Rp. 8.450.000,-
= Rp. 6.550.000,-

5. Pay Back Periode
Pay Back Periode = (Total Biaya Investasi : Keuntungan)
= (Rp. 6.000.000 : Rp. 6.550.000) x 3 bulan
= 3 bulan (satu kali siklus)



B. PEMBESARAN TAHAP PERTAMA
A. INVESTASI
1. Sewa Lahan 3th Rp. 3.000.000,-
2. Bangunan & Kolam Rp. 2.500.000,-
3. Peralatan Rp. 500.000,-

B. BIAYA OPERASIONAL
1. Biaya Tetap
Penyusutan investasi per siklus
Rp. 6.000.000 : 12 Rp. 500.000,-

2. Biaya Variabel
- Elver 10kg @ 750.000,- Rp. 7.500.000,-
- pakan 100kg @ 10.000,- Rp. 1.000.000,-
- Biaya listrik & Air Rp. 900.000,-
- Upah Kerja 1org @ 500.000,- Rp. 2.000.000,-
- Biaya jamu & Obat2an Rp. 300.000,-
============
1. Total Biaya Operasional / periode Rp. 11.700.000,-


2. Hasil Produksi
Hasil Produksi = Perkiraan Produksi – Mortalitas Kematian
= 100 kg – (10% x 100 kg)
= 90 kg

3. Penerimaan
Penerimaan = Hasil Produksi x Harga jual
= 90 kg x 250.000,-
= Rp. 22.500.000,-

4. Keuntungan
Keuntungan = Penerimaan – Total Biaya Operasional
= Rp.22.500.000 - Rp. 11.700.000,-
= Rp. 10.800.000,-

5. Pay Back Periode
Pay Back Periode = (Total Biaya Investasi : Keuntungan)
= (Rp. 6.000.000 : Rp. 10.800.000) x 4 bulan
= 4 bulan (satu kali siklus)




C. PEMBESARAN TAHAP KEDUA
A. INVESTASI
1. Sewa Lahan 3th Rp. 3.000.000,-
2. Bangunan & Kolam Rp. 2.500.000,-
3. Peralatan Rp. 500.000,-

C. BIAYA OPERASIONAL
1. Biaya Tetap
Penyusutan investasi per siklus
Rp. 6.000.000 : 12 Rp. 500.000,-

2. Biaya Variabel
- Pingerling 50kg @ 200.000,- Rp. 10.000.000,-
- pakan 500kg @ 10.000,- Rp. 5.000.000,-
- Biaya listrik & Air Rp. 900.000,-
- Upah Kerja 1org @ 500.000,- Rp. 2.000.000,-
- Biaya jamu & Obat2an Rp. 300.000,-
============
1. Total Biaya Operasional / periode Rp. 18.200.000,-


2. Hasil Produksi
Hasil Produksi = Perkiraan Produksi – Mortalitas Kematian
= 500 kg – (5% x 500 kg)
= 475 kg

3. Penerimaan
Penerimaan = Hasil Produksi x Harga jual
= 475 kg x 70.000,-
= Rp. 33.250.000,-

4. Keuntungan
Keuntungan = Penerimaan – Total Biaya Operasional
= Rp.33.250.000 - Rp. 18.200.000,-
= Rp. 15.050.000,-

5. Pay Back Periode
Pay Back Periode = (Total Biaya Investasi : Keuntungan)
= (Rp. 6.000.000 : Rp. 15.050.000) x 4 bulan
= 4 bulan (satu kali siklus)


LAMPIRAN DOKUMENTASI


Tekhik Pendederan glass eel dengan menggunakan sarana akuarium
Pemberian Pakan menggunakan kutu air dan Artemia yg sudah di kultur
Tekhnik pembesaran tahap pertama untuk produksi sidat fingerling dengan kolam galian tanah
Tekhnik Pembesaran Tahap Kedua untuk produksi sidat konsumsi dengan kolam galian tanah
Tekhnik Pembesaran dengan menggunakan kolam Fiber
Proses olahan Sidat untuk menu makanan Kabayaki
Pengiriman sidat untuk ekspor kemudian masuk kolam karantina
Menyortir ukuran sesuai grade kemudian yang masuk grade dimasukan ke air es untuk menghilangkan lendir agar mudah di filet.
Siap dipotong dan di filet kemudian dibersihkan isi perut dan darahnya
Melakukan pemanasan dan pembakaran
Proses pemanggangan sidat kemudian merapikan bentuknya
Menjalankan mesin kabayaki dan proses pemberian bumbu mulai dilakukan
Proses terakhir pengolahan kabayaki dan pendinginan
Melakukan pembekuan dan menyortir kembali kabayaki yang kualitasnya baik
Diklasifikasi sesuai spesifikasinya kemudian mulai dipacking plastik
Metal detector dan packing luar kemudian paket kabayaki di simpan digudang pendingin dan siap untuk didistribusikan.



PROFIL SINGKAT

Cahya Mulyadi

Alamat lengkap
Rumah & Kantor : Kp. GBO RT.03/13 No.D07 Cipanas – Cianjur 43253
Domisili : Jl. Kandang Perahu Gg. Mesjid RT.03/02 Karyamulya
No.11 Cirebon
Tlp/Hp : 0859 2162 5123, 0813 9569 4282
Website : http://www.belut-online.com
Blog : www.belutkadut.wordpress.com
Email : cahyamulyadi@yahoo.com

Pekerjaan dan keahlian
• Narasumber budidaya belut, sidat dan cacing
• Pimpinan kelompok plasma peternak belut dan cacing Indo Belut Jaya
• Supplier bibit belut, Pakan belut dan belut konsumsi
• Pimpinan Indo Belut Jaya
• Direktur CV. Cahaya Fajar Utama

Preferensi pekerjaan
• Tabloid Peluang Usaha, No.14/THN IV/16-29Maret 2009
• Tabloid Kontan, Minggu I, Juli 2009
• Majalah Trubus, 2009
• Program berita TVRI Acara seminar TMII, 2009
• Program TV Tabir Sunnah Trans7, dalam tema Jalalah 2011

Penghargaan yang pernah diraih

Pernah meraih penghargaan Lembaga Citra Profesi Indonesia (LCPI) kategori ” Enterpreneurship UKM Award 2010 ” di Jakarta.

PROFIL KAMI

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28