Thursday, January 5, 2012 1:03:46 AM
Penghambat pembelajaran
seseorg adl sikap
==>AKU TAHU<==
seseorg adl sikap
==>AKU TAHU<==
99 LANGKAH MENUJU KESEMPURNAAN IMAN
Thursday, January 5, 2012 12:05:44 AM
01. Bersyukur apabila mendapat
nikmat; 02. Sabar apabila mendapat
kesulitan; 03. Tawakal apabila mempunyai
rencana/program; 04. Ikhlas dalam segala amal
perbuatan; 05. Jangan membiarkan hati larut
dalam kesedihan; 06. Jangan menyesal atas sesuatu
kegagalan; 07. Jangan putus asa dalam
menghadapi kesulitan; 08. Jangan usil dengan kekayaan
orang; 09. Jangan hasad dan iri atas
kesuksessan orang; 10. Jangan sombong kalau
memperoleh kesuksesan; 11. Jangan tamak kepada harta; 12. Jangan terlalu ambitious akan
sesuatu kedudukan; 13. Jangan hancur karena kezaliman; 14. Jangan goyah karena fitnah; 15. Jangan berkeinginan terlalu
tinggi yang melebihi kemampuan
diri. 16. Jangan campuri harta dengan
harta yang haram; 17. Jangan sakiti ayah dan ibu; 18. Jangan usir orang yang
meminta-minta; 19. Jangan sakiti anak yatim; 20. Jauhkan diri dari dosa-dosa
yang besar; 21. Jangan membiasakan diri
melakukan dosa-dosa kecil; 22. Banyak berkunjung ke rumah
Allah (masjid); 23. Lakukan shalat dengan ikhlas
dan khusyu; 24. Lakukan shalat fardhu di awal
waktu, berjamaah di masjid; 25. Biasakan shalat malam; 26. Perbanyak dzikir dan do’a
kepada Allah; 27. Lakukan puasa wajib dan puasa
sunat; 28. Sayangi dan santuni fakir
miskin; 29. Jangan ada rasa takut kecuali
hanya kepada Allah; 30. Jangan marah berlebih-lebihan; 31. Cintailah seseorang dengan
tidak berlebih-lebihan; 32. Bersatulah karena Allah dan
berpisahlah karena Allah; 33. Berlatihlah konsentrasi pikiran; 34. Penuhi janji apabila telah
diikrarkan dan mintalah maaf
apabila karena sesuatu sebab tidak
dapat dipenuhi; 35. Jangan mempunyai musuh,
kecuali dengan iblis/syaitan; 36. Jangan percaya ramalan
manusia; 37. Jangan terlampau takut miskin; 38. Hormatilah setiap orang; 39. Jangan terlampau takut kepada
manusia; 40. Jangan sombong, takabur dan
besar kepala; 41. Berlakulah adil dalam segala
urusan; 42. Biasakan istighfar dan taubat
kepada Allah; 44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-
Quran; 45. Perbanyak silaturrahim; 46. Tutup aurat sesuai dengan
petunjuk Islam; 47. Bicaralah secukupnya; 48. Beristeri/bersuami kalau sudah
siap segala-galanya; 49. Hargai waktu, disiplin waktu
dan manfaatkan waktu; 50. Biasakan hidup bersih, tertib
dan teratur; 51. Jauhkan diri dari penyakit-
penyakit bathin; 52. Sediakan waktu untuk santai
dengan keluarga; 53. Makanlah secukupnya tidak
kekurangan dan tidak berlebihan; 54. Hormatilah kepada guru dan
ulama; 55. Sering-sering bershalawat
kepada nabi; 56. Cintai keluarga Nabi saw; 57. Jangan terlalu banyak hutang; 58. Jangan terlampau mudah
berjanji; 59. Selalu ingat akan saat kematian
dan sedar bahawa kehidupan dunia
adalah kehidupan sementara; 60. Jauhkan diri dari perbuatan-
perbuatan yang tidak bermanfaat
seperti mengobrol yang tidak
berguna; 61. Bergaul lah dengan orang-orang
soleh; 62. Sering bangun di penghujung
malam, berdoa dan beristighfar; 63. Lakukan ibadah haji dan umrah
apabila sudah mampu; 64. Maafkan orang lain yang
berbuat salah kepada kita; 65. Jangan dendam dan jangan ada
keinginan membalas kejahatan
dengan kejahatan lagi; 66. Jangan membenci seseorang
karena pahaman dan pendiriannya; 67. Jangan benci kepada orang
yang membenci kita; 68. Berlatih untuk berterus terang
dalam menentukan sesuatu pilihan 69. Ringankan beban orang lain dan
tolonglah mereka yang mendapatkan
kesulitan. 70. Jangan melukai hati orang lain; 71. Jangan membiasakan berkata
dusta; 72. Berlakulah adil, walaupun kita
sendiri akan mendapatkan
kerugian; 73. Jagalah amanah dengan penuh
tanggung jawab; 74. Laksanakan segala tugas
dengan penuh keikhlasan dan
kesungguhan; 75. Hormati orang lain yang lebih
tua dari kita 76. Jangan membuka aib orang lain; 77. Lihatlah orang yang lebih miskin
dari pada kita, lihat pula orang yang
lebih berprestasi dari kita; 78. Ambilah pelajaran dari
pengalaman orang-orang arif dan
bijaksana; 79. Sediakan waktu untuk
merenung apa-apa yang sudah
dilakukan; 80. Jangan sedih karena miskin dan
jangan sombong karena kaya; 81. Jadilah manusia yang selalu
bermanfaat untuk agama,bangsa
dan negara; 82. Kenali kekurangan diri dan
kenali pula kelebihan orang lain; 83. Jangan membuat orang lain
menderita dan sengsara; 84. Berkatalah yang baik-baik atau
tidak berkata apa-apa; 85. Hargai prestasi dan pemberian
orang; 86. Jangan habiskan waktu untuk
sekedar hiburan dan kesenangan; 87. Akrablah dengan setiap orang,
walaupun yang bersangkutan tidak
menyenangkan. 88. Sediakan waktu untuk
berolahraga yang sesuai dengan
norma-norma agama dan kondisi diri
kita; 89. Jangan berbuat sesuatu yang
menyebabkan fisikal atau mental
kita menjadi terganggu; 90. Ikutilah nasihat orang-orang
yang arif dan bijaksana; 91. Pandai-pandailah untuk
melupakan kesalahan orang dan
pandai-pandailah untuk melupakan
jasa kita; 92. Jangan berbuat sesuatu yang
menyebabkan orang lain terganggu
dan jangan berkata sesuatu yang
dapat menyebabkan orang lain
terhina; 93. Jangan cepat percaya kepada
berita jelek yang menyangkut
teman kita sebelum dipastikan
kebenarannya; 94. Jangan menunda-nunda
pelaksanaan tugas dan kewajiban; 95. Sambutlah huluran tangan
setiap orang dengan penuh
keakraban dan keramahan dan tidak
berlebihan; 96. Jangan memforsir diri untuk
melakukan sesuatu yang diluar
kemampuan diri; 97. Waspadalah akan setiap ujian,
cobaan, godaan dan tentangan.
Jangan lari dari kenyataan
kehidupan; 98. Yakinlah bahwa setiap
kebajikan akan melahirkan kebaikan
dan setiap kejahatan akan
melahirkan merusakan; 99. Jangan sukses di atas
penderitaan orang dan jangan kaya
dengan memiskinkan orang.
nikmat; 02. Sabar apabila mendapat
kesulitan; 03. Tawakal apabila mempunyai
rencana/program; 04. Ikhlas dalam segala amal
perbuatan; 05. Jangan membiarkan hati larut
dalam kesedihan; 06. Jangan menyesal atas sesuatu
kegagalan; 07. Jangan putus asa dalam
menghadapi kesulitan; 08. Jangan usil dengan kekayaan
orang; 09. Jangan hasad dan iri atas
kesuksessan orang; 10. Jangan sombong kalau
memperoleh kesuksesan; 11. Jangan tamak kepada harta; 12. Jangan terlalu ambitious akan
sesuatu kedudukan; 13. Jangan hancur karena kezaliman; 14. Jangan goyah karena fitnah; 15. Jangan berkeinginan terlalu
tinggi yang melebihi kemampuan
diri. 16. Jangan campuri harta dengan
harta yang haram; 17. Jangan sakiti ayah dan ibu; 18. Jangan usir orang yang
meminta-minta; 19. Jangan sakiti anak yatim; 20. Jauhkan diri dari dosa-dosa
yang besar; 21. Jangan membiasakan diri
melakukan dosa-dosa kecil; 22. Banyak berkunjung ke rumah
Allah (masjid); 23. Lakukan shalat dengan ikhlas
dan khusyu; 24. Lakukan shalat fardhu di awal
waktu, berjamaah di masjid; 25. Biasakan shalat malam; 26. Perbanyak dzikir dan do’a
kepada Allah; 27. Lakukan puasa wajib dan puasa
sunat; 28. Sayangi dan santuni fakir
miskin; 29. Jangan ada rasa takut kecuali
hanya kepada Allah; 30. Jangan marah berlebih-lebihan; 31. Cintailah seseorang dengan
tidak berlebih-lebihan; 32. Bersatulah karena Allah dan
berpisahlah karena Allah; 33. Berlatihlah konsentrasi pikiran; 34. Penuhi janji apabila telah
diikrarkan dan mintalah maaf
apabila karena sesuatu sebab tidak
dapat dipenuhi; 35. Jangan mempunyai musuh,
kecuali dengan iblis/syaitan; 36. Jangan percaya ramalan
manusia; 37. Jangan terlampau takut miskin; 38. Hormatilah setiap orang; 39. Jangan terlampau takut kepada
manusia; 40. Jangan sombong, takabur dan
besar kepala; 41. Berlakulah adil dalam segala
urusan; 42. Biasakan istighfar dan taubat
kepada Allah; 44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-
Quran; 45. Perbanyak silaturrahim; 46. Tutup aurat sesuai dengan
petunjuk Islam; 47. Bicaralah secukupnya; 48. Beristeri/bersuami kalau sudah
siap segala-galanya; 49. Hargai waktu, disiplin waktu
dan manfaatkan waktu; 50. Biasakan hidup bersih, tertib
dan teratur; 51. Jauhkan diri dari penyakit-
penyakit bathin; 52. Sediakan waktu untuk santai
dengan keluarga; 53. Makanlah secukupnya tidak
kekurangan dan tidak berlebihan; 54. Hormatilah kepada guru dan
ulama; 55. Sering-sering bershalawat
kepada nabi; 56. Cintai keluarga Nabi saw; 57. Jangan terlalu banyak hutang; 58. Jangan terlampau mudah
berjanji; 59. Selalu ingat akan saat kematian
dan sedar bahawa kehidupan dunia
adalah kehidupan sementara; 60. Jauhkan diri dari perbuatan-
perbuatan yang tidak bermanfaat
seperti mengobrol yang tidak
berguna; 61. Bergaul lah dengan orang-orang
soleh; 62. Sering bangun di penghujung
malam, berdoa dan beristighfar; 63. Lakukan ibadah haji dan umrah
apabila sudah mampu; 64. Maafkan orang lain yang
berbuat salah kepada kita; 65. Jangan dendam dan jangan ada
keinginan membalas kejahatan
dengan kejahatan lagi; 66. Jangan membenci seseorang
karena pahaman dan pendiriannya; 67. Jangan benci kepada orang
yang membenci kita; 68. Berlatih untuk berterus terang
dalam menentukan sesuatu pilihan 69. Ringankan beban orang lain dan
tolonglah mereka yang mendapatkan
kesulitan. 70. Jangan melukai hati orang lain; 71. Jangan membiasakan berkata
dusta; 72. Berlakulah adil, walaupun kita
sendiri akan mendapatkan
kerugian; 73. Jagalah amanah dengan penuh
tanggung jawab; 74. Laksanakan segala tugas
dengan penuh keikhlasan dan
kesungguhan; 75. Hormati orang lain yang lebih
tua dari kita 76. Jangan membuka aib orang lain; 77. Lihatlah orang yang lebih miskin
dari pada kita, lihat pula orang yang
lebih berprestasi dari kita; 78. Ambilah pelajaran dari
pengalaman orang-orang arif dan
bijaksana; 79. Sediakan waktu untuk
merenung apa-apa yang sudah
dilakukan; 80. Jangan sedih karena miskin dan
jangan sombong karena kaya; 81. Jadilah manusia yang selalu
bermanfaat untuk agama,bangsa
dan negara; 82. Kenali kekurangan diri dan
kenali pula kelebihan orang lain; 83. Jangan membuat orang lain
menderita dan sengsara; 84. Berkatalah yang baik-baik atau
tidak berkata apa-apa; 85. Hargai prestasi dan pemberian
orang; 86. Jangan habiskan waktu untuk
sekedar hiburan dan kesenangan; 87. Akrablah dengan setiap orang,
walaupun yang bersangkutan tidak
menyenangkan. 88. Sediakan waktu untuk
berolahraga yang sesuai dengan
norma-norma agama dan kondisi diri
kita; 89. Jangan berbuat sesuatu yang
menyebabkan fisikal atau mental
kita menjadi terganggu; 90. Ikutilah nasihat orang-orang
yang arif dan bijaksana; 91. Pandai-pandailah untuk
melupakan kesalahan orang dan
pandai-pandailah untuk melupakan
jasa kita; 92. Jangan berbuat sesuatu yang
menyebabkan orang lain terganggu
dan jangan berkata sesuatu yang
dapat menyebabkan orang lain
terhina; 93. Jangan cepat percaya kepada
berita jelek yang menyangkut
teman kita sebelum dipastikan
kebenarannya; 94. Jangan menunda-nunda
pelaksanaan tugas dan kewajiban; 95. Sambutlah huluran tangan
setiap orang dengan penuh
keakraban dan keramahan dan tidak
berlebihan; 96. Jangan memforsir diri untuk
melakukan sesuatu yang diluar
kemampuan diri; 97. Waspadalah akan setiap ujian,
cobaan, godaan dan tentangan.
Jangan lari dari kenyataan
kehidupan; 98. Yakinlah bahwa setiap
kebajikan akan melahirkan kebaikan
dan setiap kejahatan akan
melahirkan merusakan; 99. Jangan sukses di atas
penderitaan orang dan jangan kaya
dengan memiskinkan orang.
Foto Danang
Thursday, January 5, 2012 12:00:02 AM
^_^ KEJUJURAN TETAP YANG
TERBAIK ^_^ ♥♥♥
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
♥♥♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh Lagi2 tentang kejujuran ... Ada seorang bocah laki-laki sedang
berkunjung ke kakek dan neneknya
dipertanian mereka. Dia mendapat
sebuah
katapel untuk bermain-main di
hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil
mengenai sasaran.
Dengan kesal dia kembali pulang
untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya
bebek peliharaan neneknya. Masih
dalam keadaan kesal, dibidiknya
bebek itu di kepala, matilah si
bebek. Dia terperanjat dan sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan
kayu, dilihatnya ada kakak
perempuannya mengawasi. Sally
melihat semuanya, tetapi tidak
berkata apapun. Setelah makan, nenek berkata,
"Sally, cuci piring."
Tetapi Sally berkata, "Nenek,
Johnny berkata bahwa dia ingin
membantu didapur, bukankah
demikian Johnny?" Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?" ,
Jadi Johnny mencuci piring. Kemudian kakek menawarkan bila
anak-anak mau pergi memancing,
dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi
aku
perlu Sally untuk membantu
menyiapkan makanan." Tetapi Sally tersenyum dan
berkata, "Tidak apa-apa, karena
Johnny memberitahu kalau ingin
membantu."
Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah. Setelah beberapa hari Johnny
mengerjakan tugas- tugas nya dan
juga tugas-tugas Sally, akhirnya
dia tidak dapat
bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan
mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya,
katanya, "Sayangku, aku tahu.
Tidakkah kau lihat, aku berdiri
dijendela dan
melihat semuanya. Karena aku
mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama
engkau akan membiarkan Sally
memanfaatkanmu." Aku tidak tahu masa lalumu. Aku
tidak tahu dosa apakah yang
dilemparkan musuh kemukamu.
Tetapi apapun itu,
aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri
di'jendela'. Dan Dia melihat
segalanya. Dan karena Dia
mencintaimu, Dia akan
mengampunimu bila engkau
memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau
membiarkan musuh mem
perbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia
tidak hanya mengampuni, tetapi Dia
juga tidak mengingat-ingat lagi
dosamu." Ambil Hikmah dari cerita ini SEMOGA ARTIKEL INI
BERMANFAAT ✿(̆̃̃¤. ¸¸.-"¯`♥♥♥*•.*✿(̆̃̃¤.
¸¸.-"¯`♥♥♥ (⁀‵⁀) ..•❤•.¸✿ ✿.Salam Santun
Erat Silaturahmi ❀ `⋎´✫¸.•°*”˜˜”*°• Ukhuwah Fillah
♥❀
..✫¸.•°*”˜˜”*°•. ♥
☻/ღ˚ •。* ˚✰˚ ˛★* 。 °♥✿.❀
/▌*˛˚ღ •˚ ✰* ★* Keep Spiriit... Keep Istiqomah..
Keep Smile... .♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.DP.♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.
TERBAIK ^_^ ♥♥♥
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
♥♥♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh Lagi2 tentang kejujuran ... Ada seorang bocah laki-laki sedang
berkunjung ke kakek dan neneknya
dipertanian mereka. Dia mendapat
sebuah
katapel untuk bermain-main di
hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil
mengenai sasaran.
Dengan kesal dia kembali pulang
untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya
bebek peliharaan neneknya. Masih
dalam keadaan kesal, dibidiknya
bebek itu di kepala, matilah si
bebek. Dia terperanjat dan sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan
kayu, dilihatnya ada kakak
perempuannya mengawasi. Sally
melihat semuanya, tetapi tidak
berkata apapun. Setelah makan, nenek berkata,
"Sally, cuci piring."
Tetapi Sally berkata, "Nenek,
Johnny berkata bahwa dia ingin
membantu didapur, bukankah
demikian Johnny?" Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?" ,
Jadi Johnny mencuci piring. Kemudian kakek menawarkan bila
anak-anak mau pergi memancing,
dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi
aku
perlu Sally untuk membantu
menyiapkan makanan." Tetapi Sally tersenyum dan
berkata, "Tidak apa-apa, karena
Johnny memberitahu kalau ingin
membantu."
Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah. Setelah beberapa hari Johnny
mengerjakan tugas- tugas nya dan
juga tugas-tugas Sally, akhirnya
dia tidak dapat
bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan
mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya,
katanya, "Sayangku, aku tahu.
Tidakkah kau lihat, aku berdiri
dijendela dan
melihat semuanya. Karena aku
mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama
engkau akan membiarkan Sally
memanfaatkanmu." Aku tidak tahu masa lalumu. Aku
tidak tahu dosa apakah yang
dilemparkan musuh kemukamu.
Tetapi apapun itu,
aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri
di'jendela'. Dan Dia melihat
segalanya. Dan karena Dia
mencintaimu, Dia akan
mengampunimu bila engkau
memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau
membiarkan musuh mem
perbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia
tidak hanya mengampuni, tetapi Dia
juga tidak mengingat-ingat lagi
dosamu." Ambil Hikmah dari cerita ini SEMOGA ARTIKEL INI
BERMANFAAT ✿(̆̃̃¤. ¸¸.-"¯`♥♥♥*•.*✿(̆̃̃¤.
¸¸.-"¯`♥♥♥ (⁀‵⁀) ..•❤•.¸✿ ✿.Salam Santun
Erat Silaturahmi ❀ `⋎´✫¸.•°*”˜˜”*°• Ukhuwah Fillah
♥❀
..✫¸.•°*”˜˜”*°•. ♥
☻/ღ˚ •。* ˚✰˚ ˛★* 。 °♥✿.❀
/▌*˛˚ღ •˚ ✰* ★* Keep Spiriit... Keep Istiqomah..
Keep Smile... .♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.DP.♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.~.♥.
Wednesday, January 4, 2012 11:25:32 PM
assalamu'alaikum warahmatulloohi
wabarakaatuh,
"mungkin nggak....salah dalam
mengamalkan ilmu...???" dulu aku pernah buat status:
"terkadang
keluarga,kerabat,sahabat,orang-
orang disekitar kita menjadi cobaan
bagi kita, dan kita memang gak bisa merubah
mereka,
tapi Allah Maha Membolak-balikan
hati manusia, mintalah hidayah Allah untuk
mereka,
sabarlah dalam pengabulan do’a dari
Allah,
dan jangan merasa lelah untuk
mengulang-ulangnya, karna Allah gak akan bosan
mendengar do’a kita...." lalu ada yang coment:
"mungkin g kita yg jadi cobaan bg
mereka?(kluarga,sahabt n org2
dskitar kita?)......." menurutku itu lucu...^_^
karna itu mengingatkanku dengan
status seseorang yang menuliskan
suatu hadits, "Dari Abu Hurairah radhiyallahu
'anhu bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bertanya : Tahukah
kalian siapakah orang yang
bangkrut ( pailit ) itu ? Maka
mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita
adalah orang yang tidak mempunyai
uang dan harta. Maka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
menerangkan : orang yang pailit
dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan
(pahala) shalat, puasa dan
zakatnya, namun dia datang dan
(dahulu di dunianya) dia telah
mencela si ini, menuduh (berzina) si
itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah
memukul orang lain ( dengan tidak
hak ), maka si ini diberikan
kepadanya kebaikan orang yang
membawa banyak pahala ini, dan si
itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis
sebelum dia melunasi segala
dosanya ( kepada orang lain ),
maka kesalahan orang yang
didzalimi di dunia itu dibebankan
kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. (HR.
Muslim) dia menulis tentang
harapannya...agar orang-orang
yang mengejeknya bangkrut karena
pahala mereka diberikan kepada
dia,,
karena dia sudah melakukan/ mengikuti jalan yang benar tapi
orang lain malah banyak yang
menghinanya" jadi inget sebuah hadits..
Dari Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu, dia berkata: Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: “Akan datang kepada
manusia suatu masa, di mana orang yang berpegang teguh dengan
agamanya ibaratnya seperti orang
yang memegang bara api”. (H.R.
At-Tirmidzi). tapi apa bagus...mengharap orang
lain bangkrut...??
bagaimana dengan...
"...dan hendaklah mereka
memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah
Maha Pengampun, Maha
Penyayang." (QS. An Nuur,
24:22) mungkin hadits tentang bangkrut di
atas lebih baik jika kita gunakan
agar lebih hati-hati...
agar kita(khususnya diriku
sendiri) tidak mendzalimi orang
lain... ^_^...tapi aku hanya orang awam
yang baru belajar... kadang aku berfikir...tentang
hadits “Perumpamaan orang-orang
mukmin dalam berkasih sayang
dengan sesama mereka seperti satu
tubuh. Jika salah satu anggota tubuh
sakit, maka seluruh tubuh akan
merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari-
Muslim) apa pantas jika berharap keburukan
buat saudara kita...?? bagaimana jika orang yang
menyalahkan/menghina itu orang
tua sendiri...apa mau berharap
orang tuanya bangkrut..??
ma'af aku kasar... ilmu yang benar...belum tentu
mengamalkannya juga benar...
caraku menyampaikan juga belum
tentu benar...^_^
kadang ada orang yang
mengomentari tulisanku dengan kurang baik...dan itu kadang buat
aku sebel juga...
tapi kalo dipikir....aku bukan
manusia sempurna...banyak
kesalahan yang bisa aku lakukan...
ma'afin yach,,,^_^ buat introspeksi diriku....
jangan selalu merasa diri ini
benar....ilmunya memang
benar....bagaimana denganku yang
mengamalkan..??? ma'af buat seseorang yang
statusnya tak jadikan contoh,,,^_^ ya Allah...mudahkanlah hamba
mencari ilmu...
bantu hamba untuk
mengamalkannya...
beri hamba petunjuk-Mu...
laa haula walaa quwwata illaa billaah...
From
Nasehat Teman.
wabarakaatuh,
"mungkin nggak....salah dalam
mengamalkan ilmu...???" dulu aku pernah buat status:
"terkadang
keluarga,kerabat,sahabat,orang-
orang disekitar kita menjadi cobaan
bagi kita, dan kita memang gak bisa merubah
mereka,
tapi Allah Maha Membolak-balikan
hati manusia, mintalah hidayah Allah untuk
mereka,
sabarlah dalam pengabulan do’a dari
Allah,
dan jangan merasa lelah untuk
mengulang-ulangnya, karna Allah gak akan bosan
mendengar do’a kita...." lalu ada yang coment:
"mungkin g kita yg jadi cobaan bg
mereka?(kluarga,sahabt n org2
dskitar kita?)......." menurutku itu lucu...^_^
karna itu mengingatkanku dengan
status seseorang yang menuliskan
suatu hadits, "Dari Abu Hurairah radhiyallahu
'anhu bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bertanya : Tahukah
kalian siapakah orang yang
bangkrut ( pailit ) itu ? Maka
mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita
adalah orang yang tidak mempunyai
uang dan harta. Maka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
menerangkan : orang yang pailit
dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan
(pahala) shalat, puasa dan
zakatnya, namun dia datang dan
(dahulu di dunianya) dia telah
mencela si ini, menuduh (berzina) si
itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah
memukul orang lain ( dengan tidak
hak ), maka si ini diberikan
kepadanya kebaikan orang yang
membawa banyak pahala ini, dan si
itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis
sebelum dia melunasi segala
dosanya ( kepada orang lain ),
maka kesalahan orang yang
didzalimi di dunia itu dibebankan
kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. (HR.
Muslim) dia menulis tentang
harapannya...agar orang-orang
yang mengejeknya bangkrut karena
pahala mereka diberikan kepada
dia,,
karena dia sudah melakukan/ mengikuti jalan yang benar tapi
orang lain malah banyak yang
menghinanya" jadi inget sebuah hadits..
Dari Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu, dia berkata: Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: “Akan datang kepada
manusia suatu masa, di mana orang yang berpegang teguh dengan
agamanya ibaratnya seperti orang
yang memegang bara api”. (H.R.
At-Tirmidzi). tapi apa bagus...mengharap orang
lain bangkrut...??
bagaimana dengan...
"...dan hendaklah mereka
memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah
Maha Pengampun, Maha
Penyayang." (QS. An Nuur,
24:22) mungkin hadits tentang bangkrut di
atas lebih baik jika kita gunakan
agar lebih hati-hati...
agar kita(khususnya diriku
sendiri) tidak mendzalimi orang
lain... ^_^...tapi aku hanya orang awam
yang baru belajar... kadang aku berfikir...tentang
hadits “Perumpamaan orang-orang
mukmin dalam berkasih sayang
dengan sesama mereka seperti satu
tubuh. Jika salah satu anggota tubuh
sakit, maka seluruh tubuh akan
merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari-
Muslim) apa pantas jika berharap keburukan
buat saudara kita...?? bagaimana jika orang yang
menyalahkan/menghina itu orang
tua sendiri...apa mau berharap
orang tuanya bangkrut..??
ma'af aku kasar... ilmu yang benar...belum tentu
mengamalkannya juga benar...
caraku menyampaikan juga belum
tentu benar...^_^
kadang ada orang yang
mengomentari tulisanku dengan kurang baik...dan itu kadang buat
aku sebel juga...
tapi kalo dipikir....aku bukan
manusia sempurna...banyak
kesalahan yang bisa aku lakukan...
ma'afin yach,,,^_^ buat introspeksi diriku....
jangan selalu merasa diri ini
benar....ilmunya memang
benar....bagaimana denganku yang
mengamalkan..??? ma'af buat seseorang yang
statusnya tak jadikan contoh,,,^_^ ya Allah...mudahkanlah hamba
mencari ilmu...
bantu hamba untuk
mengamalkannya...
beri hamba petunjuk-Mu...
laa haula walaa quwwata illaa billaah...
From
Nasehat Teman.
SMS DA'WAH
Wednesday, January 4, 2012 11:11:54 PM
Dari'Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu'anhu, dia berkata,
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Penutup antara mata jin dan aurat manusia ketika seorang dari mereka memasuki ruang kosong (kamar kecil / WC ) adalah jika ia membaca Bismillaah."
(HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya kitab ash-Shalaah, bab Maa Dzukira minat Tasmiyah'inda Dukhuulil Khalaa', II/504, dan Ibnu Majah dalam Sunannya kitab ath-Thahaarah, bab Maa Yaquulur Rajul idzaa Dakhalal Khalaa', I/109)
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Penutup antara mata jin dan aurat manusia ketika seorang dari mereka memasuki ruang kosong (kamar kecil / WC ) adalah jika ia membaca Bismillaah."
(HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya kitab ash-Shalaah, bab Maa Dzukira minat Tasmiyah'inda Dukhuulil Khalaa', II/504, dan Ibnu Majah dalam Sunannya kitab ath-Thahaarah, bab Maa Yaquulur Rajul idzaa Dakhalal Khalaa', I/109)
Saturday, August 13, 2011 4:09:34 PM
¤
7 Manusia Yang Mendapatkan Perlindungan Allah SWT:
1. Pemimpin yang adil.
2. Anak muda yang saleh.
3. Orang yang hatinya terikat pada masjid.
4. Bersahabat karena Allah.
5. Mampu menghadapi godaan lawan jenis.
6. Ihklas dalam beramal.
7. Zikir kpd Allah dg khusyu.
7 Manusia Yang Mendapatkan Perlindungan Allah SWT:
1. Pemimpin yang adil.
2. Anak muda yang saleh.
3. Orang yang hatinya terikat pada masjid.
4. Bersahabat karena Allah.
5. Mampu menghadapi godaan lawan jenis.
6. Ihklas dalam beramal.
7. Zikir kpd Allah dg khusyu.
Latest comments
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
| ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||


