HISTORICA90

SMAN 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

Subscribe to RSS feed

Masih adakah kejujujuran di dunia Pendidikan Kita ?

Kisah tragis menimpa Ibu Siam, di saat beliau berusaha mengungkap ketidakjujuran di sekolah anaknya. Beliau mungkin sadar bahwa anak seusia Puteranya belum pantas atau tidak pantas untuk diajari tentang "Ketidakjujuran", tetapi sudah menjadi rahasia umum bahwa ketidakjujuran sedang merajalela, jangan-jangan apa yang di tulis oleh salah satu media nasional "Kompas" bahwa negeri ini mengarah pada apa yang di sebut Kleptokrasi ada benarnya. Ternyata Kejujuran sekarang menjadi barang yang sangat mahal harganya, bahwa Ibu Siam rela terusir dari kampungnya demi mengungkap akan ketidakjujuran

Kuantitas atau Kualitas Hasil UN yang dicari ?

Ujian Nasional SMA sudah berlalu, tinggal menunggu informasi kelulusan tanggal 16 Mei 2011, semua berharap cemas dengan hasil yang akan di terima, Lulus dengan hasil baik atau lulus dengan kategori asal lulus, namun demikian Ujian Nasional tahun ini menyisakan banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dibenahi untuk tahun berikutnya. Sejauh ini Ujian Nasional masih dianggap momok yang menakutkan bagi sebagian siswa bahkan sekolah., kata "TIDAK LULUS" itulah yang menjadi monsternya. Bahkan ada bisik-bisik bahwa semua sekolah harus meluluskan 100% siswanya itu tandanya program Kuantitas lebih diutamakan daripada Program Kualitas, semua dikembalikan kepada lembaga terkait, amin cry wine penguin

DIFERENSIASI SOSIAL

Diferensiasi Sosial
Pengertian diferensiasi sosial :
pembedaan anggota masyarakat secara horizontal.
Bentuk-bentuk diferensiasi sosial :
1. Ras : perbedaan ciri fisik, terutama warna kulit.
Macam ras :
a. Mongoloid (berwarna)
b. Kaukasoid (putih)
c. Negroid (hitam)
2. Suku bangsa
a. Sunda
b. Jawa
c. Betawi, dll.
3. Klan : kekerabatan.
Macam kerabat :
a. patrilineal (ayah) : Batak
b. matrilineal (ibu) : Minangkabau
c. bilineal (ayah dan ibu) : Jawa
d. ambilineal (sebagian ayah, sebagian ibu) : Dayak
4. Agama
a. Islam
b. Kristen
c. Hindu
d. Budha
5. Jenis kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
6. Profesi
a. Pedagang
b. Petani
c. Dokter
d. Guru
Mobilitas Sosial
Pengertian mobilitas sosial:
perpindahan status seseorang atau kelompok dari satu kedudukan ke kedudukan lain.
Macam-macam mobilitas sosial:
1. Mobilitas horizontal : pada lapisan yang sama.
Contoh : Pak Fajar, yang sebelumnya mengajar di SMK, sekarang mengajar di SMA.
2. Mobilitas vertikal : pada lapisan yang berbeda.
a. Vertikal naik.
Contoh : Ketika masih remaja, para perwira tinggi TNI adalah taruna Akademi Militer. (UN 2009) (UN 2008)
b. Vertikal turun.
Contoh : Megawati, yang sebelumnya menjadi presiden, sekarang menjadi rakyat biasa.
3. Mobilitas intragenerasi : terjadi dalam satu generasi.
Contoh : Kakak dokter, adiknya guru. (Mobilitas intragenerasi vertikal turun)
4. Mobilitas antargenerasi : terjadi pada dua generasi atau lebih.
Contoh : Ayah dokter, anaknya dokter. (Mobilitas antargenerasi horizontal)
Saluran mobilitas sosial vertikal naik :
a. organisasi politik (UN 2009)
b. organisasi ekonomi
c. perkawinan (UN 2008), dll.
Proses mobilitas sosial seorang individu atau kelompok melalui saluran-saluran dalam masyarakat dinamakan social circulation.
Lembaga pendidikan merupakan social elevator karena lembaga pendidikan dapat mengantarkan seseorang ke lapisan sosial atas, tahap demi tahap.
Faktor penghambat mobilitas sosial : (UN 2008)
a. tingkat pendidikan yang rendah
b. sudah puas dengan apa yang dimiliki
Penelitian Sosial
A. Proses Penelitian
1. Proses Penelitian
1. Merumuskan masalah penelitian.
2. Merumuskan rancangan penelitian.
3. Memilih metode penelitian.
4. Mengumpulkan dan mengolah data hasil penelitian.
5. Membuat laporan penelitian.
6. Mempresentasikan hasil penelitian.
2. Konsep dan Variabel
Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata.
Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi dan generalisasi.
Abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, juga gejala sosial.
Generalisasi adalah menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda, dan gejala sosial yang khusus.
Macam konsep :
a. Konsep konkret : dapat diindera oleh pancaindera.
Contoh : meja, kursi, komputer, motor, sendok.
b. Konsep abstrak : tidak dapat diindera oleh panca indera.
Contoh : masyarakat, organisasi, asimilasi, kebahagiaan, pendidikan.
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai.
Nilai sutu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata. Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diamati dan diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel. Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Contoh: variabel dari konsep pendidikan adalah jenjang pendidikan.
Macam-macam Variabel
a. Variabel bebas/variabel pengaruh merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain.
b. Variabel terikat/variabel terpengaruh adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
Contoh :
prestasi belajar > variabel terikat
ketekunan belajar > variabel bebas
(Ketekunan belajar merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi prestasi belajar)
Hubungan antar Variabel
a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya”.
“Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya”.
b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul”.
3. Jenis Penelitian
a. Berdasarkan hasil yang diperoleh:
- penelitian dasar
- penelitian terapan
b. Berdasarkan bidang yang diteliti:
- penelitian sosial
- penelitian eksakta
c. Berdasarkan tempat penelitian:
- penelitian lapangan
- penelitian kepustakaan
- penelitian laboratorium
d. Berdasarkan teknik yang digunakan:
- penelitian survey
- penelitian percobaan
e. Berdasarkan keilmiahannya:
- penelitian ilmiah
- penelitian non-ilmiah
f. Berdasarkan spesialisasi ilmu garapannya:
- penelitian bisnis
- penelitian komunikasi
- penelitian hukum
- penelitian pertanian
- penelitian ekonomi
g. Berdasarkan kedalaman penelitiannya:
a. Penelitian eksplorasi, yaitu penelitian yang bermaksud mengumpulkan lebih banyak informasi tentang suatu permasalahan tertentu, yang sangat sedikit sekali terdapat informasi mengenai permasalahan tersebut.
b. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud memberikan gambaran suatu gejala sosial tertentu dan sudah ada informasi mengenai gejala sosial tersebut namun belum memadai.
c. Penelitian eksplanasi/analitis, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara suatu gejala sosial dengan gejala sosial lain.
B. Merumuskan Masalah Penelitian dan Menyusun Hipotesis
1. Masalah Penelitian
Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian:
a. Masalah dapat diteliti.
b. Masalah yang diteliti memberikan manfaat.
c. Sesuai dengan minat peneliti.
d. Ada faktor pendukung dari masalah yang diteliti, yaitu tersedianya data yang diperlukan.
2. Menyusun Hipotesis
Bentuk Rumusan Hipotesis
a. Hipotesis deskriptif.
Masalah : Berapa rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J”
Hipotesis : Rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J” adalah 100 buah per hari.
b. Hipotesis komparatif.
Masalah : Bagaimana daya tahan TV merek “P” apabila dibandingkan dengan daya tahan TV merek “Q”
Hipotesis : Daya tahan TV merek “P” lebih lama dibandingkan dengan daya taham TV merek “Q”.
c. Hipotesis asosiatif
Masalah : Bagaimana bentuk hubungan antara inflasi dan harga saham PT “A”.
Hipotesis : Ada hubungan negatif antara inflasi dan harga saham PT “A”.
C. Metode Penelitian
Jenis metode penelitian:
a. Metode historis (sejarah).
b. Metode eksperimental.
c. Metode deskriptif.
d. Metode korelasional (hubungan antara variabel).
Populasi dan Sampel
Populasi adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu.
Sampel adalah sebagian dari populasi.
Teknik pengambilan sampel :
1. Random sampling (UN 2008)
2. Stratified sampling (UN 2009)
Populasi Target dan Populasi Survei
Populasi target : populasi yang telah ditentukan.
Populasi survei : populasi yang terliput dalam penelitian.
(Pada saat penelitian, bisa jadi ada sebagian anggota populasi yang menolak untuk menjadi sumber informasi. Berarti jumlah anggota populasi berkurang. Anggota populasi lain, yang memberikan informasi, itulah yang dinamakan populasi survei.
D. Teknik Pengumpulan Data
a. Teknik kuesioner/angket.
- Kelemahan angket berstruktur dibandingkan dengan wawancara (UN 2008)
b. Teknik wawancara.
- Wawancara berstruktur : ada daftar pertanyaan yang rinci
- Wawancara tidak berstruktur : hanya ada pedoman wawancara secara global
c. Observasi.
- Observasi terlibat (observasi partisipatif) : pengamat ikut berinteraksi dengan masyarakat yang diamati. (UN 2009)
- Observasi tidak terlibat : pengamat tidak berinteraksi dengan masyarakat yang diteliti.
Bentuk pertanyaan:
a. Pertanyaan tertutup: dilengkapi dengan alternatif jawaban.
b. Pertanyaan terbuka: tidak dilengkapi dengan alternatif jawaban.
c. Pertanyaan setengah terbuka: dilengkapi dengan alternatif jawaban tapi juga memberikan kemungkinan jawaban lain.
Jenis data berdasarkan sumber pengambilannya:
a. Data primer: langsung dari lapangan.
b. Data sekunder: dari sumber yang sudah ada/hasil penelitian.
Teknik Pengolahan Data
a. Editing : proses meneliti kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data tersebut cukup baik.
Hal-hal yang perlu diedit pada data :
1) Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk.
2) Kelengkapan pengisian.
3) Dipenuhi tidaknya instruksi sampling.
4) Keserasian.
5) Apakah isi jawaban dapat dipahami.
b. Coding : pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.
c. Statistik sederhana.
- Distribusi frekuensi
- Kecenderungan terpusat :
a. mean (rata-rata)
b. modus (nilai yang sering muncul)
c. median (nilai tengah)
Contoh menentukan mean, modus, dan median untuk data tunggal :
Diketahui : Nilai ulangan sosiologi kelas XII 70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100
Ditanya : mean, modus, median?
Jawab :
a. Mean = jumlah nilai : jumlah data
= (70+70+80+80+80+90+90+100+100) : 9
= 760 : 9
= 84,4
b. Modus = nilai yang paling sering muncul (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) =80
c. Median = nilai yang ada di tengah (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) = 80
Interpretasi data (UN 2008, 2009)
E. Laporan Penelitian
Manfaat penyusunan laporan hasil penelitian :
- Berpikir objektif : mendapatkan data empiris tentang kehidupan sosial (UN 2009)
Format laporan penelitian
1. Bagian pembukaan.
a. Halaman judul.
b. Kata pengantar.
c. Abstrak.
d. Daftar isi, tabel, dan gambar
2. Bagian isi laporan
a. Pendahuluan.
Perumusan latar belakang penelitian berdasarkan :
- Cara berpikir faktual (UN 2008)
b. Landasan teori dan tinjauan pustaka.
c. Metodologi penelitian.
d. Gambaran umum objek penelitian (jika ada)
e. Pembahasan dan analisis.
f. Kesimpulan.
3. Bagian penutup.
a. Daftar pustaka.
b. Lampiran
Cara Menulis Daftar Pustaka
(Sumber dari buku)
Diskusi Hasil Penelitian
Manfaat diskusi hasil penelitian : (UN 2008)
1. Siswa berani untuk mengeluarkan pendapat.
2. Siswa mampu berfikir secara kritis dan inovatif.
3. Memupuk rasa toleransi antar-siswa pasca diskusi kelas.
4. Siswa berani tampil untuk mempraktekan apa yang telah ditelitinya.
Perilaku Menyimpang
Pengertian perilaku menyimpang:
perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Contoh :
Di daerah Aceh, wanita harus mengenakan jilbab. Bila ada wanita yang tidak mengenakan jilbab, berarti ia telah berperilaku menyimpang.
Klasifikasi Perilaku Menyimpang
a. Berdasarkan sifat:
- Penyimpangan positif
- Penyimpangan negatif
b. Berdasarkan jumlah pelaku
- Peyimpangan individual
- Penyimpangan kelompok
c. Berdasarkan jenis
- Tindakan kriminal atau kejahatan: pembunuhan, perampokan.
- Penyimpangan seksual: sodomi, transeksual, masokisme seksual, homoseksual, inces, voyeurisme/scoptophilia, transvestite, kumpul kebo, sadisme seksual, necrophili, zina, pelacuran.
- Pemakaian atau peredaran obat terlarang dam alkoholisme
- Penyimpangan gaya hidup : arogansi, eksentrik.
- Tawuran atau perkelahian antar pelajar.
d. Berdasarkan frekuensi/toleransi
- Penyimpangan primer. (UN 2009)
- Penyimpangan sekunder.
Penyebab Perilaku Menyimpang
a. Sosialisasi yang tidak sempurna. (UN 2009)
b. Sosialisasi sub-budaya menyimpang. (UN 2008)
Teori Penyimpangan
a. Teori Labeling : seseorang yang melakukan penyimpangan primer (penyimpangan pertama), kemudian ia dicap sesuai dengan penyimpangannya, akhirnya ia melakukan penyimpangan sekunder (penyimpangan terus-menerus).
Pengertian sikap anti sosial:
sikap menolak norma yang berlaku di masyarakat.
Penyebab sikap anti sosial:
merasa norma yang dianutnya lebih benar daripada norma yang berlaku di masyarakat.
Integrasi Sosial
Pengertian integrasi sosial : proses menyatunya berbagai unsur dalam masyarakat.
Yang dimaksud dengan unsur adalah kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti suku bangsa, umat beragama, dan lain-lain.
Bentuk-bentuk integrasi sosial :
a. Aspek fisik : adanya keluarga, lembaga masyarakat, dan negara.
Penjelasan : adanya negara menunjukkan bahwa berbagai kelompok dalam masyarakat pada suatu wilayah tertentu telah bersatu membentuk suatu wadah bersama, yaitu negara.
b. Aspek psikis : adanya kesadaran diri untuk menyatu dengan yang lainnya.
c. Aspek hubungan sosial : adanya kerja sama antara yang satu dengan yang lainnya.
d. Aspek proses : adanya usaha untuk mengurangi perbedan.
Syarat berhasilnya integrasi sosial :
a. Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.
b. Tercapainya konsensus mengenai nilai-nilai dan norma sosial.
c. Norma-norma berlaku cukup lama dan konsisten.
Fase-fase integrasi :
a. akomodasi
b. kerjasama
c. koordinasi
d. asimilasi
Faktor pendorong integrasi sosial :
a. Faktor internal :
- kesadaran diri sebagai makhluk sosial
- tuntutan kebutuhan
- jiwa dan semangat gotong royong
b. faktor eksternal :
- tuntutan perkembangan zaman
- persamaan kebudayaan
- terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
- persaman visi, misi, dan tujuan
- sikap toleransi
- adanya kosensus nilai
- adanya tantangan dari luar
Konflik Sosial
Pengertian konflik :
pertentangan antar individu atau antar kelompok.
Pandangan tentang Konflik
a. Tradisional: konflik negatif karena dapat merusak solidaritas sosial.
b. Modern: konflik positif karena hidup menjadi dinamis.
c. Netral: konflik merupakan hal yang wajar karena manusia berbeda-beda sehingga akan timbul konflik.
Penyebab konflik dalam masyarakat : adanya berbagai perbedaan dalam masyarakat. Misalnya perbedaan cara pikir, suku bangsa, agama, kebudayaan, dan lain-lain.
Berbagai bentuk konflik dalam masyarakat:
a. Konflik horizontal : konflik antar kelompok yang sederajat. Contoh : konflik antar suku bangsa.
b. Konflik vertikal : konflik antar kelas sosial. Contoh : konflik antara karyawan dengan pimpinan.
Strategi Mengatasi Konflik
a. Cara produktif:
1) Withdrawal, yaitu menunggu sambil berusaha memahami situasi setelah kira-kira mampu dan yakin dapat berhasil baru melangkah untuk mengatasinya.
2) Assertif, yaitu berusaha mengatasi secara tegas dan dengan cara yang baik, serta berusaha membina hubungan yang baik dengan pihak lain ditandai dengan adanya kemauan baik untuk saling mengerti dan memahami alasan, pertimbangan, dan kepentingan pihak lain.
3) Adjusting, yaitu berusaha menyesuaikan diri dengan pihak lain.
b. Cara tidak produktif:
1) Avoidance, yaitu menghindar dari konflik.
2) Force, yaitu menggunakan kekuatan fisik, ancaman, teror, dan paksaan.
3) Mengabaikan adanya konflik karena menganggap konflik tersebut tidak penting.
4) Blame, yaitu menyalahkan orang lain karena sumber konflik tidak jelas.
5) Silencers, yaitu bersikap supaya orang lain diam dengan cara menangis, menggunakan kata sarkasme yang menyinggung masalah pribadi.
Bentuk-bentuk akomodasi (usaha menyelesaikan konflik) :
a. kompromi : mengurangi tuntutan
b. mediasi : mengundang pihak ketiga sebagai penasihat
c. arbitrasi : mengundang pihak ketiga sebagai pemutus perkara
d. konsiliasi : mempertemukan pihak yang bertikai untuk membuat kesepakatan (UN 2009)
e. ajudikasi : melalui pengadilan
Cara mengatasi konflik yang lain:
a. Win-win solution, yaitu setiap pihak ingin menang.
b. Win-lose solution, yaitu salah satu ada yang mengalah.
c. Lose-lose solution, yaitu kedua pihak sama-sama mengalah.
Teori Konflik Karl Marx
Karl Marx melihat masyarakat manusia sebagai sebuah proses perkembangan yang akan mengakhiri konflik dengan konflik. Ciri utama hubungan sosial adalah perjuangan kelas dan revolusi. Kapitalisme akan membuat pemisahan yang tajam antara mereka yang menguasai alat produksi, yaitu kelompok borjuis dan tenaga buruh atau golongan proletar. Menurut ramalan Marx, konflik akan selalu terjadi dimana kelompok proletar akan memberontak melawan kelompok borjuis. Kaum proletar akan memenangkan perjuangan kelas ini dan akan menciptakan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara.
Keanekaragaman dalam Masyarakat (Masyarakat Majemuk / Masyarakat Multikultural)
Pengertian masyarakat multikultural :
masyarakat yang terdiri dari banyak kebudayaan.
Pengertian masyarakat majemuk :
masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok.
Ciri-ciri masyarakat majemuk menurut Vandenberg :
a. Segmentasi (terbagi) ke dalam kelompok-kelompok.
b. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).
c. Sering mengalami konflik.
d. Integrasi sosial atas paksaan.
e. Dominasi (penguasaan) suatu kelompok atas kelompok lain.
Istilah lain kemajemukan masyarakat adalah diferensiasi sosial (lihat materi diferensiasi sosial).
Jenis-jenis masyarakat majemuk :
a. kompetisi seimbang : kelompok-kelompok yang ada mempunyai kekuasaan yang seimbang.
b. mayoritas dominan : kelompok terbesar mendominasi. Contohnya : Indonesia.
c. minoritas dominan : kelompok kecil yang mendominasi.
d. fragmentasi : masyarakat terdiri dari banyak kelompok yang kecil, tidak ada yang mendominasi.
Faktor penyebab kemajemukan masyarakat Indonesia :
a. Letak dan keadaan geografi Indonesia.
- Banyak pulau : keanekaragaman etnik
- Antara dua samudra dan benua : keanekaragaman agama.
b. Keanekaragaman cara hidup masyarakat Indonesia
*Perbedaan curah hujan dan perbedaan kesuburan tanah, timbul perbedaan pertanian :
- pertanian sawah
- pertanian ladang, pertanian tanah kering, pertanian berpindah.
Pengertian kelompok sosial :
himpunan manusia yang hidup bersama.
Kriteria himpunan manusia dapat disebut kelompok menurut Soerjono Soekanto :
1. Setiap anggota kelompok menyadari bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
2. Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lain.
3. Adanya faktor yang dimiliki bersama, misal : politik.
4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
5. Bersistem dan berproses.
Tipe kelompok sosial :
1. Kategori statistik : umur, contoh : kelompok remaja.
2. Kategori sosial : sadar akan ciri bersama, contoh : Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
3. Kelompok sosial : kesatuan manusia yang hidup bersama dan saling berinteraksi, contoh : keluarga.
4. Kelompok tidak teratur : berkumpulnya orang pada tempat yang sama karena pusat perhatian yang sama, contoh : orang antri karcis.
5. Organisasi formal : kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan telah ditentukan terlebih dahulu, contoh : birokrasi.
Pengendalian Sosial
Pengertian pengendalian sosial : upaya yang dilakukan agar anggota masyarakat tidak melanggar norma.
Sifat pengendalian sosial :
1. Preventif (pencegahan) (UN 2009)
2. Represif (pemulihan)
Cara pengendalian sosial :
1. Persuasif (dengan bimbingan)
2. Koersif (dengan kekerasan)
Teknik pengendalian sosial :
1. Gosip : menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. (UN 2008)
Sosialisasi dan Kepribadian
SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi :
proses belajar yang dialami individu sejak masa kanak-kanak sampai masa tuanya.
Tujuan sosialisasi :
1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya.
4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya.
Agen sosialisasi:
1. Keluarga
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi:
a. Sosialisasi represif, yang mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.
Cirinya:
1) menghukum perilaku yang keliru.
2) kepatuhan anak kepada orang tua
3) komunikasi sebagai perintah
4) sosialisasi berpusat pada orang tua
5) anak memperhatikan harapan orang tua
b. Sosialisasi partisipatif, yang mengutamakan adanya partisipasi pada anak.
Cirinya:
1) memberi imbalan bagi perilaku baik
2) otonomi pada anak
3) komunikasi sebagai interaksi
4) sosialisasi berpusat pada anak
5) orang tua memperhatikan keinginan anak
2. Sekolah
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim.”
3. Kelompok pergaulan
4. Media massa
Bentuk-bentuk sosialisasi :
a. Sosialisasi primer : di keluarga (UN 2009)
- Terkait dengan kesinambungan moralitas masyarakat, lembaga keluarga memiliki fungsi membentuk dasar kepribadian individu. (UN 2009)
b. Sosialisasi sekunder : di luar keluarga
Faktor-faktor penghambat dalam sosialisasi:
a. Kemampuan berbahasa
b. Kepandaian bergaul
c. Kehidupan masyarakat yang terisolir
d. Kesulitas dalam melakukan komunikasi
e. Hambatan alam
f. Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu lain
g. Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi
h. Terjadinya kesenjangan kebudayaan antarkelompok dalam masyarakat
KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian:
ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang individu:
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosiologis
(Roucek dan Warren)
Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian:
kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi.
Ada hubungan erat antara sosialisasi dan kebudayaan. (UN 2009)
Penjelasan: apa yang disosialisasikan berdasarkan budaya yang dianut.
Contoh : orang Jawa tentu mensosialisasikan budaya Jawa.
Tahap-tahap sosialisasi:
a. Masa anak-anak
- Preparatory stage (meniru)
- Play stage (bermain peran)
b. Masa remaja
- Game stage (mengidentifikasi diri seperti tokoh idolanya)
c. Masa dewasa
- Generalized other (menyesuaikan diri
Sosialisasi dan Kepribadian
SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi :
proses belajar yang dialami individu sejak masa kanak-kanak sampai masa tuanya.
Tujuan sosialisasi :
1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya.
4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya.
Agen sosialisasi:
1. Keluarga
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi:
a. Sosialisasi represif, yang mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.
Cirinya:
1) menghukum perilaku yang keliru.
2) kepatuhan anak kepada orang tua
3) komunikasi sebagai perintah
4) sosialisasi berpusat pada orang tua
5) anak memperhatikan harapan orang tua
b. Sosialisasi partisipatif, yang mengutamakan adanya partisipasi pada anak.
Cirinya:
1) memberi imbalan bagi perilaku baik
2) otonomi pada anak
3) komunikasi sebagai interaksi
4) sosialisasi berpusat pada anak
5) orang tua memperhatikan keinginan anak
2. Sekolah
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim.”
3. Kelompok pergaulan
4. Media massa
Bentuk-bentuk sosialisasi :
a. Sosialisasi primer : di keluarga (UN 2009)
- Terkait dengan kesinambungan moralitas masyarakat, lembaga keluarga memiliki fungsi membentuk dasar kepribadian individu. (UN 2009)
b. Sosialisasi sekunder : di luar keluarga
Faktor-faktor penghambat dalam sosialisasi:
a. Kemampuan berbahasa
b. Kepandaian bergaul
c. Kehidupan masyarakat yang terisolir
d. Kesulitas dalam melakukan komunikasi
e. Hambatan alam
f. Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu lain
g. Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi
h. Terjadinya kesenjangan kebudayaan antarkelompok dalam masyarakat
KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian:
ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang individu:
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosiologis
(Roucek dan Warren)
Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian:
kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi.
Ada hubungan erat antara sosialisasi dan kebudayaan. (UN 2009)
Penjelasan: apa yang disosialisasikan berdasarkan budaya yang dianut.
Contoh : orang Jawa tentu mensosialisasikan budaya Jawa.
Tahap-tahap sosialisasi:
a. Masa anak-anak
- Preparatory stage (meniru)
- Play stage (bermain peran)
b. Masa remaja
- Game stage (mengidentifikasi diri seperti tokoh idolanya)
c. Masa dewasa
- Generalized other (menyesuaikan diri)
Interaksi Sosial
Manusia punya naluri gregariousness, yaitu naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. (UN 2008)
Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bersama dengan orang lain yaitu untuk :
a. memenuhi kebutuhan hidupnya
b. mempertahankan diri
c. meneruskan generasi atau keturunan
d. hidup bersama
Pengertian tindakan sosial : tindakan yang berorientasi pada orang lain.
Pengertian interaksi sosial :
hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antarperseorangan, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya.
Interaksi sosial merupakan proses terjadinya aksi dan reaksi. (UN 2008)
Pola interaksi :
a. antarindividu
b. antara individu dan kelompok
c. antarkelompok
Faktor-faktor pendorong interaksi :
a. imitasi
b. sugesti : pendapat seseorang yang diterima tanpa kritik.
- Biasanya pendapat tersebut diberikan oleh :
* Tokoh politik : Bung Karno
* Artis : Deddy Mizwar
c. identifikasi
d. simpati
e. empati (UN 2009)
Syarat terjadinya interaksi sosial : (UN 2008)
a. kontak sosial
- sifat : primer dan sekunder
- cara : verbal dan nonverbal
b. komunikasi
- komunikasi sekunder : komunikasi tidak tatap muka. (UN 2008)
Bentuk-bentuk interaksi sosial :
a. Proses asosiatif
1) kerja sama : kerukunan, bargaining, kooptasi, koalisi, joint venture
-bargaining : tukar-menukar barang dan jasa
2) akomodasi : koersi, kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi, stalemate, ajudikasi
*Stalemate (kebuntuan) adalah kondisi dimana pihak yang bertikai menghentikan konflik karena kekuatan seimbang. Contoh kasus stalemate adalah konflik antarfaksi mujahidin di Afghanistan. Mereka bertempur, namun akhirnya berhenti karena merasa tidak dapat mengalahkan lawan, sama kuat.
3) akulturasi
4) asimilasi
b. Proses disosiatif
- persaingan/kompetisi (UN 2009)
- kontravensi
- konflik
Tahap keteraturan :
a. tertib sosial
b. keteraturan
c. keajegan
d. terpola
Penelitian Sosial
A. Proses Penelitian
1. Proses Penelitian
1. Merumuskan masalah penelitian.
2. Merumuskan rancangan penelitian.
3. Memilih metode penelitian.
4. Mengumpulkan dan mengolah data hasil penelitian.
5. Membuat laporan penelitian.
6. Mempresentasikan hasil penelitian.
2. Konsep dan Variabel
Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata.
Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi dan generalisasi.
Abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, juga gejala sosial.
Generalisasi adalah menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda, dan gejala sosial yang khusus.
Macam konsep :
a. Konsep konkret : dapat diindera oleh pancaindera.
Contoh : meja, kursi, komputer, motor, sendok.
b. Konsep abstrak : tidak dapat diindera oleh panca indera.
Contoh : masyarakat, organisasi, asimilasi, kebahagiaan, pendidikan.
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai.
Nilai sutu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata. Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diamati dan diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel. Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Contoh: variabel dari konsep pendidikan adalah jenjang pendidikan.
Macam-macam Variabel
a. Variabel bebas/variabel pengaruh merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain.
b. Variabel terikat/variabel terpengaruh adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
Contoh :
prestasi belajar > variabel terikat
ketekunan belajar > variabel bebas
(Ketekunan belajar merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi prestasi belajar)
Hubungan antar Variabel
a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya”.
“Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya”.
b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul”.
3. Jenis Penelitian
a. Berdasarkan hasil yang diperoleh:
- penelitian dasar
- penelitian terapan
b. Berdasarkan bidang yang diteliti:
- penelitian sosial
- penelitian eksakta
c. Berdasarkan tempat penelitian:
- penelitian lapangan
- penelitian kepustakaan
- penelitian laboratorium
d. Berdasarkan teknik yang digunakan:
- penelitian survey
- penelitian percobaan
e. Berdasarkan keilmiahannya:
- penelitian ilmiah
- penelitian non-ilmiah
f. Berdasarkan spesialisasi ilmu garapannya:
- penelitian bisnis
- penelitian komunikasi
- penelitian hukum
- penelitian pertanian
- penelitian ekonomi
g. Berdasarkan kedalaman penelitiannya:
a. Penelitian eksplorasi, yaitu penelitian yang bermaksud mengumpulkan lebih banyak informasi tentang suatu permasalahan tertentu, yang sangat sedikit sekali terdapat informasi mengenai permasalahan tersebut.
b. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud memberikan gambaran suatu gejala sosial tertentu dan sudah ada informasi mengenai gejala sosial tersebut namun belum memadai.
c. Penelitian eksplanasi/analitis, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara suatu gejala sosial dengan gejala sosial lain.
B. Merumuskan Masalah Penelitian dan Menyusun Hipotesis
1. Masalah Penelitian
Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian:
a. Masalah dapat diteliti.
b. Masalah yang diteliti memberikan manfaat.
c. Sesuai dengan minat peneliti.
d. Ada faktor pendukung dari masalah yang diteliti, yaitu tersedianya data yang diperlukan.
2. Menyusun Hipotesis
Bentuk Rumusan Hipotesis
a. Hipotesis deskriptif.
Masalah : Berapa rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J”
Hipotesis : Rata-rata penjualan buku cabang PT “X” di kota “J” adalah 100 buah per hari.
b. Hipotesis komparatif.
Masalah : Bagaimana daya tahan TV merek “P” apabila dibandingkan dengan daya tahan TV merek “Q”
Hipotesis : Daya tahan TV merek “P” lebih lama dibandingkan dengan daya taham TV merek “Q”.
c. Hipotesis asosiatif
Masalah : Bagaimana bentuk hubungan antara inflasi dan harga saham PT “A”.
Hipotesis : Ada hubungan negatif antara inflasi dan harga saham PT “A”.
C. Metode Penelitian
Jenis metode penelitian:
a. Metode historis (sejarah).
b. Metode eksperimental.
c. Metode deskriptif.
d. Metode korelasional (hubungan antara variabel).
Populasi dan Sampel
Populasi adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu.
Sampel adalah sebagian dari populasi.
Teknik pengambilan sampel :
1. Random sampling (UN 2008)
2. Stratified sampling (UN 2009)
Populasi Target dan Populasi Survei
Populasi target : populasi yang telah ditentukan.
Populasi survei : populasi yang terliput dalam penelitian.
(Pada saat penelitian, bisa jadi ada sebagian anggota populasi yang menolak untuk menjadi sumber informasi. Berarti jumlah anggota populasi berkurang. Anggota populasi lain, yang memberikan informasi, itulah yang dinamakan populasi survei.
D. Teknik Pengumpulan Data
a. Teknik kuesioner/angket.
- Kelemahan angket berstruktur dibandingkan dengan wawancara (UN 2008)
b. Teknik wawancara.
- Wawancara berstruktur : ada daftar pertanyaan yang rinci
- Wawancara tidak berstruktur : hanya ada pedoman wawancara secara global
c. Observasi.
- Observasi terlibat (observasi partisipatif) : pengamat ikut berinteraksi dengan masyarakat yang diamati. (UN 2009)
- Observasi tidak terlibat : pengamat tidak berinteraksi dengan masyarakat yang diteliti.
Bentuk pertanyaan:
a. Pertanyaan tertutup: dilengkapi dengan alternatif jawaban.
b. Pertanyaan terbuka: tidak dilengkapi dengan alternatif jawaban.
c. Pertanyaan setengah terbuka: dilengkapi dengan alternatif jawaban tapi juga memberikan kemungkinan jawaban lain.
Jenis data berdasarkan sumber pengambilannya:
a. Data primer: langsung dari lapangan.
b. Data sekunder: dari sumber yang sudah ada/hasil penelitian.
Teknik Pengolahan Data
a. Editing : proses meneliti kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data tersebut cukup baik.
Hal-hal yang perlu diedit pada data :
1) Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk.
2) Kelengkapan pengisian.
3) Dipenuhi tidaknya instruksi sampling.
4) Keserasian.
5) Apakah isi jawaban dapat dipahami.
b. Coding : pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.
c. Statistik sederhana.
- Distribusi frekuensi
- Kecenderungan terpusat :
a. mean (rata-rata)
b. modus (nilai yang sering muncul)
c. median (nilai tengah)
Contoh menentukan mean, modus, dan median untuk data tunggal :
Diketahui : Nilai ulangan sosiologi kelas XII 70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100
Ditanya : mean, modus, median?
Jawab :
a. Mean = jumlah nilai : jumlah data
= (70+70+80+80+80+90+90+100+100) : 9
= 760 : 9
= 84,4
b. Modus = nilai yang paling sering muncul (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) =80
c. Median = nilai yang ada di tengah (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) = 80
Interpretasi data (UN 2008, 2009)
E. Laporan Penelitian
Manfaat penyusunan laporan hasil penelitian :
- Berpikir objektif : mendapatkan data empiris tentang kehidupan sosial (UN 2009)
Format laporan penelitian
1. Bagian pembukaan.
a. Halaman judul.
b. Kata pengantar.
c. Abstrak.
d. Daftar isi, tabel, dan gambar
2. Bagian isi laporan
a. Pendahuluan.
Perumusan latar belakang penelitian berdasarkan :
- Cara berpikir faktual (UN 2008)
b. Landasan teori dan tinjauan pustaka.
c. Metodologi penelitian.
d. Gambaran umum objek penelitian (jika ada)
e. Pembahasan dan analisis.
f. Kesimpulan.
3. Bagian penutup.
a. Daftar pustaka.
b. Lampiran
Cara Menulis Daftar Pustaka
(Sumber dari buku)
Diskusi Hasil Penelitian
Manfaat diskusi hasil penelitian : (UN 2008)
1. Siswa berani untuk mengeluarkan pendapat.
2. Siswa mampu berfikir secara kritis dan inovatif.
3. Memupuk rasa toleransi antar-siswa pasca diskusi kelas.
4. Siswa berani tampil untuk mempraktekan apa yang telah ditelitinya.
Nilai dan Norma Sosial
NILAI SOSIAL
Pengertian nilai sosial adalah :
- segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat.
- anggapan masyarakat tentang sesuatu yang diharapkan, indah, dan benar. (UN 2008)
Bentuk-bentuk nilai :
1. Pemikiran (– bersifat abstrak) (UN 2008)
2. Perilaku
3. Benda
Contoh nilai dalam masyarakat Indonesia :
- masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai keramahan, sehingga bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah.
- masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai kepedulian sosial, sehingga ketika ada musibah gempa di Padang, 30 September 2009, bantuan dari berbagai daerah segera datang.
Macam-macam nilai menurut Notonegoro :
1. Nilai material : nilai yang berguna bagi jasmani manusia.
2. Nilai kerohanian : nilai yang berguna bagi rohani manusia.
3. Nilai vital : nilai yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas.
Nilai dominan : nilai yang dianggap lebih tinggi dari nilai yang lain.
Internalized value : nilai yang sudah mendarah daging/menjadi kepribadian.
NORMA SOSIAL
Pengertian norma sosial : aturan berperilaku dalam masyarakat.
Macam-macam norma berdasarkan daya ikatnya/sanksi yang diberikan : (UN 2008)
1. Cara (usage)
Contoh : cara makan, tidak mengeluarkan bunyi (UN 2008)
2. Kebiasaan (folkways)
Contoh : memberi hadiah kepada orang yang berprestasi, bermaaf-maafan pada hari raya Idul Fitri.
3. Tata kelakuan (mores)
Contoh : larangan membunuh, memperkosa.
4. Adat (custom)
Contoh : larangan menguburkan jenazah di Bali dan larangan merusak hutan pada suku Kajang Tana Toa di Sulawesi Selatan, sanksinya dikucilkan.
5. Hukum (law)
Contoh : larangan mencuri
Macam-macam norma dalam masyarakat :
1. Norma kesopanan : norma yang bersumber dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat.
Contoh : tidak meludah sembarangan, tidak meletakkan kaki di atas meja.
2. Norma kesusilaan, contoh : tidak boleh melecehkan wanita, tidak bermesraan di tempat umum
3. Norma agama, contoh : mendirikan shalat
- Fungsi norma agama bagi kehidupan masyarakat : menjaga solidaritas masyarakat beragama (UN 2008)
4. Norma kebiasaan, contoh : bersalaman ketika bertemu
5. Norma hukum
Perubahan Sosial
Pengertian perubahan sosial :
segal perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.
Bentuk-bentuk perubahan sosial :
a. perubahan cepat dan perubahan lambat
1) perubahan cepat (revolusi)
*Revolusi : perubahan yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.
2) perubahan lambat (evolusi)
b. perubahan kecil dan perubahan besar
c. perubahan direncanakan dan perubahan tidak direncanakan
Faktor-faktor penyebab perubahan sosial :
a. faktor internal :
- penemuan baru
- bertambah atau berkurangnya penduduk
- terjadinya pemberontakan atau revolusi
- pertentangan dalam masyarakat
b. faktor eksternal :
- bencana alam*
- masuknya kebudayaan dari masyarakat lain
- peperangan dengan negara lain
Salah satu dampak negatif dari kontak dengan budaya asing adalah westernisasi (pembaratan).
Westernisasi adalah proses peniruan budaya barat.
Stratifikasi Sosial
Pengertian Stratifikasi Sosial
: pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.
Kriteria Stratifikasi Sosial
1. Kekayaan
a. Orang kaya
b. Orang miskin
Contoh stratifikasi sosial berdasarkan besarnya penghasilan dari pekerjaan : (UN 2008)
a. Pengusaha besar
b. Pengusaha menengah
c. Pengusaha kecil
2. Kekuasaan
a. Presiden
b. Gubernur dst s.d. Rakyat
3. Ilmu Pengetahuan
a. Pendidikan Tinggi
b. Pendidikan Menengah
c. Pendidikan Dasar
4. Kehormatan
a. Orang yang banyak jasanya
b. Orang biasa
Gambar piramida stratifikasi sosial
: semakin ke atas jumlah anggotanya semakin sedikit. (UN 2007, 2008)
Proses terbentuknya stratifikasi sosial :
1. Terjadi dengan sendirinya. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan.
2. Sengaja dibentuk. Contoh : struktur organisasi kelas.
Sifat Stratifikasi Sosial
1. Tertutup : tidak bisa pindah lapisan. Contoh : sistem kasta.
2. Terbuka : bisa pindah lapisan. Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan.
Kasta di India :
1. Brahmana.
2. Ksatria
3. Waysa
4. Sudra
Gelar kasta di Bali :
1. Brahmana : Ida Bagus/Ida Ayu.
2. Ksatria : Dewa, Cokorda, Anak Agung, Ngakan.
3. Waysa : Gusti, I Gusti.
4. Sudra : I Made, I Wayan, I Nyoman, Pande, Pasek.
Sifat kasta :
1. Status diperoleh dengan kelahiran.
2. Perkawinan endogami.
3. Keanggotaan kasta berlangsung seumur hidup.
Unsur pembentuk stratifikasi sosial : status dan peran. (UN 2007)
Macam-macam status :
1. Ascribed status : tanpa usaha. Contoh : anak Brahmana.
2. Achieved status : dengan usaha. Contoh : status mahasiswa.
3. Assigned status : diberikan. Contoh : gelar Bapak Koperasi.
Macam-macam peran :
1. Ascribed roles : tanpa usaha.
2. Achieved roles : dengan usaha.
3. Actual roles : sesuai keadaan.
4. Expected roles : sesuai peraturan atau ketentuan.
Konsekuensi adanya pelapisan sosial:
kalangan atas mendapatkan berbagai keistimewaan dalam menikmati fasilitas hidup, sebaliknya dengan kalangan bawah.

BANGSA EROPA

 Kolonialisme
Kolonialisme berasal dari kata colonus yang artinya petani. Istilah ini diberikan pada para petani Yunani yang pindah dari negerinya yang tandus & pindah ke daerah lain lebih subur. Para colonus tetap menjalin hubungan dengan negara asalnya, tapi oleh negara asal, daerah tadi dianggap sebagai bagian negara induk & harus tunduk pada negara asal. Dari sinilah muncul awal penjajahan (imperialisme). Jadi kolonialisme adalah suatu sistem pemukiman warga suatu negara di luar wilayah induknya atau negara asalnya. Biasanya daerah koloni di seberang lautan & dijadikan bagian wilayah mereka.
 Imperialisme
Dari kata Latin imperare yang artinya menguasai.Orang yang menguasai disebut imperator yang berarti raja atau penguasa. Imperium adalah daerah yang dikuasai imperator. Imperator menguasai bangsa yang mendiami wilayah imperium dengan alasan agar mereka merasa lebih aman atau lebih sejahtera. Jadi imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lain. Penjajahan dilakukan dengan jalan membentuk pemerintahan jajahan atau menanamkan pengaruh dalam semua bidang kehidupan daerah yang dijajah. Walaupun kolonialisme dan imperialisme berasal dari kata dan pengertian yang berbeda; namun dalam praktek berarti satu yaitu penjajahan oleh bangsa satu terhadap bangsa lain. Kolonialisme lebih diartikan pada proses pembentukan atau penguasaan wilayah, sedangkan imperialisme lebih diartikan pada praktek penjajahannya.
Macam-macam imperialisme umumnya dibedakan menjadi 2 yakni kuno & modern.
Sebelum revolusi industri (abad 18) & setelah revolusi industri bertujuan:
 Glory (mencari kejayaan)
 Gold (mencari kekayaan)
 Gospel (menyebarkan agama kristen)
Mencari daerah baru untuk:
 tempat mencari bahan mentah/baku industri
 pemasaran hasil indutri
 tempat penanaman modal
Masuknya kekuatan Barat & berkembang kolonialisme - imperialisme Barat di Indonesia
Latar belakang pelayaran orang-orang Eropa ke dunia timur dimulai peristiwa dikuasainya Kota Konstantinopel (ibukota Romawi Timur) oleh Bangsa Turki dalam Perang Salib (1453) membawa perubahan besar bagi bangsa Eropa. Kesultanan Turki melarang orang Kristen membeli rempah-rempah dari Konstantinopel waktu itu menjadi satu-satunya pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa. Hal inilah yang akhirnya memaksa orang orang Eropa berlayar ke dunia timur bertujuan mencari sendiri pusat rempah-rempah dunia. Selain latar belakang di atas ada juga beberapa faktor yang mempercepat keinginan dari bangsa Eropa untuk mengadakan pelayaran samodera, yaitu:
 Keinginan membuktikan teori Copernicus (heliosentris)
 Keinginan membuktikan teori Galileo Galilei menyatakan bahwa bumi itu bulat
 Keinginan membuktikan kisah perjalanan Marcopolo dalam bukunya Imago Mundi menceritakan keajaiban & kemakmuran di dunia timur (Cina)
 Ditemukannya kompas sebagai alat penunjuk arah dalam perjalanan
 Adanya semangat penaklukan (reconquista) orang-orang Islam di seluruh dunia
Negara-negara pelopor perjalanan ke dunia timur
Masa ketika negara-negara Eropa melakukan perjalanan ke dunia timur dikenal sebutan abad penjelajahan samudera. Negara-negara pelopornya Portugis dan Spanyol. Berikut tokoh-tokohnya :
 Portugis :
o Bartholomeus Diaz (sampai ujung selatan Afrika 1486)
o Vasco da Gama (sampai India 1498)
o Alfonso d’ Albuquerque (sampai Malaka 1511, Maluku 1512)
 Spanyol:
o Colombus (penemu jalan ke Amerika, mendarat di Kep.Bahama & Haiti 1492)
o Hernando Cortez ( ekspedisi Meksiko 1485 – 1547)
o Magelhaenz (pengeliling dunia pertama 1519 – 1522)
Negara-negara Eropa lain seperti Inggris, Perancis, Belanda, dll. akhirnya mengikuti jejak Portugis dan Spanyol mengadakan penjelajahan samudera. Akibatnya:
 Ditemukannya benua baru oleh bangsa Eropa, seperti Amerika, Australia.
 Munculnya penjajahan yang dirasakan oleh bangsa pribumi
 Pengenalan budaya barat kepada penduduk asli

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Secara umum kedatangan bangsa barat di Indonesia dilatarbelakangi adanya kebutuhan mendesak mencari rempah-rempah, yang kemudian diikuti oleh mencari kejayaan dan menyebarkan agama (Glory, Gold, Gospel). Bangsa-bangsa barat yang pernah menjajah Indonesia antara lain: Spanyol, Portugis, Inggris, Perancis (tidak langsung), Belanda. Spanyol masuk dari Filipina ke Maluku (Tidore) tahun 1521, Portugis masuk Indonesia dari Malaka ke Maluku (Ternate) 1512. Belanda masuk ke Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Di Indonesia mereka mendirikan VOC (1602). Beberapa Gubernur Jend. Belanda yang memerintah :
1. Jan Pieterzoon Coen (1618), mendirikan benteng di Jayakarta
2. Daendels (1808-1811), terkenal membuat jalan Anyer-Panarukan
Masa penjajahan Inggris, gubernur jenderalnya dijabat oleh Raffles (1811-1814).
Kebijakannya:
1. Membagi Jawa atas 16 karesidenan untuk mempermudah pengawasan
2. Mengangkat para bupati menjadi pegawai negeri
3. Melarang kerja rodi
4. Memperkenalkan sistem sewa tanah (landrente)
5. Membentuk susunan pengadilan model Inggris
Berdasarkan Perjanjian Convention of London (1814) maka Inggris menyerahkan Indonesia kepada Belanda. Diangkatlah Van Den Bosch menjadi penguasa di Indonesia dengan tugas mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mengisi kas Belanda yang kosong. Kemudian tercipta politik paling menyengsarakan rakyat yaitu Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Penjajahan menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat Indonesia, hal inilah yang kemudian menimbulkan usaha perlawanan rakyat menentang kekuasaan penjajah.
Perlawanan Rakyat Menentang Penjajahan Asing
Sebab-sebab terjadinya perlawanan :
1. Penerapan berbagai politik pemerasan yang menyengsarakan rakyat, misal:
a. politik devide et impera
b. politik monopoli
c. politik pax neerlandica
2. Campur tangan penjajah terhadap urusan keraton
3. Kekecewaan rakyat akibat kurang dihargainya budaya penduduk pribumi, dll.
Bentuk-bentuk perlawanan:
1. Perang Maluku (1817)
o Sebab umum : ketidakpuasan rakyat akibat penerapan politik pemerasan yang diterapkan misalnya; monopoli cengkeh, pelayaran hongi
o Cara perlawanan : menyerbu benteng Belanda Duurstede di Saparua
o Tokoh : Pattimura, Christina Martha Tiahahu, Anthoni Reebok, dll
2. Perang Paderi (1821-1838)
o Sebab :
 Pertentangan aliran Wahabi (ingin pemurnian islam) dgn Tasawuf (islam tradisional)
 Adanya kebiasaan buruk yang ingin diberantas misal; mabuk, judi dll
 Pertentangan antara Hukum Adat (matrilinial) dgn Hukum Islam (patrilinial)
 Perebutan pengaruh antara kaum adat dengan kaum ulama
 Adanya campur tangan Belanda sehingga situasi memanas
o Cara perlawanan : melalui perang
o Tokoh : Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Gapuk, Tuanku Nan Cerdik, dll
3. Perang Diponegoro (1825-1830)
o Sebab umum :
 Kekuasaan raja Mataram yang semakin kecil dan terbatas, dibaginya wilayah kerajaan menjadi 4 lewat Perjanjian Giyanti
 Dikuranginya hak-hak kaum bangsawan keraton
 Beban rakyat semakin berat akibat pemerasan oleh penjajah
o Sebab khusus :
 Pembuatan jalan kereta api melewati makam leluhur P. Diponegoro tanpa izin
o Cara perlawanan: melalui pemberontakan di seluruh tanah Jawa
o Tokoh : P. Diponegoro, Sentot Alibasyah, P. Mangkubumi, Kyai Mojo, dll
4. Perang Aceh (1873-1904)
o Sebab perang :
 Perbedaan tafsiran Sumatera Timur, Belanda maupun Kerajaan Aceh
 Dibuka Terusan Suez menjadikan Aceh penting dalam pelayaran internasional
 Adanya pelaksanaan politik Pax Neerlandica oleh Belanda
 Penolakan rakyat Aceh terhadap tuntutan Belanda agar Aceh tidak berhubungan dengan negara asing & mengakui Belanda sebagai yang dipertuan
o Cara perlawanan : melalui pemberontakan bersenjata
o Tokoh : Teuku Umar, Teungku Cik Di Tiro, Cut Nyak Din, dll
5. Perang Bali (1846-1909)
o Sebab perang :
 Tuntutan Belanda menghapuskan hukum Tawan Karang ditolak raja-raja Bali
 Raja-raja Bali dipaksa mengakui kedaulatan Belanda
o Cara perlawanan : melalui Perang Puputan
o Tokoh : I Gustu Ketut Jelantik, I Gusti Ngurah Made Kerangasem, dll
6. Perang Banjarmasin (1859-1863)
o Sebab perang :
 Terjadinya perselisihan mengenai tahta kerajaan P. Tamjidillah & P. Hidayat, di mana Belanda kemudian campur tangan
 Keinginan Belanda untuk menerapkan politik Pax Neerlandica di sana
o Cara perlawanan: melalui perlawanan rakyat
o Tokoh : P. Hidayat, P. Antasari, dll.
7. Perang Tapanuli (1878-1907)
o Sebab perang :
 Penentangan Raja Tapanuli masih menganut animisme atas penyebaran agama kristen oleh Belanda
 Adanya keinginan Belanda menerapkan politik Pax Neerlandica
o Cara perlawanan : melalui perlawanan rakyat
o Tokoh : Sisingamangaraja XII

Berbagai pemberontakan di atas semuanya dapat dipadamkan oleh Belanda karena kurangnya persatuan dan hanya mempertahankan daerahnya sendiri. Awal abad 20 Belanda telah dapat menguasai seluruh wilayah Indonesia sehingga penerapan politik Pax Neerlandica dapat dikatakan berhasil. Dalam perkembangannya awal abad 20 ini pula perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia mengalami perubahan yaitu melalui berbagai organisasi modern. Ini terjadi akibat positif dari Politik Etis.

1. Bangsa Portugis (1511)
Bangsa portugis menguasai malaka tahun 1511 dibawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Bangsa portugis datang ke Indonesia bertujuan untuk mencari rempah2. Bangsa Indonesia menolak bangsa Portugis karena:
 Portugis akan melakukan monopoli perdangan rempah2
 Portugis akan merampas kedaulatan raja-raja Indonesia
Perlawanan terhadap bangsa Portugis pernah dilakukan oleh Raja Demak Raden Patah dengan mengutus putranya Pati Unus; tetapi mengalami kegagalan. Portugis diterima oleh kerajaan Ternate karena:
 Portugis membeli rempah2 dengan harga tinggi
 Portugis diminta untuk membantu menyerang kerajaan Tidore
Pada awalnya sikap portugis baik dengan rakyat Ternate, tetapi lama-kelamaan bersikap sebaliknya. Maka rakyat Ternate mengadakan perlawanan dengan sebab2:
 Portugis melakukan monopoli sehingga merugikan rakyat
 Kerajaan Ternate harus mengakui kekuasaan portugis
 Portugis menangkap dan membunuh Sultan Hairun
Pengaruh Portugis di Indonesia:
 Berkembangnya agama Katolik dan Kristen
 Penggunaan nama2 Portugis dan Indonesia Timur
 Bangunan2 berupa benteng
 Berkembangnya musik keroncong, dsb.

2. Bangsa Spanyol (1521)
Ekspedisi yang dipimpin oleh Ferdinand de Magelhaen dan Yuan Sebastian Del Cono sampai Filipina tahun 1521. Magelhein meninggal dalam pertempuran di Filipina dan perjalanan dilanjutkan oleh Sebastian Del Cono, sampai Maluku tahun 1521. Kemudian bertemu dengan Portugis sehingga terjadi perselisihan. Perselisihan diakhiri dengan Perjanjian Saragosa yang isinya: keturunan portugis disebelah barat garis saragosa dan spanyol di sebelah timur garis saragosa

3. Bangsa Belanda (1596)
Bangsa Belanda sampai di Indonesia tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Peter Keyzer. Tujuan bangsa Belanda adalah berdagang rempah2, untuk melancarkan usahanya maka dibentuk VOC tahun 1602.
Tujuan voc sbb :
-Menyaingi kongsi2 dagang lainnya, co: EIC
-Menyaingi pedagang2 Belanda lain
-Meningkatkan keuangan negara
-Memonopoli perdagangan rempah2
Dalam memperkuat posisi VOC, pemerintah Belanda mengangkat Gubernur Jendral Pieter Both. Tidak lama pada tahun 1603 digantikan oleh Jon Pieterzoon Coen (J.P. Coen). VOC memiliki hak2 istimewa yang disebut hak octroi:
 Hak untuk memiliki tentara sendiri
 Hak untuk mencetak mata uang
 Hak untuk mengadakan perjanjian dengan raja2 Indonesia
 Hak untuk memonopoli rempah2
 Hak untuk memerintah daerah yang diduduki
Upaya2 VOC untuk menguasai perdagangan:
 Memonopoli perdagangan
 Hongi tochen (mengawasi para pedagang Maluku agar tak menjual rempah2 ke pedagang lain)
 Ekstipasi (menebang tanaman rempah2 milik rakyat agar tidak berlebihan)
 Contingenten (rakyat wajib membayar pajak berupa hasil bumi)
 Verplichte leverentie (rakyat wajib membayar pajak berupa hasil bumi di wilayah yang tidak dikuasai oleh VOC)
 Pleanger stelsel (kewajiban rakyat menanam kopi)
VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 karena :
 Keuangan VOC semakin defisit
 Pegawai2 VOC banyak yang melakukan korupsi
 Banyak uang yang dikeluarkan untuk membiayai perang
 Kalah bersaing dengan kongsi dagang Inggris dan Perancis
 Banyak mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia
 Rakyat Indonesia sudah tidak mampu membeli barang2 yang dipasarkan VOC
Setelah VOC dibubarkan, pemerintah Belanda mengangkat Willem Daendels sebagai gubernur jendral di Indonesia yang bertugas:
 Mempertahankan Jawa dari kekuasaan Inggris
 Membentuk pemerintahan di Indonesia
 Memperbaiki masalah keuangan
Untuk melaksanakannya, Daendels mengambil kebijakan dalam bidang pertahanan:
 Meningkatkan jumlah prajurit
 Membangun jalan raya dari Anyer-Panarukan
 Membangun armada pertahanan laut di Surabaya dan Batavia
 Membangun pelabuhan di Ujung Kulon dan Surabaya
Bidang pemerintahan:
 Membentuk sekretaris negara
 Membentuk lembaga peradilan di Surabaya
 Memindahkan pusat pemerintahan dari Sunda Kelapa ke Jayakarta
 Menyingkirkan raja2 menghalangi kebijakannya
Bidang keuangan:
 Mengeluarkan uang kertas
 Menjual tanah2 kepada partikelis (swasta) seperti Cina dan Arab
 Memborongkan kepada swasta dalam memungut pajak
 Membentuk badan pengawas keuangan

4. Bangsa Inggris (1811)
Pada tahun 1811, Inggris mampu menguasai daerah jajahan Belanda, maka Belanda harus menandatangani Kapitulasi Tuntang (18 September 1811):
 Daerah jajahan Belanda diserahkan kepada Inggris
 Tentara Belanda menjadi tawanan Inggris
 Orang2 Belanda dapat menjadi pegawai Inggris
Pemerintahan Inggris di Indonesia (1811-1816) berdasarkan Kapitulasi Tuntang, Inggris resmi menguasai Indonesia, maka Gubernur Jendral EIC, Lord Minto menunjuk Stanford Raffles untuk membentuk pemerintahan di Indonesia untuk memperbaiki:
 Bidang pemerintahan
o Indonesia (P. Jawa) dibagi menjadi 16 karesidenan
o Para bupati diangkat menjadi pegawai negeri
o Daerah keraton Jogjakarta dan Surakarta dipersempit
o Mengurangi kekuasaan raja
 Bidang keuangan
o Melaksanakan system perdagangan bebas
o Melaksanakan system sewa tanah/ land rent
o Melanjutkan system perdagangan perkebunan kopi
o Memonopoli perdagangan garam
 Bidang social
o Menghapuskan system perbudakan
o Mengurangi pengaruh kekuasaan tradisional
Jasa2 Raffles selama memerintah Indonesia:
 Mendukung lembaga kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang bernama bataviaasch genootschop di Harmoni
 Menulis buku The History of Java
 Menemukan bunga Rafflesia Arnoldi
 Istrinya, Olivia Marianne, merintis Kebun Raya Bogor
 Mengembalikan sultan sepuh menjadi Sultan Yogyakarta
Tahun 1813 terjadi koalisi Belanda - Inggris untuk menghadapi Napoleon Bonaparte. Tahun 1814 Inggris - Belanda menandatangani Konvensi London berisi:
 Inggris mengembalikan wilayah Indonesia kepada Belanda
 Inggris berkuasa di India
Penyerahan Indonesia dari Inggris ke tangan Belanda pada tahun 1816. Sejak itu, kekuasaan inggris berakhir di Indonesia.

Sistem tanam paksa (Cultuur Stelsel) dilaksanakan tahun 1830 oleh Van der Bosch. Tujuannya mengisi kekosongan keuangan khas negara. Programnya:
 Sistem sewa tanah dengan uang harus dihapuskan
 Sistem tanam bebas harus diganti dengan tanam wajib
 Pajak tanah harus dibayar dengan hasil bumi atau tanaman
 Kerja wajib/ rodi
Pelaksanaan dan program tanam paksa banyak terjadi penyimpangan sehingga mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Akibat penyimpangan tersebut, kaum humanis dan liberal menuntut tanam paksa dibubarkan.
Tokoh-tokohnya adalah L.Vibalis, Dr. W. Bosch, Fransen Van de Putte, Barn van Hoevel dan Dr. Douwes Dekker
Akibat positif tanam paksa bagi Indonesia:
 Indonesia mengenal berbagai macam tanaman
 Indonesia mengetahui daerah2 yang cocok untuk jenis tanaman tertentu
 Indonesia mengetahui cara merawat dan memanennya
 Indonesia mengetahui cara mengolah tanah
Akibat negative tanam paksa :
 Rakyat Indonesia tetap miskin
 Banyak sawah/lading terlantar
 Rakyat mengalami kelaparan sehingga muncul berbagai macam penyakit
Atas desakan kaum liberal dan humanis secara bertahap, cultuur stelsel dibubarkan dan berakhir tahun 1870.

Setelah cultuur stelsel dibubarkan, pemerintah Belanda melaksanakan sistem usaha bebas/ swasta, sehingga para pemilik modal memiliki kebebasan mengembangkan usahanya. Menteri jajahan De Waal tahun 1870 mengajukan UU Agrarian (agrarische wet) pada pemerintah untuk:
 Melindungi para pengusaha asing
 Melindungi status dan kepemilikan tanah para pribumi
Setelah usaha bebas/ swasta dibuka, banyak perkebunan2 dibuka kembali. Keuntungannya dengan Belanda :
 Para pengusaha mendapatkan keuntungan besar
 Hasil kekayaan Indonesia mengalir ke Eropa/ Belanda
 Belanda mampu membangun industri2 baru
 Belanda mampu membangun bidang transportasi
 Belanda mampu membangun pelabuhan2 baru
Kerugian bangsa Indonesia :
 Indonesia tetap miskin
 Indonesia tetap menderita
 Indonesia tetap menjadi daerah eksploitasi Belanda
 Kondisi ekonomi dan sosial bangsa Indonesia semakin buruk
 Banyak tanah yang disewa oleh para pengusaha

Politik Etis (Etika)
Kaum liberal dan humanis (kaum progresif) tahun 1890 mengusulkan parlemen Belanda mengubah kebijakan politik daerah jajahan karena bangsa Belanda mendapat banyak keuntungan. Canraad Theodore van Deventeer (1899) menulis di majalah De Gids berjudul Een Eereschuld (utang budi) yang intinya Belanda sudah selayaknya membalas budi pada bangsa Indonesia. Cara membalasnya:
 Edukasi/pendidikan
 Irigasi/pengairan
 Transmigrasi
Kenyataannya hanya menguntungkan pihak belanda karena :
 Edukasi: mencetak tenaga pendidik & upah yang murah
 Irigasi: mengairi perkebunan & tanah2 milik belanda
 Transmigrasi: memenuhi TK perkebunan2 milik Belanda terkhusus luar Jawa
Khusus untuk pendidikan/ edukasi membawa kemajuan karena menghasilkan kaum terpelajar/ intelektual yang berusaha membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan.
Tokoh intelektual tersebut adalah :
 Dr. Cipto Mangunkusumo
 Dr. Wahidin Sudirohusodo
 Dr. Sutomo

RALAT UNDANGAN PELEPASAN SISWA KELAS XII SMAN 1 KALIANDA

DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH SISWA DAN WALI MURID KELAS XII SERTA SISWA KELAS X DAN XI BAHWA ACARA PELEPASAN SISWA KELAS XII AKAN DILAKSANAKAN PADA :
HARI JUM'AT TANGGAL 13 MEI 2011, BERTEMPAT DI AULA RUMAH DINAS BUPATI LAMPUNG SELATAN YANG TERLETAK DI JALAN SOEKARNO HATA ( DEPAN PERUMNAS HARTONO ), ACARA AKAN DI MULAI PUKUL 07.30, JADI MOHON DATANG TEPAT WAKTU, TERIMA KASIH DAN HARAP MAKLUM
heart wizard

KISAH PROKLAMASI INDONESIA

Sebelum Proklamasi Pegangsaan 17 Agustus 1945. Ada dua Proklamasi yang sudah diumumkan di dua tempat. Pertama : Proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942 dan Proklamasi Cirebon 15 Agustus 1945. Namun kedua proklamasi ini tidak diakui, dan sekaligus membuktikan bahwa memang kepemimpinan bangsa ini hanya ada pada dua orang : Sukarno dan Hatta.

Nani Wartabone, Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 23 Januari 1942. Yang dikenal sebagai Proklamasi Gorontalo. Dan dengan berani mengibarkan bendera merah putih setelah mendengar kekalahan Hindia Belanda pada Perang Laut Jawa dan Sebelum mendaratnya Jepang ke Jawa.
Nani Wartabone, (lahir 30 Januari 1907 – meninggal di Suwawa, Gorontalo, 3 Januari 1986 pada umur 78 tahun), yang dianugerahi gelar "Pahlawan Nasional Indonesia" pada tahun 2003, adalah putra Gorontalo dan tokoh perjuangan dari provinsi yang terletak di Sulawesi Utara itu. Perjuangannya dimulai ketika ia mendirikan dan menjadi sekretaris Jong Gorontalo di Surabaya pada 1923. Lima tahun kemudian, ia menjadi Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo.

Tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, ia bersama masyarakat setempat terlebih dulu memproklamasikan kemerdekaan Gorontalo, yaitu pada tanggal 23Januari 1942.

Setelah tentara Sekutu dikalahkan Jepang pada Perang Asia-Pasifik, Belanda merencanakan pembumihangusan Gorontalo yang dimulai pada 28 Desember 1941 dengan mulai membakar gudang-gudang kopra dan minyak di Pabean dan Talumolo....

Memimpin perlawanan rakyat

Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo mencoba menghalanginya dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo. Pada 23 Januari, dimulai dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo bergerak mengepung kota. Pukul lima subuh Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah.

Proklamasi kemerdekaan

Selesai penangkapan, Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu "Indonesia Raya" di halaman Kantor Pos Gorontalo. Peristiwa itu berlangsung pada pukul 10, dan Nani Wartabone sebagai inspektur upacaranya.

Di hadapan massa rakyat, ia berpidato: "Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban."

Sore harinya, Nani Wartabone memimpin rapat pembentukan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG) yang berfungsi sebagai Badan Perwakilan Rakyat (BPR) dan Nani dipilih sebagai ketuanya.

Empat hari kemudian, Nani Wartabone memobilisasi rakyat dalam sebuah rapat raksasa di Tanah Lapang Besar Gorontalo. Tujuannya adalah mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan itu dengan risiko apapun

Jepang menguasai Gorontalo

Sebulan sesudah "Proklamasi Kemerdekaan Nasional" di Gorontalo, tentara Jepang mulai mendarat. Pada 26 Februari sebuah kapal perang Jepang yang bertolak dari Manado berlabuh di pelabuhan Gorontalo. Nani Wartabone menyambut baik bala tentara Jepang ini dengan harapan kehadiran mereka akan menolong PPPG. Ternyata sebaliknya, Jepang justru melarang pengibaran bendera Merah Putih dan menuntut warga Gorontalo bersedia tunduk pada Jepang.

Nani Wartabone menolak permintaan ini. Namun karena tidak kuasa melawan Jepang, ia kemudian memutuskan meninggalkan kota Gorontalo dan kembali ke kampung kelahirannya Suwawa, tanpa ada penyerahan kedaulatan.

Di Suwawa Nani Wartabone mulai hidup sederhana dengan bertani. Rakyat yang berpihak kepada Nani Wartabone akhirnya melakukan mogok massal sehingga Gorontalo bagaikan kota mati. Melihat situasi ini, Jepang melalui kaki tangannya melancarkan fitnah, bahwa Nani Wartabone sedang menghasut rakyat berontak kepada Jepang.

Akibat fitnah itu, Nani Wartabone akhirnya ditangkap pada 30 Desember 1943 dan dibawa ke Manado. Di sini, Nani Wartabone mengalami berbagai siksaan. Salah satu siksaan Jepang yang masih melekat dalam ingatan masyarakat Gorontalo hingga saat ini adalah, ketika Nani Wartabone selama sehari semalam ditanam seluruh tubuhnya kecuali bagian kepala di pantai di belakang Kantor Gubernur Sulawesi Utara sekarang. Hampir sehari kepala Nani Wartabone dimainkan ombak dan butir-butir pasir. Nani Wartabone baru dilepaskan Jepang pada 6 Juni 1945, saat tanda-tanda kekalahan Jepang dari Sekutu mulai tampak.

Jepang kalah

Setelah menyerah kepada Sekutu, Jepang masih tetap menghormati Nani Wartabone sebagai pemimpin rakyat Gorontalo. Ini terbukti dengan penyerahan pemerintahan Gorontalo dari Jepang kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sejak hari itu Sang Saka Merah Putih kembali berkibar di bumi Gorontalo setelah diturunkan Jepang sejak 6 Juni 1942. Anehnya, setelah penyerahan kekuasaan itu, Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo tidak mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta keesokan harinya. Mereka baru mengetahuinya pada 28 Agustus 1945.

Untuk memperkuat pemerintahan nasional di Gorontalo yang baru saja diambil alih dari tangan Jepang itu, Nani Wartabone merekrut 500 pemuda untuk dijadikan pasukan keamanan dan pertahanan. Mereka dibekali dengan senjata hasil rampasan dari Jepang dan Belanda. Pasukan ini dilatih sendiri oleh Nani Wartabone, sedangkan lokasi latihannya dipusatkan di Tabuliti, Suwawa. Wilayah ini sangat strategis, berada di atas sebuah bukit yang dilingkari oleh beberapa bukit kecil, dan bisa memantau seluruh kota Gorontalo. Di tempat ini pula, raja-raja Gorontalo zaman dahulu membangun benteng-benteng pertahanan mereka.

Setelah menerima berita proklamasi di Jakarta, pada tanggal 1 September 1945 Nani Wartabone membentuk Dewan Nasional di Gorontalo sebagai badan legislatif untuk mendampingi kepala pemerintahan. Dewan yang beranggotakan 17 orang ini terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat dan ketua parpol. G. Maengkom yang pernah menjadi Menteri Kehakiman Rl dan Muhammad Ali yang pernah menjadi Kepala Bea Cukai di Tanjung Priok adalah dua dari 17 orang anggota dewan tersebut.


Ditangkap Belanda

Sayangnya, keadaan ini tidak berlangsung lama karena Sekutu masuk. Bagi Belanda yang memboncengi Sekutu ketika itu, Nani Wartabone adalah ancaman serius bagi niat mereka untuk kembali menjajah Indonesia, khususnya Gorontalo. Mereka berpura-pura mengundang Nani Wartabone berunding pada 30 November 1945 di sebuah kapal perang Sekutu yang berlabuh di pelabuhan Gorontalo, lalu Belanda menawannya. Nani Wartabone langsung dibawa ke Manado.

Di hadapan Pengadilan Militer Belanda di Manado, Nani Wartabone dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun dengan tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942. Dari penjara di Manado, Nani Wartabone dibawa ke Morotai yang kemudian dipindahkah ke penjara Cipinang di Jakarta pada bulan Desember 1946. Hanya sebelas hari di Cipinang, Nani kembali dibawa ke penjara di Morotai. Di sini ia kembali mengalami siksaan fisik yang sangat kejam dari tentara pendudukan Belanda. Dari Morotai, ia dikembalikan lagi ke Cipinang, sampai dibebaskan pada tanggal 23 Januari 1949, setelah pengakuan kedaulatan Indonesia.

Kembali ke Gorontalo

Tanggal 2 Februari 1950, Nani Wartabone kembali menginjakkan kakinya di Gorontalo, negeri yang diperjuangkan kemerdekaannya. Rakyat dan Dewan Nasional yang berjuang bersamanya menyambut kehadirannya dengan perasaan gembira bercampur haru dan tangis. Kapal Bateku yang membawa Nani Wartabone disambut di tengah laut oleh rakyat Gorontalo. Nani Wartabone kemudian ditandu dari pelabuhan dibawa keliling kota dengan semangat patriotisme.

Rakyat kemudian membaiatnya untuk menjadi kepala pemerintahan kembali. Namun Nani Wartabone menentang bentuk pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang ada pada saat itu. Gorontalo sendiri berada dalam Negara Indonesia Timur. Menurutnya, RIS hanyalah pemerintahan boneka yang diinginkan Belanda agar Indonesia tetap terpecah dan mudah dikuasai lagi.

Nani Wartabone kembali menggerakkan rakyat Gorontalo dalam sebuah rapat raksasa pada tanggal 6 April 1950. Tujuan rapat raksasa ini adalah menolak RIS dan bergabung dengan NKRI. Peristiwa ini menandakan, bahwa Gorontalo adalah wilayah Indonesia pertama yang menyatakan menolak RIS.

Pada periode ini hingga tahun 1953, Nani Wartabone dipercaya mengemban beberapa jabatan penting, di antaranya kepala pemerintahan di Gorontalo, Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selepas itu, Nani Wartabone memilih tinggal di desanya, Suwawa. Di sini ia kembali turun ke sawah dan ladang dan memelihara ternak layaknya petani biasa di daerah terpencil.

Melawan PERMESTA

Ketenangan hidup Nani Wartabone sebagai petani kembali terusik, ketika PRRI/PERMESTA mengambil alih kekuasaan di Gorontalo setelah Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Jiwa patriotisme Nani Wartabone kembali bergejolak. la kembali memimpin massa rakyat dan pemuda untuk merebut kembali kekuasaan PRRI/PERMESTA di Gorontalo dan mengembalikannya ke pemerintahan pusat di Jakarta.

Sayangnya, pasukan Nani Wartabone masih kalah kuat persenjataanya dengan pasukan pemberontak. Oleh karena itu, ia bersama keluarga dan pasukannya terpaksa masuk keluar hutan sekedar menghindar dari sergapan tentara pemberontak. Saat bergerilya inilah, pasukan Nani Wartabone digelari "Pasukan Rimba".

Berbagai cara dilakukan Nani Wartabone agar bisa mendapat bantuan senjata dan pasukan dari Pusat. Baru pada bulan Ramadhan 1958 datang bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa. Berkat bantuan kedua pasukan dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan inilah, Nani Wartabone berhasil merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.

Setelah PRRI/PERMESTA dikalahkan di Gorontalo itu, Nani Wartabone kembali dipercaya memangku jabatan-jabatan penting. Misalnya, sebagai Residen Sulawesi Utara di Gorontalo, lalu anggota DPRGR sebagai utusan golongan tani. Setelah peristiwa G30S tahun 1965, Nani Wartabone kembali berdiri di barisan depan rakyat Gorontalo guna mengikis habis akar-akar komunisme di wilayah itu. Nani Wartabone yang pernah menjadi anggota MPRS Rl, anggota Dewan Perancang Nasional dan anggota DPA itu, akhirnya menutup mata bersamaan dengan berkumandangnya azan shalat Jumat pada tanggal 3 Januari 1986, sebagai seorang petani di desa terpencil, Suwawa, Gorontalo.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional

Pada peringatan Hari Pahlawan 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Nani Wartabone melalui ahli warisnya yang diwakili oleh salah seorang anak laki-lakinya, Hi Fauzi Wartabone, di Istana Negara, pada tanggal 7 November 2003. Wartabone ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003.

Untuk mengenang perjuangannya di kota Gorontalo dibangun Tugu Nani Wartabone untuk mengingatkan masyarakat Gorontalo akan peristiwa bersejarah 23 Januari 1942 itu.

Proklamasi Cirebon 15 Agustus 1945, Proklamasi buatan Sjahrir untuk memfait accomply Sukarno tapi tidak berhasil. Sukarno dan Hatta hanya bisa diyakinkan oleh jaminan leher Maeda dan Subardjo bahwa Djepang akan baik-baik saja dan tidak bertindak menterang Indonesia. Inilah jalan cerita Proklamasi 15 Agustus Cirebon 1945. Teks Proklamasi dibawah arahan Sjahrir dan terdiri dari 300 kata. Ayah Juwono Sudarsono-lah, Dokter Sudarsono yang membacakan sementara Syahrir tidak hadir dan dia berada di Jakarta untuk mengikuti perkembangan pemuda dalam mempengaruhi Sukarno.

Begitu Jepang kalah perang, Sjahrir ingin kemerdekaan Indonesia dikumandangkan secepatnya.

Proklamasi Cirebon dibacakan lebih cepat.

Yang membacakan teks proklamasi arahan Syahrir itu adalah Soedarsono (ayah Mantan Menhan Juwono Sudarsono).

Saat Soedarsono membacakan teks proklamasi, sekitar 150 orang memenuhi alun-alun Kejaksan. Sebagian besar anggota Partai Nasional Indonesia Pendidikan. Cirebon memang merupakan salah satu basis PNI Pendidikan.

Soedarsono sendiri adalah tokoh gerakan bawah tanah pimpinan Sjahrir di Cirebon. Setelah siaran radio BBC pada 14 Agustus 1945 mewartakan kekalahan Jepang oleh Sekutu, Sjahrir berambisi menyiarkan kemerdekaan Tanah Air secepatnya. Sjahrir menunggu Bung Karno dan Bung Hatta untuk menandatangani teks proklamasi sebelum 15 Agustus 1945. Sjahrir khawatir proklamasi yang muncul selewat tanggal itu dianggap bagian dari diskusi pertemuan antara Soekarno, Hatta, dan Marsekal Terauchi di Saigon. Ternyata harapannya tidak tercapai.

Ada dua versi asal-usul penyusunan teks proklamasi versi Cirebon. Menurut Maroeto Nitimihardjo, lewat kesaksian anaknya, Hadidjojo Nitimihardjo, Soedarsono tak pernah menerima teks proklamasi yang disusun Sjahrir. Maroeto adalah salah satu pendiri PNI Pendidikan.

Informasi diperoleh Maroeto ketika bertemu dengan Soedarsono di Desa Parapatan, sebelah barat Palimanan, saat mengungsikan keluarganya selang satu hari sebelum teks dibacakan di Cirebon. Soedarsono mengira Maroeto membawakan teks proklamasi dari Sjahrir.

”Saya sudah bersepeda 60 kilometer hanya untuk mendengar, Sjahrir tidak berbuat apa-apa. Katakan kepada Sjahrir, saya akan membuat proklamasi di Cirebon,” ungkap Hadidjojo dalam buku Ayahku Maroeto Nitimihardjo: Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan, yang pekan-pekan ini akan diterbitkan. Sayang, jejak teks proklamasi yang dibacakan Soedarsono tak berbekas. Tak ada yang memiliki dokumennya.

Kisah berseberangan diungkap Des Alwi, anak angkat Sjahrir. Menurut Des, teks proklamasi yang dibacakan Soedarsono adalah hasil karya Sjahrir dan aktivis gerakan bawah tanah lainnya.

Penyusunan teks proklamasi ini, antara lain, melibatkan Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis. Penyusunan teks dikerjakan di Asrama Prapatan Nomor 10, Jakarta, pada 13 Agustus. Asrama Prapatan kala itu sering dijadikan tempat nongkrong para anggota gerakan bawah tanah.

Des hanya mengingat sebaris teks proklamasi versi kelompok gerakan bawah tanah: ”Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga.”

Dalam buku Rudolf Mrazek berjudul Sjahrir, Sjahrir mengatakan teks proklamasinya diketik sepanjang 300 kata. Teks itu bukan berarti anti-Jepang atau anti-Belanda. ”Pada dasarnya menggambarkan penderitaan rakyat di bawah pemerintahan Jepang dan rakyat Indonesia tidak mau diserahkan ke tangan pemerintahan kolonial lain,” kata Sjahrir seperti ditulis dalam buku Mrazek. Sjahrir pun mengatakan kehilangan teks proklamasi yang disimpannya.

Selain mempersiapkan proklamasi, Sjahrir dengan semangat tinggi mengerahkan massa menyebarkan ”virus” proklamasi. Stasiun Gambir dijadikan arena untuk berdemonstrasi. Stasiun radio dan kantor polisi militer pun sempat akan diduduki. Kala itu, Des dan sekelompok mahasiswa bergerak hendak membajak stasiun radio Hoosoo Kyoku di Gambir agar teks proklamasi tersebar. Usaha tersebut gagal karena Kenpeitai menjaga rapat stasiun radio tersebut.

Tapi simpul-simpul gerakan bawah tanah terus bergerak cepat, menderu-deru dari satu kota ke kota lain, menyampaikan pesan Sjahrir. Dan keinginan Sjahrir agar proklamasi Indonesia segera didengungkan itu pun sampai di Cirebon.

Awalnya Syahrir ngambek pada Bung Karno dan enggan mengakui proklamasi Pegangsaan 17 Agustus 1945 karena Syahrir pesimis dengan hadirnya pejabat-pejabat pro Djepang :

jahrir tak hadir saat Soekarno-Hatta membaca teks proklamasi. Jepang terlalu banyak campur tangan.

JALAN Maluku 19, Menteng, Jakarta, dua hari sebelum proklamasi. Soebadio Sastrosatomo, kala itu 26 tahun, bertamu ke rumah Sjahrir. Badio, begitu Soebadio biasa disapa, adalah pengikut Sjahrir yang setia. Kelak keduanya bersama-sama mendirikan Partai Sosialis Indonesia. Siang terik. Badio haus luar biasa. Sjahrir menawari anak muda itu minum, tapi Badio menolak. Itu hari di bulan Ramadan: Badio sedang puasa....

Ada yang tak biasa pada Sjahrir hari itu: rautnya sumpek. Sebelumnya, si Bung baru saja bertemu dengan Soekarno, yang mengajaknya bermobil keliling Jakarta. Di jalan, Soekarno mengatakan tak secuil pun ada isyarat Jepang akan menyerah. Soekarno ingin membantah informasi yang dibawa Sjahrir sebelumnya bahwa Jepang telah takluk kepada Sekutu.

Sjahrir mengatakan ini sebelum Soekarno-Hatta berangkat ke Dalat, Vietnam, untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi, Panglima Tertinggi Jepang untuk Asia Tenggara. Sjahrir berkesimpulan tak ada gunanya berunding dengan Jepang. Pada 6 Agustus 1945, Jepang toh telah luluh-lantak oleh bom atom Sekutu.

Mengetahui Bung Karno tak mempercayainya, Sjahrir berang. Ia menantang Soekarno dengan mengatakan siap mengantar Bung Besar itu ke kantor Kenpeitai, polisi rahasia Jepang, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, untuk mengecek kebenaran informasi yang ia berikan. Sjahrir mengambil risiko: di kantor intel itu ia bisa saja ditangkap.

Tapi Soekarno menolak. Ia yakin Jepang belum menyerah. Itulah yang membuat Sjahrir marah meski ia tak menyampaikannya secara terbuka kepada Bung Karno.

Kepada Badiolah murka itu dilampiaskan. ”Sjahrir mengumpat Soekarno man wijf, pengecut dan banci,” kata Badio dalam Perjuangan Revolusi (1987). Menurut Badio, itulah marah paling hebat Sjahrir sepanjang persahabatan mereka.

Soekarno tahu Sjahrir sering memakinya. Dalam biografi karya Cindy Adams, Soekarno mengatakan Sjahrir menyalakan api para pemuda. ”Dia tertawa mengejekku diam-diam, tak pernah di hadapanku. Soekarno itu gila… kejepang-jepangan… Soekarno pengecut.”

Sehari sebelum Badio berkunjung, 14 Agustus 1945, Sjahrir dan Hatta menemui Soekarno di rumahnya di Pegangsaan Timur 56 dan meminta Bung Karno segera mengumumkan proklamasi kemerdekaan. Soekarno berjanji mengumumkan proklamasi pada 15 Agustus setelah pukul lima sore. Sjahrir segera menginstruksikan para pemuda mempercepat persiapan demonstrasi. Mahasiswa dan pemuda yang bekerja di kantor berita Jepang, Domei, bergerak cepat menjalankan instruksi itu.

Tapi Sjahrir mencium gelagat Soekarno tak sepenuh hati menyiapkan proklamasi. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, badan yang bertugas menyiapkan kemerdekaan sesuai dengan permintaan Jepang, tak menunjukkan gelagat akan berhenti bekerja.

Panitia misalnya mengagendakan sidang pertama 19 Agustus 1945. Soekarno ketua dan Hatta wakil dalam panitia ini. ”Ini akal-akalan Jepang,” kata Sjahrir dalam Renungan dan Perjuangan. Sjahrir mengusulkan proklamasi tak menunggu Jepang. Proklamasi, kata Sjahrir, bentuk perlawanan terhadap Jepang. Inilah saatnya melancarkan aksi massa. ”Aku penuh semangat. Aku yakin saatnya telah tiba. Sekarang atau tidak sama sekali,” kata Sjahrir.

Pukul lima sore 15 Agustus itu, ribuan pemuda berkumpul di pinggir kota. Mereka siap masuk Jakarta segera setelah proklamasi. Begitu proklamasi disiarkan, pemuda akan langsung berdemonstrasi di Stasiun Gambir. Domei dan Gedung Kenpeitai akan direbut. Ternyata, pukul enam kurang beberapa menit, Soekarno mengabarkan belum akan mengumumkan proklamasi. Soekarno menundanya sehari lagi.

Kabar ini membuat ribuan pemuda pengikut Sjahrir marah. Sjahrir menduga polisi rahasia Jepang tahu rencana proklamasi. Para pemuda mendesak proklamasi diumumkan tanpa Soekarno-Hatta. Tapi Sjahrir tidak setuju. Ia khawatir konflik akan terjadi di antara bangsa sendiri.

Tapi kabar bahwa proklamasi batal diumumkan tak sempat dikabarkan ke Cirebon. Pemuda di Cirebon di bawah pimpinan dokter Soedarsono—ayah Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono—hari itu juga mengumumkan proklamasi versi mereka sendiri. Mereka mengatakan tidak mungkin menyuruh pulang orang yang telah berkumpul tanpa penjelasan.

Pada 15 Agustus tengah malam, Badio menemui Sjahrir. Badio mendesak Sjahrir membujuk Soekarno dan Hatta segera mengumumkan proklamasi. Sejam kemudian, Badio menemui kembali Sjahrir. Tapi, dari Sjahrir, kabar tak enak itu didengar Badio: Dwitunggal menolak menyampaikan proklamasi meski Sjahrir telah mendesak.

Pemimpin pemuda lalu pergi. Menurut Badio, mereka bertemu di Cafe Hawaii, Jakarta. Di sini mereka memutuskan untuk menculik Soekarno. Keputusan ini juga melibatkan kelompok lain, di antaranya Pemuda Menteng 31, seperti Wikana, Chaerul Saleh, dan Soekarni, serta dokter Moewardi dari Barisan Pelopor.

Sekitar pukul dua dinihari, Badio datang lagi ke Sjahrir. Ia mengusulkan penculikan Soekarno. Sjahrir tak setuju. Ia menjamin, besoknya bisa memaksa Bung Besar membaca proklamasi.

Badio pergi. Tapi satu jam kemudian ia kembali, membangunkan Sjahrir, dan mengabarkan bahwa sekelompok pemuda nekat menculik Soekarno-Hatta. Sjahrir meminta, apa pun yang terjadi, di antara mereka jangan bertikai. Yang paling penting, kata Sjahrir, proklamasi harus diumumkan secepatnya. Soekarno dalam otobiografinya menyebut Sjahrir penghasut para pemuda. ”Dialah yang memanas-manasi pemuda untuk melawanku dan atas kejadian pada larut malam itu,” kata Soekarno.

Dalam buku Sjahrir karangan Rudolf Mrazek (1994), Sjahrir disebut-sebut sebagai orang yang menganjurkan Soekarno dibawa ke Rengasdengklok, Jawa Barat—markas garnisun pasukan Pembela Tanah Air.

Ahmad Soebardjo, yang dekat dengan Soekarno, memberi tahu pemimpin Kantor Penghubung Angkatan Laut Jepang Laksamana Tadashi Maeda tentang penculikan itu. Maeda memerintahkan anak buahnya, Nishijima, mencari Wikana di Asrama Indonesia Merdeka. Nishijima dan Wikana bertengkar hebat. Nishijima memaksa Wikana memberi tahu tempat Soekarno-Hatta disembunyikan. Imbalannya: Maeda dan Nishijima akan membantu proklamasi kemerdekaan. Wikana setuju.

Soebardjo, seorang Jepang, dan dua pemuda lainnya—Kunto dan Soediro—lalu menjemput Soekarno-Hatta di Rengasdengklok. Pukul delapan pagi, Kamis, 16 Agustus, dwitunggal itu tiba di Jakarta. Sepanjang hari hingga malam, Soekarno-Hatta dan Maeda berkunjung ke sejumlah perwira penting Jepang. Penguasa militer Jepang mengizinkan proklamasi disampaikan asalkan tak dikaitkan dengan Jepang dan tidak memancing rusuh. Soekarno, Hatta, Maeda, Soebardjo, Nishijima, dan dua orang Jepang lain menyusun teks proklamasi di ruang kerja kediaman Maeda di Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta—kini Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Di pihak lain, Badio dan kelompok pemuda pengikut Sjahrir pada 16 Agustus hingga tengah malam menghimpun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Mereka juga menyiapkan naskah proklamasi versi mereka sendiri. Tapi upaya ini gagal akibat tak solid. Pagi buta 17 Agustus, sebuah delegasi yang dipimpin Soekarni menemui Sjahrir di rumah.

”Pukul tiga pagi, Soekarni memakai bot tinggi dan pedang samurai menemui saya di rumah. Ia melapor teks proklamasi menurut versi kami tidak diterima,” kata Sjahrir. Soekarni juga mendesak Sjahrir ikut perundingan di rumah Maeda. ”Tentu saja, tidak saya terima,” kata Sjahrir.

Pukul 10 pagi, didampingi Hatta, Soekarno membacakan naskah proklamasi. Adapun Sjahrir memilih tak hadir.


Kerajaan Tertua di Indonesia

SALAKANAGARA Kerajaan Tertua Di Indonesia
Setya Dewanta
Kalau ditanya kerajaan tertua di Indonesia, kebanyakan masyarakat indonesia akan menjawab kerajaan Kutai. Anggapan itu bahkan merambah ke buku-buku resmi yang seharusnya didasarkan pada riset dan survey yang serius. Dalam buku-buku sejarah ataupun buku-buku pintar yang banyak beredar di pasaran, Kutai telah dianggap sebagai Kerajaan tertua di Indonesia.

Kerajaan yang bisa disebut Kerajaan Kutai sebenarnya ada dua, Kutai Martadipura dan Kutai Kertanegara. Kutai Martadipura adalah kerajaan hindu yang diperkirakan berdiri sekitar abad ke 4 dan 5. Raja pertamanya adalah maharaja Kudungga.

Kerajaan Kutai Kertanegara sendiri baru berdiri pada awal abad ke-13. Kerajaan baru di Tepian Batu atau Kutai Lama ini raja pertamanya, Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325).

Dengan adanya dua kerajaan di kawasan Sungai Mahakam ini tentunya menimbulkan friksi diantara keduanya. Pada awal abad ke-16 terjadilah peperangan besar diantara kedua kerajaan Kutai ini. Kerajaan Kutai Martadipura berakhir saat raja terakhirnya yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

Kembali ke pertanyaan awal, sebenarnya kerajaan apa yang layak disebut kerajaan tertua di Indonesia atau Nusantara. Tercatat ada sebuah kerajaan yang memiliki peninggalan tertulis cukup tua, yaitu kerajaan Tarumanegara.

Tarumanagara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah yang sekarang menjadi provinsi Banten, Jawa Barat dan Jakarta pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M.

Bukti-bukti tentang kerajaan ini tersebar luas di daerah banten, tapi sumber utama bukti keberadaan Taruma adalah 7 prasasti yang ditemukan di jawa barat. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa Kerajaan Tarumanegara dibangun oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman tahun 358 M.

Kebudayaan Tarumanegara sudah tinggi, seperti tercantum dalam prasasti Tugu, yang menjelaskan tentang penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya (tahun 417). Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan raja-raja tarumanegara untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Konsep ‘banjir kanal’ yang dianggap pemecahan masalah banjir di jakarta saat ini, ternyata sudah dipikirkan oleh raja-raja Tarumanegara.

Tapi apakah kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan tertua di Indonesia? Pertanyaan itu lagi-lagi tidak bisa langsung disetujui.
Pernahkah dengar Salakanagara? Dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) dikisahkan bahwa Jayasinghawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII, penguasa Salakanagara. Karena itu dianggap Salakanagara sudah ada sebelum Tarumanagara.

Kerajaan Salakanegara, berdasarkan Naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara. Konon, kota ini disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang. Argyre digambarkan sebagai sebuah kerajaan kota (polis) yang merupakan tempat perdagangan dan pertanian yang makmur.

Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Raja pertama Salakanagara bernama Dewawarman yang berasal dari India. Ia mula-mula menjadi duta negaranya (India) di Pulau Jawa, kemudian menjadi menantu Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya atau Angling dharma. Istrinya atau anak Aki Tirem bernama Pwahaci Larasati. Saat menjadi raja Salakanagara, Dewawarman I ini dinobatkan dengan nama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara. Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).

Kalau Salakanagara telah tercatat dalam catatan Ptolomeus tahun 150, bisa diartikan bahwa Salakanagara adalah kerajaan pertama di Nusantara yang bisa dibuktikan melalui peninggalannya. Sayang keberadaannya memang masih diperdebatkan, karena peninggalannya tak ada yang dalam bentuk prasasti. Kebanyakan peninggalannya berupa situs pertanian atau religius. Bagaimanapun, keberadaan kerajaan ini patut dijadikan catatan dalam perjalanan sejarah Indonesia, apalagi jika kita ingin menjawab pertanyaan mengenai kerajaan tertua di Indonesia.

CONGRATULATIONS


SMAN 1 KALIANDA TAHUN 2010 MERAIH SUKSES GANDA DI AJANG TINGKAT NASIONAL YAITU MERAIH JUARA PERTAMA PIK-KRR TINGKAT NASIONAL DAN LCT PEMAHAMAN TENTANG UUD 1945 TINGKAT PROPINSI LAMPUNG DAN BERHAK MEWAKILI LAMPUNG KE TINGKAT NASIONAL. SELAMAT BUAT ANAK-ANAK TERUS BERKIPRAH DAN TERUS MAJU, SEKALI LAGI SELAMAT DAN SUKSES

UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH

TANGGAL 22 MARET SAMPAI DENGAN 26 MARET SELURUH SISWA KELAS XII (320 SISWA) SMAN 1 KALIANDA MENGIKUTI UJIAN NASIONAL, DAN MULAI TANGGAL 29 MARET SAMPAI DENGAN 31 MARET MENGIKUTI UJIAN SEKOLAH, SEMENTARA UJIAN PRAKTIK AKAN DILAKSANAKAN MULAI TANGGAL 5 APRIL SAMPAI DENGAN 10 APRIL 2010:no: headbang sing

Guru dan Karyawan

1. Drs. Mawardi <Kepala Sekolah>
2. Drs. Sahono <Guru Bahasa Indonesia>
3. Drs. M Yusuf HD < Waka Humas >
4. Budi Santoso, S.Pd < Guru Geografi >
5. Hj. Entin Rostini, S.Pd < Waka Kurikulum >
6. Bambang Joko P, S.Pd <Waka Sarana Prasarana>
7. Kadir JS, S.Pd < Waka Kesiswaan >
8. Dra. Nurlaila
9. Dra. Yusnidawati
10. Drs. Chairullah
11. Hi.Hari susanto, S.Pd
12. Dodi Gumilar
13. Rumian Hutahaean
14. Iswandi, S.Pd
15. Dewi Ningsih, S.Pd
16. Mukhidayat, S.Pd
17. Wiwin Moedjijanti, S.Sos
18. Susmarwati, S.Sos
19. Syaeri Mz, S.PdI
20. Dra. Kartini
21. Dra. Nailatul Hidayah
22. Suripah, S.Pd
23. heny Wijayanti, S.Pd
24. Eko Nastiti, S.Pd
25. Eka Setiawati, S.Pd
26. Rostidiana, S.Pd
27. Dra. Hernani Jumilah
28. Drs. Minsihmadi
29. Hari Susanto, S.Pd
30. Dra. Intani
31. Yulina, S.Pd
32. Sri Darwati, S.Pd
33. Juana SL Hutabarat, S.Pd
34. Drs. Abdurrahim
35. Budi Sanotos0, S.Pd
36. Tutik Lestari
37. Ahmad Syahrin , S.Pd
38. Saman, S.Pd
39. Nany Ritonga, S.Pd
40. Sri Suryani, S.Pd