Skip navigation.

exploreopera

| Help

Sign up | Help

Chaos_Region.html {2nd Blog}

/* Did you know that freedom isn't large enough to feed us...? */

Saya tidak setuju, <i>Gals</i>....

Hmm...anda tahu bahwa di Indonesia sekarang (Ah, bukan Indonesia saja, bahkan di berbagai negara di belahan dunia) sedang digalakkan persamaan gender. Ya, anda tahu itu. Selama ini banyak wanita yang derajatnya dibawah laki - laki. Wanita agak 'makruh' apabila diperbolehkan bekerja, atau menjadi pengacara, dan lainnya. Intinya, previlege-nya dibatasi.

Dan apabila saya ditanya perihal itu di dalam sebuah rapat diskusi, maka apa yang akan saya jawab....?

"Sejujurnya, saya tidak setuju."


OK, pertama : Ini adalah perspektif saya sebagai laki - laki. Hal yang saya bayangkan tentu akan berbeda apabila saya, seandainya, dilahirkan sebagai seorang perempuan. Kedua, Saya belum menilik banyak contoh yang ada di dunia tentang kasus ini, jadi anggap saja ini adalah pertanyaan kasar saya sebelum di-edit sana - sini.

Tapi apa sebenarnya yang menyebabkan saya berkata seperti ini...? Mari kita lihat. Ah, ya, semua perkataan saya di bawah ini agak serius lho.

1. Mungkin kedepannya nanti, suami hanya akan bersantai - santai di rumah sembari merokok, minum secangkir kopi sambil menonton TV, sementara ibu - ibu mengais uang di luar sana. Apatah alasan yang bisa ditangkap selain "Katanya minta emansipasi..."

2. Khusus umat Islam, saya kira sebagian dari anda pernah mendengar apabila seorang perempuan menjadi imam bagi laki - laki di sebuah sholat Jum'at (Cari di Google), Nah, masa hal seperti itu harus terulang lagi...?

3. Khususnya nanti, akan ada banyak penjahat wanita (Bukan berarti konotatif, Pria yang menjahati wanita. Tapi denotatif, maksud saya.) yang berkeliaran di jalan karena penggalakkan hal tersebut.

4. Dan efek - efek negatif yang saya kira agak aneh seperti :

- Pemerkosaan pria oleh wanita
- Pemeran protagonis nanti semuanya diambil oleh wanita :D

Jadi, maksud saya. Sebaiknya tidak perlu menggalakkan emansipasi wanita terlalu keras, mengingat efek negatif diatas (mungkin) justru akan memperburuk citra wanita di mata dunia. Begini, menggalakan persamaan wanita terhadap pria secara eksplisit saya rasa malah akan menjadi tindakan bunuh diri dikarenakan berbagai perihal di atas. Tak perlu pakai iklan - iklanan. Begitu.

OK, and today, I Announce this..."Kalau ngga tahu ngga usah ikutan"

Comments

avatar
wah bro jangan pikir yg berat2 dong santai aja, salam kenal have fun

By David Febrian Kwee, # 11. July 2007, 07:10:25

avatar
Hwehehehehe...Hanya membahas masalah yang kerap terjadi di Indonesia....

By Death Berry, # 16. July 2007, 08:15:30

avatar
itikkecil writes:

debe... menurut saya kesetaraan gender adalah dimana perempuan ataupun laki-laki dipilih karena kemampuannya. jadi bukan karena dia perempuan lantas tidak jadi dipilih.
Dan jangan lupa, tanpa ribut-ribut soal minta kesetaraan gender banyak ibu-ibu yang terpaksa mengais nafkah di luar rumah karena (entah sial atau beruntung) suaminya tidak mau mencari nafkah dan malah enak-enakan bersantai di rumah sambil nonton tipi dan merokok. Apakah karena mereka terpaksa lantas mereka dianggap sebagai efek negatif dari emansipasi wanita?
Dan kesetaraan gender harusnya tidak melupakan kodrat perempuan. Bukan berarti karena minta persamaan hak lantas mau menjadi imam. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diubah.
nice posting anyway....

By anonymous user, # 17. July 2007, 02:51:33

avatar

Originally posted by "itikkecil":

Dan jangan lupa, tanpa ribut-ribut soal minta kesetaraan gender banyak ibu-ibu yang terpaksa mengais nafkah di luar rumah karena (entah sial atau beruntung) suaminya tidak mau mencari nafkah dan malah enak-enakan bersantai di rumah sambil nonton tipi dan merokok.


Sebenarnya itu hanya salah satu dari KDRT, namun secara implisit dimana suami hanya mempekerjakan istri.

Itu sih salah suami, meski emansipasi memang bisa merubah hal itu, namun apabila digalakkan terlalu keras, para kaum Adam malah bisa menuntut balik lho...

Originally posted by "itikkecil":

Dan kesetaraan gender harusnya tidak melupakan kodrat perempuan. Bukan berarti karena minta persamaan hak lantas mau menjadi imam. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diubah.


Dan itu, saya tidak tahu kebodohan mana yang melegalkan wanita melakukan shalat Jum'at...

Terima kasih. :D

By Death Berry, # 18. July 2007, 12:47:15

avatar
Hai, salam kenal. Kbetulan gw seorang perempuan juga seorang ibu. Kalo menurut gw sah2 aja adanya persamaan gender, selama masih dlm koridor agama.

By Nunuy, # 2. January 2008, 11:48:28

avatar
dj writes:

saya setuju dengan persepsi anda tentang jender. dan juga saya setuju dengan pernyataan bu nunuy. selama (wanita) di dunia ini masih ada pemahaman tentang islam, insya'Allah akan selamat dunia akhirat.:D :D :D

By anonymous user, # 12. May 2008, 09:53:03

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

Please type this security code : 853fc9

Smilies