Apa saja yang kaya dari Indonesia selain ragam budaya, suku, dan alamnya? Yups, Indonesia sungguh kaya dengan kulinernya!
Entah mengapa, lidah saya ini sangat-sangat menyukai masakan-masakan khas Indonesia

. Yah, mungkin karena dari lahir saya tinggal di Indonesia, lidah saya pun lebih terbiasa dengan masakan Indonesia. Apalagi saya juga menyukai jenis masakan yang pedas. Klop banget dengan ragam masakan yang tersedia di bumi nusantara ini, semuanya tetap terasa begitu nikmat ditambah dengan pedasnya sambal

Dan sambal yang ada pun beraneka macam lho! Sambal terasi, sambal pencit, sambal tomat, sambal bawang, sambal kecap, dan masih banyak lainnya… Benar-benar mantappp!
Jadi, kalau ada yang menawarkan untuk mentraktir saya makan, daripada nongkrong di resto fast food atau steak atau masakan luar lainnya, saya akan lebih bahagia dan menikmati, jika anda membawa saya ke tempat yang menyediakan masakan khas Indonesia. Seperti nasi padang dengan bumbunya, ahh.. setiap membayangkannya saja selalu membuat saya meneteskan air liur; bubur menado; pecel dan gado-gado dengan bumbu kacangnya; kayanya rasa pempek; rica-rica; coto makasar; nasi khas madura; gurihnya nasi uduk; lezatnya lalapan ikan bakar khas sunda; pepes;.. Uhmmm, aromanya, rasanya, aduh-aduh benar-benar membangkitkan selera dan membuat saya selalu lapar!!
Itu tadi baru makanan, gimana dengan minuman? Nggak kalah beraneka ragam dan uniknya lho, teman-teman! Ada es ketan merah, bajigur, bandrek, dan banyak lagi. Bahkan kopi luwak, kopi yang paling mahal di seluruh dunia pun berasal dari Indonesia lho! Keren banget kan!
Oia, jajanan khas Indonesia juga nggak kalah mantapnya, dari masing-masing daerah punya jajanan khasnya sendiri-sendiri yang namanya unik-unik. Rasanya? Wahh, jangan ditanya lagi, enak bangettt deh, benar-benar menggigit di lidah!! Plus harganya dijamin murah dan nggak bikin kantong bolong!
Belum lagi tempat makannya, seperti warung-warung lesehan yang membuat saya menikmati makan dengan lebih santai dan nyaman. Adalah sebuah nilai plus bagi saya, apalagi jika beramai-ramai dengan orang-orang yang kita cintai. Makan di tempat lesehan membawa kita ke suasana yang jauh-jauh lebih dekat, akrab dan menyenangkan, lain halnya dengan suasana yang mengharuskan kita makan di meja, khususnya jika ditambah dengan atribut seperti jajaran pisau, garpu, sendok yang masing-masing punya kegunaan sendiri-sendiri. Oohh, saya tidak menyukai situasi yang terlalu kaku dan formal!
Uhmm, pokoknya kuliner di Indonesia benar-benar membuat saya jatuh cinta deh, jadi pingin keliling nusantara dan mencicipi semua masakan khasnya

sapa tau juga bisa diangkat jadi duta masakan nusantara! Hahahaha.. Gimana dengan teman-teman?
Wisata kuliner Indonesia yang kaya ini sudah seharusnya kita banggakan dong! Kita perkenalkan dan lestarikan dengan semangat yang menggebu-gebu

, contohnya dengan kita angkat di blog kita masing-masing atau bisa juga dengan cara-cara unik seperti :
1. Jika kesal, janganlah mengeluarkan kata-kata makian, tapi teriakkanlah nama masakan khas Indonesia, misalnya : “Dasar pecel!”
2. Gunakan nick name masakan Indonesia untuk messenger kita, contohnya : gadis penyuka pempek, pria gila pepes, gadogado_boy, dan sebagainya.
sehingga jika ada orang yang belum mengenal nama masakan yang kita sebutkan, mereka akan bertanya, misalnya “Apa sih pecel?” kemudian kita jelaskan dengan hiperbola sampai mereka penasaran dan pada akhirnya tertarik untuk mencobanya. Hahahaha… yang ini Cuma men-jayus

Yah, yang jelas kekayaan kuliner nusantara ini sudah sepantasnya kita angkat biar orang-orang luar mengenal dan tertarik untuk mencoba masakan-masakan khas Indonesia dan jika perlu kita beri label Indonesia trade mark sebelum di klaim juga oleh negara lain!! Harapan saya (cieeeeee…)

, lebih banyak lagi turis-turis yang datang ke Indonesia, bukan hanya karena mereka ingin menikmati keindahan alam kita, tetapi juga karena kulinernya yang beraneka ragam dan maknyusss ini

Lumayan kan untuk membantu menambah devisa Negara. Hahahaha..