さよならを言うこと

永遠不要說再見 Sayonara o iu koto

ZINA

Awal zina adalah rasa
khawatir, ujungnya adalah
penyesalan ....

Awal zina adalah rasa
khawatir, ujungnya adalah
penyesalan ....
Ketika kami membuka
tafsir tentang ayat berikut,
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣَﻊَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَﻬًﺎ ﺁَﺧَﺮَ ﻭَﻟَﺎ
ﻳَﻘْﺘُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲَ ﺍﻟَّﺘِﻲ
ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ
ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺰْﻧُﻮﻥَ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ
ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﻠْﻖَ ﺃَﺛَﺎﻣًﺎ(68)
ﻳُﻀَﺎﻋَﻒْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏُ
ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻳَﺨْﻠُﺪْ
ﻓِﻴﻪِ ﻣُﻬَﺎﻧًﺎ(69)ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ
ﺗَﺎﺏَ ﻭَﺁَﻣَﻦَ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﻋَﻤَﻠًﺎ
ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻳُﺒَﺪِّﻝُ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻬِﻢْ ﺣَﺴَﻨَﺎﺕٍ
ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
(70)ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺎﺏَ ﻭَﻋَﻤِﻞَ
ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺘُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺘَﺎﺑًﺎ(71)
“Dan orang-orang yang
tidak menyembah Rabb
yang lain beserta Allah
dan tidak membunuh jiwa
yang diharamkan Allah
(membunuhnya) kecuali
dengan (alasan) yang
benar, dan tidak berzina,
barang siapa yang
melakukan yang demikian
itu, niscaya Dia mendapat
(pembalasan) dosa(nya),
(yakni) akan dilipat
gandakan azab untuknya
pada hari kiamat dan Dia
akan kekal dalam azab
itu, dalam keadaan
terhina, kecuali orang-
orang yang bertaubat,
beriman dan mengerjakan
amal saleh; Maka itu
kejahatan mereka diganti
Allah dengan kebajikan.
dan adalah Allah Maha
Pengampun lagi Maha
Penyayang. Dan orang-
orang yang bertaubat dan
mengerjakan amal saleh,
maka Sesungguhnya Dia
bertaubat kepada Allah
dengan taubat yang
sebenar-benarnya.” (QS.
Al Furqon: 68-71); lalu
kami menemukan
perkataan Luqman
kepada anaknya yang
disebutkan oleh Ibnu
Katsir dalam tafsirnya,
ﺃﻥ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ:ﻳﺎ ﺑﻨﻲ،ﺇﻳﺎﻙ
ﻭﺍﻟﺰﻧﻰ،ﻓﺈﻥ ﺃﻭﻟﻪ ﻣﺨﺎﻓﺔ،ﻭﺁﺧﺮﻩ
ﻧﺪﺍﻣﺔ.
Luqman berkata kepada
anaknya, “Wahai anakku.
Hati-hatilah dengan zina.
Di awal zina, selalu penuh
rasa khawatir. Ujung-
ujungnya akan penuh
penyesalan. (Tafsir Al
Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)
Memang betul apa yang
diutarakan oleh Luqman,
seorang yang sholeh. Dan
itu sesuai realita. Awal
zina dipenuhi rasa
khawatir. Coba lihat saja
apa yang dilakukan oleh
orang yang hendak
berzina. Awalnya mereka
berusaha tidak terlihat
orang lain. Khawatir ada
yang melihat perbuatan
dosa mereka. Ujung-
ujungnya dipenuhi rasa
penyesalan. Karena bisa
jadi si wanita hamil. Si laki
dituntut tanggung jawab.
Akhirnya pusing kepayang
karena perut si wanita
yang makin besar dan
sulit ditutupi. Akhirnya
yang ada adalah rasa
malu. Naik ke pelaminan
pun sudah dicap “jelek”
karena terpaksa “Married
because an accident”.
Dari sini, sudah
seharusnya yang
berhubungan tidak halal
itu merenungkan bahwa
awalnya Anda bisa
merasakan senang karena
itu sudah dihiasi oleh
setan. Setan telah
memperindah masa-masa
pacaran Anda sehingga
yang haram disangka sah-
sah saja. Yang belum sah
untuk berdua-duaan atau
berjabat tangan dianggap
biasa saja. Itu semua tipu
daya setan. Ketika pacar
Anda sudah menawari
hubungan layaknya
pasangan suami istri,
lihatlah apa ujung-
ujungnya yang terjadi?
Awalnya selalu ada rasa
khawatir. Diri si wanita
akan dihiasi lagi oleh
setan, “Bukti cinta kekasih
saya adalah ini, iya butuh
akan true love”. True love
yang dimaksud sang pacar
adalah berzina. Maka
lihatlah akhir dari kisah
zina Anda nantinya.
Penyesalan, penyesalan,
sedih .... Itu yang Anda
akan rasakan.
True love tentu saja
dibuktikan dengan cara
yang benar. True love
bukan ditempuh dengan
cara yang Allah
haramkan. Islam memiliki
jalan tersendiri sehingga
tidak membuat
terjerumus dalam zina.
Segala jalan menuju zina
dengan berdua-duaan
baik yang langsung tatap
muka atau sekedar sms-
an, janji ketemuan (nge-
date), menatap wajah
wanita yang bukan
mahrom dan berjabat
tangan itu semua
terlarang karena termasuk
dalam keumuman
larangan Allah,
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺑُﻮﺍ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ
ﻛَﺎﻥَ ﻓَﺎﺣِﺸَﺔً ﻭَﺳَﺎﺀَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
“Dan janganlah kamu
mendekati zina;
sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan
yang keji. Dan suatu jalan
yang buruk.”(QS. Al Isro’:
32)
So ... Mulai saat ini, Anda
silakan memilih, mau
menempuh jalan selamat
ataukah jalan yang
awalnya
barangkali happy namun
akan didapati ujung yang
penuh penyesalan. Silakan
Anda menaruh pilihan.
Wallahu waliyyut taufiq.
gerjakan
amal saleh; Maka itu
kejahatan mereka diganti
Allah dengan kebajikan.
dan adalah Allah Maha
Pengampun lagi Maha
Penyayang. Dan orang-
orang yang bertaubat dan
mengerjakan amal saleh,
maka Sesungguhnya Dia
bertaubat kepada Allah
dengan taubat yang
sebenar-benarnya.” (QS.
Al Furqon: 68-71); lalu
kami menemukan
perkataan Luqman
kepada anaknya yang
disebutkan oleh Ibnu
Katsir dalam tafsirnya,
ﺃﻥ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ:ﻳﺎ ﺑﻨﻲ،ﺇﻳﺎﻙ
ﻭﺍﻟﺰﻧﻰ،ﻓﺈﻥ ﺃﻭﻟﻪ ﻣﺨﺎﻓﺔ،ﻭﺁﺧﺮﻩ
ﻧﺪﺍﻣﺔ.
Luqman berkata kepada
anaknya, “Wahai anakku.
Hati-hatilah dengan zina.
Di awal zina, selalu penuh
rasa khawatir. Ujung-
ujungnya akan penuh
penyesalan. (Tafsir Al
Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)
Memang betul apa yang
diutarakan oleh Luqman,
seorang yang sholeh. Dan
itu sesuai realita. Awal
zina dipenuhi rasa
khawatir. Coba lihat saja
apa yang dilakukan oleh
orang yang hendak
berzina. Awalnya mereka
berusaha tidak terlihat
orang lain. Khawatir ada
yang melihat perbuatan
dosa mereka. Ujung-
ujungnya dipenuhi rasa
penyesalan. Karena bisa
jadi si wanita hamil. Si laki
dituntut tanggung jawab.
Akhirnya pusing kepayang
karena perut si wanita
yang makin besar dan
sulit ditutupi. Akhirnya
yang ada adalah rasa
malu. Naik ke pelaminan
pun sudah dicap “jelek”
karena terpaksa “Married
because an accident”.
Dari sini, sudah
seharusnya yang
berhubungan tidak halal
itu merenungkan bahwa
awalnya Anda bisa
merasakan senang karena
itu sudah dihiasi oleh
setan. Setan telah
memperindah masa-masa
pacaran Anda sehingga
yang haram disangka sah-
sah saja. Yang belum sah
untuk berdua-duaan atau
berjabat tangan dianggap
biasa saja. Itu semua tipu
daya setan. Ketika pacar
Anda sudah menawari
hubungan layaknya
pasangan suami istri,
lihatlah apa ujung-
ujungnya yang terjadi?
Awalnya selalu ada rasa
khawatir. Diri si wanita
akan dihiasi lagi oleh
setan, “Bukti cinta kekasih
saya adalah ini, iya butuh
akan true love”. True love
yang dimaksud sang pacar
adalah berzina. Maka
lihatlah akhir dari kisah
zina Anda nantinya.
Penyesalan, penyesalan,
sedih .... Itu yang Anda
akan rasakan.
True love tentu saja
dibuktikan dengan cara
yang benar. True love
bukan ditempuh dengan
cara yang Allah
haramkan. Islam memiliki
jalan tersendiri sehingga
tidak membuat
terjerumus dalam zina.
Segala jalan menuju zina
dengan berdua-duaan
baik yang langsung tatap
muka atau sekedar sms-
an, janji ketemuan (nge-
date), menatap wajah
wanita yang bukan
mahrom dan berjabat
tangan itu semua
terlarang karena termasuk
dalam keumuman
larangan Allah,
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺑُﻮﺍ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ
ﻛَﺎﻥَ ﻓَﺎﺣِﺸَﺔً ﻭَﺳَﺎﺀَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
“Dan janganlah kamu
mendekati zina;
sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan
yang keji. Dan suatu jalan
yang buruk.”(QS. Al Isro’:
32)
So ... Mulai saat ini, Anda
silakan memilih, mau
menempuh jalan selamat
ataukah jalan yang
awalnya
barangkali happy namun
akan didapati ujung yang
penuh penyesalan. Silakan
Anda menaruh pilihan.
Wallahu waliyyut taufiq.


































































































































SUKA N DUKA CINTASIAPA YANG AKANMENYOLATKANJENAZAHMU KELAK?

Write a comment

New comments have been disabled for this post.