Puisi Cinta & Lagu Terjemah

Everything of my expressions

Subscribe to RSS feed

Felina Khaira Nazariena

Follow me @twitter @ellenasatieva
Pamerkan saja segala yang kau punya. Teruslah meninggi hingga kau seolah tak berdiri di bumi lagi. Aku di sini cuma tersenyum melihat polah angkuhmu itu. Karena kutahu itu semua tak abadi..

::SENYUMMU SELAKSA CAHAYA::

Sehalau sapaanmu
Mengejutkan renunganku
Tentang cahaya purnama
Yang ingin kutautkan di hatimu

Selalu tawa candamu
Menghampiri pelipis-pelipis jiwaku yang sendu
Bertambah ranumlah cintaku padamu
Kala kututup kedua mataku
Hanya untuk melihatmu
Hanya untuk merasakan manisnya senyummu

Saat daun-daun berjatuhan
Lalu tersangkut di ubunku
Cintamu lagi-lagi mengejutkanku
Tiba-tiba senyummu berpindah tempat menjadi senyumku
Wangi rindu akanmu melanglang di ribuan debu
Yang berterbangan tersapu angan
Kau hadir selaksa arjuna
Kendati rasaku tak dapat sempurna
Sehalau sapaanmu
Memeluk cahayaku
Merembes kemudian membeku
Di tengah keterpukauanku
akan putihnya hatimu

Terjemah Lagu ADA BAND-Baiknya

In losing of you
Made a hurt in my heart
Half of soul was brought
Leaving the poignant in the heart

Ought all of the wonderful memories
I didn’t bandage with crying
Ought every the yearning that stoned to death
I didn’t mourn over repentantly

I only hope perpetually
This isn’t reality
You went away leaving the transitory world
Ended love story both of us

Ought all of the wonderful memories
I didn’t bandage with crying
Ought every the yearning that stoned to death
I didn’t mourn over repentantly

Were these all happened truly?
I do love you
I couldn’t hold the sorrow up
That attacked me too deeply deep

Cintaku pada Hujan

Seseorang menyanjung puisiku, katanya puisiku indah tentang hujan. Namun katanya lagi, sayangnya dia adalah orang yang sangat membenci hujan. Entah apa yang ada di pikiran orang-orang tentang hujan, yang pastinya mereka tentu mempunyai tanggapan masing-masing tentang hujan. Seperti manusia yang mengumpat hadirnya karena merasa dirugikan. Katanya dia terlambat bekerja, katanya dia terlambat memenuhi janji dengan seseorang, katanya dia harus menunda rencana yang sudah terancang matang, dan masih banyak lagi katanya katanya versi lainnya yang ujung-ujungnya mengatakan karena hujan. Tapi aku selalu merasa tenang saat hujan itu turun. Apalagi bila hujan mengawali hadirnya dengan gerimis, hummm.. indahnya. Bagiku hujan itu anugerah Tuhan, walau kadang kaki ini harus berlari gesit dan cepat mengambil pakaian yang dijemur karena turunnya hujan dadakan. Bahkan aku selalu merasa bisa berkomunikasi dengan seseorang yang aku rindukan di saat hujan. Ada lagi yang bilang kalau hujan itu bising, gaduh. Tapi aku senang mengamati berisiknya lewat telingaku. Aku malah lebih tertarik untuk duduk di samping jendela kamar hanya untuk sebatas menikmati hujan daripada bergelayutan di atas kasur sambil memeluk guling. Lebih menyenangkan lagi apabila aku menikmati hujan dengan orang-orang yang kucintai berada di sampingku. Mungkin ada cintaku yang tersimpan dalam hujan. Namun kadang air mataku malah menetes saat hujan turun. Hujan adalah detik-detik di mana aku leluasa memikirkannya tanpa disengaja. Dia orang yang sangat kucintai dan tak akan pernah bisa terganti. Karena dia yang mengenalkanku pada hujan. Jujur, dulu aku sangat takut dengan hujan. Aku takut langitnya yang muram yang seolah-olah memelototiku ingin segera menerkamku. Aku takut pabila tetes-tetes hujan itu menyentuh kepalaku lalu merusak poniku ataupun kuncirku. Tapi dengan cintanya dia ajarkan aku bahwa hujan itu sebuah kebersamaan. Ketika seluruh orang-orang yang kau cintai berada dalam satu tempat, tak bisa pergi kemana-mana. Ketika kesibukan padat mereka terhenti tanpa tapi. Di sanalah kumulai merenungi apa arti hujan yang sesungguhnya. Dia juga ajarkan aku kehangatan saat hujan. Dia selimuti tubuhku dengan jaketnya walau dia sendiri kehujanan. Dia berikan aku kain untuk menutupi kepalaku. Katanya agar aku tidak perlu lagi khawatir dandanan rambutku rusak saat hujan turun dan aku bisa berlari menembus hujan dengan tawa riang juga wajah sumringah di antara butir-butir bening air hujan. Kini aku tahu, bahwa kain itu namanya “Kerudung”. Dan aku pun telah mengerti makna sesungguhnya dari “Kerudung” yang dulu kukira dia berikan, gunanya hanya untuk melindungi maluku bila dandanan rambutku agak berantakan. Banyak pelajaran dan pengalaman yang kuperoleh dari hujan, dari kebersamaan, kehangatan, senyum, tawa, bahagia hingga kewajiban berhijab sebagai wanita muslimah. Cintanya terlalu membekas dalam hatiku. Sungguh, betapa harumnya cinta darinya. Hingga sampai saat ini wanginya masih tercium dan hangatnya masih kurasa. Kendati raganya telah tiada. Kau tahu siapa dia yang kumaksud di sini?! Dia adalah kekasih hatiku. Namun bukan seorang kekasih yang sering kau kenal dengan sebutan “Pacar” walau dia kekasihku. Aku yakin kau pun pasti memiliki orang seperti dia. Orang yang berjasa besar menempa jiwamu hingga kau tiada nanti. Dialah kekasih hatiku yang kusebut “Ayah”, yang kini telah bersama Allah.
Kini tak dapat lagi kunikmati hujan bersamanya. Tak dapat lagi kusapa riak hujan dengannya. Tak ada lagi yang bisa menghalau kepergian orang-orang yang kau cintai saat waktunya tiba. Tidak aku, tidak kau, tidak pula dengan hujan. Semua kenangan tentangnya terjaring kuat dalam hujan. Saat kutulis ini pun, hujan juga mengambil perannya sebagai topik pengantar kerinduanku pada ayahku. Hujan.. rinainya selalu saja membayang cintanya di hati.

Senandung Merpati

Sembari menikam penat yang hinggapi raga setelah berjuang enam jam demi putri2 bangsa, kujeda ragaku di atas lantai kayu tak beralas. Kuputar mp3 player Hp-ku dan terdengar sebuah syair Nasyid Islami grup RAIHAN:

"Sesungguhnya walau kukutip semua permata di dasar lautan.. Sesungguhnya walau kusiram dengan air hujan dari tujuh langitMU.. Namun cinta takkan hadir, Namun rindu tak akan berbunga.. Jika tidak mengharap RahmatMU, Jika tidak menagih simpati, padaMU Ya Allah. Tuhan, hadiahkanlah kasihMU kepadaku.. Tuhan, kurniakanlah rinduku kepadaMU. Moga kutahu, Syukurku hanyalah milikMU.."

Setetes embun hangat merubah mataku menjadi cermin. Lagu ini penguat hatiku saat kuterjatuh.

For: My 'Bee'

Let you look for another girl who can love you as I love you. Just choose the beautiful one who wants you as I want with you. Let you greet another girl who could cry you as I cried you. Just get another one who can understand you well as I support you. Here's my mean question to you,"IS THERE??!!!"

Unwanted by title

Dari manakah kamu itu?
Kadang datang
Seringnya menghilang
Indah, menenangkan di saat waktu mencekam
Tolong peganglah tanganku
Agar jemariku tidak lagi membeku
Hingga senyum ini bisa menjadi milikku

Semenit yang lalu
Kau baru saja berlalu
Semua karya rasa jadi menderu
Mengatasnamakan cinta di atas rindu
Ucapmu
Senyummu
Lakumu
Kesenangan perayu kalbu
Sedetik kau menjelas
Sepanjang kakiku berpijak
Otak dalam kepala malah teriak
Terbakar namamu
Diam
Tak sadarkan diri
(Halusinasi perasaan berkanvas awan,
Berwarna pelangi, tapi berkuas lidi.
Adakah yang dengar teriakku
Memekikkan perasaanku?)

;Lalu senyap di jalanan itu

Setetes Embun Untuk Sang Hati

Mencintai bukan sebuah dosa..

Allah menguji kita karena Dia mencintai kita. Semakin berat cobaan yang kita hadapi, maka semakin besar pula kesempatan kita untuk meraih ridha Illahi.

Merelakan hal yang kita ingini dan bahkan mungkin miliki, bukanlah suatu hal mudah.. Tapi tujuan utama diciptakan hati adalah untuk mencintai, bukan mendengki.

Allah tak kan menguji kita tanpa kuasa yang kita miliki untuk menerima segala sesuatunya.

Manusia tak ada yang sempurna, kadang cinta yang dimiliki harus terbagi. Tapi ingat satu hal.. "Cinta Illahi jangan pernah mati dari dalam hati".
February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29