Skip navigation.

Log in | Sign up

Elisabeth Elsa ada karena ANUGERAH...

" My Blog "

Hidupku.. ya Anugerah-MU

Kadang gk ngerti dech sama pikiran sendiri..
Jadi ngejelimet gitu dech.. hehe... Kebiasaan buruk gw adalah suka memikirkan hal yang gk penting.
Tapi gimana ya? Kadang yang terlihat gk penting itu justru penting sich.

Kayak hari ini.. gw rada bingung sama apa yg lagi gw pikirin. Gk jelas juga mikirin apa. Ha ha :D Naga-naganya gw mulai error nich. Yang pasti hari ini gw masih di Bandung, tapi mulai besok gw akan habiskan waktu di Jakarta dan Bogor. Mau nyekar dulu di Makam papi, mami, dan adik gw.
Jadi berasa banget kalo mereka sekarang udah gak ada. :frown: :frown: ( kangenn kalian nii..)



Selama di Bandung banyak hal yang bisa gw pelajari. Hehe... Hobby gw yang emang demen banget memperhatikan karakter orang.. buat acuan aja sich maybe.. karna emang gw dari dulu mo jadi psikolog malah jadi orang teknik ya? hehe... Ada yang begini, ada yang begitu, ada yang sebentar begini dan sebentar begitu... pokoknya banyak hal yang gw lihat dari tingkah pola orang2 disini.
Bukan mau menghakimi lho.... tapi dari situ gw bisa belajar untuk hidup bisa lebih baik. Harus mau membenahi diri gw sendiri.

God.. Thanks yaa... sampe detik ini.. aku cuma yakin bahwa cuma kamu yang bisa aku percaya dalam mengasihi dan menyayangi aku.Dan hidupku adalah karena ANUGERAH-MU.

Puisiku

ASA

Aku Cuma ingin menulis
Rangkaian kata yang ada di hatiku
Menari dan berdendang, namun ku tak mengerti

Aku Cuma seorang wanita.. yang sama dengan lainnya
Ingin dicinta dan didamba..
Tapi aku bukan pemaksa…aku rindu ketulusan

Malam…
Bilakah semuanya kumiliki ..??








CINTA kau Kunanti


Aku tak mengundangmu
Tapi kau datang sendiri menghampiri hatiku
Tanpa ketuk pinta kau masuk dan duduk diam didalamnya

Malu-malu aku genggam tanganmu..
Sssrrrr….. ada rasa itu kurasa..
CINTA?? Kamukah itu..???
Masuklah.. aku menantimu

Anak Katak dan Hujan



Anak Katak dan Hujan
Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. "Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? " tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"**

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, jika TUHAN berkehendak pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

January 2010
M T W T F S S
December 2009February 2010
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31