Peternakan sapi perahh kuningan, sampai kapan akan bertahan?
Sunday, March 29, 2009 2:45:58 PM

Memasuki salah satu gang tepat di belakang kawasan perkantoran elite mega kuningan jakarta, terlihat satu aktivitas yang sangat kontras dengan aktivitas perkantoran modern saat ini. Begitu mulai masuk ke gang tersebut, terdengar jelas lengungan suara sapi perah dan bau kandang yang cukup menyengat serta aktivitas pemerahan susu sapi, pemberian makan rumput ataupun ampas tahu, pemberian suntikan dan juga aktivitas loper susu hasil perahan. Ya, tepat di belakang gedung gedung pencakar langit kawasan mega kuningan itu, masih bertahan peternakan sapi perah milik Bpk H. Mirdan Zarkasih ( 47 tahun ), 
Usaha peternakan sapi perah yang merupakan usaha keluarga yang diwariskan secara turun temurun itu, memang masih menyisakan segelintir lahan di kawasan emas mega kuningan, karena sebagian besar usaha sapi perah lainnya di kawasan kuningan timur sudah kena proyek lahan untuk pembangunan gedung perkantoran, apartemen ataupun hotel berbintang. Beberapa peternak sudah pindah ke tempat lain dan ada juga yang berganti usaha.

Seiring berjalannya waktu dan derap pembangunan Ibu Kota Jakarta terutama kawasan Mega Kuningan, Usaha sapi perah milik Bp Mirdan tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk tetap bertahan. Bpk Mirdan mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk direlokasi apabila komplek usahanya terkena proyek pembangunan asalkan harga yang ditawarkan sesuai. Kalau lahan ini sudah dijual, maka habis sudah sisa sisa kejayaan kuningan sebagai produsen susu. Lahan peternakan akan berubah menjadi gedung gedung bertingkat dan takakan ada lagi lengungan khas suara sapi., yang ada hanyalah gedung gedung bertingkat serta aktivitas manusia didalamnya dan usaha sapi perah di kuningan akan menjadi sebuah tulisan perkembangan sejarah Ibu Kota Jakarta.












