Monday, June 23, 2008 8:47:01 AM
Memulai Usaha dengan Modal Kecil
Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:
1. Lakukan pengamatan dan pendalaman mengenai seluk-beluk bisnis tersebut.
Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.
2. Tes pasar.
Lakukan uji coba dengan cara tes pasar. Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
3. Susunlah rencana usaha.
Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.
4. Mulailah saat ini.
Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.
5. Hadapi dan atasi hambatan atau kegagalan.
Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.
Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:
1. Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.
2. Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba.
3. Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain
4. Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.
Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan
Monday, June 23, 2008 2:22:15 AM
Kesalahan Utama Memulai Bisnis
“Mengapa ketika memulai bisnis seringkali dihadapkan pada banyak kendala, bahkan tidak sedikit yang gagal?”… ini adalah pertanyaan klasik yang kerap dilontarkan oleh entrepreneur. Pertanyaan ini juga biasanya menciutkan nyali para entrepreneur lain (pemula) yang akan mengawali ativitas bisnis.
Dari penelitian dan pengamatan yang saya lakukan, setidaknya ada enam kesalahan utama dalam memulai bisnis.
TIDAK MEMILIKI BUSINESS PLAN
Ibarat perahu berlayar tanpa tujuan, tidak memperhitungkan kapasitas angkut, dan tidak mempersiapkan keperluan pelayaran, maka seperti itulah entrepreneur tanpa Business Plan. Fungsi utama Business Plan adalah sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas bisnis. Pedoman ini meliputi gambaran umum situasi bisnis, organisasi, core competency, tujuan – tujuan yang ingin dicapai, dan sejumlah rencana strategis maupun taktis beserta sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, Business Plan harus disusun secara komprehensif. Banyak entrepreneur yang menyusun Business Plan hanya untuk menarik minat investor atau meminjam modal semata, sementara saat menjalankan bisnis praktis Business Plan tidak digunakan lagi.
TERLALU OPTIMIS / PESIMIS
Adakalanya entrepreneur terlalu optimis memandang peluang usaha. Saking optimisnya, sampai – sampai lupa memperhitungkan resiko dan kendala yang akan dihadapi. Ketika resiko datang menghadang, mereka tidak punya strategi untuk mengantisipasinya, dan bisnis yang baru dimulaipun akhirnya berantakan. Tapi ada juga entrepreneur yang malah terlalu pesimis menilai peluang usaha. Biasanya hal ini disebabkan oleh faktor hitung – hitungan bisnis yang terlalu rigid, dan keengganan mengambil resiko sedikitpun. Sikap terlalu pesimis bisa menyebabkan entrepreneur tidak berani mulai, dan cepat putus asa bila menghadapi kegagalan.
“I AM THE COMPANY”
Dalam memulai bisnis, sebaiknya entrepreneur mempunyai partner. Partner ini dapat berperan sebagai investor atau sebatas ikut mengelola (managing partner). Dengan
adanya partner, setidaknya entrepreneur dapat berbagi peran dan tugas atau berdiskusi ketika harus mengambil keputusan strategis. Kesalahan entrepreneur yang fatal adalah berusaha mengerjakan segalanya sendiri, mulai dari menyusun Business Plan, mencari pinjaman modal, sampai menangani masalah pemasaran dan keuangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah “I am the Company”. Memilih partner bisnis juga jangan asal – asalan, pilihlah partner yang memiliki ketertarikan pada kegiatan bisnis yang akan atau sedang digeluti. Dan yang paling penting, partner juga harus menjadi kekuatan penyeimbang. Kalau seorang entrepreneur memiliki kekuatan dalam hal operasional, maka pilih partner yang memiliki kekuatan manajerial. Khusus dalam hal memilih partner investor, pilihlah investor aktif yang bersedia memberi masukan – masukan berarti untuk pengembangan bisnis. Walaupun share nya agak besar tetapi peran dan tanggungjawabnya pun sepadan.
BERORIENTASI PADA UANG
Berbisnis tidak semata – mata untuk uang, dan tidak perlu dimulai dengan modal uang. Modal terbesar yang harus dimiliki oleh entrepreneur adalah Niat dan Kerja keras, yang berorientasi pada proses bukan hasil. Sering kita temui entrepreneur yang justru mengalami kesulitan setelah memperoleh pinjaman dana, bahkan ada yang rugi besar – besaran karena kemampuanya mengelola keuangan tidak teruji. Bisnis adalah sebuah “Masterpiece” yang tak ternilai, maka dari itu jangan coba – coba menghargainya hanya dengan uang.
SALAH MENGARTIKAN KEBEBASAN
Salah satu alasan mengapa seseorang menjadi entrepreneur adalah memiliki kebebasan, terutama kebebasan waktu dan kebebasan finansial. Bebas yang dimaksud berarti kita memiliki hak yang disertai kemampuan untuk mengelola waktu dan juga finansial. Kebebasan tersebut kerap disalah artikan dan tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai kinerja professional. Walhasil, kegagalanlah yang diperoleh kemudian.
MELIHAT KEATAS, BUKAN KEDEPAN
Kesalahan terakhir yang biasa dilakukan entrepreneur adalah terlalu banyak melihat keatas, alias terlalu banyak melihat figur – figur pengusaha sukses yang bergelimang kemewahan. Sementara Visi dan Misi bisnis yang berada didepan mata terabaikan. Dengan sikap seperti ini, tidak jarang entrepreneur malah menjadi plagiat yang mengcopy habis – habisan teknik dan style pengusaha sukses dalam menjalankan bisnis. Padahal teknik atau style tersebut belum tentu sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai entrepreneur. Bahkan, mungkin tidak sesuai dengan kondisi si entrepreneur itu sendiri. Apalah artinya bisnis bila dikelola dengan basis kesuksesan
orang lain, bukan berbasis kompetensi sendiri. Yang lebih parah lagi kalau entrepreneur pemula meniru gaya hidup pengusaha sukses, padahal skala dan omzet bisnisnya belum seberapa. Sesekali bolehlah kita melihat keatas untuk memotivasi diri dan memetik hikmah, bukan untuk menduplikasi.
Nah, semoga hasil observasi kecil – kecilan ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan yang tercantum di awal tulisan. Sekaligus memberikan inspirasi bagi para entrepreneur (khususnya pemula) agar lebih smart dalam memulai kegiatan bisnis.
Monday, January 28, 2008 6:19:48 AM
Pagi ini saya dengan tidak sengaja membuka secara acak halaman salah satu tabloid dan majalah waralaba, sebenarnya tidak ada hal khusus atau istimewa dari majalah ini, isinya bersifat umum dan seperti majalah bisnis,waralaba lainya. Tetapi mata saya tertuju pada paragraf pertama tabloid ini yang kata-katanya cukup "keras"dan menusuk pada orang yang masih bersetatus karyawan." Anda ingin kaya, jangan hanya jadi pegawai,melainkan jadilah pengusaha"....mm saya jadi ingat judul buku yang lain yang judulnya kontradiktif yaitu " Siapa bilang jadi karyawan tidak bisa kaya" ?.... nah loh?..
Jadi mana yang benar kalau gitu?
Ternyata setelah dibaca isinya dua-duanya memiliki visi dan misi yang sama, ujung-ujungnya mengajak berwirausaha, yang sekarang jadi pegawai/karyawan bisa kaya juga seperti pengusaha, caranya katanya lakukan smart businness seperti menurut pak masbukin, selama menjadi pegawai sudah mulai merintis usaha,gunkakan network yang sekarang dia punyai,pengalaman,keahlian dan modal dari gajinya dengan catatan jangan sampai mengganggu kerja dan kewajiban anda sebagai karyawan pada intansi,swasta atau pemerintahan.
Salah satu jalan pintas masuk ke dunia bisnis atau wirausaha, khususnya bagi mereka yang belum pernah memiliki dan mengelola usaha sendiri adalah waralaba. Lewat sistim waralaba atau Franchise ini , pembeli waralaba (Terwaralaba) tidak perlu memulai usahanya dari nol juga tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk menekuni bisnis yang sangat spesifik sekalipun. Sebab dia tinggal mengcopy nama,produk,sistem oprasional dan manajemen perusahaan yang menawarkan waralaba( pewaralaba). Pewaralaba disini tentu haruslah perusahaan yang terbukti sukses di bisnisnya dan namanya pun sudah dikenal oleh masyarakat.
Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih secara bijaksana,waralaba mana yang paling pas untuk anda,ada beberapa hal yang perlu anda cermati, silahkan ikuti tip -tips dari pengalaman pelaku bisnis dan ahli dibidang FRANCHISE yang saya dapatkan dari majalah bisnis dan tabloid kontan.
Pertama : Pastikan pewaralaba sudah terbukti berhasil dibisnis yang mereka tawarkan (proven),salah satu cara untuk mengetahuinya mintalah data keuangan perusahaan tersebut. Anda pantas meragukan pewaralaba yang tak mau terbuka soal laporan keuangan ini.
Kedua: Cari tahu sudah berapa lama pewaralaba menekuni bisnisnya? Umumnya pewaralaba yang baik minimal sudah menekuni bisnis yang mereka tawarkan minimal 3 tahun.Dalam rentang waktu tersebut diharapkan perusahaan sudah memahami seluk bisnis dengan cukup baik.
Ketiga: Berapa banyak gerai atau prototipe usaha milik pewaralaba? pewralaba sudah memiliki minimal 3 gerai yang sudah terbukti berhasil.Sebaiknya gerai itu berada dilokasi berbeda namun dikelola dengan sistim serupa.
Keempat: Apakah produk atau jasa yang mereka jual memiliki pasar bagus? pilihlah produk dan jasa yang ada pada siklus pertumbuhan. Secara sederhana ini bisa kita lihat dari banyaknya orang yang datang ke gerai milik pewaralaba.
Kelima: Bagaimana paket kerjasamanya? waralaba seharusnya berupa business format franchising,dimana franchisor memberikan paket lengkap mulai merek produk,cara kerja,sistem,juga ada pelatihan dan pembinaan selanjutnya.Jadi dia bukan sistem jual putus, juga bukan peluang bisnis (business opportunity) yang ditawarkan oleh perusahaan yang baru berdiri.
Dalam paket kerjasama waralaba, Franchise fee,royalty fee,dan fee lainnya haruslah masuk akal.Idealnya dengan seluruh biaya-biaya itu,terwaralaba bisa balik modal (break even)pada pertengahan masa kerjasama. Sebagai patokan franchise fee yang ideal maksimal 15 % dari total proyeksi keuntungan selama 5 tahun.Misalnya proyeksi keuntungan si terwaralaba Rp 1 juta perbulan atau 60 juta selama 5 tahun. Maka franchise fee nya maksimal Rp. 9 juta.
Keenam: Apakah franchisor memiliki lembaga training yang baik? artinya lembaga training ini memang ada dan menjalankan aktifitasnya secara rutin bukannya baru ada jika ada terwaralaba.Selain pemilihan lokasi,training adalah kunci sukses bisnis waralaba, sebab disitu ada transfer pengetahuan,teknologi dan kemampuan yang menjadikan kekuatan waralaba.
Ketujuh: Bagaimana kualitas SDM si franchisor? hindarai waralaba yang manajemenya bersifat one man show dimana peran Owner terlalu besar, jika semua dilakukan oleh owner mulai dari menawarkan di pameran,melakukan follow-up di telpon hingga negoisasi ini pertanda ia tidak memiliki orang-orang berkualitas di lapisan manajemen.Dikemudian hari ini biasanya menjadi masalah.
Last but not least, cari tahu bagaimana karakter si owner waralaba? sikap san pola laku owner perusahan induk (franchisor) Misalnya jika owner menganut gaya hidup atau karakter tidak disukai pasar,seluruh gerai dalam jaringan waralabanya bisa dijauhi pembeli.
Semoga bermanfaat.....
Tuesday, November 6, 2007 2:43:57 AM
Wednesday, October 31, 2007 2:01:37 AM
Alternatif Aplikasi Internet Untuk Warnet
Tags: Informasi, Opini, Tips
Setelah Priyadi menuliskan beberapa hal tentang warnet yang terkena sweeping, beberapa alasan untuk tidak memakai produk microsoft, beberapa alasan untuk masih memakai produk microsoft kemudian dilanjutkan dengan tulisan Mas Amal tentang subsidi warnet membuat saya tertarik untuk menuliskan beberapa aplikasi alternatif internet yang selama ini berjalan di Warnet
Salah seorang rekan saya, Haryadi yang saat ini tengah membuka usaha Warnet ‘terpaksa’ menggunakan sistem operasi Windows XP dengan harga reseller US$ 76 untuk per masing-masing client. Namun aplikasi yang berjalan didalamnya hampir sebagian besar menggunakan aplikasi open source seperti yang tertulis pada
http://osswin.sourceforge.net.
Hampir sebagian user yang berada di warnet jarang menggunakan aplikasi-aplikasi khusus, karena sebagian besar hanya mengecek email, chatting ataupun browsing, jadi sebenarnya tidak dibutuhkan aplikasi yang terlalu rumit sebagai penggantinya.
Beberapa aplikasi yang selama ini sering dipergunakan dalam Warnet dan dapat digantikan oleh aplikasi open source / freeware seperti tertulis di bawah ini :
Browser IE yang dibundel menjadi satu dengan sistem operasi windows dapat digantikan dengan browser Firefox.
FTP Client menggunakan Filezilla
IRC Client menggunakan X-Chat 2
Messenger Client menggunakan Gaim
Perangkat Microsoft Office digantikan dengan OpenOffice.org
Remote Client menggunakan Putty
Aplikasi kompresi Winzip digantikan dengan 7-Zip.
Mail client menggunakan Sylpheed-Claws ataupun Mozilla Thunderbird.
Text Editor pengganti Notepad dapat menggunakan Crimson Editor.
Anti Virus dapat menggunakan Clamwin Antivirus
Winscp sebagai salah satu aplikasi secure copy (jarang dipergunakan oleh user warnet, kecuali usernya dalam kategori expert).
Selain aplikasi open source seperti yang tertulis di atas ternyata juga ada beberapa aplikasi lain yang dapat digunakan secara gratis untuk warnet walaupun dengan beberapa konsekuensi seperti adanya banner iklan. Antara lain :
Download Accelerator Plus sebagai Download Manager
Winamp sebagai aplikasi MP3.
Opera sebagai browser altenatif
Yahoo! Messenger untuk pemilik account yahoo!
Dan masih banyak aplikasi lainnya jika mau berusaha menggunakan google
Jika masing-masing client tersedia CD-RW seharusnya aplikasi Nero burning sudah tersedia ketika membeli CD-RW tersebut, jadi aplikasi tersebut dapat digunakan untuk masing-masing client, namun jika tidak tersedia dapat menggunakan cdrtools dengan front end yang tersedia disini atau disini.
Warnet sebagai salah satu UKM ketika berdiri pun sebenarnya sudah memiliki hitungan bisnis, jadi alangkah naifnya jika warnet yang didirikan tidak memperhitungkan harga sistem operasi ataupun aplikasi yang berjalan didalamnya (hal ini terlepas dari mahal atau murahnya harga software). Jadi sebenarnya alasannya harga aplikasi yang mahal bukanlah alasan yang tepat, karena masih tersedia aplikasi yang murah dan bahkan bisa dibilang gratis.
Beberapa trik yang dapat digunakan agar user dapat berpindah ke sistem operasi linux dapat dilakukan dengan cara
Dual boot antara sistem operasi windows dan linux. Konsekuensinya membutuhkan hard disk drive dengan ukuran yang cukup besar karena akan menampung dua buah sistem operasi.
Berikan discount khusus jika user menggunakan sistem operasi linux. Misalkan jika menggunakan Windows harga per jam 4000, maka jika menggunakan linux 3000 rupiah per jam
Adakan hari-hari tertentu untuk ‘linux day’ dengan dibantu adanya teknisi/pemandu dan discount khusus
Atau jika ada resource yang cukup, adakan pelatihan penggunaan aplikasi-aplikasi internet di linux.
Dan masih banyak lagi yang lain tergantung inovasi dan improvisasi anda disetiap daerah
Jika begitu banyak aplikasi gratis/freeware/open source lalu kenapa harus tetap membutuhkan subsidi?
Monday, September 17, 2007 9:08:50 AM
Bahan :
75 gr margarin
75 gr bw bombay, cincang
200 gr jamur kancing, cincang kotak kecil
30 gr tepung terigu
600 ml kaldu
2 sdt saus mustard
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
100 ml krim kental (whipped krim)
Jamur tumis
1 sdm margarin
50Sup Krim Jamur
Original Recipe by Fatmah Bahalwan
Bahan :
75 gr margarin
75 gr bw bombay, cincang
200 gr jamur kancing, cincang kotak kecil
30 gr tepung terigu
600 ml kaldu
2 sdt saus mustard
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
100 ml krim kental (whipped krim)
Jamur tumis
1 sdm margarin
50 gr jamur kancing potong tipis.
Cara membuatnya :
Panaskan margarin, tumis bawang bombay sampai layu, masukkan jamur, aduk sampai jamur layu, tambahkan terigu, aduk rata, pindahkan kedalam panci.
Tuang kaldu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai adonan rata, didihkan. Masukkan saus mustard, garam dan merica, aduk, angkat. Dinginkan.
Jamur tumis: panaskan margarin, tumis jamur iris hingga layu, sisihkan.
Masukkan sup kedalam blender, proses hingga halus. Tuang kembali kedalam panci, jerang diatas api kecil sampai cukup panas, aduk, angkat. Hidangkan selagi panas.
Note : bisa ditambahkan potongan dadu kecil daging ayam dan jagung manis pipilan, pada sup krim jamurnya.
…………………………………………………………………………………………………………
Friday, September 14, 2007 2:58:19 AM
Yang di butuhkan untuk membuat website.
Domain
- Domain adalah nama situs Anda, atau alamat situs. misalnya www.semuabisnis.com , atau www.terserahgwdong.com Domain bisa di dapat atau di beli dengan cara di daftarkan di jasa register domain, biaya nya juga termasuk murah, rata-rata sekitar 100 ribu untuk 1 domain selama 1 tahun.
Hosting.
- Hosting adalah tempat Anda menyimpan file-file atau data mengenai website Anda. misalnya Jika anda ingin siapapun yang mengakses domain atau situs anda maka pengunjung tersebut akan melihat photo anda di halaman situs tersebut, maka anda tinggal letakkan photo anda di hosting tersebut.
Bingung ? penjelasannya singkatnya begini, kita anggap saja domain itu adalah sebuah alamat toko. dan kemudian hosting tersebut adalah gudang, atau tempat Anda memajang barang-barang dagangan anda di toko tersebut.
Apa harus keluar uang untuk membuat situs ?
Tidak, jika anda pengguna email yahoo ada layanan situs gratis dari yahoo.com yakni www.geocities.com , namun nama domainnya tidak bisa Anda ubah. harus memakai embel-embel geocities.com sebagai penyedia layanan ini. jadi misalnya alamat email yahoo anda adalah ambriserver@yahoo.com maka alamat situs gratis anda di geocities.com adalah www.geocities.com/ambriserver kalau mau pakai domain sendiri misalnya www.nama-anda.com , atau tanpa embel-embel geocities.com tersebut maka anda harus membeli dan mendaftarkan domain anda.
Silahkan anda login ke www.geocities.com , jika anda sudah punya email yahoo. anda tidak perlu mendaftar lagi di geocities, cukup login dengan memakai email yahoo dan password email yahoo Anda.
Membuat Situs dengan HTML.
Oh ya, agar belajarnya lebih enak, saya sarankan anda mempunyai program Microsoft Front page untuk memulai membuat situs Anda, jika tidak punya pakai notepad saja juga bisa.
1. Belajar Bikin Text dan Mengubah Font ( huruf ).
Sebelum saya mulai tutorial Cara membuat situs atau website ini, anda harus tahu dulu, bahwa code html itu selalu di mulai dan di tutup dengan Tags.
Tags pertama selalu di mulai dengan <tags>. kemudian tags di tutup dengan </tags>.
Contoh, misalnya saya ingin membuat huruf tebal pada kalimat Selamat Datang, kemudian kita harus menggunakan tags
sebagai pembuka tags, dan sebagai penutup tags.
Maka code html untuk membuat cetak tebal pada huruf selamat datang adalah seperti ini :
Selamat Datang di situs saya. Maka hasil nya nanti nya akan seperti ini : Selamat datang di situs saya.
Seperti yang anda lihat, hanya kalimat Selamat Datang saja yang di cetak tebal di karenakan tags di buka dan di tutup pada kalimat tersebut. Pastikan anda selalu menutup tags yang anda buka, karena jika anda lupa bisa-bisa seluruh text di halaman situs Anda nantinya akan tercetak tebal semua.
Berikut adalah daftar-daftar Tags yang perlu Anda ketahui :
Paragraph baru :
akan membuka Paragraph baru. penutup tags ini adalah
Baris Baru :
akan membuat baris baru untuk halaman situs anda, mirip perintah enter di word. penutup tags ini adalah
Cetak tebal :
akan membuat huruf di cetak tebal, penutupnya adalah
Garis Bawah :
huruf atau angka yang berada di antara tags ini akan mempunyai garis bawah. penutup tags nya adalah
Garis miring :
huruf atau angka yang berada di antara tags ini akan terbentuk miring ( garis miring ) .penutup tags nya adalah
Posisi di tengah :
huruf atau angka yang berada di antara tags ini akan berada di tengah-tengah halaman, penutup tags nya adalah
Posisi di kiri : <left> huruf atau angka yang berada di antara tags ini akan berada di kiri halaman situs, penutup tags nya adalah </left>
Posisi di kanan : <right> huruf atau angka yang berada di antara tags ini akan berada di kanan halaman situs. Penutup tags nya adalah </right>
Ubah warna :
huruf atau angka yang berada di antara tags ini akan berwarna merah. Penutup tags nya adalah
Mengubah bentuk huruf :
huruf atau angka yang berada di antara tags ini menggunakan Bentuk Arial, Penutup tags nya adalah
Mengubah ukuran text :
Penutup tags nya adalah
Text berjalan : <marquee>huruf atau angka yang berada di antara tags ini akan bergerak dari kiri ke kanan di layar, Penutup tags nya adalah </marquee>
catatan: tags marquee hanya berjalan jika halaman situs yang menggunakan tags ini di lihat dengan menggunakan internet explorer.
2. Structure dasar dari halaman HTML.
Ini adalah contoh dari halaman HTML.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
<html>
<head>
Huruf atau angka yang berada di tags ini, akan menjadi judul situs Anda
<meta name="description" content="Ini adalah penjelasan singkat mengenai situs Anda">
<meta name="keywords" content="ini adalah kata-kata yang mendeskripsikan tentang situs anda">
</head>
<body>
Halo ini adalah halaman situs pertama saya. Jika Anda butuh bantuan membuat situs, silahkan klik <href="http://www.SemuaBisnis.com">Semuabisnis.com.
</body>
</html>
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penjelasan dari kode HTML di atas adalah :
Tags <html> hanya mengatakan kepada browser anda di bagian mana HTML code di mulai.
tags
adalah judul dari situs Anda, anda bisa melihat nya di bagian paling atas dari browser anda.
<meta name> adalah bagian agar mesin pencari seperti google agar bisa menampilkan deskripsi singkat mengenai situs Anda
<body> adalah isi dari website Anda, setelah tags </head>
3. Membuat HYPERLINK ( link ke situs )
- hyperlink adalah sebuah link yang bisa Anda klik untuk menuju ke halaman lainnya dari situs Anda, atau menuju ke situs lain.
contoh :
Nama link tersebut maka hasilnya adalah : Nama link tersebut bila link ini di klik, maka akan menuju ke situs semuabisnis.com
Membuka link dengan windows baru ( new windows )
- Jika anda ingin link yang di klik akan terbuka dengan windows baru, maka codenya
adalah : Nama link tersebut
Mengubah warna dari link tersebut
: <body link="green" vlink="yellow" alink="red"> contoh di atas akan membuat link berwarna hijau, dan link yang sudah di klik akan berwarna merah.
Membuat email link
- Membuat email link sangat sederhana, anda hanya perlu menuliskan code
contoh : Kirim email ke saya , maka hasilnya adalah : Kirim email ke saya
Wednesday, September 12, 2007 3:54:32 AM
Dalam beberapa kesempatan seringkali saya ditanya tentang bagaimana cara memulai usaha. Atau diminta tips gimana caranya biar bisa menikmati financial freedom.. reaksi pertama saya, lho.. apa pantes saya ditanya beginian? saya masih jauh dari standar kelayakan orang berkategori sukses.. tapi ya apa mau dikata, karena maksa ya akhirnya saya cuma share pengalaman aja.
Masalah Luck
Ada yang berpendapat bahwa sukses atau tidak sukses adalah karena faktor luck atau keberuntungan. Saya sendiri tidak sepenuhnya setuju tapi juga tidak sepenuhnya menolak. Bagi saya Sukses itu adalah keberuntungan untuk orang-orang yang berikhtiar/berusaha. Sama seperti dahulu kita mengikuti ujian negara (umptn/sipenmaru/spmb), orang-orang yang lulus pada saat itu adalah orang-orang yang belajar dengan giat ditambah sedikit keberuntungan. Ingat, penekanannya adalah belajar dengan giat. Jadi intinya, kita boleh berharap faktor keberuntungan hanya ketika kita sudah berusaha/ikhtiar.
Apapun bisa kita jual!
Pernah ada pertemuan para marketer-marketer handal di seluruh dunia. Kemudian salah satu yang terhebat menjadi pembicara ditengah-tengah mereka. Orang itu berkata, "saya akan memberikan pertanyaan yang jika ada salah satu diantara kalian bisa menjawab, maka saya akui bahwa anda lebih hebat dari saya". Hingga satu minggu lebih pertanyaan nya tidak bisa terjawab, bahkan mungkin sampai bertahun-tahun tidak akan ada yang sanggup menjawabnya. Pertanyaan yang simple, "Coba cari satu barang yang tidak bisa dijual!"......
Cerita diatas hanya ingin menggambarkan bahwa apapun bisa kita jual. Namun masih banyak pendekatan lain agar yang kita jual itu menghasilkan manfaat atau hasil yang lebih..
Awali dari Mimpi...
Semua berawal dari mimpi. Pastikan bahwa kita memahami motivasi kita memilih jalan menjadi pengusaha. Apakah sekedar ikut-ikutan, atau memang pilihan hidup
Mulai dari yang kita suka dan kita tahu
Kata orang, jika ingin memenangkan pertarungan kita harus mengenali diri dan lawan. Soalnya namanya usaha, apalagi masih merintis, pasti banyakan duka-nya daripada suka-nya. Beda kalau kita memang suka. Misalkan hobi saya adalah ikan hias, maka dulu saya memulainya dari ikan hias. Enaknya bisnis yang disambi oleh hobi adalah ketika omzet atau penjualan sedang menurun (bahkan merugi) kita masih bisa bertahan dan hanya menganggap bahwa hal tersebut adalah bagian dari "perjuangan". Penekanannya adalah kita dengan mudah masih bisa bertahan...
Cermati Pasar!
Istiliah lain dari pengusaha adalah pedagang, atau penjual. Ingat, penjual bukan pembeli. Memang dalam prosesnya, kita pun membeli barang dari supplyer untuk kemudian dijual. Tapi kenapa kita disebut penjual?? sangat mudah! karena untuk menjual itu jauh lebih besar perannya dari sekedar membeli. saya permudah, jika kita jual sesuatu, pastikan ada yang beli! kalo bahasa ekonomi nya pastikan ada demand. Lebih baik lagi jika kita memilih bisnis yang tren-nya cenderung mengalamai penaikan, bukan penurunan. Lebih sempurna lagi jika kita bisa memastikan bahwa ada yang mau berlangganan dengan kita.
Bunuh Rasa Malu
Tentu saja rasa malu yang positif. Selalu ingat prinsip, bahwa kita hanya malu ketika melakukan perbuatan yang melanggar aturan agama. Yang malu itu harusnya para pejabat korup, bukan para penjual bakso keliling. Yang malu itu harusnya yang nilep BLBI, bukan pedagang asongan atau pemungut sampah. mindset seperti ini yang harus kita bentuk.
kembali ke peran kita sebagai penjual. Menjual adalah hal paling penting dalam berbisnis. Maka dari itu, hapus rasa malu kita untuk menjual produk kita sebanyak-banyaknya. Kalau perlu kita turun langsung sebagai tenaga penjualan. Misalnya, kita mau buka warnet, ya ga usah malu kita latihan jadi operator warnet. Kita bikin pabrik makanan ikan, ga usah malau nawarin produk ke toko-toko atau farm ikan yang ada. Kita bikin konveksi, ya ga usah malu nawarin baju-baju kita ke tetangga.
Pada poin ini lah saya sering menemukan teman-teman saya yang "berguguran" karena memiliki mindset yang salah tentang rasa malu...
Racik Strategi yang Apik
Baru deh kita bahas strategi. Misalnya strategi marketing. Inget kata pak Hermawan Kertajaya bahwa strategi marketing pada intinya cuma tiga, positioning, product differentiation, branding. Hehehe... cari-cari sendiri deh buat yang ga tau istilah diatas. Setelah itu bikin business plan, dan inget, untuk yang baru mulai usaha, jangan menggunakan modal yang berasal dari utang. Jual aja semua yang kita punya, nah mulai dari yang ada. Jangan lupa untuk coaching. Ga mesti bayar kok, bisa aja kita cari figur yang kita anggap lebih berpengalaman untuk tempat kita konsultasi. Kan lumayan bisa gratis hehehhe.. jangan lupa juga ikut komunitas-komunitas yang berhubungan dengan bisnis kita. Berguna banget tuh.
Just Action!
Mulailah! nah di poin ini juga banyak sekali teman-teman saya yang berguguran. Banyak yang berani berencana tapi tidak cukup berani untuk memulai. Untuk mengobati penyakit ini gampang saja.. Coba aja kita buat mimpi-mimpi hidup kita 5 tahun, 10 tahun, bahkan hingga 30 tahun kedepan. Jabarkan lebih detail! dan kita akan semakin paham, semakin kita menunda, semakin lama pula mimpi-mimpi itu tiba. so, just start it!
Terakhir : Kontrol dan Maintain!
Jangan terlena. Biasanya ada istilah keberuntungan pemula. Omzet diawal bisa saja drastis. Tapi jangan lupa ciptakan sistem kontrol yang baik. Poin ini lah yang membedakan antara pengusaha yang langgeng, dengan pengusaha yang ikut-ikutan. Banyak juga yang berguguran disini. Jangan lupa juga untuk terus konsultasi dengan orang yang kita anggap tahu.
Friday, August 31, 2007 3:25:33 AM
Bahan Baku Untuk memproduksi tempe tahu di gunakan bahan baku pokok yang sama, yaitu kedele. Jenis kedele terdiri atas 4 macam, kedele kuning, kedele hitam, kedele coklat dan kedele hijau. Para pengrajin tempe biasanya memakai kedele kuning sebagai bahan baku utama. Pengrajin tempe tahu biasanya menggunakan kedele kuning, akan tetapi juga kedele jenis lain, terutama kedele hitam.
Kedele berbiji besar bila bobot 100 bijinya lebih dari 13 gram, kedele berbiji sedang bila bobot 100 bijinya antara 11 - 13 gram dan kedele berbiji kecil bila bobot 100 bijinya antara 7 -11 gram. Biji kedele yang dipakai oleh para pengrajin untuk membuat tempe harus di kupas lebih dahulu dan biji kedele tahu digiling sesudah biji kedele di rendam sekitar 7 jam lebih dahulu.
Alat perontok biji kedele dapat digerakkan dengan listrik maupun dengan penset tergantung persediaan listrik di Sentra dari PLN. Biaya listrik/solar di hitung dari jumlah biaya yang dibagi antara para pengrajin di Sentra produksi sesuai dengan rumusyang disetujui antara anggota Kelompok dengan KOPTI.
Syarat mutu kedele untuk memproduksi tempe tahu kualitas pertama adalah sebagai berikut :
· Bebas dari sisa tanaman (kulit palang, potongan batang atau ranting, batu, kerikil, tanah atau biji-bijian)
· Biji kedele tidak luka atau bebas serangan hama dan penyakit
· Biji kedele tidak memar
· Kulit biji kedele tidak keriput.
Bahan Pembantu Pembuatan TempeDalam pembuatan tempe di kenal beberapa macam ragi atau laru tempe digunakan dalam proses fermentasi yang menghasilkan tempe dengan kualitas tinggi. Secara tradisional para pengrajin membuat laru tempe dengan menggunakan tempe yang sudah jadi. Tempe tersebut di iris-iris tipis, dikeringkan, digiling menjadi bubuk halus dan hasilnya di gunakan sebagai bahan inokulum dalam proses fermentasi.
Laru lain yang sering dipakai adalah miselium kapang yang tumbuh di permukaan tempe. Salah satu macam laru dari Jawa Tengah disebut usar, di buat dengan cara membiarkan spora kapang dari udara tumbuh pada kedele matang, yang ditaruh antara dua lapis daun waru dan daun jati atau daun pisang bekas pembungkus tempe. Setelah itu laru diremas-remas lalu dicampurkan ke dalam biji kedele yang hendak di lakukan peragian. Untuk satu kilo kedele diperkirakan membutuhkan 2 atau 3 lembar daun yang mengandung aru.
Dalam praktek terjadi kesulitan memperoleh laru daun karena laru daun tidak dapat disimpan lama dan jumlah pemakaian sulit di pastikan. Oleh karena itu banyak pengrajin tempe membeli laru buatan berbentuk tepung di pasar.
Bahan-bahan lain yang digunakan untuk membuat laru adalah beras, terigu dan air bersih. Air bersih di pakai juga dalam proses produksi tempe untuk mencuci serta merebus biji kedele sebelum proses fermentasi. Bahan pembungkus tempe adalah daun pisang maupun plastik berlubang-lubang.
Bahan Pembantu Pembuatan TahuBahan baku untuk membuat tahu kualitas tinggi adalah kedele putih berbiji besar-besar. Kemudian perlu juga asam cuka (kadar 90 %) yang dipakai sebagai campuran sari kedele agar dapat menggumpal menjadi tahu. Selain asam cuka dapat juga di pakai batu tahu (CaSo4) atau sulfat kapur yang telah di bakar dan ditumbuk dibuat tepung.
Dalam seluruh proses produksi tahu air bersih amat penting, baik untuk mencuci, merendam maupun untuk membuat sari kedele. Kalau pengrajin ingin membuat tahu kuning perlu menambah kunyit yang telah diparut dan diperas. Untuk menambah rasa asin, misalnya dapat menambah garam, untuk menambah rasa wangi sari kedele dicampur, misalnya dengan bubuk ketumbar, jintan, kapol, cengkeh, pala atau bahan-bahan dari ramu-ramuan lain. Pengrajin dapat pula membeli bubuk wangi buatan, misalnya bubuk buatan Cina.
Tenaga kerjaTenaga kerja usaha kecil tempe tahu sebagian besar terdiri dari anggota keluarga para pemilik usaha tersebut, yaitu saudara dan anak para pemilik. Tingkat pendidikan umumnya relatif rendah sampai Sekolah Dasar. Sedangkan keterampilan yang di miliki di peroleh dari pengalaman setelah lama bekerja pada perusahaan kecil tempe tahu. Berdasarkan perhitungan tenaga kerja satu pengrajin mampu memproduksi 75 kg kedele menjadi tempe sehari. Untuk memproduksi 100 kg tahu kebutuhan tenaga kerja dua orang pengrajin.
Proses Produksi TempeTahapan proses produksi tempe adalah sbb :
Biji kedele yang telah di pilih/di bersihkan dari kotoran, dicuci dengan air PDAM atau air sumur yang bersih selama 1 jam.
Setelah bersih kedele di rebus dalam air selama 2 jam.
Kemudian direndam 12 jam dalam air panas/hangat bekas air perebusan dengan maksud supaya kedele mengembang.
Berikutnya di rendam dalam air dingin selama 12 jam.
Setelah 24 jam seperti butir 3 dan butir 4 diatas, kedele di cuci/dikuliti (dikupas).
Setelah di kupas , direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman.
Kedele di ambil dari dandang, letakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Biarkan dingin sampai permukaan keping kedele kering dan airnya menetes habis.
Kemudian di campur dengan laru (ragi 2 %) guna mempercepat/meransang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedele dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah kunci keberhasilan atau tidaknya membuat tempe kedele.
Bila campuran bahan fermentasi kedele sudah rata, kemudian dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya di pakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik di lobangi/ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah untuk memberi udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam.
Campuran kedele yang telah dicetak dan diratakan permukaannya di hamparkan di atas rak dan kemudian ditutup selama 24 jam.
Setelah 24 jam tutup di buka dan didinginkan/diangin-anginkan selama 24 jam. Setelah ini campuran kedele telah menjadi tempe siap jual.
Untuk tahan lama, tempe yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat di bekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin. Proses membekukan tempu untuk ekspor sbb : mula-mula tempe di iris-iris setebal 2 - 3 cm dan di blanching direndam dalam air mendidih selama lima menit untuk mengaktifkan kapang dan enzim. Kemudian tempe di bungkus dengan plastik selofan dan di bekukan pada suhu 40 derajat Celcius sekitar 6 jam. Setelah beku disimpan pada suhu beku sekitar 20 derajat celcius selama 100 hari tanpa mengalami perubahan sifat penampak warna, bau dan rasa.
Proses produksi TahuTahap dalam proses produksi tahu adalah sbb :
Kedele dipilih dengan penampi untuk memilih biji kedele besar. Kemudian di cuci serta direndam dalam air besar selama 6 jam.
Setelah di rendam di cuci kembali sekitar 1/2 jam
Setelah di cuci bersih kedelai di bagi-bagi diletakkan dalam ebleg terbuat dari bambu atau plastik.
Selanjutnya kedele giling sampai halus, dan butir kedele mengalir dengan sendirinya kedalam tong penampung.
Selesai digiling langsung direbus selama 15 - 20 menit mempergunakan wajar dengan ukuran yang besar-besar . Sebaiknya jarak waktu antara selesai digiling dan dimasak jangan lebih dari 5 - 10 menit, supaya kualitas tahu menjadi baik.
Selesai di masak bubur kedele diangkat dari wajan ke bak/tong untuk disaring menggunakan kain belacu atau mori kasar yang telah di letakkan pada sangkar bambu. Agar bubur dapat di saring sekuat-kuatnya diletakkan sebuah papan kayu pada kain itu lalu ada satu orang naik di atasnya dan menggoyang-goyang, supaya terperas semua air yang masih ada pada bubur kedele. Limbah dari penyaringan berupa ampas tahu. Kalau perlu ampas tahu diperas lagi dengan menyiram air panas sampai tidak mengandung sari lagi. Pekerjaan penyaringan di lakukan berkali-kali hingga bubur kedele habis.
Air sampingan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih adalah bahan yang akan menjadi tahu. Air saringan di campur dengan asam cuka untuk menggumpalkan. Sebagai tambahan asam cuka dapat juga air kelapa atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah di eramkan maupun bubuk batu tahu (sulfat kapur)
Gumpalan atau jonjot putih yang mulai mengendap itulah yang nanti sesudah di cetak menjadi tahu. Air asam yang masih ada dipisahkan dari jonjot-jonjot tahu dan disimpan, sebab air asam cuka masih dapat digunakan lagi. Endapan tahu dituangkan dalam kotak ukuran misalnya 50 x 60 cm 2 dan sebagai alasnya di hamparkan kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Pengempaan dilakukan sekitar 1 menit, adonan tahu terbentuk kotak, yang sudah padat, di potong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm 2, sebelulm menjadi tahu siap di jual.
Sarana ProduksiSentra produksi tempe tahu sudah di bangun di beberapa wilayah dengan KOPTI sebagai pengembang. DI sentra yang sudah ada, masing-masing pengrajin mendapat rumah termasuk ruang produksi tempe tahu. Dengan kombinasi rumah tipe sederhana dengan ruang produksi para pengrajin hanya dapat melanjutkan produksi yang ada dengan alat produksi tradisional.
Dalam Model KPKT ini KOPTI dapat membangun ruang produksi dan rumah pengrajin secara terpisah. Satu gedung produksi dapat di pakai oleh satu kelompok pengrajin. Gedung produksi harus lengkap dengan saluran air bersih, saluran listrik, gudang bahan baku, mesin penggiling kedele serta prasarana lainnya yang melayani semua pengrajin. Di gedung produksi tersebut nanti para pengrajin dapat menetapkan alat produksi untuk membuat produk baru (diversifikasi) yaitu ada kemungkinan merubah cara produksi dari cara pengrajin rumah tangga ke industri makanan.
Tanah Sentra Produksi Tempe Tahu Milik KOPTI. Jumlah pengrajin yang ditetapkan sesuai dengan luas tanah maupun RUTR tentang penggunaan tanah sebagai sentra PTT.
Masing-masing pengrajin dapat menerima hak atas sewa maupun membeli suatu bagian dari gedung produksi serta hak atas memakai dan menerima jasa dari seluruh prasarana yang disediakan di Sentra. Di samping itu masing-masing peserta Sentra memerlukan alat produksi milik sendiri. Rincian dari kebutuhan sarana serta prasarana produksi dicantumkan pada Bab VI Aspek Keuangan dalam perhitungan Biaya Proyek. Dalam perhitungan tersebut biaya modal kerja juga di perhitungkan dengan jumlah sesuai dengan asumsi tentang hasil produksi tempe tahu.
Sumber: Sistem Informasi Pola Pembiayaan / Lending Model Usaha Kecil
Untuk informasi tambahan ke
http://keluargacemara.net/dapur/?p=50
Tuesday, August 21, 2007 3:14:54 AM
Salah satu langkah yang penting sebelum anda memulai bisnis adalah melakukan analisa persaingan usaha / analisa kompetitor. Anda sebaiknya mereview literatur dari kompetitor , untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar marketing, memberikan tips analisa persaingan usaha yang meliputi langkah- langkah seperti berikut :
1. Berperanlah sebagai pelanggan dengan cukup uang. Telponlah pesaing di daerah anda dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan tersebut seperti layaknya anda adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi. Anda dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and How) untuk memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang kekuatan dan kelemahan pesaing anda. Salah satu hal terpenting yang harus berhasil anda lakukan adalah membuat mereka mengirimkan sales & information package mereka pada anda, dimana dalam package tersebut akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka. Literatur bisnis kompetitor anda akan menceritakan secara detil mengenai public image mereka , dan disamping itu anda dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil. Pastikan juga anda mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari pelanggan, memproses permintaan informasi, dan berapa lama permintaan informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan anda. Dapatkan anda menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik ? Bagaimana tampilan dari business card mereka ? Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan anda sendiri, sehingga dapat ditentukan apakah anda dapat bersaing dengan mereka atau tidak. Apakah anda akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih baik ?
2. Telponlah kompetitor di luar daerah anda. Anda selanjutnya dapat menelpon perusahaan yang sejenis dengan anda (atau yg sedang anda rencanakan) di luar daerah anda, dimana anda tidak dianggap sebagai saingan mereka. Dengan demikian, mereka tidak merasa terancam saat anda memberikan pertanyaan. Sangatlah berguna bila anda dapat berbicara dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain propinsi. Saat anda berbicara dengan kompetitor yang jauh jaraknya seperti ini, pendekatan anda haruslah lebih“straight-forward”. Anda dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa anda sedang berpikir untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat masukkan/input dari mereka. Sering kali mereka dengan senang hati akan memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara keseluruhan dan banyak lagi informasi gratis pada anda. Meskipun demikian, anda perlu berhati-hati agar tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam bertanya, batasi percakapan telpon anda 10 sampai 15 menit maksimum. Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, dan menuliskannya di atas kertas, sehingga anda dapat menanyakannya dengan lancar. Dengan demikian anda akan tampak seperti seorang professional, dan jika suatu saat anda perlu menelpon lagi, mereka akan menerimanya. Jika anda terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya adalah tidak menghamburkan waktu.
3. Terakhir anda dapat melakukan “in-field competition analysis” dengan melakukan telemarketing pada prospek dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor anda, pernah menjalin hubungan bisnis dengan mereka, dan lain-lain. Dengan melakukan ini, anda juga melakukan prekualifikasi terhadap prospek potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor anda, dan membuka peluang terjadinya penjualan. Sebagai tambahan, di saat anda berada di luar melakukan sales call, anda dapat melakukan cara yang sama saat berbicara dengan prospek dan anda dapat mengetahui apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor anda. Sekali lagi, anda dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi poin-poin differensiasi anda terhadap kompetitor.
Dengan melakukan langkah-langkah di atas dan mengasah phone-skills anda, dipastikan anda akan mendapatkan banyak informasi berguna tentang bisnis yang sedang anda rencanakan.
Tuesday, August 21, 2007 3:06:11 AM
Sebuah rencana bisnis adalah peta dalam menjalankan bisnis anda. Ini adalah rencana yang akan menuntun anda mengenai APA yang akan anda kerjakan, KAPAN dan BAGAIMANA mengerjakannya. Sebuah rencana bisnis juga akan membantu anda dalam melihat lebih jelas mengenai tipe bisnis yang akan anda rintis, siapa saja yang akan menjadi pelanggan anda, dan apa produk atau jasa yang akan anda tawarkan.
Jika anda berencana untuk meminjam dana untuk memulai bisnis anda, entah itu dari bank atau investor, maka anda harus membuat rencana bisnis yang resmi (formal business plan). Rencana bisnis yang resmi akan memberikan summary dari bisnis dan market anda, kemudian akan membahas secara detil tentang produk anda, pelanggan dan pangsa pasar (market), supplier, estimasi keuntungan, analisa persaingan usaha, dan lain-lain. Rencana bisnis resmi ini dapat mencapai 20 halaman dan butuh berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.
Di lain pihak, pemilik usaha kecil tidak perlu membuat rencana bisnis resmi untuk memulai usahanya. Seringkali mereka membuat rencana bisnis dalam bentuk catatan saat melakukan brainstorming atau dalam bentuk outline. Untuk memulai, ini sudah cukup.
Hal yang terpenting adalah menulis sebuah rencana. Sering kali pemilik usaha kecil memulai bisnisnya tanpa rencana sama sekali, sehingga ide-ide mereka menjadi kabur dan mereka tidak tahu apa yang selanjutnya harus mereka lakukan. Dengan menulis sebuah rencana, meskipun itu berupa catatan-catatan brainstorming, anda akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai jenis bisnis yang anda inginkan, serta bagaimana bisnis itu harus berkembang sejalan dengan waktu.
Berikut adalah hal-hal yang harus anda pikirkan saat menulis rencana bisnis anda:
1. Usaha apa yang akan anda mulai ? Toko ? Jasa professional ? Website Online ?
2. Apa tujuan dari bisnis anda ? Sebuah bisnis dapat dimulai karena kesenangan belaka, tetapi bila anda ingin mendapat keuntungan, anda harus tahu mengapa anda memulai bisnis anda. Apakah untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari pelanggan ? Atau menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya ?
3. Bagaimana bisnis anda akan menghasilkan uang ? Apakah anda akan menjual produk, dan jika ya apa ? Anda akan mendapat produk itu dari mana ? Pada harga berapa anda akan membeli produk itu dan berapa anda akan menjualnya ?
4. Siapa sajakah yang akan menjadi pelanggan anda ? Mengenal pelanggan anda adalah hal yang utama dalam menulis sebuah rencana bisnis. Jika anda tahu bahwa pelanggan anda adalah mereka dengan penghasilan terbatas, tentu anda tidak bisa menjual produk atau jasa dengan harga jutaan rupiah. Mengetahui siapa pelanggan anda, juga akan membantu dalam menjalankan kegiatan advertising dan marketing anda.
5. Bagaimana anda akan mendapatkan pelanggan tersebut ? Misalnya, apakah anda berencana untuk menelponnya satu persatu, atau anda akan merekrut tim penjualan yang hebat ? Anda harus tahu bagaimana anda akan mendapatkan pelanggan. Jika tidak, bisnis anda tidak akan berkembang.
Tentu saja poin-poin di atas hanyalah langkah dasar dalam membuat sebuah rencana bisnis, akan tetapi poin-poin tersebut adalah yang terpenting.
Wednesday, August 15, 2007 3:19:23 AM
Pemikiran yang POSITIF merubah cara pandang dan NASIB seseorang
Ciri yang menonjol dari sifat seorang pemenang adalah mempunyai kebiasaan untuk berpikir positif. Pemikiran positif inilah yang membuat kenapa seseorang dapat berhasil walaupun berada pada kondisi yang sama buruknya bahkan lebih buruk dari orang lain yang gagal.
Seorang yang berpikir positif dapat melihat peluang pada kondisi krisis sekalipun. Kebiasaan berpikir positif bahkan menentukan kebahagiaan seseorang. Dalam hidup orang cenderung mencari kebahagiaan. Untuk mencapai perasaan bahagia ini, banyak dipicu dengan beli mobil, rumah, jalan-jalan ke luar negeri, dsb.
Namun jika seorang yang biasa berpikir negatif, hal itu semuapun bisa menimbulkan perasaan penyiksaan dan kecemasan. Contoh beli mobil baru, malahan jadi cemas dan tidak nyaman karena takut catnya tergores, terbentur, sehingga setiap mobil terparkir, hati was-was apakah nanti cat mobilnya tergores atau tidak. Tidak berani untuk berhenti di lampu merah karena takut kena kapak merah atau pencuri kaca spion, sehingga was-was setiap akan melalui perempatan.
Dalam kisah berikut ini sungguh mencerminkan bahwa pemikiran positif mengubah cara pandang seseorang terhadap suatu kejadian yang akhirnya memberikan perasaan bahagia bahkan dalam kondisi dimana orang lain akan merasa marah dan negatif.
Suatu ketika Roberto De Vincenzo, seorang pemain golf Argentina yang terkenal itu memenangkan sebuah turnamen golf profesional yang berhadiah uang dalam jumlah besar. Setelah menerima hadiahnya dan penuh senyum di depan kamera para wartawan ia bergegas berjalan menuju club house dan bersiap-siap untuk pulang.
Saat berjalan menuju mobilnya, ia dihampiri oleh seorang wanita dan wanita itu memberikan salam ucapan selamat kepadanya atas kemenangan yang ia raih seraya mengatakan kepadanya bahwa bayinya tengah mengalami sakit keras dan kondisinya sekarat, "Saya tak tahu harus bagaimana, karena sama sekali tak punya biaya untuk berobat ke dokter", kata wanita itu dengan wajah memelas.
Vincenzo sangat tersentuh melihat wanita malang itu dan segera mengeluarkan check dan pena untuk menuliskan selembar check dengan nilai yang tidak sedikit untuk diberikan kepada wanita itu. "Segera bawa anakmu berobat ke rumah sakit, kalau perlu opname dan pastikan dia benar-benar sembuh", kata Vincenzo dengan penuh simpatik. Wanita itu memegang erat tangan Vincenzo dan beberapa kali membungkuk penuh rasa terima kasih sebelum pergi meninggalkan pe-golf yang murah hati itu.
Minggu berikutnya dalam suatu acara makan siang di sebuah country club, rekan Vincenso yang juga seorang pejabat asosiasi golf professional mendatangi mejanya dan duduk bersamanya, kemudian bertanya,"Vincenzo, minggu lalu anda memberikan check kepada seorang wanita?"
Vincenzo mengangguk sambil meneguk juice apelnya.
"Seorang tukang parkir yang melihat anda memberikan check kepada wanita itu mengatakan pada saya bahwa wanita itu telah menipumu kawan, anaknya tidak sedang sakit apalagi sekarat", kata orang itu menjelaskan.
Kali ini Vincenzo terdiam sejenak dan bertanya serius, "Sungguh? Tidak ada anak yang sekarat?"
"Benar", tegasnya.
"Syukurlah kalau begitu, saya rasa itu adalah berita terbaik yang saya dengar dalam minggu ini", jawab Vincenzo
Untuk bisa mempunyai pemikiran positif, pertama-tama sadari bahwa pemikiran positif dapat merubah cara pandang bahkan dapat merubah nasib anda. Namun kesadaran ini saja tidak cukup untuk bisa merubah Anda menjadi berpikir postif, perlu proses untuk bisa mencapai tahap tersebut. Awali dengan mempunyai kemauan untuk berpikir positif.
Caranya adalah masukkan input positif terus menerus ke pemikiran Anda setiap hari
Tags: Pemikiran yang POSITIF merubah cara pandang dan NASIB seseorang
Wednesday, August 15, 2007 2:48:35 AM
MENJADI wiraswastawan atau berusaha sendiri memang tidak terlalu mudah. Walaupun kelihatannya sangat menyenangkan dan memberi iming-iming masa depan yang demikian menyenangkan, tetapi dalam praktiknya juga tidak selalu seperti yang dibayangkan.
Lebih banyak dukanya ketimbang sukanya. Lebih banyak susahnya daripada senangnya, dan mungkin juga lebih banyak kendalanya daripada lancarnya.
Sukses sebagai manajer di suatu perusahaan perdagangan atau sebagai manajer pemasaran juga belum menjamin untuk sukses sebagai wirawastawan. Walaupun prinsipnya, sebagai manajer pemasaran juga tidak jauh berbeda dengan wiraswasta. Tak jarang manajer pemasaran yang beralih profesi menjadi wiraswastawan yang gagal di tengah jalan. Kariernya bukan malah melambung tinggi, tetapi malah terperosok di tengah jalan.
Namun tidak dipungkiri juga bahwa banyak wiraswastawan atau pengusaha sukses yang memulai kariernya dari bidang pemasaran. Bidang ini memungkinkan bagi seseorang untuk beralih profesi sebagai wiraswastawan. Karena inti dari wiraswastawan tidak jauh berbeda dengan bidang pemasaran. Kalau tidak mau memproduksi suatu produk untuk dipasarkan, ia bisa mencari produk lain untuk dipasarkan. Dengan demikian inti dari wiraswastawan atau berusaha sendiri harus bisa memasarkan. Bagaimana bagusnya pun suatu produk kalau tidak bisa menjual atau memasarkan akan sia sia saja.
Karena "yang bertelur emas" adalah bagian pemasaran bukan bagian produksi, itulah mengapa bagian pemasaran menjadi penting bagi suatu perusahaan. Baik perusahaan besar yang mapan maupun bagi perusahaan kecil yang dikelola wiraswastawan pemula. Demikian pentingnya bagian pemasaran, sehingga dari bagian pemasaran ini tidak sedikit lahir wiraswastawan - wiraswastawan tangguh dan pengusaha sukses.
Jiwa wiraswasta
Bagi seseorang yang memiliki mental atau jiwa wiraswasta yang tinggi memang berbeda dengan seseorang yang memiliki bakat menjadi karyawan atau pegawai yang baik. Orang yang memiliki jiwa wiraswasta yang tinggi biasanya sering berpindah pekerjaan dari suatu perusahaan ke perusahaan lain. Selain untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik. Ia juga senang menghadapi tantangan. Menghadapi sesuatu yang dianggap baru. Ia juga tidak takut dengan berbagai macam pekerjaan yang baru dihadapi. Persoalan yang baru oleh orang lain dianggap sebagai hambatan malah merupakan tantangan yang harus diselesaikan dengan baik.
Pada saat tertentu bila dianggap sudah tiba saatnya. Ia akan melakukan usaha sendiri. Ia tidak mau lagi bekerja pada orang lain. Yang terpikir dalam benaknya adalah bagaimana menjadi wiraswastawan yang memiliki usaha sendiri walaupun ia harus mulai dari kecil-kecilan. Siapa tahu suatu saat akan menjadi besar, dan ia akan berhasil menjadi pimpinan dari usaha yang dia rintis dari kecil. Dan ini selain memberi keuntungan ekonomi juga akan memberikan kepuasan tersendiri. Kepuasan yang tidak bisa diukur dengan nilai uang, walaupun sebagai wiraswastawan yang ia cari adalah uang.
Kalau keinginan berwiraswasta sudah demikian melekat pada seseorang, katakanlah pada manajer yang berkecimpung dalam bidang pemasaran biasanya akan sulit dihentikan. Gaji yang relatif besar dan fasilitas yang demikian menarik yang diberikan perusahaan biasanya tidak akan menggoyahkan keinginannya. Ia rela meninggalkan kedudukan yang telah berhasil ia raih, yang ia pikirkan adalah bagaimana bisa membuka usaha sendiri.
Ia memperkirakan dengan membuka usaha sendiri akan bisa memperoleh kondisi ekonomi dan status sosial yang lebih baik. Tidak saja ia akan memperoleh keuntungan dari usahanya, tetapi ia juga bisa menciptakan lapangan kerja baru. Bisa menolong teman yang membutuhkan pekerjaan dan membantu pemerintah menanggulangi masalah pengangguran.
Namun angan-angan atau bayangan hidup enak dan sukses yang akan diraih sebagai wiraswastawan ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Selain persaingan yang sudah demikian ketat dalam dunia bisnis, menjadi wiraswastawan juga tidak terlalu mudah. Apalagi bagi wiraswastawan baru atau pemula yang pernah menduduki posisi cukup penting di suatu perusahaan besar. Memang ia memiliki anak buah yang siap melakukan dan membantu pekerjaannya, kini sebagai wiraswastawan baru ia harus melakukan pekerjaannya sendiri.
Sebagai wiraswastawan pemula, apalagi dengan modal yang pas-pas an, ia tidak bisa dan barangkali juga perlu menggaji orang untuk tiap pekerjaannya. Apa yang bisa ia kerjakan akan ia tangani sendiri, apalagi untuk menggaji sekretaris yang andal tentu akan menambah pengeluaran semakin tinggi. Berbagai pekerjaan kantor yang selama ini dikerjakan anak buahnya, harus ia lakukan sendiri. Barangkali untuk urusan pengetikan pun kalau perlu ia lakukan sendiri.
Sebagai wiraswastawan pemula ia tidak hanya berperan sebagai direktur, tetapi juga merangkap sebagai tukang ketik dan mungkin sebagai tukang antar surat atau kurir sekaligus. Pokoknya pekerjaan apa saja yang bisa ia tangani sendiri yang dianggap memberatkan keuangan usahanya. Yang penting bagaimana bisa menekan pengeluaran sekecil mungkin untuk menghemat pengeluaran yang dianggap tidak terlalu mendesak.
Hal inilah yang kadang-kadang kurang disadari oleh wiraswastawan pemula. Tidak jarang mereka membayangkan untuk langsung bisa memperoleh posisi yang enak dan fasilitas yang baik seperti waktu ia bekerja sebagai karyawan. Mereka pernah menduduki posisi penting dan memperoleh fasilitas baik dari perusahaan sulit meninggalkan kebiasaannya. Mereka belum siap untuk merangkak dari bawah.
Kondisi seperti inilah yang sering menyebabkan kegagalan bagi wiraswastawan pemula. Tidak jarang mereka belum memperoleh pemasukan tetapi pengeluaran telah demikian besar. Kalaupun modal yang ada belum habis, mereka sering mengalami kesulitan untuk menyelesaikan order besar yang tentu membutuhkan biaya cukup besar untuk menyelesaikannya. Akibatnya usaha yang dijalankan sulit berkembang, dan mungkin malah bangkrut. ***
Wednesday, August 15, 2007 2:47:24 AM
Solusi Marketing & Management
SEBELUM krisis saya adalah manajer di salah satu perusahaan garmen yang cukup besar di Bandung. Sejak krisis, perusahaan kami melakukan pengurangan tenaga kerja beberapa manajernya termasuk saya. Karena memiliki jaringan yang cukup luas, saya memberanikan diri untuk berwiraswasta. Namun hampir 4 tahun saya masih belum mantap menjadi wiraswastawan.
Pertanyaannya:
1. Bagaimana strategi untuk menjadi wiraswastawan yang berhasil dan memperkecil risiko dalam bisnis?
2. Apakah ada alat tes yang dapat memberikan gambaran bahwa seseorang itu cocok menjadi wiraswastawan?
Terima kasih atas jawabannya.
Salam saya
Yuyun Kartika
JAWAB: 1. Dalam bisnis keberanian memang mutlak diperlukan. Untuk mencapai sukses kita harus berani meluncurkan produk kategori baru atau bahkan bisnis baru. Contohnya rokok “A Mild, Aqua, Vegeta, Mustika Ratu, Teh Botol Sosro, Kapas Kecantikan Wellnes, Bakso Malang Karapitan” dan lain-lain.
Keberanian ditunjukkan dengan membuat segala sesuatu yang benar-benar baru (memiliki keunikan) dan bukan hanya merek baru. Kalau kita hanya membuat merek baru, perusahaan akan terlibat dalam suatu market sharing game (membagi kue yang sudah ada) sehingga hasilnya juga tidak bisa hebat.
Sebaliknya dengan membuat suatu kategori baru, kita melakukan market building game (membangun kue baru) dan hasilnya bisa dahsyat. Tetapi meluncurkan produk kategori baru memang lebih riskan.
Peter Drucker pernah berkata “When never you see a successful business, someone once made a courageous decision!” (Bilamana Anda melihat bisnis yang sukses, berarti telah ada seseorang yang mengambil keputusan dengan berani).
Membuat merek baru memang risikonya lebih rendah, karena itu hasilnya juga lebih kecil. Sementara membuat kategori baru merupakan high risk high reward strategy (risiko tinggi imbalannya juga tinggi).
Untuk mengurangi risiko ada 3 cara yang bisa ditempuh.
Pertama, jangan langsung membangun pabrik/gedung. Kita bisa mengimpornya dulu atau menyubkontrakkannya. Sedangkan untuk bisnis retail atau restoran kita bisa kontrak gedung dulu sebelum membangun sendiri.
Kedua, jangan langsung terlalu menggebu-gebu dalam beriklan. Kalau produk yang kita ciptakan atau impor memang tepat maka ia tidak membutuhkan dukungan iklan yang berlebihan. Teh Botol Sosro dan Mustika Ratu mulanya praktis tidak mendapat dukungan periklanan yang berarti juga.
Ketiga kita perlu melakukan survei dahulu. Namun survei tidak selalu bisa membantu dan biaya survei tidak murah.
Beberapa cara praktis sebagai berikut:
* Melihat apa yang terjadi di luar negeri. Jauh hari sebelum ada perang kartu kredit seperti sekarang ini, Mochtar Riady (yang dulu masih di BCA) sudah meluncurkan BCA Card yang kini sangat sukses.
* Berpaling pada masalah yang dialami konsumen. Di Jakarta ada seorang mantan peragawati yang membuka butik khusus untuk wanita hamil. Alasan pendirian butik tersebut karena ketika peragawati tersebut hamil kesulitan mendapatkan baju hamil yang modis.
* Melakukan modifikasi produk pesaing. Kratingdaeng minuman energi yang sukses di pasaran diluncurkan sesudah munculnya Lipovitan.
Siapa tahu Anda sendiri bisa menciptakan cara berinovasi yang praktis. Sebab pada dasarnya inovasi merupakan kunci pengembangan produk baru.
**
2. Profesi wiraswasta bukanlah untuk semua orang. Jangan menganggap wiraswasta itu lebih tinggi dan lebih hebat. Wiraswasta yang gagal atau hanya berpendapatan di bawah Rp 2 juta juga banyak. Sebaliknya, manajer yang berhasil dan berpenghasilan Rp 5 juta juga ada. Maka dari itu profesi wiraswasta dan profesional manajer memiliki dunia berbeda.
Kami coba tampilkan alat tes apakah Anda tepat menjadi wiraswasta? Ada 8 faktor yang paling menentukan, apakah seseorang cocok untuk berwiraswasta atau tidak.
Pertama dan terpenting menyangkut ide bisnis yang dimiliki. Apakah ide bisnis tersebut punya pasar potensial yang cukup memadai atau terlalu kecil untuk bisa mendatangkan laba yang cukup untuk kehidupan kita.
Tetapi juga jangan hanya melihat dari sisi pasar potensial. Bagaimana tingkat persaingannya? Kalau pasarnya sudah terlalu berjubel atau sudah dikuasai oleh 2-3 nama besar, ide bisnis tadi juga kurang menarik.
Kedua menyangkut keberanian. Apakah Anda termasuk berani merugi atau rugi beberapa ratus ribu saja sudah menyesal 7 turunan, serta tidak dapat makan dan tidur.
Ketiga kesediaan bekerja keras dan tidak sok gengsi. Kalau baru memulai seorang wiraswasta tidak bisa langsung mengangkat manajer serta seketaris dan sebagainya. Itulah sebabnya di saat awal ia harus merangkap menjadi bos dan seksi repot sekaligus. Kalau ia merasa keberatan atau gengsi, lebih baik jangan menjadi wiraswasta.
Keempat diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar penjualan atau pemasaran. Karena apa pun ide bisnis kita akhirnya produk atau jasa tersebut harus dijual. Entah melalui salesman atau kita sendiri mencari order atau membuat sales promotion atau iklan, semuanya butuh pengetahuan dasar.
Kelima, apakah modal cukup memadai atau tidak. Modal besar memang bukan jaminan sukses, tetapi modal yang terlalu minim kemungkinan berhasilnya juga amat tipis. Kami tidak dapat menyebutkan jumlah rupiah yang dibutuhkan untuk sebagai persyaratan modal karena masing-masing bisnis membutuhkan persyaratan modal yang berbeda.
Keenam, menyangkut umur dan keadaan keluarga. Makin tinggi umur seseorang, makin besar keluarga yang menjadi tanggungan keadaannya makin tidak menguntungkan.
Sebab fisik dan keberanian seseorang juga banyak dipengaruhi oleh umur. Makin banyak tanggungan keluarga kita maka risikonya juga makin besar. Itulah sebabnya disarankan usia ideal antara 30-35 tahun.
Terlalu muda biasanya terlalu miskin pengalaman dan kemampuan sedang terlalu tua kondisi fisiknya dikhawatirkan menjadi tidak memungkinkan.
Ketujuh, posisi kita saat ini. Makin tinggi jabatan, gaji dan fasilitas seseorang, makin ketakutan untuk berwiraswasta.
Kedelapan, sumber pendapatan lain. Apakah pasangan hidup Anda bekerja dengan penghasilan yang cukup atau tidak? Apakah anda punya sumber penghasilan dari deposito berjangka atau tidak? Kalau kita masih punya sumber pendapatan lain maka risikonya juga lebih kecil.
Cata menghitung alat test di atas. Karena ide bisnis dan keberanian merupakan faktor yang penting maka nilainya masing-masing 20. Sedang lainnya nilainya masing-masing 10. Dengan demikian, jawaban ideal menjadi total 100.
Untuk yang nilai tertingginya 20 kita bisa berikan nilai 4 kalau sangat jelek, 8 kalau jelek, kemudian 12 untuk sedang , 16 kalau baik dan 20 kalau sempurna. Sedang untuk yang bernilai maksimal 10, mulailah dari 2 untuk sangat jelek, 4 untuk jelek, 6 jika sedang-sedang saja, 8 kalau bagus serta 10 jika ideal. Tetapi untuk nomer 6 dan 7 pemberian nilainya bersifat terbalik., makin tinggi nilainya makin rendah.
Kalau hasil total penilaian anda 60-70, Anda boleh mencoba berwiraswasta. Sedang kalau 70-90 peluang berhasilnya cukup besar. Semoga dengan alat tes ini akan semakin memantapkan pilihan Anda, untuk memilih tetap menjadi wiraswastawan atau profesional manajer. ***
Friday, July 27, 2007 9:14:06 AM
FRANCHISE FEE DIBAWAH 100 JUTA
1. Waralaba Roti Buana
Bisnis Bakery, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT Graha Praba Samanta, 021-5913896
2. Waralaba Laundrette
Bisnis Pencucian & Dry Clean, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
PT. Sinar Eka Kreasi, 021-4755106
3. Waralaba FutureKid
Bisnis Training Konsultan Pendidikan, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. LPKT GRamedia, 021-5301991 Ext 1410
4. Waralaba Bali Nirwana Travel
Bisnis Tour And Travel Ticketing, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
PT. Bali Nirwana Tour & Travel, 0361-7444491/92
5. Waralaba KamaBoko
Bisnis Restaurant Berjalan Di Mobil, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
Surja Dharma, Jl. Padjajaran Bandung
6. Waralaba Malibu Photo Studio
Bisnis Photo Studio, Franchise Sekitar 30 Juta
PT Malibu 62 Photo Studio, 021-4522571, 021-4514723
7. Waralaba MySalon
Bisnis Salon Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 30 Juta
PT Mega Mulia Mandiri, 021-5700820
8. Waralaba Rudi Hadisuwarno
Bisnis Salon Kecantikan & Beauty Training, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
PT. Rudy Hadisuwarno, 021-3107613
9. Waralaba Fun Languages
Bisnis Pendidikan Bahasa, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Fun Languages International, 021-7236658
10. Waralaba Markaz Ritel
Bisnis Retail Food & Convenience, Franchise Sekitar Rp 30 Juta
PT Solar Sentra Distribusi, 021-7231051
11. Waralaba Alfa Mart,
Bisnis Retail Mini Market, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. Sumber Alfaria Trijaya, 021-55755966
12. Waralaba O’ La La Café
Bisnis Kafe Roti & Lounge, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
13. Waralaba Computertots
Bisnis Pendidikan Komputer Untuk Usia Dini, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
Yayasan Tunas Bangsa, 021-7652618
14. Waralaba Churo Pastel
Bisnis Makan / Food Counter “Churo”, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Kurnia Mitra Duta Sentosa, 021-5398003
15. Waralaba Nu Look, HR Cleaner
Bisnis Laundry Binatu, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Piramid Inti Ekatama, 021-7182970
16. Waralaba Bebek Bali
Bisnis Restoran Bebek Bali, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
PT. Sarwagata Keluarga Sarana, 021-5747667
17. Waralaba Julia Jewelry
Bisnis Perhiasan Jewellery, Frachnise Sekitar Rp60 Juta
PT. Sumber Kreasi Cipta Logam, 021-8199280
18. Waralaba Odiva
Bisnis Rental Video, VCD, DVD, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Tara Waralabas, 021-5601504
19. Waralaba Printer Tape
Bisnis Tinta Printer, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Printer Tape Indonesia, 021-6017888
20. Waralaba Mr. Celup’s
Bisnis Restoran Mobil, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
CV Celup Mitra Saudara, 0251-373877, 021-7158899
21. Waralaba Ristra Salon
Bisnis Salon Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Ristra Indolab, 021-7226673
22. Waralaba Widyaloka
Bisnis Pendidikan Komputer, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
Yayasan Widyaloka, 021-6345946
23. Waralaba Wong Solo
Bisnis Restaurant, Franchise Sekitar Rp 65 Juta
PT. Sarana Bakar Digdaya, 021-7879061
24. Waralaba Hip Hop Bubble Drink
Bisnis Minuman Bubble Tea, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Mata Air Boga Lestari, 021-4898338
25. Waralaba Country Donuts
Bisnis Bakery Donat & Brownies, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
PT. Country Lestari, 021-8465985
26. Waralaba Es Teler 77
Bisnis Restaurant Es Teler, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
CV Es Teler 77, 021-7355352
27. Waralaba Indomaret
Bisnis Convenience Store, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
PT. IndoMarco Prismatama, 021-6914478
28. Waralaba PurwaCaraka Music
Bisnis Sekolah Music PurwaCaraka, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
Purwacaraka Music, 021-7988646
29. Waralaba California Fried Chicken
Bisnis Restaurant Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 90Juta
PT. Pioneerindo Gourmet Int. Tbk
30. Waralaba Century 21
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Century 21 Indonesia, 021-5682121
31. Waralaba Popeye Fried Chicken
Bisnis Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
32. Waralaba Domino’s Pizza
Bisnis Fast Food Pizza Antar, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Dunia Pizza Indonesia
33. Waralaba John Robert Power
Bisnis Sekolah Kepribadian, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
34. Waralaba Jobs DB
Bisnis Website Pencari Kerja, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Jobs DB Indonesia, 021-5367888
35. Waralaba Abra Kebab
Bisnis Fast Food Kebab, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Abra Boga Rasa Asia, 021-7358038
36. Waralaba Digital Studio Workshop
Bisnis Digital Studio, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Cipta Visi Digital Studio, 021-45850107
37. Waralaba Kiddy Cuts, Fun Cuts
Bisnis Gunting Rambut Usia Dini, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Kiddy Cuts Pratama Indonesia, 021-39833833
38. Waralaba Sederhana
Bisnis Restoran Padang Sederhana, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Sederhana, 021-5359579
39. Waralaba Crispy Burger
Bisnis Counter Burger, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Bogasari Flour Mills, 021-4301048
40. Waralaba Crepes Coin
Bisnis Crepes Panekuk, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Bogasari Flour Mills, 021-4301048
41. Waralaba Ultra Disc
Bisnis Rental DVD/VCD, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Ultra Disc, 021-3443223
42. Waralaba Balon Udara
Bisnis Promosi Balon Udara, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Balon Udara Mitra Waralaba, 0274-488157
43. Waralaba Video Ezy
Bisnis Rental VCD/DVD, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Video Ezy, 021-563638
44. Waralaba Londre
Bisnis Laundry & Dry Cleaning, Franchise Sekitar Rp 15 Juta
PT. Italindo Citra Modern, 021-7228413
45. Waralaba Red Crispy
Bisnis Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 10 Juta
PT. Magfood Inovasi Pangan, 0251-371443
46. Waralaba Lekker Crepes
Bisnis Crepes Panekuk, Franchise Cuma 5 Juta!!
UD Vita Husada, 021-8446169
47. Waralaba Mailshop Plus
Bisnis Jasa Kurir Kirim Paket, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. Mitra Piranti Usaha, 021-4502094
48. Waralaba Mama Oven
Bisnis Makanan, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
UD Vita Husada, 021-8446169
49. Waralaba M Print Shop
Bisnis Mobile Photo Printer Fuji, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
PT. Modern IndoLab, 021-3457777
50. Waralaba M Photo Box
Bisnis Photo Box Instant Fuji, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
PT. Modern IndoLab, 021-3457777
51. Waralaba Blenger Burger / Red Hot Burger
Bisnis Penjualan Burger, Franchise Sekitar 10 ~ 20 Juta
Mr. Nevi di Esia 9263-4755
52. Waralaba Senyum Muslim Toko Buku Islam
Bisnis Toko Buku dan Asesoris Islami, Franchise Sekitar 25 Juta
Kelapa Dua wtan Raya 7B, Ciracas, Cibubur
Tel (021) 8473551, HP (0813-10594120) Mr. Sodik
53. Waralaba MK Express (Megantara Kargo)
Bisnis Jasa Kurir Pengiriman Udara, Franchise Sekitar 25 Juta
PT. Megantara Kargo
Blok B 2nd Fl, Room 23
Jalan Pintu 1Senayan Jakarta 10270
Tel (021) 70919914, 5736198 ext 223
email : kargo@megantara.co.id
54. Waralaba Wedang Wayang (Ny oktina)
Bisnis Minuman Kesehatan Tradisional, Franchise sekitar 5 Juta
CV Duta Kencana
Jalan Soragan 106 Yogyakarta
Tel (0274) 625082, HP 0813-16879038
55. Waralaba BOOGIE
Bisnis Peralatan Outdoors Camping dll, Franchise Fee Rp 60 Juta
PT. Boogie Advindo, Jalan Talang Raya 28, Bogor. Tel 0251371443
56. Waralaba Cakung Meat
Bisnis Penjualan Daging Segar, Franchise Fee Rp 20 Juta
PD Dharma Jaya, RPH Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur
57. Waralaba Mr. Burger & Mr. B
Bisnis Fast Food Burger Counter, Franchise Fee antar 3 ~ 55 juta
PT Gempita Indonesia Muda
Jalan Raya Moh Kahfi I no:33
Ciganjur, Jakarta 12630
Tel 021-788-92203
Hp 0816-1164999
58. Waralaba Ayam Bakar & Goreng KQ5
Bisnis Steak & Resto Kaki Lima, Franchise Fee Sekitar 50 juta
PT Sarana Bakar Digdaya Indonesia
Jalan SMA 2 Padang Golf
Polonia, Medan
Tel 061-7879061
59. Waralaba Bakmi Margonda
Bisnis Fast Food Bakmi Restaurant, Franchise Fee Sekitar 30 juta
Bakmi Margonda, Jalan Margonda Raya 392
Pondok Cina, Depok
Tel 021-78886544
60. Waralaba Bakmi Jawa
Restoran Bakmi, Franchise Fee 45 Juta
Bakmi Jawa Gunung Kidul
Perumahan Jati Bening Estate Block F, Pondok Gede, Bekasi
021-8485350
61. Waralaba Bakmi Langgara
Restoran Bakmi, Franchise Fee 25 Juta
Wahyu Saidi
Jln Pemuda 66, Rawangun Jakarta Timur
021-4704546
62. Waralaba DOBBI Burger & Fried Chicken
Franchise Fee & Start Up Capital Sekitar 10 ~ 50 Juta Rupiah
Royalty fee 4%
Dobbi Burger & Fried Chicken
Mr. Irawan Kusumo W
Jln Sonokeling No: 4D
Gejayan Condong Catur
Depok, Sleman, Yogyakarta
(0274) 7497939 (0812)2956-223
Thursday, July 26, 2007 1:21:25 AM
Berani Sukses Jadi Pengusaha
"Seberapa besar rejeki yang kita inginkan, itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil resiko."
HANYA segelintir entrepreneur yang dapat mencapai tangga sukses teratas tanpa perjuangan dan pengorbanan. Resepnya, antara lain, kalau melakukan kesalahan, mereka melupakannya dan terus bekerja, hingga akhirnya mencapai kesuksesan. Menurut saya, kita sebagai entrepreneur harus selalu berani berpikiran sukses dan berani mengembangkan kepercayaan diri.
Harus selalu ingat, bahwa kita adalah orang yang berpotensi dalam bisnis, yang setiap saat harus selalu melipatgandakan kepercayaan diri, dan bisa menghilangkan penyakit exucitis, penyakit mencari alasan. Apakah itu alasan yang berkaitan dengan kesehatan, intelejensia atau kecerdasan, usia, dan nasib. Kita pun juga harus berani merubah kegagalan menjadi kemenangan atau kesuksesan.
Untuk sebuah kesuksesan, dibutuhkan keberanian secara terus menerus untuk mempelajari kemunduran bisnis kita menuju kesuksesan. Dalam bisnis, sangat wajar kalau kita belajar dari kesuksesan yang dicapai pesaing kita. Namun yang penting, bagaimana kita harus menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat oleh pesaing kita itu. Kita juga harus selalu siap menghadapi perubahan-perubahan yang selalu ada dalam kehidupan bisnis.
Upaya-upaya mencipta ide-ide terbaik yang bersifat competitive advantage saya kira menjadi sangat penting, dan kalau perlu kita gabung-gabungkan ide-ide terbaik dari para pesaing kita.
Dengan kata lain, sebagai seorang entrepreneur, kita pun harus senantiasa setiap saat selalu membuka mata dan telinga terhadap suatu kesempatan atau peluang. Sebab, disamping faktor rejeki, maka peluang itu juga menyangkut dengan faktor nasib kita. Bila kita mampu melakukan hal itu, tidak mustahil kesuksesan akan dapat kita raih.
Saya yakin, kita semua pasti mendambakan kesuksesan. Ingin memperoleh yang sebaik-baiknya dari perjalanan hidupnya. Tidak ada orang yang bisa mendapatkan kenikmatan dari hidup yang terus merangkak-rangkak, kehidupan yang setengah-setengah. Sukses berarti banyak hal yang mengagumkan dan positif. Sukses berarti kesejahteraan pribadi: rumah bagus, keamanan di bidang keuangan dan kesempatan maju yang maksimal, serta berguna bagi masyarakat. Sukses juga berarti memperoleh kehormatan, kepemimpinan, dan disegani.
Dengan demikin sukses berarti self respect, merasa terhormat, terus menerus merasa bahagia, dan merasakan kepuasan dari kehidupannya. Itu artinya, kita berhasil berbuat lebih banyak yang bermanfaat. Dengan kata lain, sukses berarti menang! Namun sayangnya, di era globalisasi seperti sekarang ini, tidak semua entrepreneur berani menyebutkan, bahwa dirinya telah mencapai kesuksesan.
Sebaliknya, saya justru berpendapat bahwa kita sebagai entrepreneur harus berani menyatakan dirinya sukses. Karena dengan keberanian kita menyatakan sukses, akan membangkitkan kepercayaan diri. Dengan kepercayaan diri yang besar itu, kita akan lebih bersemangat untuk meraih kesuksesan. Dan saya tetap yakin, betapa pun sibuknya entrepreneur-entrepreneur yang sukses, ia akan tetap siap membantu teman-teman yang memerlukannya. Dan, mereka semakin percaya pada Tuhan sebagai suatu kekuatan besar.
Thursday, July 26, 2007 1:16:14 AM
Sulit Untuk Memulai Jadi Enterpreneur
Banyak pertanyaan, mengapa orang itu sulit memulai usaha. Dan, ahirnya banyak alasan yang sengaja dicari-cari yang dijadikan sebagai alasan pembenar, bahwa memulai usaha itu sulit, karena memulai usaha itu harus ada modal, punya tempat, dll. Padahal, menurut saya, jika kita memiliki jiwa wirausaha, maka persoalan semacam itu akan bisa kita atasi. Sehingga, ahirnya menyadari bahwa sesungguhnya memulai usaha itu tidak sesulit seperti yang kita bayangkan.
Dalam kontek ini, saya kira memang perlu ada suatu taktik atau rekayasa bahwa kita itu harus dalam kondisi terpaksa untuk memulai usaha itu. Misalnya, saat di PHK, atau kita sedang tidak punya apa-apa. Atau, disaat kita sudah capai melamar pekerjaan di mana-mana, tapi tetap tak ada satupun perusahaan yang memperkerjakan kita. Bisa juga, disaat kita sedang drop-out dari sekolah atau tidak kuliah lagi, sehingga saat itu kita punya perasaan bahwa seolah kita tidak punya lagi masa depan.
Saya kira, justru disaat itulah atau disaat kondisi kita "terhimpit" keadaan seperti itu, muncul ide bisnis atau pikiran yang brilyan atau cemerlang, yang ahirnya membuat kita ada keberanian untuk memulai usaha. Ada keberanian kita untuk mandiri, dan bersemangat lagi untuk belajar berwirausaha, sekalipun tak tahu jenis usaha yang akan kita jalankan.
Tapi sebaliknya, kalau saja keadaan kita sehari-harinya terasa aman-aman saja, maka sulit untuk melakukan perubahan. Kita jadi sulit untuk berubah dari yang aman menjadi yang tidak aman. Maka, salah satu upaya yang bisa kita lakukan ialah, kita harus berani masuk dalam bisnis. Kita harus masuk dalam dunia yang penuh ketidakpastian. Nah, kalau kita terbiasa dengan dunia yang pasti, maka kita akan sulit untuk memulai usaha. Sehingga, saya kira kita memang perlu ada perubahan sikap mental. Contohnyam disaat kita memulai usaha berarti kita telah mencoba mengambil resiko, atau dibutuhkan keberanian untuk ambil resiko.
Tapi, selama ini, saya kerap kali menjumpai banyak orang yang selalu punya pikiran negatif dulu, padahal mereka belum memulai usaha. Mereka berfikir resiko. Misalnya, kalau usahanya tidak jalan terus gimana? Kalau usaha kita nanti rugi, lantas kita makan apa? Kalau produk yang kita jual tidak laku, terus gimana?
Jadi, kita belum apa-apa sudah hanyut dengan pikiran-pikiran yang negatif atau pikiran yang tidak-tidak ! Yaitu, tidak laku, takut usahanya macet, takut gagal, dll. Saya rasa, jika kita sudah berkeinginan untuk berwirausaha, yah sebaiknya kita harus punya pikiran positif atau ya...ya...ya. Ya bisa maju, ya bisa laku, ya bisa untung ! Sehingga, kita harus selalu optimis. Kita tentu saja butuh ketekunan, kesabaran, dan harus selalu memiliki semangat yang prima.
Oleh karena itulah, dalam setiap kesempatan seminar, road show maupun kuliah di Sekolah Calon Pengusaha "Entrepreneur University" yang kebetulan saya dirikan, saya juga selalu menyarankan mereka untuk setiap saat berani mencoba untuk memulai usaha. Kapan saja, dimana saja, dan jenis produk atau jasa apa saja.
Yakinlah, dengan kita bersikap mental seperti itu, yang namanya memulai usaha akan menjadi hal yang mudah. Tidak sesulit yang kita bayangkan. Jadi, saya kira "Memulai usaha itu memang beresiko, tapi tidak memulai usaha akan lebih beresiko".Yah, kita tak punya aset.
Thursday, July 26, 2007 1:13:19 AM
Berani Mencoba
"Seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada."
ORANG bukannya gagal, tetapi berhenti mencoba. Ungkapan ini sengaja saya kedepankan. Mengapa? Karena sesungguhnya seseorang untuk dapat meraih kesuksesan dalam karier atau bisnisnya, maka orang itu harus punya keberanian mencoba.
Seorang entrepreneur - dalam situasi sesulit apa pun - akan semakin tertantang untuk tidak berhenti mencoba. Dengan kata lain "berani mencoba" dan orang yang selalu berani mencoba itulah yang pada akhirnya justru akan meraih kemenangan atau kesuksesan.
Dalam bisnis, tampaknya kita perlu mengedepankan sikap seperti itu, dan saya kira tidak ada salahnya bila kita bersikap positif semacam itu. Berdasar pengalaman, saya melihat, bahwa seorang entrepreneur adalah orang yang tidak mudah percaya sebelum mencobanya. Meskipun ketika mencobanya, keyakinan kita hampir padam karena pasti akan diterpa 'angin". Dan ternyata, terpaan 'angin" tersebut justru dapat membakar semangat kewirausahaan (the spirit of entrepreneurship) kita. Nalar bisnis (sense of business) kita semakin optimal, dan pada akhirnya, sebagai entrepreneur, kita semakin yakin akan kesuksesan yang akan kita raih.
Tegasnya, keberhasilan dalam bisnis memang sangat ditentukan oleh semangat kewirausahaan kita yang tinggi. Dengan demikian sikap mencoba dan mencoba terus-menerus itu akan dilakukannya. Pada akhirnya dengan sikap kita yang "berani mencoba' itu, akan membuat kita tidak akan mudah terpuruk dengan keputus-asaan. Apalagi sampai menghancurkan hidup dan bisnis yang telah kita rintis lama.
Selain itu, pikiran kita juga harus tetap diformulasikan ke arah positif. Bukan sebaliknya, suka berpikir negatif, apalagi sampai putus asa. Sikap semacam ini harus kita buang jauh-jauh.
Jika pikiran kita tidak melihat hasil akhir, bahwa bisnis kita bakal sukses, maka tentu kita akan kehilangan semangat kewirausahaan. Sebab, dengan kita memiliki bayangan kesuksesan di masa depan, tentu akan dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih giat. Bahkan, menjadikan diri kita bersikap tidak mudah putus asa.
Dalam bisnis modern, kita tidak akan dapat hidup tanpa kita mempunyai sikap keberanian mencoba. Kita lihat saja, masih banyak orang yang gagal dalam usahanya, yang akhirnya putus asa tanpa mampu lagi berbuat sesuatu, tanpa berani mencoba lagi. Sikap semacam itu jelas akan merugikan kita, bukan saja dari aspek materi atau finansial saja, tapi juga dari aspek psikologis. Oleh karena itu, walaupun di masa krisis, sebaiknya kita harus tetap menjadi entrepreneur yang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi.
Kita juga harus punya keyakinan, bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak ada yang gagal dalam bisnisnya. Mereka yang gagal hanyalah karena dia berhenti mencoba, berhenti berusaha. Seandainya kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tidak akan pernah ada. Artinya, dengan kita mau berjerih payah dalam berusaha, tentu kita akan menuai keberhasilan.
Untuk itu, kita harus berani mencoba. Sebab, tidak satu pun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat mengantikan keberanian mencoba. Dengan bakat bisnis? Tidak bisa. Sebab orang berbakat yang tidak berhasil meraih sukses banyak kita jumpai. Bagaimana dengan kejeniusan seseorang? Juga tidak. Sebab kejeniusan yang hanya dipendam saja, itu sama saja dengan omong-kosong. Tergantung pendidikannya juga tidak. Sebab di dunia ini sudah penuh dengan pengangguran yang berijazah sarjana. Dan ternyata, hanya dengan keberanian mencoba dan mencoba itulah yang dapat menentukan kesuksesan bisnis kita.
Wednesday, July 25, 2007 9:17:30 AM
Trik Investasi vs Inflasi dan Pajak
Dikutip dari detikcom
Kebanyakan orang menaruh dananya di tempat yang 'aman-aman' saja. Kenapa mereka menaruh 100% -bahkan dana nganggurnya- ke dalam produk investasi yang 'aman' seperti tabungan atau deposito di bank? Jawabannya adalah karena orang-orang seperti ini takut kehilangan uangnya.
Bila Anda masih muda (katakanlah masih berada di bawah umur 40), maka ini sebetulnya ironis sekali dan sangat disayangkan. Karena apa yang mereka pikir investasi yang 'aman' seperti tabungan atau deposito, sebetulnya malahan tidak 'aman'. Lho, bagaimana mungkin? Sederhana. Kalau Anda punya uang Rp 100 juta yang ditaruh dalam deposito, maka mungkin pada saat ini Anda akan mendapatkan bunga sebesar 12% per tahun. Betul? Jadi, jumlah bunga yang Anda dapatkan pada akhir tahun adalah: Rp 100 juta x 12% = Rp 12 juta.
Tetapi, bila dipotong pajak bunga deposito sebesar 15%, maka bunga yang Anda dapatkan adalah Rp 10.200.000 pada akhir tahun. Sehingga sebetulnya, suku bunga yang Anda dapatkan setelah pajak adalah 10,2% per tahun.
Sekarang masalahnya, apakah bunga yang besarnya Rp 10,2 juta tersebut bisa terus menerus membeli barang dan jasa yang harganya Rp 10,2 juta setiap tahunnya? Jawabannya jelas tidak. Kenapa? Soalnya, dalam 12 tahun terakhir rata-rata kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi di Indonesia adalah 13,35% per tahunnya. Kenaikan barang dan jasa secara agregat selalu ditunjukkan lewat perhitungan inflasi yang diumumkan pemerintah tiap bulannya. Di bawah ini adalah tabel lengkapnya:
Tahun
1988 = 5,47%
1989 = 5,97%
1990 = 9,53%
1991 = 9,52%
1992 = 4,94%
1993 = 9,77%
1994 = 9,24%
1995 = 8,64%
1996 = 6,47%
1997 = 11,06%
1998 = 77,63%
1999 = 2,01%
Rata-rata = 13,35%
Dengan asumsi ini maka sebetulnya suku bunga riil yang Anda dapatkan adalah: suku bunga setelah pajak (10,2%) dikurangi inflasi (13,35%) sama dengan minus 3,15%.
Artinya, bila pada saat ini Anda menginvestasikan uang Rp 100 juta, maka deposito yang memberikan bunga 12% per tahun sebelum pajak, setelah 10 tahun saldo riil Anda pada akhir tahun ke 10 adalah Rp 72.609.969. Dengan kata lain, uang Anda menyusut sebesar 3,15% per tahunnya.
Inilah kenapa banyak orang yang gagal secara keuangan. Mereka terlalu fokus pada masalah keamanan investasinya ketimbang berusaha mengambil risiko yang lebih besar. Resiko besar berguna untuk mendapatkan keuntungan lebih besar guna 'mengalahkan' tingkat inflasi. Dengan fokus pada investasi yang 'aman-aman' saja, maka hasil investasi riil yang didapatkan juga tidak besar. Bahkan cenderung minus seperti dalam contoh di atas.
Jika Anda ingin menumpuk kekayaan, maka apa yang harus Anda lakukan adalah dengan berani mengambil risiko yang lebih besar sehingga bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih besar. Sehingga Anda masih mendapatkan keuntungan yang bisa dibilang lumayan, walaupun sudah dipotong pajak dan inflasi.
Wednesday, July 25, 2007 8:55:09 AM
3 Hal Dalam Menjalankan Usaha
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 831/XVI
Anda masih ingat kan, topik yang saya ulas pada dua nomor yang lalu tentang Kiat Praktis Membuka Usaha? Nah, mudah-mudahan setelah membaca tulisan tersebut, Anda jadi termotivasi untuk mau menjalankan usaha. Iya dong, kenapa tidak? Usaha merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka menambah penghasilan. Iya kan?
Nah, kalau sekarang Anda berpikir: "Kira-kira menarik juga ya ide untuk membuka usaha. Oke, kalau sekarang saya memutuskan untuk membuka usaha, kira-kira apa saja hal-hal penting yang harus saya perhatikan? Saya kan Enggak MAU gagal dalam usaha saya....".
Saya jadi ingat ketika sekitar dua minggu yang lalu saya membaca sebuah tulisan dari seorang pengusaha terkenal di Indonesia. Dia mengatakan, "Kalau Anda membuka usaha, maka apa yang harus Anda lakukan adalah... lakukan saja." Saya pikir betul juga. Banyak diantara kita yang ketika akan membuka usaha, seringkali terbentur pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya hitung menghitung seperti, "Apa kira-kira usaha saya ini bisa untung ya... Coba saya hitung dulu...".
Sebetulnya, menghitungnya sih enggak apa-apa. Tindakan survei yang Anda lakukan sebelum membuka usaha juga tidak apa-apa. Tapi sayangnya, seringkali banyak dari kita yang terlalu lama berkutat di masalah survei kelayakan usaha dan hitung menghitung sehingga kita jadi kehilangan emosi yang dibutuhkan dalam membuka usaha.
Saran saya, Ibu - Bapak, ketika Anda sudah berniat membuka usaha, tidak apa-apa bila Anda ingin mengadakan survei atau acara hitung-menghitung terlebih dahulu. Tapi, jangan sampai tindakan yang Anda lakukan tersebut membuat Anda jadi menunda-nunda tindakan untuk membuka usaha.
Nah, sebelum Anda membuka usaha, ada 3 hal penting yang harus Anda ketahui dalam menjalankan usaha. Kalau ke-3 hal ini Anda jalankan, mudah-mudahan risiko kegagalan dalam usaha Anda lebih bisa ditekan. Bukankah itu yang kita semua inginkan?
Kreatif Mencari Sumber Modal
Apakah Anda kesulitan mencari modal usaha? Apakah Anda terlalu berat untuk membayar bunga kredit usaha di bank? Bila kedua jawabannya tersebut adalah ya, maka mungkin Anda perlu mencari alternatif sumber modal yang lebih murah. Caranya? Antara lain mungkin dengan mengajak sahabat atau saudara Anda untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda, atau malah Anda berdua atau bertiga malah bisa membuka usaha tersebut secara patungan dan menjalankannya bersama-sama.
Alternatif lainnya, cobalah meminjamkan uang dari kerabat dekat atau sahabat terdekat. Karena umumnya mereka telah mengenal Anda dan memahami tujuan Anda untuk membuka usaha. Maka bisa jadi mereka rela memberikan pinjaman uang dengan bunga di bawah bunga bank atau malah tanpa bunga.
Tapi ingat, meski saudara, yang namanya meminjam sesuatu tetap harus dikembalikan, termasuk meminjam uang. Jangan sampai malah hubungan Anda dengan kerabat atau sahabat jadi rusak nantinya gara-gara masalah uang.
Lokasi dan SDM
Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha. Ada usaha yang cocok didirikan di suatu lokasi, tapi enggak cocok di tempat lain. Usaha warnet dan fotokopi mungkin sesuai untuk lingkungan di sekitar kampus, tapi membuka toko kelontong mungkin akan lebih cocok untuk daerah pemukiman. Karenanya, lakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai bagi usaha Anda. Amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya, dan jangan lupa cari juga informasi tentang bagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal ini bisa sangat mempengaruhi usaha Anda.
Faktor lain adalah sumber daya manusia (SDM). SDM menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin enggak akan terlalu jadi masalah. Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah. Seorang klien saya misalnya, mempunyai sebuah usaha toko kelontong. Ketika dia menjaga sendiri tokonya, pelanggannya sangat banyak. Tapi, ketika pegawainya yang disuruh menjaga toko, pelanggannya mulai berkurang. Usut punya usut, setelah ditanyakan pada para pelanggan, rata-rata dari mereka menjawab bahwa pegawai tersebut tidak ramah dalam melayani sehingga para pelanggan menjadi enggan untuk datang ke toko itu. Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada usaha Anda kan?
Promosi
Segi promosi seringkali dilupakan oleh mereka yang sedang membuka usaha, atau tak jarang, kegiatan promosi dihilangkan ketika kegiatan usaha sedang lesu. Alasannya, tidak ada dana. Padahal, promosi usaha apa pun bentuknya hendaknya jangan sampai berhenti dalam waktu lama.
Bila promosi berhenti untuk waktu yang lama, orang bisa lupa pada usaha Anda. Tapi kalau Anda selalu melakukan promosi secara rutin, orang akan selalu teringat pada usaha Anda. Promosi yang kontinyu akan selalu berdampak baik pada usaha Anda. Bila kelesuan usaha menimpa secara keseluruhan pada Anda dan pesaing Anda, tetaplah berpromosi. Mungkin Anda memang harus sedikit berkorban dulu, karena pemasukan minim sedangkan pengeluaran promosi terus ada. Tetapi, saya percaya bahwa bila kelesuan usaha ditentukan atas faktor kondisi ekonomi, maka suatu saat kondisinya akan pulih kembali.
Nah, saat kondisi mulai pulih, orang mulai membutuhkan kembali barang dan jasa Anda, saat itulah Anda akan menuai hasilnya. Orang akan membeli dari Anda, karena Andalah yang diingat karena Anda yang paling rajin berpromosi. Bayangkan bila Anda tidak berpromosi disaat kondisi buruk, bisa-bisa Anda malah dikira sudah bangkrut. Nah, bagaimana? Mudah-mudahan 3 hal tersebut di atas bisa membantu Anda dalam menyukseskan usaha Anda. Salam.
Memulai Usaha dari Rumah
Bila Anda tertarik membuka usaha, kenapa Anda tidak mencoba untuk menjalankannya dari rumah? Ya, memulai usaha dari rumah bisa sangat bermanfaat, tapi tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan sifat dari usaha Anda. Tentu saja penilaian terbaik untuk dua hal ini adalah di tangan Anda sebagai sang calon wirausahawan. Bila keduanya tidak memungkinkan untuk memulai usaha dari rumah, jangan dipaksakan. Namun, bila usaha Anda memungkinkan untuk dijalankan dari rumah akan sangat bagus karena Anda akan mendapat berbagai manfaat.
Membuka usaha di rumah memungkinkan kita untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Dengan memulai usaha dari rumah, kita bisa mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, kalau Anda wanita, memulai usaha dari rumah sangat sesuai untuk Anda yang ingin tetap menunaikan kodrat kewanitaan Anda sebagai ratu rumah tangga sekaligus bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Memulai usaha dari rumah juga merupakan suatu penghematan yang cukup berarti, karena dengan memulai usaha di rumah, berarti Anda mengurangi kebutuhan biaya untuk menyewa atau membeli tempat usaha. Nah, kalau Anda ingin menjalankan usaha dari rumah, jangan lupa beritahukan dan jalin hubungan baik dengan tetangga dan aparat setempat. Ini penting untuk keamanan tempat usaha Anda, dan juga supaya warga sekitar tahu usaha Anda, siapa tahu mereka malah bisa jadi pelanggan Anda.
1 2 Next »