Kyai? Haji? Status Sosial?
Monday, May 25, 2009 3:28:15 PM
Tak banyak kata yang ingin kurangkai. Hanya ingin berbagi kata hati saja.
- - -
Seringkali kita bilang; orang itu lho kaya. Liat tuh, rumahnya aja bgus, gedhe gtu. Tuh liat tuh mobilnya kinyis2.
De el el yg menyiratkan bhw org itu mmg kaya. Dan kebalikannya pula ktk kita liat org yg nampaknya kumuh.. Kesan yg hampir pasti ketika pertama muncul dlm benak kita adl, iih jijik de el el.
Namun alangkah naifnya kita sbg manusia hny melihat segala sesuatunya hny dr luarnya saja, dr bungkusnya saja. Kalau hanya spti itu, nasi warteg pun nampak enak disantap bila dibungkus rapi dan mahal bungkusnya. Tp bgmnapun isi dan rasa itulah yg akan membuktikan rasa yg sebenarnya. Dan itu baru kita tahu bila sudah membukanya dan mencicipinya.
Tidak beda pula, status kyai ataupun haji, hanyalah status sosial. Tanpa berniat merendahkan siapapun yg menyandangnya, tp itu adl jabatan status sosial. Entah krn org itu mengajar ngaji, pernah naik haji, punya santri de el el. Tp sekali lagi itu adl bungkus.
Yg paling menentukan adl kebeningan hatinya, fikiran dan sifat yg sll trjaga. Entah apapun jenis bajunya, wrna bajunya, tp yg akan membedakan kita dg mereka adl SUJUD sepenuh hati pdNYA. Dan itu tdk mgkn kita katakan pd org lain krn sstu yg INDAH dan MURNI justru akan kita jaga.
Bagai tiram lautan, unt menghadirkan mutiara indah dia rela menutupnya dg sangat rapat dan melindunginya dr debu sekecil apapun. Namun justru banyak orang yg mencarinya.
Salam.
- - -
Seringkali kita bilang; orang itu lho kaya. Liat tuh, rumahnya aja bgus, gedhe gtu. Tuh liat tuh mobilnya kinyis2.
De el el yg menyiratkan bhw org itu mmg kaya. Dan kebalikannya pula ktk kita liat org yg nampaknya kumuh.. Kesan yg hampir pasti ketika pertama muncul dlm benak kita adl, iih jijik de el el.
Namun alangkah naifnya kita sbg manusia hny melihat segala sesuatunya hny dr luarnya saja, dr bungkusnya saja. Kalau hanya spti itu, nasi warteg pun nampak enak disantap bila dibungkus rapi dan mahal bungkusnya. Tp bgmnapun isi dan rasa itulah yg akan membuktikan rasa yg sebenarnya. Dan itu baru kita tahu bila sudah membukanya dan mencicipinya.
Tidak beda pula, status kyai ataupun haji, hanyalah status sosial. Tanpa berniat merendahkan siapapun yg menyandangnya, tp itu adl jabatan status sosial. Entah krn org itu mengajar ngaji, pernah naik haji, punya santri de el el. Tp sekali lagi itu adl bungkus.
Yg paling menentukan adl kebeningan hatinya, fikiran dan sifat yg sll trjaga. Entah apapun jenis bajunya, wrna bajunya, tp yg akan membedakan kita dg mereka adl SUJUD sepenuh hati pdNYA. Dan itu tdk mgkn kita katakan pd org lain krn sstu yg INDAH dan MURNI justru akan kita jaga.
Bagai tiram lautan, unt menghadirkan mutiara indah dia rela menutupnya dg sangat rapat dan melindunginya dr debu sekecil apapun. Namun justru banyak orang yg mencarinya.
Salam.






