Jangan Biarkan Papua Lepas dari NKRI
Monday, October 31, 2011 8:39:09 AM
Freeport, Papua

Wacana kemerdekaan Papua meruncing menyusul adanya
suasana yang memanas di Bumi Cendrawasih yang terkait dengan unjuk rasa karyawan PT Freeport dan rentetan insiden kekerasan yang diduga dilakukan
kelompok separatis bersenjata OPM (Organisasi Papua Merdeka). Apa yang membuat Papua terus bergejolak? Apa karena diskriminasi pembangunan atau karena adanya Freeport (AS)...? Tentunya sangat
berpengaruh terhadap
kenyamanan hidup masyarakat, sekaligus mengganggu jalannya roda
pemerintahan dan proses percepatan pembangunan
yang terus diupayakan
pemerintah melalui Otonomi Khusus. Cita-cita sekelompok kecil
masyarakat Papua yang ingin lepas dari NKRI memang masih ada. Ada kegiatan politik yang dilakukan untuk mencari dukungan dari pihak luar, baik secara pendanaan
maupun aspek lainnya. Ada pula penggalangan isu yang seolah-olah banyak warga
Papua yang ingin
memisahkan diri. Itu skenario yang dibuat oleh oknum tokoh adat setempat dan pihak asing. Untuk itu marilah kita dan pihak pemerintah
bersama seluruh rakyat Indonesia dan rakyat Papua khususnya bekerja sama
memberantas separatis Papua sampai ke akar-akarnya. Jangan biarkan mereka melakukan
penggalangan isu
pelanggaran HAM dan tindakan kekerasan, karena yang akan menjadi korban adalah masyaraka
Papua sendiri. Jika
separatis Papua dibiarkan terus akan menggerogoti rakyat dan kendala pembangunan, maka rakyat Papua yang akan dirugikan terus menerus.

Menilik kebelakang sejarah Papua, bahwa pada 17 Agustus 1945 terjadi perjanjian Papua masuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Indonesia berhasil merebut
secara Internasional. Sebagaimana diketahui, pada masa kolonial Belanda kawasan ini dikenal sebagai
bagian dari Nugini Belanda dan sejak tahun 1969 dikenal sebagai Irian Barat hingga 1973 berganti nama menjadi Irian Jaya. Sampai nama Papua diadopsi pada tahun 2002, hingga saat ini penduduk asli provinsi ini lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang Papua. Ikhwal perdebatan ini, pemerintah berkeras bahwa
Papua adalah bagian dari
Negara Kesatun Republik
Indonesia (NKRI) dan akan terus mempertahankan
pulau kaya sumber daya alam ini sebagai wilayah Nusantara.
Pertanyaannya Apakah jaminan akan makmur jika Papua lepas dari NKRI? Ingat dan lihat sendiri Timor Leste setelah lepas dari NKRI malah makin terpuruk, hanya dikibuli oleh Portugal dan Australia. Mari kita pertahankan Papua agar tetap dalam rengkuhan Ibu Pertiwi. Salam Merah Putih...!
pertiwitysulistiyowati # Wednesday, November 16, 2011 6:20:02 PM
Sy pun telah adopsi nama ibu pertiwi bwat melekatkan diri jadi bangsa Indonesia yg nasionalis. Tp kenyataanya baru brslogan ria. Mohon dbantu dan didukung. Terimakasih bapak sudi berkunjung.
ELANK™Herielank # Thursday, November 17, 2011 4:39:00 PM
Demi keutuhan merah-putih pasti saya dukung.
sodikull # Thursday, November 17, 2011 5:00:24 PM
pertiwitysulistiyowati # Thursday, November 17, 2011 9:31:07 PM
kenyataan sy hny sbatas berjuang di lingkungan kommunitas sy sndiri. Brtemu anak2.
memang sudah terpuruk sikonnya.
pertiwitysulistiyowati # Thursday, November 17, 2011 9:41:33 PM
kenyataan sy hny sbatas berjuang di lingkungan kommunitas sy sndiri. Brtemu anak2.
memang sudah terpuruk sikonnya.
sodikull # Friday, November 18, 2011 12:56:55 PM
Tutup Botolmursids # Saturday, May 19, 2012 10:42:04 AM
Originally posted by sodikull:
cocok