Skip navigation.

WELCOME TO MY JUNGLE

'We got fun n' games We got everything you want... We got your disease In the jungle...'

October 2009

( Monthly archive )

Makna Idul Fitri part 2

,

Idul Fitri berarti kembali pd naluri kemanusiaan yg murni, kembali pd keberagamaan yg lurus, & kembali dr slrh praktik busuk yg bertentangan dgn jiwa manusia yg msh suci. Kembali dr sgl kepentingan duniawi yg tdk islami. Inilah makna Idul Fitri yg asli. Adalah kesalahan besar apabila Idul Fitri dimaknai dgn 'perayaan kembalinya kebebasan makan & minum' sehingga yg tadinya dilarang makan siang, stlh hadirnya Idul Fitri akan balas dendam, atau dimaknai sbg kembalinya kebebasan berbuat maksiat yg tadinya dilarang & ditinggalkan. Kemudian, krn Ramadhan sdh usai maka kemaksiatan kembali ramai2 digalakkan. Ringkasnya, kesalahan itu pd akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yg saleh musiman, bukan umat yg berupaya mempertahankan kefitrian & nilai ketaqwaan. Wallahua'lam bissawab.

Makna Idul Fitri part 1

,

تقبل الله مناومنكم صيمنا وصيمكم
من الآعيدين والفائزي



Seluruh umat Islam di dunia ini baru saja merayakan hari yg biasa dianggap 'kemenangan'. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting stlh berpuasa slma sebulan pd bulan Ramadhan. Seluru, umat Islam merayakannya dgn suka & cita, tak brbeda yg rajin puasa maupun yg hanya alakadarnya. :D
Sebagaimana sdh maklum, selain Hari Raya Idul Fitri, umat Islam jg punya Hari Raya Idul Adha pd 10 Dzulhijjah. Dlm literatur2 Islam klasik, hari raya ini disbt Idul Akbar (hari raya besar), sementara Idul Fitri hanya dsbt sbg Idul Ashgar (hari raya kecil).
Sebagaimana hari2 besar lain, Idul Fitri tentu memiliki makna umum sbg hari libur nasional skaligus makna khusus yg dirasakan umat Islam. Paling tdk, Idul Fitri dianggap sbg hari kemenangan mengalahkan hawa nafsu dgn berpuasa sebulan penuh.

Erat kaitannya dgn Hari Raya Idul Fitri adlh zakat fitrah yg wajib dikeluarkan setiap individu Muslim. Kalimat kedua dr 2 terma ini (Idul Fitri & zakat fitrah) adlh kalimat yg berasal dr bahasa Arab fitrah yg berarti natural alias sesuatu yg suci, bersifat asal, atau pembawaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1997).

Idul Fitri terdiri dr 2 kata : pertama, kata 'id yg dlm bhs Arab brmakna 'kembali', dr asal kata <>'ada</>. Ini menunjukkan bhw Hari Raya Idul Fitri ini sll berulang & kembali datang setiap tahun. Ada jg yg mengatakan diambil dr kata 'adah yg berarti kebiasaan, yg bermakna bhw umat Islam sdh biasa pd tgl 1 Syawal sll merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).

Dlm Alquran dicrtakan, ketika para pengikut Nabi Isa AS tersesat, mrka prnh berniat mengadakan 'id (hari raya atau pesta) & meminta kpd Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dr langit ()lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dgn makan2 & minum2 yg serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan. (QS Al-Maidah : 115).

Jadi, tdk salah dlm pesta Hari Raya Idul Fitri masa skrng jg dirayakan dgn menghidangkan makanan & minuman mewah yg lain dr hari2 biasa. Dlm hari raya tdk ada larangan menyediakan makanan, minuman, & pakaian baru slm tdk berlebihan & tdk melanggar larangan. Apalagi bila disediakan utk yg membutuhkan.

Abdur Rahman Al Midani dlm bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan bbrpa etika merayakan Idul Fitri. Diantaranya disitu tertulis bhw utk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sblm berangkat ke tempat shalat Id, memakai pakaian yg paling bagus, saling mengucapkan selamat & doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan mempebanyak bacaan takbir.
Kata yg kedua adlh Fitri. Fitri atau fitrah dlm bhs Arab brasal dr kata fathara yg berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dgn puasa maka ia mengandung makna 'berbuka puasa' (ifthaar).

Kembali kpd fitrah ada kalanya ditafsirkan kembali kpd keadaan normal, kehidupan manusia yg memenuhi kehidupan jasmani & ruhaninya scr seimbang. Sementara kata fitrah sendiri bermakna' yg mula2 diciptakan Allah SWT'.
Berkaitan dgn fitrah manusia, Allah SWT berfirman dlm Alquran : "Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab : "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (QS. Al A'râf: 172)".
Ayat ini menjelaskan bhw slrh manusia pd fitrahnya mempunyai ikatan primordial yg berupa pengakuan trhdp ketuhanan Allah SWT. Dalam hadis, Rasulullah SAW jg mempertegas dgn sabdanya : "Setiap anak Adam dilahirkan dlm keadaan fitrah : kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nasrani & Majusi (HR. Bukhari)."
Hadits ini memperjelas kesaksian atau pengakuan seluruh manusia yg disebutkan Alquran di atas.

Kendati dlm literatur2 Islam klasik, Idul Fitri dsbt sbg Idul Ashgar (hari raya yg kecil) sementara Idul Adha adlh Idul Akbar (hari raya yg besar), umat Islam di Tanah Air sll terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari2 besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun.
Momfn Idul Fitri dirayakan dgn aneka ragam acara, dimulai dgn shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antar keluarga yg kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dlm terminologi Islam, Idul Fitri scr sederhana adlh hari raya yg datang berulang kali setiap tgl 1 Syawal yg menandai puasa tlh selesai & kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. artinya, kata fitri disitu diartikan 'berbuka atau berhenti puasa' yg identik dgn makan2 & minum2.
Maka tdk salah apabila Idul Fitri pun disambut dgn pesta makan2 & minum2 mewah yg tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.
Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi & dibenahi, sbb selain kurang mengekpresikan makna Idul Fitri sendiri, jg trdpt makna yg lbh mendalam lg.
Idul Fitri seharusnya dimaknai sbg 'kepulangan seseorang kpd fitrah asalnya yg suci' sebagaimana ia baru saja dilahirkan dr harim ibu. Scr metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang Muslim yg slm sebulan melewati Ramadhan dgn puasa, qiyam, & segala ragam ibadahnya hrs mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dr sgl dosa & kemaksiatan. Bersambung part 2...

Kesaksian

, ,


Aku mendengar suara jerit makhluk terluka luka...luka...hidupnya luka.... Orang memanah rembulan burung sirna sarangnya sirna...sirna...Hidup redup alam semesta luka... Banyak orang hilang nafkahnya aku bernyanyi... menjadi saksi... Banyak orang dirampas haknya aku bernyanyi... menjadi saksi... Mereka dihinakan tanpa daya yaaa...tanpa daya terbiasa hidup sangsi [chorus] orang...orang harus dibangunkan aku bernyanyi menjadi saksi... Kenyataan Harus dikabarkan Aku bernyanyi Menjadi saksi Lagu ini Jerita jiwa Hidup bersama Harus dijaga... lagu ini harapan sukma hidup yg layak harus dibela... *back to chorus* song by : Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie Suryoprayogo, WS.Rendra AKHIR dekade 1980-an lahir sebuah kelompok musik bernama Kantata Takwa. Grup ini merupakan kumpulan tokoh-tokoh yang memiliki kharisma di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Fals dan Sawung Jabo, pengarang lagu dan penyanyi berbobot dengan jutaan penggemar; Setiawan Djody, pengusaha sukses sekaligus musisi ternama; WS Rendra, penyair dan dramawan yang berwibaya; Jockie Suryoprayogo, arranger dan pemain keyboard senior; Donny Fatah, pemain bas musik rock yang ulung; dan Innisisri, seorang pemain drum dan perkusi yang kreatif. Tahun 1990, mereka mengelurkan album perdana bertitel Kantata Takwa. Meskipun merupakan grup musik, Kantata mempunyai kekhasan dibanding grup-grup lain. Kantata lebih tepat disebut sebagai sebuah forum komunikasi, diskusi, dan pengejawantahan kreativitas dari sensitivitas sosio-estetik para personilnya. Visi yang kuat akan kondisi sosial budaya menjadikan mereka sebagai wujud representasi baru atas perjalanan panjang serta dinamika kehidupan masyarakat kita. Bagi Kantata musik adalah sarana untuk mengomunikasikan lirik hasil perjalanan tersebut. Oleh karena itu, Kantata tidak mengikrarkan diri sebagai wakil dari jenis musik tertentu. Hal terpenting adalah meramu musik mana yang paling pas untuk mengiringi lirik masing-masing lagu mereka. Yang jelas, seperti dikatakan pengamat musik, Franky Raden, melodi lagu-lagu mereka tidak berniat membuai orang hingga lupa akan maknanya, tetapi cenderung lugas hingga pesan yang dikandung dalam lirik menjadi transparan. Maka ketika kita mengapresiasi nyanyian Kantata, yang terbentang adalah potret-potret kehidupan, mulai dari yang religius hingga yang tragis. Simak, misalnya, lagu Kesaksian yang menggambarkan berbagai tregedi yang harus dikabarkan atau Orang-orang Kalah yang menggambarkan daya hidup "wong cilik". Sementara itu, lagu Kantata Takwa sendiri merefleksikan kepasrahan manusia di hadapan Tuhan. Sukses dengan album perdana yang terjual ratusan ribu keping, Kantata lantas membuat gebrakan di dunia pertunjukan. Malam itu, 23 Januari 1990 di Stadion Utama Senayan Jakarta berkumpul ratusan ribu penikmat musik untuk menikmati konser akbar Kantata. Konser tersebut tercatat sebagai salah satu konser terbesar dalam catatan sejarah musik Indonesia, baik dari segi kuantitas penonton maupun dalam kualitas penyelenggaraan. Beberapa bulan kemudian, Kantata melakukan konser tur yang tak kalah akbarnya ke berbagai daerah, antara lain konser di Surabaya pada 11-12Agustus 1990 dan konser di Solo pada 11-12 September 1990. dedicated to si Burung Merak WS. Rendra rip
Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31