Sunday, 23. November 2008, 10:32:14
Tausiyah
Seringkali kita berlaku biasa-biasa saja pada saat adzan sedang berkumandang. Apabila kita sedang menonton TV, kita terus saja sibuk menonton TV. Kalau kita sedang mengobrol, kita teruskan saja obrolan kita. Kalau kita sedang sibuk rapat di kantor, kita teruskan saja rapat tersebut. Jika kita sedang pelatihan, kita teruskan saja pelatihan tersebut. Jika kita sedang chattingan atau browsing, kita teruskan saja chattingan atau browsingan tersebut. Sehingga adzan berkumandang laksana "anjing menggonggong, kafilah berlalu." Padahal sudah barang tentu kalimat adzan tidaklah sama dengan gonggongan anjing.
Kalimat adzan adalah kalimat suci yang mengandung panggilan atau ajakan agar setiap orang yang mendengarnya segera menyambutnya. Ia mengandung ajakan agar kita segera meninggalkan segenap kesibukan duniawi kita untuk memenuhi panggilan الله lalu sejenak menyisihkan waktu untuk menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada الله dalam bentuk mengingatNya melalui ibadah sholat.
Padahal Nabi محمد menjanjikan surga bagi orang yang saat adzan berkumandang mau menyisihkan perhatiannya sejenak mengikuti dengan serius lalu merespons panggilan adzan tersebut. Bukankah ini suatu hak yang sangat luar biasa. Bayangkan, hanya dengan menyimak lalu membalas kalimat muadzin sebagaimana di sunnahkan Nabi محمد kita dijanjikan bakal memperoleh kenikmatan hakiki dalam kehidupan abadi di alam akhirat nanti. سبحنالله
Lengkapnya Nabi محمد Bersabda sebagai berikut: 'Apabila muadzin mengucapkan
الله أكبر
الله أكبر
Allah Maha Besar...Allah Maha Besar... lalu salah seorang dari kalian menjawab
الله أكبر
الله أكبر
Allah Maha Besar...Allah Maha Besar...kemudian muadzin mengucapkan
أشهد ان لا إله إلا الله
أشهد ان لا إله إلا الله
aku bersaksi...'Tiada Tuhan selain ALLAH'dia menjawab
أشهد ان لا إله إلا الله
أشهد ان لا إله إلا الله
aku bersaksi... 'Tiada Tuhan selain ALLAH'kemudian
muadzin mengucapkan
أشهد أن محمداً رسول الله
أشهد أن محمداً رسول الله
aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Rasul utusan ALLAH...dia menjawab
أشهد أن محمداً رسول الله أشهد أن محمداً رسول الله
aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Rasul utusan ALLAH...kemudian muadzin mengucapkan
حيّ على الصّلاة
حيّ على الصّلاة
Marilah menunaikan sholat...Marilah menunaikan sholat...dia menjawab
لاحول ولا قو ة ا لا با الله اعلي ا عظيم
Tiada daya upaya selain Allahkemudian muadzin mengucapkan
حيّ على الفلاح
حيّ على الفلاح
dia menjawab
لاحول ولا قو ة ا لا با الله اعلي ا عظيم
Tiada daya upaya selain Allahkemudian muadzin mengucapkan
الله أكبر
الله أكبر
ALLAH Maha Besar...ALLAH Maha Besar...dia menjawab
الله أكبر
الله أكبر
ALLAH Maha Besar...ALLAH Maha Besar...kemudian muadzin mengucapkan
لا إله إلا الله
ALLAH Maha Besardia menjawab
لا إله إلا الله
ALLAH Maha Besar(dan semua itu) dari hatinya; niscaya dia masuk surga ".(HR MUSLIM 2/328)
Maka sudah barang tentu sempurmanya amalan menjawab adzan ini ialah dengan segera berwudlu lalu bergegas menuju masjid untuk sholat berjamaah. Oleh karenanya tidak patut kita berlaku biasa-biasa saja saat adzan berkumandang.
Ya الله terimalah segenap amal sholeh dan amal ibadah kami. Amin...
Thursday, 30. October 2008, 06:09:33
Song
Thursday, 16. October 2008, 06:20:15
Tausiyah
Diantara kata-kata mutiara tentang 'Pertemanan' adalah kata-kata Ibnu Hasan al-Warraq.
Ketika ditanya oleh Abu Usman tentang 'pertemanan,' ia menjawab, "Pertemanan dengan Allah adalah dengan tata krama ibadah;
dengan Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah dengan mengakrabi ilmu dan mengikuti sunnah;
dengan para wali Allah adalah dengan penghormatan dan memberikan pelayanan kepada umat;
dengan sesama adalah dengan keceriaan dan keramahan serta membuang kemasaman wajah terhadap mereka selagi tidak melanggar syariah atau menerjang kesuciaanya.
Allah berfirman, "Jadilah orang pemaaf dan ajaklah kebaikan."(Al-A'raf:199); |
Pertemanan dengan orang-orang bodoh adalah dengan memandang mereka dengan pandangan kasih sayang dan bersyukur atas nikmat Allah kepadamu, karena Dia tidak menjadikanmu seperti mereka serta berdoa kepada Allah agar menyelamatkanmu dari cobaan kebodohan."Piss...
Thursday, 28. August 2008, 03:11:04
Tausiyah
Video: Rolling Stones - Paint It Black
"Sobat2ku.....
jika jiwamu pada suatu hari membisikkanmu untuk berteman dengan orang-orang karena kau membutuhkan mereka,
maka bertemanlah dengan orang yang apabila engkau berteman dengannya, ia akan membuatmu menawan;
apabila engkau bergegas mendekatinya, ia akan melindungimu;
apabila cobaan menimpamu, ia meringankan bebanmu;
apabila engkau berkata, ia membenarkan kata-katamu;
apabila engkau menggandengnya, ia menggandengmu lebih erat.
Bertemanlah dengan orang yang apabila engkau mengulurkan tanganmu untuk memberi, ia pun mengulurkan tangannya;
apabila ia melihat kebaikan darimu, ia memandangnya;
apabila tampak darimu suatu kekurangan, ia menutupinya.
Bertemanlah dengan orang yang tidak akan mendatangkan kejahatan bagimu,
tidak berseberangan jalan denganmu,
dan tidak pula merendahkanmu saat menghadapi kenyataan."
'Ketahuilah, bahwasanya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yg dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu.
Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi bukan itu tujuan kita'.
Gimana teman-teman apa kriteriamu?
Piss...
Tuesday, 26. August 2008, 04:05:36
Ramadhan
Beberapa Perkara yang perlu diketahui sebelum memasuki Ramadhan Tidak boleh berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dgn maksud berjaga-jaga (yakni) jgn sampai Ramadhan tlh masuk pd satu atau dua hari sebelum Ramadhan karena bertepatan dgn kebiasaannya seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud dll, maka hal tsb diperbolehkan. Rasulullah SAW bersabda : "Jangan kalian mendahului Ramadhan dgn berpuasa satau atau dua hari kecuali bagi seseorang yg terbiasa puasa dgn suatu puasa tertentu maka (tetaplah) ia berpuasa". (HR. Bukhori dan Muslim).
Penentuan masuknya bulan adlh dgn cara melihat Hilal. Hilal yaitu bulan sabit kecil yg nampak di awal bulan. Dan bulan Islam hanya terdiri dari 29 atau 30 hari. Tatkala nabi menyebut bulan Ramadhan, beliau berisyarat dgn kedua tangannya seraya bersabda, "Bulan (itu) begini, begini, begini, kemudian beliau melipat ibu jarinya pd yg ketiga {yaitu sepuluh tambah sepuluh tambah sembilan}, maka puasalah kalian karena kalian melihatnya {hilal} dan berbukalah kalian karena melihatnya, kemudian apabila bulan tertutupi atas kalian maka genapkanlah bulan itu tiga puluh". (HR. Bukhori dan Muslim).
Maka utk melihat hilal Ramadhan hendaknya dilakukan pd tanggal 29 Sya'ban setelah matahari terbenam. Selang beberapa saat bila hilal nampak maka telah masuk tanggal satu Ramadhan dan apabila hilalnya tdk nampak berarti bulan Sya'ban digenapkan 30 hari dan setelah tanggal 30 Sya'ban secara otomatis besoknya adalah tanggal 1 Ramadhan.
Apabila hilal telah terlihat pada satu negri maka diharuskan bagi seluruh negri didunia utk berpuasa. Ini merupakan pendapat jumhur ulama' yg bersandarkan kpd surat Al Baqarah ayat 185. "Maka barang siapa dari kalian yg menyaksikan bulan, hendaknya ia berpuasa".
Ayat dan hadits diatas adlh pembicaraan yg ditujukan kpd seluruh kaum muslimin dimanapun mereka berada dibelahan bumi ini, wajib atas mereka utk berpuasa tatkala pada hari kaum muslimin yg melihat hilal.
Cara yg termudah utk mengetahui masuknya bulan adalah dgn melakukan Ru'yah (melihat dgn seksama awal bulan sabit), ketentuannya telah dijelaskan dimuka.
Dilema Menuju Ramadhan Ukuran yg pasti utk menentukan benarnya suatu amalan adlh dgn melihat dalil yg mendasari ditunaikannya amalan tsb. Puasa misalnya, padanya termasuk perkara yg dituntunkan oleh syariat. Sedangkan yg ada dijaman belakang ini, merebak sejumlah amalan yg tujuan pokoknya utk mendekatkan diri kpd Allah SWT populer dgn beragam ritualnya seperti Padusan (mandi sampai bersih sekali) sebelum memasuki bulan Ramadhan, ruwatan massal, tumpengan, mencuci keris pusaka, mengganti sitar makam tertentu dan lain sebagainya. Tetapi mereka lupa bahwa amalannya tdk dibangun diatas dalil yg menopang yakni Al Qur'an dan Hadits. Wallahua'lam bissawwab.
Disarikan secara ringkas dari : www.An-nashihah.com (Vol.7/Th.1/1425) Syarh Tsalatsatil Ushul (Ibnu Utsaimin) oleh Ibnu Ahmad.
Showing posts 16 -
20 of 38.