Skip navigation.

WELCOME TO MY JUNGLE

'We got fun n' games We got everything you want... We got your disease In the jungle...'

Posts tagged with "Ramadhan"

Makna Idul Fitri part 2

,

Idul Fitri berarti kembali pd naluri kemanusiaan yg murni, kembali pd keberagamaan yg lurus, & kembali dr slrh praktik busuk yg bertentangan dgn jiwa manusia yg msh suci. Kembali dr sgl kepentingan duniawi yg tdk islami. Inilah makna Idul Fitri yg asli. Adalah kesalahan besar apabila Idul Fitri dimaknai dgn 'perayaan kembalinya kebebasan makan & minum' sehingga yg tadinya dilarang makan siang, stlh hadirnya Idul Fitri akan balas dendam, atau dimaknai sbg kembalinya kebebasan berbuat maksiat yg tadinya dilarang & ditinggalkan. Kemudian, krn Ramadhan sdh usai maka kemaksiatan kembali ramai2 digalakkan. Ringkasnya, kesalahan itu pd akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yg saleh musiman, bukan umat yg berupaya mempertahankan kefitrian & nilai ketaqwaan. Wallahua'lam bissawab.

Makna Idul Fitri part 1

,

تقبل الله مناومنكم صيمنا وصيمكم
من الآعيدين والفائزي



Seluruh umat Islam di dunia ini baru saja merayakan hari yg biasa dianggap 'kemenangan'. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting stlh berpuasa slma sebulan pd bulan Ramadhan. Seluru, umat Islam merayakannya dgn suka & cita, tak brbeda yg rajin puasa maupun yg hanya alakadarnya. :D
Sebagaimana sdh maklum, selain Hari Raya Idul Fitri, umat Islam jg punya Hari Raya Idul Adha pd 10 Dzulhijjah. Dlm literatur2 Islam klasik, hari raya ini disbt Idul Akbar (hari raya besar), sementara Idul Fitri hanya dsbt sbg Idul Ashgar (hari raya kecil).
Sebagaimana hari2 besar lain, Idul Fitri tentu memiliki makna umum sbg hari libur nasional skaligus makna khusus yg dirasakan umat Islam. Paling tdk, Idul Fitri dianggap sbg hari kemenangan mengalahkan hawa nafsu dgn berpuasa sebulan penuh.

Erat kaitannya dgn Hari Raya Idul Fitri adlh zakat fitrah yg wajib dikeluarkan setiap individu Muslim. Kalimat kedua dr 2 terma ini (Idul Fitri & zakat fitrah) adlh kalimat yg berasal dr bahasa Arab fitrah yg berarti natural alias sesuatu yg suci, bersifat asal, atau pembawaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1997).

Idul Fitri terdiri dr 2 kata : pertama, kata 'id yg dlm bhs Arab brmakna 'kembali', dr asal kata <>'ada</>. Ini menunjukkan bhw Hari Raya Idul Fitri ini sll berulang & kembali datang setiap tahun. Ada jg yg mengatakan diambil dr kata 'adah yg berarti kebiasaan, yg bermakna bhw umat Islam sdh biasa pd tgl 1 Syawal sll merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).

Dlm Alquran dicrtakan, ketika para pengikut Nabi Isa AS tersesat, mrka prnh berniat mengadakan 'id (hari raya atau pesta) & meminta kpd Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dr langit ()lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dgn makan2 & minum2 yg serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan. (QS Al-Maidah : 115).

Jadi, tdk salah dlm pesta Hari Raya Idul Fitri masa skrng jg dirayakan dgn menghidangkan makanan & minuman mewah yg lain dr hari2 biasa. Dlm hari raya tdk ada larangan menyediakan makanan, minuman, & pakaian baru slm tdk berlebihan & tdk melanggar larangan. Apalagi bila disediakan utk yg membutuhkan.

Abdur Rahman Al Midani dlm bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan bbrpa etika merayakan Idul Fitri. Diantaranya disitu tertulis bhw utk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sblm berangkat ke tempat shalat Id, memakai pakaian yg paling bagus, saling mengucapkan selamat & doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan mempebanyak bacaan takbir.
Kata yg kedua adlh Fitri. Fitri atau fitrah dlm bhs Arab brasal dr kata fathara yg berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dgn puasa maka ia mengandung makna 'berbuka puasa' (ifthaar).

Kembali kpd fitrah ada kalanya ditafsirkan kembali kpd keadaan normal, kehidupan manusia yg memenuhi kehidupan jasmani & ruhaninya scr seimbang. Sementara kata fitrah sendiri bermakna' yg mula2 diciptakan Allah SWT'.
Berkaitan dgn fitrah manusia, Allah SWT berfirman dlm Alquran : "Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab : "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (QS. Al A'râf: 172)".
Ayat ini menjelaskan bhw slrh manusia pd fitrahnya mempunyai ikatan primordial yg berupa pengakuan trhdp ketuhanan Allah SWT. Dalam hadis, Rasulullah SAW jg mempertegas dgn sabdanya : "Setiap anak Adam dilahirkan dlm keadaan fitrah : kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nasrani & Majusi (HR. Bukhari)."
Hadits ini memperjelas kesaksian atau pengakuan seluruh manusia yg disebutkan Alquran di atas.

Kendati dlm literatur2 Islam klasik, Idul Fitri dsbt sbg Idul Ashgar (hari raya yg kecil) sementara Idul Adha adlh Idul Akbar (hari raya yg besar), umat Islam di Tanah Air sll terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari2 besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun.
Momfn Idul Fitri dirayakan dgn aneka ragam acara, dimulai dgn shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antar keluarga yg kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dlm terminologi Islam, Idul Fitri scr sederhana adlh hari raya yg datang berulang kali setiap tgl 1 Syawal yg menandai puasa tlh selesai & kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. artinya, kata fitri disitu diartikan 'berbuka atau berhenti puasa' yg identik dgn makan2 & minum2.
Maka tdk salah apabila Idul Fitri pun disambut dgn pesta makan2 & minum2 mewah yg tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.
Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi & dibenahi, sbb selain kurang mengekpresikan makna Idul Fitri sendiri, jg trdpt makna yg lbh mendalam lg.
Idul Fitri seharusnya dimaknai sbg 'kepulangan seseorang kpd fitrah asalnya yg suci' sebagaimana ia baru saja dilahirkan dr harim ibu. Scr metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang Muslim yg slm sebulan melewati Ramadhan dgn puasa, qiyam, & segala ragam ibadahnya hrs mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dr sgl dosa & kemaksiatan. Bersambung part 2...

Bulan Penuh Hikmah


Beberapa Perkara yang perlu diketahui sebelum memasuki Ramadhan
Tidak boleh berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dgn maksud berjaga-jaga (yakni) jgn sampai Ramadhan tlh masuk pd satu atau dua hari sebelum Ramadhan karena bertepatan dgn kebiasaannya seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud dll, maka hal tsb diperbolehkan. Rasulullah SAW bersabda : "Jangan kalian mendahului Ramadhan dgn berpuasa satau atau dua hari kecuali bagi seseorang yg terbiasa puasa dgn suatu puasa tertentu maka (tetaplah) ia berpuasa". (HR. Bukhori dan Muslim).
Penentuan masuknya bulan adlh dgn cara melihat Hilal. Hilal yaitu bulan sabit kecil yg nampak di awal bulan. Dan bulan Islam hanya terdiri dari 29 atau 30 hari. Tatkala nabi menyebut bulan Ramadhan, beliau berisyarat dgn kedua tangannya seraya bersabda, "Bulan (itu) begini, begini, begini, kemudian beliau melipat ibu jarinya pd yg ketiga {yaitu sepuluh tambah sepuluh tambah sembilan}, maka puasalah kalian karena kalian melihatnya {hilal} dan berbukalah kalian karena melihatnya, kemudian apabila bulan tertutupi atas kalian maka genapkanlah bulan itu tiga puluh". (HR. Bukhori dan Muslim).
Maka utk melihat hilal Ramadhan hendaknya dilakukan pd tanggal 29 Sya'ban setelah matahari terbenam. Selang beberapa saat bila hilal nampak maka telah masuk tanggal satu Ramadhan dan apabila hilalnya tdk nampak berarti bulan Sya'ban digenapkan 30 hari dan setelah tanggal 30 Sya'ban secara otomatis besoknya adalah tanggal 1 Ramadhan.
Apabila hilal telah terlihat pada satu negri maka diharuskan bagi seluruh negri didunia utk berpuasa. Ini merupakan pendapat jumhur ulama' yg bersandarkan kpd surat Al Baqarah ayat 185. "Maka barang siapa dari kalian yg menyaksikan bulan, hendaknya ia berpuasa".
Ayat dan hadits diatas adlh pembicaraan yg ditujukan kpd seluruh kaum muslimin dimanapun mereka berada dibelahan bumi ini, wajib atas mereka utk berpuasa tatkala pada hari kaum muslimin yg melihat hilal.
Cara yg termudah utk mengetahui masuknya bulan adalah dgn melakukan Ru'yah (melihat dgn seksama awal bulan sabit), ketentuannya telah dijelaskan dimuka.
Dilema Menuju Ramadhan
Ukuran yg pasti utk menentukan benarnya suatu amalan adlh dgn melihat dalil yg mendasari ditunaikannya amalan tsb. Puasa misalnya, padanya termasuk perkara yg dituntunkan oleh syariat. Sedangkan yg ada dijaman belakang ini, merebak sejumlah amalan yg tujuan pokoknya utk mendekatkan diri kpd Allah SWT populer dgn beragam ritualnya seperti Padusan (mandi sampai bersih sekali) sebelum memasuki bulan Ramadhan, ruwatan massal, tumpengan, mencuci keris pusaka, mengganti sitar makam tertentu dan lain sebagainya. Tetapi mereka lupa bahwa amalannya tdk dibangun diatas dalil yg menopang yakni Al Qur'an dan Hadits. Wallahua'lam bissawwab.
Disarikan secara ringkas dari : www.An-nashihah.com (Vol.7/Th.1/1425) Syarh Tsalatsatil Ushul (Ibnu Utsaimin) oleh Ibnu Ahmad.

Bulan Penuh Hikmah

Bismillahirrahmanirrahim
"Andai semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya.
Jika seluruh umur adalah dosa, maka taqwa dan tobatlah obatnya.
Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhanlah pemutihnya."
Mengetahui suatu perkara sebelum menunaikannya adlh keniscayaan bagi pendamba keberhasilan. Oleh karena itu, Al Imam Bukhari Rohimahullah menyusun dlm salah satu kitabnya sebuah bab berjudul "Al ilmu qobla al qoul wal amal" (berilmu sebelum berkata & beramal). Apa itu ilmu? Ilmu adlh mengetahui sesuatu sesuai dgn hakekat sebenarnya dgn pengetahuan yg pasti.

Read more...

Download Opera, the fastest and most secure browser
June 2009
S M T W T F S
May 2009July 2009
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30