Tertawa untuk Tawakkal
Thursday, 27. November 2008, 03:04:32
Di samping sebutan makhluk yang berbicara, manusia juga dikenal sebagai makhluk yang tertawa. Tawa dan senyum bersifat asasi, muncul sejalan dengan kemanusiaan kita. Ia menjadi "bahasa" komunikasi dalam keseharian hidup kita. Begitu dekatanya tawa dengan kita, hingga orang yang hilang akal sekalipun masih tetap bisa tertawa. |
Alquran menyatakan: "Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis" (Qs, 53;43).
Banyak peristiwa sosial dalam panggung sandiwara kehidupan yang membuat kita tertawa. Kejelekan, kemalangan, penyimpangan prilaku, kelucuan, sindiran, hal yang tak masuk akal, hingga kekonyolan diri kita sendiri, mudah berubah menjadi bahan tertawaan. Dalam konteks Islam, tawa harus diletakkan secara "pas". Tawa yang Islami bukanlah menertawakan kemalangan orang lain, karena memang tidak dibenarkan, melainkan tawa yang tetap berada dalam batas-batas kesopanan dan kebenaran.
Dalam konsep Islam tawa dipandang bukan sekedar pintu "pelepasan" dari ketegangan. Tapi ia juga dianggap sebagai ungkapan sosial dari rasa cinta, kegembiraan, dan kebersamaan. Malah Allah memperingatkan bahwa mereka yang tidak mau "bersama-sama" berjihad di jalan Allah bersama Nabi, hendaklah tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai balasan dari apa yang mereka kerjakan (QS ,9;82). Dalam hadis riwayat Thabrani diceritakan bahwa Nabi Muhammad senang tertawa dan bersenda gurau. Tapi Nabi tidak akan melakukan sesuatu hal melainkan yang hak. Nabi Sulaeman juga begitu sering tertawa. Salah satu tawa sang nabi yang diabadikan dalam Alquran adalah ketika beliau mendengar teriakan seekor semut yang mengomandoi kawan-kawannya untuk masuk sarang agar tidak terinjak Nabi Sulaeman dan bala tentaranya.
Berbagai penelitian ilmiah menyimpulkan bahwa tertawa memperkokoh kesehatan. Ketika kita tertawa, otak kita mengalami relaksasi. Pikiran kita menjadi segar kembali. Dan kita siap menghadapi tugas-tugas hidup berikutnya. Hidup memang mesti dijalani dan dimaknai dengan sebaik-baiknya. Meskipun kesulitan menerpa, jalani hidup dengan tertawa, sebab tertawa itu sehat. Walhasil, dalam perjuangan hidup, kita percaya bahwa hidup menjadi lebih meriah kalau kita bisa tetap tertawa. Tawa menjadi makanan jiwa kita. Menyentuh sisi emosionalitas setiap diri. Tanpa tawa hidup menjadi gersang, kemanusiaan menjadi tandus dan rasa menjadi tumpul. Karena itu bermurah hatilah untuk tertawa. Tawa yang wajar membuat hati menjadi senang. Lebih dari itu, tawa yang disertai peringatan kepada Allah membuat hati menjadi tenang.
.gif)















Gandrung # 28. November 2008, 01:21
Mungkin kalo senyuman kita bs membuat hati orang laen bisa senang, tp kalo kita tertawa membuat hati kita jd senang...
*Peringatan: dilarang tertawa sembarangan, karena dapat disangka...*
Hermansyahenx # 28. November 2008, 02:39
irfanitolokanwhd # 7. January 2009, 22:39
Hermansyahenx # 8. January 2009, 04:51
myagu # 17. January 2009, 12:16
Hermansyahenx # 17. January 2009, 16:39
'tersenyumlah apabila orang lain tersenyum padamu'
myagu # 18. January 2009, 00:44
Hermansyahenx # 19. January 2009, 04:39
myagu # 19. January 2009, 22:43
Hermansyahenx # 20. January 2009, 03:42
69xliners # 20. February 2009, 16:05
tawa -->
cape dweh tawa mlulu
mendingan tawa sutra aj
bang her 'di numpang teduh y
Hermansyahenx # 20. February 2009, 17:52
69xliners # 21. February 2009, 02:22
Hermansyahenx # 24. February 2009, 06:54
Buayadarat # 2. March 2009, 01:48
Hermansyahenx # 2. March 2009, 02:48
69xliners # 3. March 2009, 01:07
Hermansyahenx # 3. March 2009, 03:31
69xliners # 3. March 2009, 11:11
Hermansyahenx # 4. March 2009, 04:59
fendiel # 11. April 2009, 00:19
Haha...
dah cuma numpang ketawa.
Hehe...
piss...
Hermansyahenx # 19. April 2009, 16:05
69xliners # 19. April 2009, 16:56
snang rasany ngeliat wajah2 lama yg kdang2 sk ngebanyol.,
dh lm gak ktmu am yg pny humz.,
ap lg tamu2 ny yg udh lm knal
met rehat n aktvts aj y all..
Hermansyahenx # 19. April 2009, 18:22
69xliners # 19. April 2009, 18:32
Hermansyahenx # 21. April 2009, 17:50