<font color="#FF0000" size="2"><b>"Penghisap Darah Rakyat"</b></font>
Monday, October 24, 2005 12:38:27 PM
Tak habis pikir apa yang di lakukan oleh wakil rakyat kita di saat rakyat sedang mengalami kesusahan mereka malah ingin mendapatkan tunjangan hari raya sebesar Rp.10.000.000(sepuluh juta rupiah) dimana hati nurani mereka sebagai manusia
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Lukman Hakim Saefuddin meminta DPR RI menunda pemberian tunjugan Rp10 juta kepada anggota DPR RI, karena situasinya tidak tepat.
Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang DPR RI di Jakarta, Senin.
Lukman mengatakan, pemberian tunjangan itu dinilai publik sebagai yang negatif terutama kalangan masyarakat kurang mampu mengingat penyaluran dana kompensasi kenaikan harga BBM untuk rakyat miskin mengalami banyak penyimpangan dan di samping jumlahnya yang kecil.
Ia mengatakan, sebaiknya DPR RI menunjukkan empati kepada masyarakat mengenai persoalan yang sedang dihadapinya akibat kenaikan harga BBM.
Ketua DPR RI Agung Laksono dalam rapat paripurna itu menjelaskan dana tunjangan untuk anggota DPR telah diputuskan dalam rapat paripurna DPR beberapa waktu lalu. Karena itu, tunjungan tersebut sudah merupakan keputusan lembaga.
Namun, ia mengatakan, bisa saja anggota DPR menggunakan dana itu untuk membantu masyarakat miskin dengan membelikannya beras lalu dibagikan kepada masyarakat miskin di daerah pemilihannya.
Seorang anggota dewan tertidur pulas sementara rekan sebelahnya asyik dengan telepon genggamnya saat berlangsungnya Sidang Paripurna DPR yang diwarnai hujan interupsi di Gedung DPR Jakarta, Senin.
Kita lihat aja sendiri apa kerja anggota dewan yang katanya "Terhormat" semua itu hanya omong kosong belaka mari kita tertawa melihat tingkah anggota dewan yang tak lebih dari anka TK(Taman Kanak-kanak)
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Lukman Hakim Saefuddin meminta DPR RI menunda pemberian tunjugan Rp10 juta kepada anggota DPR RI, karena situasinya tidak tepat.
Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang DPR RI di Jakarta, Senin.
Lukman mengatakan, pemberian tunjangan itu dinilai publik sebagai yang negatif terutama kalangan masyarakat kurang mampu mengingat penyaluran dana kompensasi kenaikan harga BBM untuk rakyat miskin mengalami banyak penyimpangan dan di samping jumlahnya yang kecil.
Ia mengatakan, sebaiknya DPR RI menunjukkan empati kepada masyarakat mengenai persoalan yang sedang dihadapinya akibat kenaikan harga BBM.
Ketua DPR RI Agung Laksono dalam rapat paripurna itu menjelaskan dana tunjangan untuk anggota DPR telah diputuskan dalam rapat paripurna DPR beberapa waktu lalu. Karena itu, tunjungan tersebut sudah merupakan keputusan lembaga.
Namun, ia mengatakan, bisa saja anggota DPR menggunakan dana itu untuk membantu masyarakat miskin dengan membelikannya beras lalu dibagikan kepada masyarakat miskin di daerah pemilihannya.
Seorang anggota dewan tertidur pulas sementara rekan sebelahnya asyik dengan telepon genggamnya saat berlangsungnya Sidang Paripurna DPR yang diwarnai hujan interupsi di Gedung DPR Jakarta, Senin.
Kita lihat aja sendiri apa kerja anggota dewan yang katanya "Terhormat" semua itu hanya omong kosong belaka mari kita tertawa melihat tingkah anggota dewan yang tak lebih dari anka TK(Taman Kanak-kanak)






