<font color="#000080" size="2">IMAM SAMUDRA CS DIPERIKSA</font>
Thursday, October 6, 2005 10:24:51 AM
Berbagai cara dilakukan polisi untuk mengungkap pelaku bom di Kuta dan Jimbaran, Bali, 1 Oktober silam. Salah satunya dengan mengintensifkan pemeriksaan terhadap aktor Bom Bali, 12 Oktober 2002. Mereka antara lain adalah Amrozy, Muklas, Ali Imron, dan Imam Samudra. Namun kali ini, pemeriksaan lebih difokuskan kepada Imam Samudra karena ia yang menjadi koordinator lapangan aksi bom tiga tahun silam.
Polisi tak membantah telah memeriksa Imam Samudra Cs yang kini menghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali. Hal itu dianggap masalah teknis yang tak perlu disampaikan ke publik. Kamis (6/10) ini, polisi tengah memeriksa saksi-saksi yang mengaku mencium belerang sesaat setelah bom meledak. Pemeriksaan tempat kejadian juga masih dilakukan polisi. Namun, polisi berencana mengevaluasi keberadaan garis polisi di lokasi. Kemungkinan satu dua hari lagi garis polisi telah dicabut.
Seperti tak ingin buruannya lepas penjagaam di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Jawa Timur dan Gilimanuk, Bali. Semua kendaraan yang melintas diperiksa. Begitu pula pengemudi dan penumpangnya. Mereka diminta menunjukkan kartu tanda penduduk dan surat-surat kendaraan. Sementara di Gilimanuk, puluhan polisi bersenjata otomatis mengawal penyisiran terhadap penumpang dan kendaraan yang masuk dan keluar.
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
Polisi tak membantah telah memeriksa Imam Samudra Cs yang kini menghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali. Hal itu dianggap masalah teknis yang tak perlu disampaikan ke publik. Kamis (6/10) ini, polisi tengah memeriksa saksi-saksi yang mengaku mencium belerang sesaat setelah bom meledak. Pemeriksaan tempat kejadian juga masih dilakukan polisi. Namun, polisi berencana mengevaluasi keberadaan garis polisi di lokasi. Kemungkinan satu dua hari lagi garis polisi telah dicabut.
Seperti tak ingin buruannya lepas penjagaam di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Jawa Timur dan Gilimanuk, Bali. Semua kendaraan yang melintas diperiksa. Begitu pula pengemudi dan penumpangnya. Mereka diminta menunjukkan kartu tanda penduduk dan surat-surat kendaraan. Sementara di Gilimanuk, puluhan polisi bersenjata otomatis mengawal penyisiran terhadap penumpang dan kendaraan yang masuk dan keluar.





