My Opera is closing 3rd of March

Humairaku....Catatan Sehari-hariku

Humairaku blogg ini aku buat untuk menulis catatan yang kualami sehari-hari

Subscribe to RSS feed

<font color="#000080" size="2">CIRI-CIRI PELAKU BOM JIMBARAN-KUTA SUDAH DIKETAHUI</font>


Polri telah mengetahui ciri-ciri fisik pelaku peledakan bom di Jimbaran dan Kuta Bali, 1 Oktober 2005. Menurut Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Soenarko di Denpasar, Bali, Senin (3/10), pelaku semuanya laki-laki dan berusia sekitar 20 hingga 25 tahun. Penyelidikan identitas para pelaku sampai saat ini masih berlangsung.

Soenarko menjelaskan, tersangka pelaku peledakan di Kafe Menaga, Jimbaran, adalah laki-laki berusia sekitar 20 hingga 25 tahun dengan tinggi badan berkisar 165 sentimeter. Ciri-ciri lainnya berambut hitam lurus, hidung bengkok sedang, susunan gigi tidak teratur, bibir tebal, dan alis hitam tebal.

Sementara jasad yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Kafe Nyoman, hidung mancung berukuran sedang, bibir sedang, alis hitam, tinggi kira-kira 157 sentimeter dan usia antara 20 hingga 25 tahun. Jenazah lainnya yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di R.AJA`s Restaurant memiliki ciri-ciri, rambut hitam ikal, hidung mancung ukuran sedang, susunan gigi rapi, bibir sedang, alis hitam sedang. Tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan berusia antara 20 hingga 25 tahun.

Sampai saat ini, Polri belum dapat memastikan nama dan asal daerah dari masing-masing tersangka pelaku. Menurut Soenarko, Polri kini masih menyelidiki identitas para pelaku melalui bentuk gigi dan muka.

Tersiar kabar bahwa pelaksanaan peledakan bom di Jimbaran dan Kuta ini ada kemiripan dengan teror Bom Bali 2002. Sayang, Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Polisi I Made Mangku Pastika tidak bersedia merinci detail kemiripan tersebut. Hanya, Pastika memastikan, bom dirakit di luar Bali. Kemiripan itu lebih kurang pada pelaksanaan dan proses peledakannya. Misal cara mereka membawa bom dari luar Bali. Namun diduga mereka sudah mengawasi dan menetapkan target sebelumnya. Artinya ada pelaku yang mengadakan pengawasan hingga beberapa bulan sebelum eksekusi pengeboman. Polri juga meyakini pelaku sebelumnya menyewa rumah lebih dulu di Bali.

Untuk membuktikan hal tersebut, Polri sempat mendatangi rumah-rumah kontrakan yang dulu sempat dipakai Imam Samudra Cs saat akan meledakkan bom pada 2005 di Paddy`s Cafe dan Sari Club. Rumah kontrakan Imam Samudra CS terletak di Jalan Teuku Umar, Denpasar, yang dikenal sebagai kawasan muslim.

Polisi juga sempat mendatangi rumah kos-kosan di Jalan Anggrek, Denpasar. Rumah kontrakan ini dicurigai dipakai para tersangka. Namun, Dewa Kiyana, pemilik rumah kontrakan, membantah keras bahwa rumahnya dikontrak oleh para pelaku. Menurut dia, rumahnya dikontrak oleh orang-orang Bali yang diyakini tidak terlibat dalam peledakan bom di Jimbaran dan Kuta.
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
February 2014
S M T W T F S
January 2014March 2014
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28