<font color="#000080">PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM DI JAKARTA TELAH MENAIKKAN</font>
Saturday, October 1, 2005 9:41:59 AM
Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sejumlah supir angkutan perkotaan (angkot) jurusan Rawa Buaya-Cengkareng melakukan mogok, Sabtu (1/10). Pasalnya, dengan kenaikan harga bensin yang mencapai Rp 4.500 per liter para supir itu harus menguras kantong sendiri untuk membayar selisih kenaikan harga.
Padahal, dengan harga bensin sebelum kenaikan sebesar Rp 2.400 per liter, para supir angkot masih bisa mengantungi uang sebesar Rp 60 ribu setelah dipotong setoran Rp 120 ribu. Aksi mogok semula direncanakan akan berlangsung sampai Senin (3/10) mendatang, namun bukan tidak mungkin aksi akan diperpanjang selama tarif lama belum disesuaikan.
Aksi mogok di wilayah Jakarta Barat itu semula hanya dilakukan oleh angkutan bernomor D-03, namun melihat aksi rekan-rekan mereka para supir angkutan jurusan lain akhirnya ikut mogok. Akibat aksi itu, para penumpang angkot akhirnya mencari alternatif kendaraan lain seperti Bajaj dan Metromini. Aksi itu tidak terlalu berdampak besar karena jumlah penumpang di akhir pekan yang relatif lebih sedikit dibanding hari kerja.
Sementara itu, tidak sedikit pula pengemudi angkutan umum yang menyambut kenaikan BBM dengan menaikkan tarif mereka. Kenaikan tarif juga bervariasi, para supir mematok harga berdasarkan prosentase kenaikan harga BBM. Bus Patas AC jurusan Senen-Ciputat misalnya, tarifnya semula sebesar Rp 3.500 kini naik menjadi Rp 4.000. Supir bus meminta para penumpang maklum karena ongkos bbm naik begitu tinggi
Kondisi serupa juga harus dialami penumpang bus Steady Safe jurusan Kampung Rambutan-Ciledug yang naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000. Seklain itu, angkutan-angkutan kecil seperti jurusan Cileungsi-Kampung Rambutan juga sudah memasang harga baru. Jika biasanya tarif dari Cibubur ke Kampung Rambutan Rp 1.500 kini menjadi Rp 2.000.
Namun, sejumlah bus PPD masih beroperasi dengan harga lama. Kernet supir mengaku karena PPD perusahaan pemerintah mereka masih menunggu instruksi langsung dari atasan.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, para supir angkota melakukan mogok untuk memprotes pemberlakuan tarif baru angkutan umum yang ditetapkan Pemerintah Kota Makassar menyusul kenaikan harga BBM. Para supir menilai pemberlakuan tarif baru angkot di Makassar terlalu minim dibanding kenaikan harga BBM yang sebesar 87,5 persen.
Pasca kenaikan BBM Pemeritah Kota Makassar mengeluarkan surat keputusan tentang penyesuaian tarif angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar hanya berkisar 10-15 persen. Dalam aksi itu, para supir angkot menurunkan paksa penumpang dan memaksa rekan-rekan mereka yang untuk ikut mogok. Akibatnya, ratusan penumpang angkot akhirnya terlantar.
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
Padahal, dengan harga bensin sebelum kenaikan sebesar Rp 2.400 per liter, para supir angkot masih bisa mengantungi uang sebesar Rp 60 ribu setelah dipotong setoran Rp 120 ribu. Aksi mogok semula direncanakan akan berlangsung sampai Senin (3/10) mendatang, namun bukan tidak mungkin aksi akan diperpanjang selama tarif lama belum disesuaikan.
Aksi mogok di wilayah Jakarta Barat itu semula hanya dilakukan oleh angkutan bernomor D-03, namun melihat aksi rekan-rekan mereka para supir angkutan jurusan lain akhirnya ikut mogok. Akibat aksi itu, para penumpang angkot akhirnya mencari alternatif kendaraan lain seperti Bajaj dan Metromini. Aksi itu tidak terlalu berdampak besar karena jumlah penumpang di akhir pekan yang relatif lebih sedikit dibanding hari kerja.
Sementara itu, tidak sedikit pula pengemudi angkutan umum yang menyambut kenaikan BBM dengan menaikkan tarif mereka. Kenaikan tarif juga bervariasi, para supir mematok harga berdasarkan prosentase kenaikan harga BBM. Bus Patas AC jurusan Senen-Ciputat misalnya, tarifnya semula sebesar Rp 3.500 kini naik menjadi Rp 4.000. Supir bus meminta para penumpang maklum karena ongkos bbm naik begitu tinggi
Kondisi serupa juga harus dialami penumpang bus Steady Safe jurusan Kampung Rambutan-Ciledug yang naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000. Seklain itu, angkutan-angkutan kecil seperti jurusan Cileungsi-Kampung Rambutan juga sudah memasang harga baru. Jika biasanya tarif dari Cibubur ke Kampung Rambutan Rp 1.500 kini menjadi Rp 2.000.
Namun, sejumlah bus PPD masih beroperasi dengan harga lama. Kernet supir mengaku karena PPD perusahaan pemerintah mereka masih menunggu instruksi langsung dari atasan.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, para supir angkota melakukan mogok untuk memprotes pemberlakuan tarif baru angkutan umum yang ditetapkan Pemerintah Kota Makassar menyusul kenaikan harga BBM. Para supir menilai pemberlakuan tarif baru angkot di Makassar terlalu minim dibanding kenaikan harga BBM yang sebesar 87,5 persen.
Pasca kenaikan BBM Pemeritah Kota Makassar mengeluarkan surat keputusan tentang penyesuaian tarif angkutan umum dalam wilayah Kota Makassar hanya berkisar 10-15 persen. Dalam aksi itu, para supir angkot menurunkan paksa penumpang dan memaksa rekan-rekan mereka yang untuk ikut mogok. Akibatnya, ratusan penumpang angkot akhirnya terlantar.





