<font color="#FF8000" size="2">Istana Dikepung Ribuan Demonstran</font>
Thursday, September 29, 2005 10:27:16 AM
Ribuan mahasiswa, partai politik (parpol), dan organisasi massa serta buruh, mengepung Istana Negara Jalan Merdeka Medan Utara. Mereka menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan naik per 1 Oktober.
Ribuan massa, yang terdiri dari mahasiswa, buruh, parpol, dan elemen masyarakat yang melakukan aksi demontrasi di depan Istana Negara, antara lain Forum Kota (Forkot), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM se Jabotabek), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Asosiasi Pedagang Keliling Indonesia (APGKI), dan Persuadaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).
Aksi demonstrasi massa itu datang secara bergelombang sekitar pukul 12.00 WIB menuju depan Istana Negara menggunakan bus dan metromini. Mereka datang dari sekitar lima titik, seperti Bundaran Hotel Indonesia, dari arah Masjid Istiqlal, dan Jalan Medan Merdeka Timur.
Kendaraan angkutan umum yang mereka sewa itu kemudian di parkir disekitar depan Monas. Massa kemudian longmarch menuju Istana.
Di depan Istana Negara ribuan pengunjuk rasa melakukan orasi sambil membacakan pernyataan sikap yang isinya menolak kenaikan harga BBM.
Selain itu massa juga membawa spanduk dan poster yang isinya, antara lain tolak kenaikan harga BBM dan minta kenaikan upah buruh, serta subsidi untuk sekolah gratis.
Aksi demonstrasi tersebut mendapat penjagaan ketat ratusan aparat kepolisian. Petugas membuat pagar betis di depan Istana Negara menggunakan tameng antihura-hara serta membawa pentungan karet.
Petugas juga terpaksa menutup Jalan Medan Merdeka Utara. Kendaraan umum dan pribadi yang biasa melintas ke Jalan Medan Merdeka Utara terpaksa dialihkan ke arah Jalan Harmoni.
Akibat unjuk rasa tesebut arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur depan Stasiun Gambir macet total.
Ketika berlangsung aksi demonstrasi, terjadi ancaman bom belakang gedung Mahkamah Agung (MA) di sebelah Istana Negara sekitar pukul 13.15 WIB serta di gedung Pertamina Jakarta Pusat, belakang gedung Kwarnas (kwartir nasional) di Jalan Ridwan Rais.
Ancaman bom di gedung Pertamina terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di lantai tiga bagian Perencanaan Pengembangan Minyak (PPM), melalui telepon yang dilakukan seorang pria, yang diterima Sarwoto, petugas pengantar surat di Pertamina.
Namun setelah lakukan penyisiran oleh petugas Gegana Polda Metro Jaya tidak ditemukan ada ancaman bom, baik di MA maupun gedung Pertamina Jakarta Pusat.
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
Ribuan massa, yang terdiri dari mahasiswa, buruh, parpol, dan elemen masyarakat yang melakukan aksi demontrasi di depan Istana Negara, antara lain Forum Kota (Forkot), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM se Jabotabek), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Asosiasi Pedagang Keliling Indonesia (APGKI), dan Persuadaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).
Aksi demonstrasi massa itu datang secara bergelombang sekitar pukul 12.00 WIB menuju depan Istana Negara menggunakan bus dan metromini. Mereka datang dari sekitar lima titik, seperti Bundaran Hotel Indonesia, dari arah Masjid Istiqlal, dan Jalan Medan Merdeka Timur.
Kendaraan angkutan umum yang mereka sewa itu kemudian di parkir disekitar depan Monas. Massa kemudian longmarch menuju Istana.
Di depan Istana Negara ribuan pengunjuk rasa melakukan orasi sambil membacakan pernyataan sikap yang isinya menolak kenaikan harga BBM.
Selain itu massa juga membawa spanduk dan poster yang isinya, antara lain tolak kenaikan harga BBM dan minta kenaikan upah buruh, serta subsidi untuk sekolah gratis.
Aksi demonstrasi tersebut mendapat penjagaan ketat ratusan aparat kepolisian. Petugas membuat pagar betis di depan Istana Negara menggunakan tameng antihura-hara serta membawa pentungan karet.
Petugas juga terpaksa menutup Jalan Medan Merdeka Utara. Kendaraan umum dan pribadi yang biasa melintas ke Jalan Medan Merdeka Utara terpaksa dialihkan ke arah Jalan Harmoni.
Akibat unjuk rasa tesebut arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur depan Stasiun Gambir macet total.
Ketika berlangsung aksi demonstrasi, terjadi ancaman bom belakang gedung Mahkamah Agung (MA) di sebelah Istana Negara sekitar pukul 13.15 WIB serta di gedung Pertamina Jakarta Pusat, belakang gedung Kwarnas (kwartir nasional) di Jalan Ridwan Rais.
Ancaman bom di gedung Pertamina terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di lantai tiga bagian Perencanaan Pengembangan Minyak (PPM), melalui telepon yang dilakukan seorang pria, yang diterima Sarwoto, petugas pengantar surat di Pertamina.
Namun setelah lakukan penyisiran oleh petugas Gegana Polda Metro Jaya tidak ditemukan ada ancaman bom, baik di MA maupun gedung Pertamina Jakarta Pusat.






