My Opera is closing 3rd of March

Humairaku....Catatan Sehari-hariku

Humairaku blogg ini aku buat untuk menulis catatan yang kualami sehari-hari

Subscribe to RSS feed

<font color="#FF0000">Pengemis mulai bersatangan ke IbuKota</font>

Baru aja bangun dan mau mandi dulu,tapi sempat liat berita sih,banyak pengemis yang mulai datang ke Jakarta maklum udah dekat bulan suci "RAMADHAN" , Setiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Jakarta dipastikan selalu diramaikan oleh kedatangan para pengemis musiman.

Sepekan sebelum Ramadhan, tercatat sekitar 1.000 pengemis musiman dari berbagai daerah di Jawa terutama Pantura diperkirakan masuk ke Jakarta Pusat.

"Kami perkirakan ada seribu yang masuk ke Jakpus, ini berdasarkan pengamatan di beberapa titik," kata Kepala Sudin Bintal Kessos (Suku Dinas Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Sosial) Sangidun HMS, di Jakarta, Selasa.

Sangidun mengemukakan pengamatan di beberapa titik rawan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) menunjukkan peningkatan sekitar 30 persen dari total pengemis dan gelandangan di Jakpus yang sekitar 2 ribu orang.

Dia mengemukakan Bintal Kessos Jakpus terus melakukan penertiban dan pembinaan PMKS termasuk memulangkan mereka ke daerah asal.

"Mereka kami antar pulang ke daerah asal menggunakan kendaraan Bintal Kessos. Mereka kami antar sampai Dinas Bintal Kessos di kota mereka," kata Sangidun.

Bintal Kessos Jakpus pada APBD 2005 mendapat anggaran Rp45 juta untuk memulangkan para pengemis ke daerah asal.

Pemprov DKI Jakarta sejak beberapa tahun lalu mengimbau masyarakat tidak memberi sedekah kepada pengemis karena tindakan tersebut tidak mendidik, selain itu pengemis sudah jadi tanggung jawab negara, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta.

"Gerakan untuk tidak memberi sedekah di jalan, perlu ditingkatkan lagi. Kita bisa beri sedekah melalui jalan yang benar, tidak di jalanan," kata Sangidun.

Di Jakarta Pusat terdapat 50 titik rawan PMKS khususnya di lampu merah perempatan dan Sudin Bintal Kessos menempatkan puluhan petugas untuk mengawasi para PMKS tersebut.

Data Dinas Bintal dan Kessos DKI Jakarta menunjukkan pada 2003 hampir dua ribu pengemis dan gelandangan dijaring dan sebagian dipulangkan ke daerah asal dengan anggaran hampir Rp300 juta.

Pada 2004, jumlah pengemis yang ditertibkan mencapai tujuh ribu orang, empat ribu di antaranya dibina ke panti sosial Kedoya Jakarta Barat, sedangkan tiga ribu lainnya disebar ke panti-panti sosial di Cipayung Jakarta Timur sesuai masalah masing-masing atau dikembalikan ke daerah asal.

Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
February 2014
S M T W T F S
January 2014March 2014
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28