<font color="#008080" size="2"><b>26 Warga Bekasi Positif HIV/AIDS</b></font>
Friday, September 23, 2005 11:55:49 PM
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dokter Krisna Dewayanti, menyebutkan dalam kurun waktu enam tahun mulai 1999-2005, sebanyak 26 dari 142 orang warga Bekasi positif mengidap virus HIV/AIDS.
"Guna mengantisipasi penularan, maka para pengidap virus HIV/AIDS harus ditangani serius oleh pemda setempat," kata Krisna Dewayanti, di Bekasi, Jumat (23/9).
Meskipun jumlah penderita HIV/AIDS itu tidak sebanyak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), tetapi tetap harus diwaspadai agar korban tidak bertambah. Penderita HIV/AIDS itu, menurut Dewayanti, dikarenakan adanya perubahan perilaku di masyarakat diantaranya melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan dan tertular virus HIV melalui jarum suntik bagi sesama pengguna narkoba. "Jadi pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik rawan terserang HIV/AIDS," katanya.
Namun, tambahnya, masyarakat tidak perlu takut akan virus HIV asalkan tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda atau penjaja seks komersial dan menghindari penggunaan narkoba apalagi pakai jarum suntik. Untuk mengantisipasi agar perilaku seseorang tidak menyimpang, perlu
dibekali siraman rohani dan pemahaman tentang bahayanya virus HIV/AIDS karena belum ada obatnya.
"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan karena rawan terhadap HIV/AIDS," ujarnya.
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
"Guna mengantisipasi penularan, maka para pengidap virus HIV/AIDS harus ditangani serius oleh pemda setempat," kata Krisna Dewayanti, di Bekasi, Jumat (23/9).
Meskipun jumlah penderita HIV/AIDS itu tidak sebanyak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), tetapi tetap harus diwaspadai agar korban tidak bertambah. Penderita HIV/AIDS itu, menurut Dewayanti, dikarenakan adanya perubahan perilaku di masyarakat diantaranya melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan dan tertular virus HIV melalui jarum suntik bagi sesama pengguna narkoba. "Jadi pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik rawan terserang HIV/AIDS," katanya.
Namun, tambahnya, masyarakat tidak perlu takut akan virus HIV asalkan tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda atau penjaja seks komersial dan menghindari penggunaan narkoba apalagi pakai jarum suntik. Untuk mengantisipasi agar perilaku seseorang tidak menyimpang, perlu
dibekali siraman rohani dan pemahaman tentang bahayanya virus HIV/AIDS karena belum ada obatnya.
"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan karena rawan terhadap HIV/AIDS," ujarnya.






