<font color="#000080">Online Terus</font>
Friday, September 23, 2005 6:28:13 PM
Online terus nih baik di radio maupun di internet,lumayan juga dari hari jum'at sampai sabtu begini masih online terus gak kerasa capek sama sekali sekalian baca berita di Inet,lumayan juga nih dari pagi lumayan wuzz buat download tapi buat nge browse lambat banget, besok teman-teman mau main kerumah tapi gak tau jam berapa soalnya belum diputusin,ini sekarang lagi pada berunding di radio. Mudah-mudahan aja jadi pada kesini soalnya udah lama juga gak kesini, tadi katanya jam 1 siang mudah-mudahan tepat waktu mau pada ngerujak katanya,ya aku tunggu aja besok dirumah, enak banyak teman main ke rumah, ni lagi baca berita
Ketua MPR Tolak Kenaikan Harga BBM
Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyatakan sebaiknya pemerintah menunda kenaikan harga BBM karena kenaikan saat ini akan semakin membebani masyarakat yang sedang bersiap memasuki bulan Ramadhan, Idul Fitri (Lebaran), Natal dan Tahun Baru 2006.
Hal itu disampaikan Hidayat di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (23/9) berkaitan dengan rencana pemerntah menaikkan harga BBM mulai Oktober 2005.
Hidayat sangat menyayangkan pemerintah yang mengumbar wacana kenaikan harga BBM. Misalnya, jauh hari sebelum kenaikan ditetapkan, telah diwacanakan bahwa kenaikan harga BBM akan ditetapkan 50 persen. Bahkan kemudian disampaikan bahwa kenaikan akan mencapai 70-80 persen.
Wacana seperti itu akan semakin meresahkan masyarakat dan menimbulkan spekulasi di masyarakat. Kondisi itu akan semakin membebani masyarakat sebelum kenaikan sesungguhnya ditetapkan pemerintah.
"Sebaiknya pemerintah menunda kenaikan harga BBM. Apalagi janji pemerintah untuk memberi kompensasi kenaikan harga BBM bulan Maret lalu belum sepenuhnya diberikan kepada masyarakat," kata Nurwahid.
Karena itu, pemerintah harus memberi kompensasi kenaikan harga BBM untuk kenaikan Maret 2005 sebelum akan kembali menaikan harga BBM
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
Ketua MPR Tolak Kenaikan Harga BBM
Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyatakan sebaiknya pemerintah menunda kenaikan harga BBM karena kenaikan saat ini akan semakin membebani masyarakat yang sedang bersiap memasuki bulan Ramadhan, Idul Fitri (Lebaran), Natal dan Tahun Baru 2006.
Hal itu disampaikan Hidayat di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (23/9) berkaitan dengan rencana pemerntah menaikkan harga BBM mulai Oktober 2005.
Hidayat sangat menyayangkan pemerintah yang mengumbar wacana kenaikan harga BBM. Misalnya, jauh hari sebelum kenaikan ditetapkan, telah diwacanakan bahwa kenaikan harga BBM akan ditetapkan 50 persen. Bahkan kemudian disampaikan bahwa kenaikan akan mencapai 70-80 persen.
Wacana seperti itu akan semakin meresahkan masyarakat dan menimbulkan spekulasi di masyarakat. Kondisi itu akan semakin membebani masyarakat sebelum kenaikan sesungguhnya ditetapkan pemerintah.
"Sebaiknya pemerintah menunda kenaikan harga BBM. Apalagi janji pemerintah untuk memberi kompensasi kenaikan harga BBM bulan Maret lalu belum sepenuhnya diberikan kepada masyarakat," kata Nurwahid.
Karena itu, pemerintah harus memberi kompensasi kenaikan harga BBM untuk kenaikan Maret 2005 sebelum akan kembali menaikan harga BBM






