My Opera is closing 3rd of March

Humairaku....Catatan Sehari-hariku

Humairaku blogg ini aku buat untuk menulis catatan yang kualami sehari-hari

Subscribe to RSS feed

<font color="#0000A0">TNI Kembali Tarik Pasukan dari NAD</font>

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Minggu (18/9) kembali menarik sejumlah pasukan non-organiknya dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), sebagai tindak lanjut penyerahan senjata oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebanyak 278 pucuk senjata selama tiga hari pada tahap pertama.
"Penarikan sejumlah pasukan ini merupakan bagian dari nota kesepahaman damai antara pemerintah dan GAM, sesuai jumlah senjata yang telah diserahkan," kata Kepala Dinas Penerangan Umum (Kadispenum) Mabes TNI Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki di Jakarta, Minggu.
Pasukan yang dipulangkan dari NAD pada Sabtu (18/9) adalah Batalion Infanteri 125 dan satu kompi Arteleri Bukit Barisan., yang masing-masing beranggotakan 650 dan dan 146 personil.
Selama bertugas di Aceh, para prajurit TNI tersebut berhasil menyita 11 pucuk senjata dan melumpuhkan 24 anggota GAM.
Mereka diberangkatkan dengan menggunakan KRI Teluk Sampit dari Pelabuhan Kreung Geukeuh, Lhokseumawe.
Penarikan pasukan non organik TNI selanjutnya akan dilaksanakan pada 20 September 2005 sebanyak empat batalion, 21 September sebanyak satu batalion dan pada 23 September akan ditarik tiga satuan TNI yang terdiri atas satu batalion dan dua kompi.
Penarikan pasukan non organik TNI tahap satu akan berakhir pada 25 September dengan menarik tiga batalion.
Sesuai nota kesepahaman damai antara pemerintah dan GAM yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia , TNI diwajibkan untuk mulai menarik seluruh pasukan non organiknya dari Bumi Rencong, setelah GAM menyerahkan senjata sebanyak 25 persen dari jumlah senjata yang dimiliki 840 pucuk.
" Selama operasi pemulihan keamanan di NAD, TNI menempatkan sekitar 41 ribu personel," ujar Yani. Ia mengatakan, sebagai bentuk komitmen TNI untuk mendukung proses perdamaian hakiki di Aceh, secara bertahap TNI telah mengurangi pasukannya bahkan sebelum 15 September 2005 sebagai awal pelaksanaan penarikan pasukan TNI sejalan dengan jumlah senjata GAM yang dimusnahkan. Sebelum 15 September 2005, TNI telah memulangkan sekitar 645 personel marinir yang diikuti dengan pemulangan dua batalion Kostrad masing-masing Batalion 321 dan 330.
Dengan penarikan secara bertahap itu, maka jumlah pasukan TNI yang akan bertugas di NAD adalah 14.000 atau 25 persen dari jumlah yang ada sesuai dengan jumlah senjata GAM yang akan dimusnahkan.
Don't Ever Jugde Me @TopengGas 2005
February 2014
S M T W T F S
January 2014March 2014
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28