selama 22 tahun hidup dalam dunia yang fana ini (what the?!

) banyak banget kejadian-kejadian yang berpotensi bikin saya depresi, kecewa, putus asa, dendam, benci, dan mengasihani diri sendiri...
hal-hal yang sempat membuat saya tidak bisa mensyukuri atas apa yang Tuhan kasi buat saya. Ni saya kasi list nya (bukan b'arti bagi2 aib ya... haghag =D)
1. Broken Family since i was child (elementary school 2nd grade)
2. lack of my father affection. He fullfiled my physical needs like education, clothing, food, etc. But i didn't get his care and fully affection. I just lived with my mother and my brothers sisters. He just came at once every month (i didn't know what he was doing, all i knew that he had worked as entrepreneur and a founder of social foundation)
3. Troubles at schools (got bad mark, got scold because of my own mistakes, etc)
4. Troubles at home (fought with my sisters, my mother, en my fahter)
5. My parents had left me forever and never come back when i was 15 and 18 years old... ( i really needed their care that time because i was still young and labil that time)
6. Betrayal from my father's worker and stepbrother T,T (kebangetan banget)
7. etc..................
kalo di list, bakal gak abis2....
Haghaghaghag
tapi semakin ke sini saya semakin dewasa untuk melihat segala sesuatunya pasti berakhir baik buat saya. Dalam menjalani proses kehidupan yang gak gampang ini saya percaya, bahkan terlalu percaya kalau saya gak pernah sendirian ngejalaninnya. Memang banyak banget kepahitan yang saya lalui, tapi kebaikan2 yang Dia nyatakan justru lebih banyak dari kepahitan yang saya alami. Buanyak buangetz!!!
You know? walau secara duniawi saya dah gak punya papa mama, tapi saya punya satu pribadi yang kasih sayang dan perhatiannya ngelebihin orang tua saya sendiri. Dialah Pribadi yang menguatkan saya disaat saya lemah, mencukupi disetiap kebutuhan saya, menyembuhkan saya diwaktu saya sakit, menyukakan saya disaat saya sedih dan berduka, en masih banyak lagi perbuatan2 besar yang telah, sedang, dan akan Dia nyatakan dalam kehidupan saya.
saya bangga jadi anakNya. saya bangga boleh menjalani proses hidup yang telah Dia siapkan buat saya. saya bangga karena saya boleh mengalami Dia...
Dialah Juruselamat saya... My Jesus Christ...
dan kini, saya siap untuk menjalani kehidupan bersama Dia... walaupun gak ada jaminan kalo hidup saya bakal lempeng terus, tapi satu hal yang pasti, Dia pasti memampukan saya, menemani saya, menjaga saya untuk saya boleh melalui track lintasan yang Dia siapkan buat saya. Dan saya yakin, di garis finish nanti saya bisa tersenyum bahagia bersama dengan Dia.
Amien....
Grace to you, grace to me, and grace to us.... =)