Tembang Jiwa.1
Monday, December 22, 2008 5:56:38 AM
Kita adalah anak-anak cinta dan tangan penciptaan tuhan
. Melubangi bumi dan semua penderitaan, karena kita adalah budak-budak dari imajenasi hidupan.
Yang memayungi hasratmu dengan budi, karena tuhan adalah segala dan kamu adalah sesuatu
. Katakan: jika segala adalah meliputi sesuatu,
Katakanlah jika kamu adalah bagaian dari kebesaran, alat-alat yang bertebaran
di penjuru angin.
Kamu adalah: jiwa-jiwa semesta, adalah satu kecuali aku jiwa lautan dari kesemestaan kalian
. Karena
"Raga tanpa jiwa hanya sampah, dan jiwa tanpa raga adalah angin
"
:kepadanya
Berkumpulah di suatu ruangan bentuklah lingkaran dan jika tak ada 'penggerak, yang menuntun adalah tak ubahnya sebuah keriuhan tanpa ''jiwa'',
Tapi meski anda bercerai berai jika anda di pimpin oleh seseorang jelas anda lain dari sekedar kericuan
Itulah yang di sebut ''jiwa''.
Adalah perlambang sejauh dan setinggi apa?, dari alam penafsiran manusia sesuatu yang tak berjiwa adalah sesuatu yang sia-sia,
Jiwa adalah kelopak cinta, jika cinta tanpa jiwa adalah keraguan tapi jika jiwa tanpa cinta adalah kebencian,
Adauhai indah gunung-gunung kehidupan jika jiwa mereka di pagari cinta ,dan cinta mereka berjiwa.
Aduhai jiwa di dalam ladang yang sunyi tempat kamu di gelar lepas ,tempat bungkusnya di buka, tempat kulit-kulit di kupas, betapa aku menyaksikan dengan kedalaman dan keiklasan
Isi nya: cinta, budi, dan keindahan.
Betapa jiwa akan menjadi indah jika telah menemukan ketiganya
Dan ketiganya sudah ada di dalam jiwa, hanya orang-orang
Munafik yang tak bisa jujur menggali di kedalaman jiwanya.
Oh jiwa kamu adalah titik kecil yang kecil dan akan di persatukan oleh jiwa semesta menjadi jiwa yang besar dalam kebesaran tanpa dimensi.
Kapan pun kamu memanggil jiwamu akan menjadi milikmu dan milik semesta kemanapun kamu menempuh jarak sejauh panca indra,jiwa yang menyatu dalam dimensi tak butuh
Perjalan.
Akulah jiwa mu.
Disaat kamu menjadi satu di antara jiwa-jiwa yang bertebaran.
Karena kita adalah jiwa-jiwa dari satu semesta kepunyaan yang kuasa, seperti dua rasa yang beda akan bersatu di sebuah rasa dalam ruang mulut.












