Sair jiwa
Monday, January 5, 2009 3:49:55 PM
| Semua putih,melukis warnanya seperti hati yang ingin ucap semua serpihan sepi ,mengkristal Semua langit menggurat pelangi sendiri menuju arah kaki ufuk ,membentuk awan dan mega Dan semua gembala bernyanyi di tiap savana 2. Mendung yang dimiliki jiwa,adalah sair yang bermata dan tajam Kidung juga milik jiwa adalah doa melirik cuaca sepanjang rawa Tuhan-tuhan bernyanyi ,bersenda gurau membentuk cahaya putih untuk tahta jiwanya Para budak bermimpi tentang kebebasan Di kedalaman kotor sampah perkotaan 3. Ada satu dua kalimat yang di tangkap Oleh binatang Di dengungkan di tiap sudut jalanan Jadilah sair Sair jiwa dari merah dan luka sang pelaut Ada juga mereka yang memungut satu-dua sampah melayang di ujung tong sampah Di ikatnya jadi satu ,katanya sair Sair jiwa Ada angin Ada gemuruh Dan ada pedang dan aku mengikat semuanya kujalin dalam sair malam di hari-harinya sang jiwa 4. Sunyi itu terkatuk lunglai di dekat sumur tua Ketika sebuah ilham menyapa Dan di lepaskan busur jiwa hingga menghunjam Tumpahlah di muara putih nan jauh semua pameo yang tak bertangan Menyapa,meraba bahkan menampar 5. Rinai hujan mengupas semua batu gunung,tempat kebohongan merajai Terbukalah jiwa seputih warna yang melukis warnanya sendiri hingga betul-betul pas disebut putih Tumpahlah ikut dalam sairku selamanya |












