Sticky post
PETAMBAK UDANG DIPASENA BLOKADE AKSES PT.AWS
Wednesday, December 28, 2011 4:14:13 PM
Dalam orasinya tadi siang Budisetyoko mengatakan bahwa tuntutan petambak antara lain;
*kepastian pembayaran sisa hasil usaha (shu) oleh pt.aws kepada petambak.
*PLN dimohon segera merealisasikan distribusi energi listrik ke kawasan pertambakan sesuai dengan janji dirut PLN saat berkunjung ke dipasena.
*petambak menolak investor yang tidak memiliki etikat baik membangun perekonomian indonesia.
Petambak sangat antusias dan menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Para petambak juga meyakinkan kepada dunia luar bahwa petambak masih eksis dan masih mampu mengelola pertambakan dipasena dengan baik.
Aksi damai yang dihadiri sekitar 5000 petambak ini juga membuktikan bahwa para petambak masih mampu mengelola bumi pertambakan dipasena dengan baik walaupun tanpa adanya investor yang membiayai dan tanpa adanya pasokan energi listrik.
Semangat kebersamaan itu adalah modal utama dari keberhasilan para petambak dalam usaha memperjuangkan hak_haknya selama ini.
Semoga perbaikan segera terwujud dibumi dipasena ini, dan kemakmuran yang sebenarnya segera dapat dirasakan oleh para petambak.. Semoga..
=>penulis berada dilokasi aksi saat menerbitkan berita ini.
Sticky post
PETANI KORBAN PENGGUSURAN PT.BNIL MINTA TANAHNYA KEMBALI
Wednesday, December 28, 2011 2:17:22 AM
Sticky post
PANEN PADI DI UPT/J SAMAL MALUKU TENGAH
Wednesday, April 13, 2011 11:33:46 AM
Dipesisir utara pulau Seram Maluku tengah tepatnya di UPT-J Samal desa Wai Musi Kec Seram Utara Kab Maluku Tengah saat ini sedang musim panen padi. Para petani di daerah ini mampu menghasilkan padi rata rata 6ton/ha. Ini tergantung dari kondisi tanaman padi itu sendiri. Jika tanaman tidak terserang hama dan penyakit, hasilnya bisa lebih baik, namun bila tanaman itu tidak sempurna maka hasilnya akan menurun.
Proses pemanenan padi di daerah ini sudah mengikuti cara panen padi di daerah lain, yaitu dengan menggunakan alat perontok padi inovasi petani dari pulau jawa. Alat ini disebut "doros" oleh masyarakat pasahari dan sekitarnya, sedang di daerah lain ada yang menyebut "tresser".
Produksi padi yang melimpah ditempat ini belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah. Seperti yang diungkapkan oleh Mujiono, transmigran asal Lampung yang mengatakan bahwa harga gabah sangat murah saat panen seperti ini. Pernyataan tersebut juga diungkapkan oleh Yanto, Amat, Selamet dan beberapa petani lain. Dengan murahnya harga gabah maka penghasilan petani sulit dirasakan manfaatnya oleh petani, apalagi harga kebutuhan pokok lainnya sangat mahal.
Hasil produksi pertanian kurang mampu mendongkrak kesejahteraan petani didaerah ini karena beberapa faktor; sulitnya petani mendapatkan akses bibit yang bermutu, mahalnya obat obatan, masih tingginya serangan hama dan penyakit, dan rendahnya harga komoditas pertanian di daerah ini.
Kesejahteraan petani sulit tercapai didaerah ini karena biaya produksi pertanian disini masih tinggi. Salah satu contoh; Sugiono dan istrinya Poniyah, harus rela membeli generator yang harganya mahal untuk digunakan mengusir babi hutan dari sawahnya dengan cara memagari sawah dengan kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi dari generator, untuk mengusir babi hutan yang sering merusak tanaman.
"jika sawah tidak dipagari setrum kita jarang panen" kata Sugiono.
Melihat berbagai macam kesulitan para petani seperti ini seharusnya Pemda maluku Tengah cepat tanggap dan mengambil langkah yang efektif untuk membantu petani. Sehingga semboyan "pasahari sebagai lumbung padi maluku tengah" benar benar dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani di daerah ini, sehingga kesejahteraan petani dapat terwujud.
SEMOGA
** penulis pernah tinggal di UPT-J th1992 s/d 1993.
Sticky post
DILEMA AKAD KREDIT PETAMBAK UDANG LAMPUNG
Tuesday, December 28, 2010 7:37:29 PM
Tanpa adanya sosialisasi yang transparan dari pihak management pt.aws, dan masih carut marutnya program revitalisasi, serta kusutnya program budidaya pola poly culture, membuat para petambak plasma semakin kusut ketika pihak pt.aws meminta para petani untuk menandatangani akad kredit pada bank yang sudah menjalin kerja sama dengan pt.aws.
Banyak diantara petambak yang menolak tanda tangan akad kredit dengan berbagai alasan: mulai dari keraguan terhadap keseriusan pt.aws mengurus aset eks dipasena, sampai kecurigaan kalau-kalau pt.aws hanya tidak beda dengan DCD, mengumpulkan dana dan hengkang dari bumi dipasena..
Alasan para petambak untuk menolak atau menunda akad kredit sangat bervariasi, dan itu sangat menyulitkan pt.aws, karena pt.aws harus menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk menopang budidaya yang sedang berlangsung, dan untuk menjalankan tahapan revitalisasi yang sudah dicanangkan.
Adapun ke engganan petani menandatangani akad kredit dikarenakan pt.aws dinilai tidak konsisten melaksanakan program revitalisasi. Molornya jadwal revit dan rendahnya target pencapaian revit disinyalir menjadi sebab utama enggan-nya para petambak menanda tangani akad kredit. Walau ada sebagian petambak menolak akad kredit karena ketua P3UW masih ditahan pihak berwajib. Menurut anggapan sebagian besar plasma, ketua P3UW sengaja di kriminalisasikan oleh pihak pihak yang selama ini tidak memihak kepada kepentingan petani plasma.
Tapi apapun alasannya untuk menolak akad kredit, belum tentu akan memperbaiki keadaan, karena setiap proyek memang memerlukan dana, dan seharusnya pt.aws dan petani plasma sangat memahami akan satu hal : "siapakah yang paling bertanggung jawab untuk menyediakan dana demi kelangsungan operasional tambak udang diseluruh bumi dipasena?"...
PETAMBAK UDANG DIPASENA DEMO PT. AWS
Thursday, January 6, 2011 6:54:35 AM
Dalam aksinya para petambak menuntut pt.aws untuk segera menyelesaikan proses revitalisasi, menuntut tebar 2tambak/plasma, menuntut HBP yang layak, menuntut keterbukaan manajement, dan MENOLAK kriminalisasi P3UW, dan menolak budidaya udang dengan pola tumpang sari dengan ikan nila (poly-culture).
Tuntutan plasma ini bukan hanya digelar pada aksi demo awal tahun 2011 ini. Tapi pada aksi sebelumnya juga sudah dilontarkan, tapi belum ada tanggapan yang jelas dari pihak manajemen pt.aws.
Aksi demo kali ini dipicu dengan ditahannya ketua p3uw oleh polda lampung, dan juga adanya anjuran dari pihak pt.aws kepada petani plasma yang sudah diagendakan menandatangani akad kredit, diharuskan menandatangani akad kredit, tapi ditolak oleh sebagian besar petani plasma.
Alasan para petambak yang menolak akad kredit adalah karena lambannya pt.aws menyelesaikan program revitalisasi, para petambak khawatir apabila akad kredit itu hanya akan membebani petambak karena para petambak belum bisa berbudidaya udang dengan hasil yang maksimal. "akad kredit hanya akan menambah besar hutang petambak, karena sarana dan prasarana budidaya belum diperbaiki, sehingga petambak masih banyak yang gagal dalam berbudidaya udang" demikian kata salah seorang petambak dari blok 10 bd makmur yang tidak mau disebut namanya.
Semoga saja aksi demo kali ini tidak menambah resah masyarakat petambak dan masyarakat lain disekitar bumi pertambakan dipasena. Aksi belasan tahun silam yang menelan korban jiwa jangan terulang lagi.
Dan harapan sebagian besar publik dinegeri ini adalah pihak manajement pt.aws dan petani plasma menempuh jalur damai untuk menemukan solusi terbaik yang tidak merugikan salah satu pihak.
Memang bermitra itu tidak gampang, tapi tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
"DAMAILAH DAN BANGUNLAH DIPASENA"
P3UW LAMPUNG GELAR DEMO AKBAR
Tuesday, October 12, 2010 4:14:26 PM
Dalam aksi damai yang dihadiri sekitar 6000 petambak udang itu dikawal puluhan personil TNI dan Polri.
Rapat akbar tersebut dipimpin langsung sdr Towilun yang menjabat sekjen P3UW, karena ketua p3uw ditahan polda lampung terkait kasus demo anarkis tgl 2/9/2010.
Dalam orasinya Towilun mengecam tindakan pt AWS yang tidak komitmen merevitalisasi aset eks Dipasena. Pt AWS dinilai sudah mengingkari isi Surat perjanjian kerja sama (PKS) antara inti(pt Aws) dengan Plasma (petambak udang), dimana dalam PKS pt aws sanggup merevitalisasi aset eks dipasena dalam jangka waktu 18 bulan terhitung sejak november 2007. Buktinya sampai saat ini baru 5 blok yang sudah direvit walau belum maksimal dan masih 11 blok lagi yang belum direvit.
"pt aws sudah 4 kali merubah jadwal revit tanpa persetujuan mayoritas petambak" ujar Towilun.
Disamping lambannya pelaksanaan revitalisasi, pt aws juga dinilai telah membohongi petambak dan pemerintah. Bahkan petambak yang fasilitas tambaknya dan sarana penunjang budidaya udang lainnya belum direvit, tapi petambaknya sudah diharuskan menandatangani akad kredit kepada salah satu Bank yang bermitra dengan pt Aws.
"masak kita budidaya udang aja belum, kok sudah dibebani hutang puluhan juta, kapan kita akan bisa bayarnya?" imbuh Towilun.
Dalam aksi yang dipandu sdr Apriyanto (korlap) itu juga mengecam keras tindakan kriminalisasi P3UW yang dilakukan beberapa pihak. Ini terbukti dengan ditahannya ketua P3UW oleh polda lampung terkait aksi anarkis yang dilakukan beberapa oknum yang merusak dan membakar aset pt AWS.
"ada upaya untuk melemahkan P3UW yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab" ujar Apriyanto.
Dalam rapat akbar itu P3UW membuat kesepakatan yang intinya meminta Pemerintah segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.
"pemerintah jangan hanya menargetkan produksi udang yang melimpah saja, tapi tolong kesejahteraan petambak juga di upayakan" tegas Towilun.
Semoga saja Pemerintah cepat menyelesaikan masalah ini, sehingga aset negeri ini bisa segera diselamatkan, tidak hanya menjadi ajang para pemodal untuk semakin mengeruk kekayaan negeri ini, dan entah dibawa lari kemana??
Yang jelas para petambak tidak mau kalau pemodal yang sekarang ini hanya akan sama seperti rezim syamsul nursalim..Pada 11 oktober 2010 Perhimpunan petambak plasma udang windu (P3UW) Lampung menggelar rapat akbar di lapangan parkir cold_storage Pt.Aruna wijaya sakti (AWS) di area pertambakan udang eks Dipasena kec.Rawajitu timur kab. Tulangbawang Lampung.
Dalam aksi damai yang dihadiri sekitar 6000 petambak udang itu dikawal puluhan personil TNI dan Polri.
Rapat akbar tersebut dipimpin langsung sdr Towilun yang menjabat sekjen P3UW, karena ketua p3uw ditahan polda lampung terkait kasus demo anarkis tgl 2/9/2010.
Dalam orasinya Towilun mengecam tindakan pt AWS yang tidak komitmen merevitalisasi aset eks Dipasena. Pt AWS dinilai sudah mengingkari isi Surat perjanjian kerja sama (PKS) antara inti(pt Aws) dengan Plasma (petambak udang), dimana dalam PKS pt aws sanggup merevitalisasi aset eks dipasena dalam jangka waktu 18 bulan terhitung sejak november 2007. Buktinya sampai saat ini baru 5 blok yang sudah direvit walau belum maksimal dan masih 11 blok lagi yang belum direvit.
"pt aws sudah 4 kali merubah jadwal revit tanpa persetujuan mayoritas petambak" ujar Towilun.
Disamping lambannya pelaksanaan revitalisasi, pt aws juga dinilai telah membohongi petambak dan pemerintah. Bahkan petambak yang fasilitas tambaknya dan sarana penunjang budidaya udang lainnya belum direvit, tapi petambaknya sudah diharuskan menandatangani akad kredit kepada salah satu Bank yang bermitra dengan pt Aws.
"masak kita budidaya udang aja belum, kok sudah dibebani hutang puluhan juta, kapan kita akan bisa bayarnya?" imbuh Towilun.
Dalam aksi yang dipandu sdr Apriyanto (korlap) itu juga mengecam keras tindakan kriminalisasi P3UW yang dilakukan beberapa pihak. Ini terbukti dengan ditahannya ketua P3UW oleh polda lampung terkait aksi anarkis yang dilakukan beberapa oknum yang merusak dan membakar aset pt AWS.
"ada upaya untuk melemahkan P3UW yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab" ujar Apriyanto.
Dalam rapat akbar itu P3UW membuat kesepakatan yang intinya meminta Pemerintah segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.
"pemerintah jangan hanya menargetkan produksi udang yang melimpah saja, tapi tolong kesejahteraan petambak juga di upayakan" tegas Towilun.
Semoga saja Pemerintah cepat menyelesaikan masalah ini, sehingga aset negeri ini bisa segera diselamatkan, tidak hanya menjadi ajang para pemodal untuk semakin mengeruk kekayaan negeri ini, dan entah dibawa lari kemana??
Yang jelas para petambak tidak mau kalau pemodal yang sekarang ini hanya akan sama seperti rezim syamsul nursalim..
4 SISWI SMPN TEWAS TENGGELAM
Sunday, April 4, 2010 12:23:39 AM
Klotok (perahu bermesin) yang mengangkut sekitar 70 siswa smp dan smkn rawajitu timur menabrak kayu dan tenggelam.
Dalam insiden ini 4 siswi smpn tewas tenggelam.
Mayat ke empatnya dapat dievakuasi oleh masyarakat sekitar 6 jam setelah kejadian.
1 jenazah dimakamkan di tpu rawajitu timur, dan 3 jenazah lainnya di antar ke kampung asalnya masing masing ke kalirejo lampung tengah, tanjungbintang lampung selatan, dan kotabumi lampung utara.
Jenazah diberangkatkan dari tanggul penangkis sekitar pukul 17.00 wib dengan menggunakan kendaraan roda empat (bukan ambulans) dan dikawal puluhan sepeda motor..
Para korban tsbt adalah:
1.Windu bin bambang. Alamat 15.02.01 kls 3smp
2. Desi binti harmoni alamat 14.37.07. Kls3 smp
3. Adfa bin jafarudin alamat 15.43.03 kls 3 smp
4.Yanti binti asyarudin 14.30.10 kls 2 smp.
Kami yang berbelasungkawa seluruh masyarakat se-bumidipasena kec. Rawajitu timur tulangbawang lampung.
Semoga arwah mereka diterima dipangkuanNYA.
SEMI REVIT ASET DIPASENA
Saturday, February 27, 2010 1:06:49 AM
untuk mencegah hal ini, pt.aws, melakukan pengerukan sub-inlet dg menggunakan alat berat excavator. ini dilakukan hampirmenyeluruh di blok yg blm direvit antara lain blok 8,9,14,15 sdh selesai. yang baru dikerjakan sampai saat ini pada blok 4,5,6,10,11. sedangkan blok 12 dan 13 akan menyusul dikerjakan dalam waktu dekat ini.
pengerukan sub-inlet yg dikerjakan saat ini dimaksudkan untuk memperdalam air dikanal subinlet, agar air dapat didistribusikan ketambak budidaya seoptimal mungkin. karena sebelumnya banyak petak tambak yg tidak bisa mengisi air karena air inlet dangkal dan tidak bisa di pompa ketambak budidaya, ini biasanya terjadi saat pasang air laut sangat rendah.
disamping untuk mempermudah distribusi air, pengerukan ini sekaligus penimbunan tanggul tambak yg bocor. karena diharapkan setelah pengerukan ini tidak ada lagi tambak yg bocor sehingga hemat penggunaan air dan listrik pompa.
dan tujuan pengerukan ini yg gak kalah penting adalah untuk memulihkan kondisi air, agar kwalitas air dikanal inlet standar untuk budidaya udang.
karena bagi blok yg blm direvit total, kedepan akan diterapkan pola budidaya semi intensif dengan menggunakan personal treatment pound. karena tiap petambak memiliki 2 petak, maka yg 1 petak untuk treatmentpound, dan yg 1 tambak untuk budidaya. harapannya dengan diterapkan model budidaya seperti ini, tingkat kegagalan budidaya semakin kecil, karena air untuk budidaya di olah terlebih dahulu ditambak sebelah, dan setelah air jadi baru di pindahkan ke tambak budidaya.
dan rencananya untuk menjaga kestabilan ekosistem, dan pencegahan penyakit, budidaya model ini akan di campur dengan ikan nila. 4000 ekor ditambak tandon, 1000 ekor ditambak budidaya.
Apapun metode yg akan diterapkan, umumnya para petambak menyambut dengan antusias sambil menunggu proses revitalisasi total menuju budidaya intensif seperti blok yg sudah direvit.
SEMOGA!
DEMO PETAMBAK UDANG DIPASENA
Monday, October 19, 2009 6:17:36 AM
KRISIS DI BUMI DIPASENA LAMPUNG
Sunday, October 18, 2009 12:47:53 AM
Friends (17)
Shoutbox
Latest comments
-
peduli@, ya smoga pemerintah cpt ambil tindakan tegas.. Tega ... -

anonymous
peduli Dipasena writes: setuju pak..... seharusnya memang ... -
all@, fakta yg terjadi di dipasena ya seperti itu.. Mungkin ... -

anonymous
Anonymous writes: ya allah jika dipasena tutup itu jalan te ... -

anonymous
(Keluarga Alm. Brimob korban ke anjingan mereka) writes: Se ... -

anonymous
Anonymous writes: HIDUP INDONESIA.... BANTAI MALAYSIA... 5 ...
Poll
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
| ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
Iptek
-
Marindro
Info budidaya














