Saturday, April 12, 2008 5:43:19 AM
Open Source, IT
[Disclaimer: Mohon maaf apabila tutorial ini tidak disertai dengan gambar. Bukan bermaksud untuk mempersulit tetapi berhubung bandwidth internet di kampus saya tidak memungkinkan untuk mengupload gambar
. Tetapi karena saya bersemangat untuk memberikan pengetahuan kepada anda (yang belum mengetahuinya tentu saja), saya tetap menulis tutorial ini
]
Di antara kalian pasti sudah banyak (baca: semua) mengenal yang namanya aplikasi remote desktop kan? Aplikasi yang sangat berguna karena kita bisa mengendalikan komputer lain yang terhubung ke jaringan. Nah, di sini saya ingin memberikan tutorial singkat bagaimana kalau kita ingin melakukan remote desktop dari sistem operasi Linux ke Windows dan sebaliknya dari Windows ke Linux. Sistem operasi Linux yang saya pakai adalah Ubuntu 7.10 dan saya melakukan percobaan di jaringan lokal kampus saya.
Ubuntu mempunyai dua aplikasi bawaan untuk melakukan remote desktop, yang pertama adalah rdesktop. Aplikasi ini persis sama seperti remote desktop connection di sistem operasi windows. Cara menggunakannya pun mudah, anda tinggal membuka jendela terminal, kemudian ketikkan rdesktop ip-address-komputer-tujuan . Nanti window baru akan terbuka untuk meminta username dan password komputer yang di remote. Apabila anda ingin menjalankan dalam mode fullscreen, anda tinggal menambahkan parameter -f setelah command rdesktop. Kemudian apabila ingin memutus koneksi, buka jendela task manager, pilih tab menu user, kemudian pilih username dan klik tombol disconnect. Atau bisa juga dari menu start, kemudian pilih disconnect. Dengan kedua cara itu anda akan dibawa kembali ke layar linux anda
.
Cara yang kedua adalah menggunakan aplikasi VNCViewer. Aplikasi ini cukup terkenal sebagai aplikasi remote desktop. Silakan download langsung dari situsnya. Setelah anda install, jalankan servicenya melalui start->RealVNC->VNC Viewer 4->Run Listening VNC Viewer.
Kemudian setting firewall, dari Control Panel pilih Windows Firewall kemudian di tab menu Exceptions klik tombol add port, dan isikan name terserah anda (mis: VNC) dan port number 5900.
Kemudian kita perlu mengkonfigurasi VNC Servernya. Dari menu start->RealVNC->VNC Server 4(Service Mode)->Configure VNC Service. Pada tab menu Authentication anda dapat memilih apakah user harus diautentikasi terlebih dahulu sebelum meremote pc anda atau tidak. Di tab connection anda sebaiknya menambahkan ip address yang anda ijinkan untuk mengakses pc anda, sebagai contoh saya mengisikan 172.0.0.0/255.0.0.0 supaya pc saya dapat diakses dari seluruh area kampus saya yang terhubung ke jaringan lokal.
Kemudian apabila anda ingin melakukan remote desktop dari Windows ke linux anda bisa memilih dari menu start->RealVNC->VNC Viewer 4->Run VNC Viewer . Di jendela yang terbuka, anda hanya tinggal memasukkan ip addres komputer yang ingin di remote dan dalam beberapa saat layar Linux akan terbentang di hadapan anda.
Untuk konfigurasi VNC Viewer di Ubuntu bisa dibuka melalui System->Preferences->Remote Desktop . Anda bisa mengkonfigurasi autentikasi dari situ.
Demikianlah tutorial singkat nan mudah ini saya paparkan. Semoga berguna bagi anda.
Salam Open Source
.
taken from
bonar dot wordpress
Sunday, March 30, 2008 1:30:27 PM
Open Source, IT
While you all must be surprised about my sudden disappearance from the blogging zone recently, the reason you did not see me around was because I got lost into the Linux world and you have no idea how hard it is to make out of this virtual world safe and sound. But very amazingly I managed to do so without much effort.

Linux Ubuntu is one of my new ultimate operating system choice and trust me it is not for the faint of heart. Though I have not left Windows XP completely (I usually have to switch to it to play games and do some work) but after much determination and struggle I have managed to adapt myself in the Linux environment and it is very cool and challenging.
For those of you who think that Linux is terrible and Windows rocks, here is my say on why Ubuntu is better than Windows.
No Viruses - Thats true! as Linux does not recognize Win32 Executables so the possibility of having a virus on-board is absolutely 0%
Open Source - Unlike Windows, Linux distributions are open source and the source code can be edited and modified to the most to suit your needs.
Better Learning - While Windows just teaches you how to install and run a program, Linux helps you do that using a Terminal. So if you fall in a situation where you don’t have a GUI, you can operate things well.
Free Software - Every application and software on Linux is free and open source. You don’t need to worry about licenses anymore and you can always find a better and free Linux alternative to a Windows application.
Easy to Use - This point may seem ironic but is true to a lot of extent. Linux Ubuntu is one of the most user-friendly and easy to use Linux distribution which even beats Windows XP and Vista in usability and ease of use.
Ubuntu Community Help - Ubuntu has a very active support and help community where you can get answer to your questions and problems in minutes.
Cool Desktop Effects - For those who think Aero in Windows Vista is damn cool! wait till you experience Compiz on Ubuntu which provides better 3D desktop effects with less resource usage.
Easy Upgrade - You can upgrade Linux Ubuntu through the package manager and all applications can be installed/updated through it. There is no need to Google for freewares as the package manager helps you find all of them.
Highly Customizable - If you like customizing your operating system without a billion registry and software hacks then Ubuntu is your ultimate choice.
Experience Live - Linux Ubuntu CDs come with a pre-installed OS environment which allows you to run the OS without even installing it. Carry your Ubuntu Live CD with you and use it on any PC anywhere around the world.
This may not be all but still these are some of the strong points that tell you how powerful Linux Ubuntu is. It definitely has some bugs and issues but as long as you don’t mingle with commands and updates too much, there shouldn’t be a problem using it.
from sizlopedia
Sunday, March 30, 2008 12:50:30 PM
Info, IT

VANCOUVER, MINGGU - MacBook Air menjadi produk pertama yang berhasil dibobol hacker. Sebuah laptop Fujitsu yang menggunakan Windows Vista menjadi korban berikutnya. Namun, laptop Vaio dengan sistem operasi Linux tetap tak bisa ditembus pada sayembara hacking dalam konferensi CanSecWest di Vancouver, Kanada yang berlangsung 26-28 Maret 2008.
Sayembara tersebut telah dimulai sejak hari pertama konferensi, Rabu (26/3). Sponsor menyediakan hadiah senilai 20.000 dollar AS bagi siapa saja yang bisa menaklukkan salah satunya di hari pertama. Tapi tak satupun peserta konferensi sanggup.
Saat hadiah turun setengahnya di hari kedua dengan aturan yang lebih longgar, Charlie Miller dari Independent Security Evaluator berhasil mengambil alih Mac yang menggunakna sstem operas OSX 10.5.2. Ia menembus keamanan laptop tersebut melalui kelemahan browser web Safari setelah dua menit bekerja. Hadiah 10.000 dollar AS berhak digondolnya berikut laptopnya.
Di hari terakhir, giliran Macaulay, yang menjadi pemenang kedua dalam kontes serupa tahun lalu, berhasil menaklukkan laptop Fujitsu dengan Windows Vista SP1. Namun, kali ini ia tak melakukannya sendiri dan dibantu pakar VMware Alexander Sotirov dan rekannya Derek Colloway.
Bagaimana cara keduanya menembus sistem keamanan tersebut tidak dijelaskan secara spesifik sebab sesuai aturan lomba rahasia tersebut baru boleh diungkap setelah keluar patch atau tambalan dari masing-masing perusahaan. Macaulay hanya mengatakan bahwa kelemahan Vista yang dipakainya berkat adanya ketidakcocokan platform Java pada sistem operasi tersebut.
"Hal ini berefek juga pada Linux dan Vista," ujar Macaulay. Namun, sampai hari terakhir ternyata tak seorang pun yang berhasil menembus Linux Ubuntu 7.10 pada Vaio VGN-TZ37CN meskipun telah mencoba dengan berbagai cara.
Beberapa dari 400 peserta dilaporkan menemukan beberapa kelemahan pada sistem operasi berbasis open source tersebut. Namun, semuanya tak bisa membuat kode eksploitasi yang diperlukan untuk menaklukkan sesuai aturan kontes.
"Saya sangat terkejut tak ada yang bisa melakukannya," ujar Terri Forsloff, manajer respon keamanan Tipping Point yang menyeponsori kontes ini. (PCWORLD/WAH)
from kompas.com