Salon Muslimah, Kenapa Tidak
Monday, March 23, 2009 8:07:53 AM
Kosmetika dan wanita merupakan sebuah bagian yang sukar dipisahkan. Kosmetika bahkan bisa dikatakan sebagai kebutuhan primer kaum hawa. Tidak heran jika wanita bisa menghabiskan waktu dan materinya untuk kosmetika.
Salon-salon kecantikan juga menjadi salah satu cara kaum wanita untuk berias diri. Sebab di produk jasa inilah semua hal tentang kosmetika ada. Mulai dari kecantikan tubuh, wajah rambut hingga pakaian. Selain itu salon juga menjadi salah satu tempat relaksasi yang efektif. Seperti pijat, spa dan aneka produk lainnya.
Kini usaha salon sudah sangat berkembang pesat. Kaum wanita muslim telah menempati salah satu porsi utama dalam pangsa pasar ini. Terlihat dengan maraknya berbagai jenis usaha salon khusus muslimah yang terdapat di berbagai kota besar di Indonesia. Baik yang berdiri sendiri maupun franchise. Hj. Sri Tri menuturkan, bahwa kaum wanita khususnya muslim memerlukan perawatan tubuh yang lengkap, nyaman, berbasis syariah dan halal. “Saya melihat ini sebagai salah satu peluang yang bagus, dan sama-sama menguntungkan,” ujarnya dalam merespon konsumen muslim wanita.
Apa sih perbedaannya. Secara fisik tidak ada perbedaan mencolok antara salon muslimah dan salon biasa. Yang membedakan adalah salon ini dikhususkan bagi kaum wanita muslim (berjilbab khususnya). Sehingga para pengunjung baik yang datang dan yang mengantar diharuskan mengikuti aturan khusus salon ini. Seperti pria dilarang masuk, privasi pengunjung yang terjaga hingga aturan khusus lainnya. tentunya para pekerjanya adalah wanita, dan begitu juga dengan konsumennya. Sehingga tidak ada masalah dalam melihat aurat atau memegang rambut dan kepala.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu jaminan pihak salon kepada pengunjung agar privasi dan aurat kewanitaannya tetap terjaga,” ujar Yenny, salah seorang pemiliki salon khusus muslimah. Menurutnya di salon ini para pengunjung tidak akan merasa risi, karena semua pagawai kami adalah seorang wanita muslim yang juga berjilbab jadi tidak ada pegawai laki-laki. Selain itu, tempat spa dan pijat pun sangat tertutup sehingga tidak ada orang yang bisa melihat kegiatan tersebut dari luar.
Selain aturan penjagaan norma kesusilaan, salon-salon khusus muslimah ini juga tidak menerima permintaan-permintaan pengunjung yang bertentangan dengan aturan agama Islam. Seperti mencukur dan mengganti bulu mata dan alis, Hair extension, mewarnai rambut dengan bahan terlarang hingga permintaan perubahan bentuk pada wajah (operasi plastic),
Bagaimana dengan produk yang digunakan. Sesuai konsepnya yakni syariah dan halal maka produk kosmetika halal pun menjadi pertimbangan. Hj. Sri Tri pemilik salon muslimah di beberapa kota besar di Indonesia menuturkan bahwa produk kosmetika sebisa mungkin menggunakan produk yang telah mendapat sertifikasi halal. Walaupun masih sedikit tapi kami tetap mencoba menggunakan. “Namun yang pasti tidak akan membahayakan,” ujarnya.
Mengenai harga jangan takut, aturan khusus yang diberlakukan tidak mengharuskan penggunaan biaya yang khusus pula kok. Untuk harga relative terjangkaulah bagi kantong anda. Jadi bagi anda yang ingin berias namun tetap terjaga privasi dan sesuai dengan aturan Islam, salon muslimah nampak layak untuk menjadi pilihan. Ah








Unregistered user # Sunday, January 31, 2010 5:13:16 AM
Unregistered user # Saturday, October 2, 2010 12:14:01 PM
Unregistered user # Thursday, November 11, 2010 7:21:09 PM