“Susu” Di Semua Lini
Monday, February 2, 2009 1:14:34 AM
Dalam dunia industri pangan, susu merupakan salah satu bahan baku yang sangat dominan. Jika disebutkan maka tidak kurang dari sepertiga dari seluruh jenis produk pangan dan minuman menggunakan susu sebagai salah satu bahan utamanya. Sifatnya yang multiguna dan kandungan zat gizinya yang tinggi menjadi salah satu alasan sering dipakainya bahan ini.
Berbicara masalah susu industri, ada beberapa titik kritis yang harus dilihat secara cermat ditinjau dari aspek kehalalan. Salah satu proses hulu yang mempengaruhi kehalalan produk yang dihasilkannya adalah pemisahan keju dan whey yang melibatkan rennet. Padahal dari whey inilah berbagai produk turunan susu dihasilkan, seperti sweet whey powder, lactose, casein, cream, mineral susu dan produk turunan lainnya yang digunkan secara luas dalam industri pangan dan obat. Jika proses pemisahan tersebut melibatkan rennet yang haram, maka seluruh produk yang dihasilkannya akan haram juga.
Susu komoditi sebagai bahan baku produk pangan tidak mudah didapatkan. Kebanyakan susu komoditi yang banyak digunakan dalam proses produksi produk pangan adalah produk impor. Data dari Dirjen Agro dan Kimia Departemen Perindustrian menunjukkan bahwa bahan baku susu lokal jumlahnya baru bisa mencukupi 30% kebutuhan dalam negeri atau sekitar 600 juta liter setara susu segar (berbentuk susu bubuk). Padahal kebutuhan akan susu komoditi ini mencapai 1,8 miliar liter setara susu segar. Ini artinya tidak kurang dari 70% bahan baku susu masih impor dari luar negeri. Bahan baku susu impor ini umumnya berasal dari negara Australia, New Zealand, Eropa, Amerika dan India.
Data yang didapat dari Pusat Data dan Informasi Pertanian Deptan RI menyebutkan bahwa hingga tahun 2006 saja Indonesia telah mengimpor susu dan bahan baku susu dengan nilai transaksi tidak kurang dari 430 juta dollar. Demikian juga dengan keju yang mencapai angka transaksi impor mencapai 30 juta dollar pertahun dengan jumlah tidak kurang dari 10 juta ton. Sebagian produk tersebut didominasi dari Australia dan New Zealand.
Selain faktor produksi bahan baku susu yang masih minim. Kualitas dari bahan baku susu lokal juga masih dipertanyakan. Terutama aplikasinya sebagai bahan baku dalam industri produk pangan. Salah satu distributor produk bahan baku susu yakni PT. Kabulinco Jaya mengakui hal ini. “Kualitas yang masih dibawah standar menjadi salah satu alasan mengapa bahan baku susu dalam penggunaan produk pangan masih harus mengimpor dari luar negeri,” ujar Patriana Tjokroprayogo, Business Development Departement PT. Kabulinco Jaya. Salah satu supplier dairy product untuk perusahaan produk pangan di Indonesia ini mengaku mengimpor tidak kurang dari 20 ribu ton pertahun.
Susu komoditi sering atau yang sering disebut dairy product ini bukanlah barang baru dalam komoditi bahan baku produk pangan. Sudah sejak puluhan tahun lalu produk ini digunakan diberbagai perusahaan pangan. Dairy product yang umumnya berasal dari susu segar ini biasanya diimpor dalam bentuk bubuk maupun serbuk setelah sebelumnya mengalami serangkaian proses spray drying. Hal ini dilakukan agar dairy product ini tahan lama dan tidak cepat rusak, mengingat jarak yang jauh dari negera eksportir dan proses penyimpanan digudang yang terkadang menyita waktu lama. Dalam dunia industri pangan, dairy product ini mencakup:
• Skim milk powder
Skim adalah bagian susu yang banyak mengandung protein. Adanya kandungan protein inilah yang menjadi alasan mengapa skim banyak digunakan dalam aneka produk makanan seperti, susu bubuk, susu kental manis, susu formula, biskuit, wafer, cokelat, es krim, produk confectionery, roti, cake, tepung kue dan roti siap masak, serta produk minuman.
• Buttermilk powder
Digunakan dalam produk mentega, margarine, bahan pembuat cake, waffle, tepung kue siap masak, donut, biskuit, dressing untuk aneka cake, tart dll.
• Full cream milk powder/ Whole milk powder
Ini merupakan salah satu bagian susu yang banyak mengandung lemak. Banyak digunakan dalam produk susu bubuk, susu kental manis, permen, minuman susu, es krim, biskuit, wafer, cokelat, pudding, cake, aneka roti dll.
• Sweet Whey powder
Protein susu ini termasuk bahan favorit yang banyak digunakan dalam industry makanan. Harga yang cukup murah, dan kandungan susunya menjadi alasan mengapa whey powder banyak digunakan. Terutama pada produk susu bubuk, susu formula, makanan bayi, roti, biscuit, minuman instant, permen dan aneka produk confectionery.
• Whey Protein Concentrate (WPC)
Merupakan salah satu pengolahan lanjutan dari whey powder. Memiliki kandungan protein whey (konsentrat) dengan presentase yang cukup tinggi yakni 70%-80%. Dipakai sebagai bahan susu bubuk, susu formula bayi, susu kental manis, minuman, makan bayi, makanan bayi, roti, es krim, permen produk confectionery dll.
• Butter
Digunakan dalam pembuatan mentega, margarine, roti, kue, biskuit, wafer, tepung kue instant, es krim, dll.
• Cheese
Digunakan sebagai pelengkap dalam eneka jenis makanan, dikonsumsi langsung, bahan pelengkap roti, kue, cake, donut, biskuit, wafer, tart, aneka makanan ringan, pizza, pasta aneka pie, hingga makanan tradisional dll.
• Anhydrous milk fat (AMF)
Lemak susu 99% yang berbentuk cair padat berwarna kekuningan. Digunakan dalam industry makanan untuk produk biskuit, cokelat, wafer, susu bubuk, roti, aneka minuman susu dll.
• Lactose/ Laktose
Lactose adalah gula yang terkandung dalam susu. Banyak digunakan dalam produk susu bubuk, susu formula, makanan bayi, biskuit, cokelat, yoghurt, aneka minuman susu hingga dunia obat-obatan dalam dunia farmasi dll.
• Cream
Produk turunan susu ini termasuk paling banyak digunakan dalam produk biskuit, wafer, cokelat, permen, kue, cake, tepung kue instant, es krim, dressing kue, roti, minuman susu, krimmer susu, mayonnaise, saus dll.
• Caseinate/ Kasein
Salah satu protein susu selain whey ini juga banyak digunakan dalam produk makanan terutama untuk memberikan unsur protein yang diperlukan bagi tubuh. Casein banyak digunakan dalam produk susu bubuk, susu formula, krimmer kopi, pasta, sereal, minuman instant, aneka minuman susu, biskuit dll. Selain juga digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan flavour (essence) di aneka produk pangan
Komoditi Utama Produk Pangan
Berbeda dengan makanan lain yang bisa langsung kita santap. Dairy product ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku beragam jenis produk makanan. Walaupun ada beberapa produk yang sering kita konsumsi langsung seperti cheese (keju), butter, skim milk dan yang lainnya. Akan tetapi proses pembuatannya berbeda dengan produk yang biasa kita makan. Hal ini dikarenakan sifat dan karakter zat yang berbeda. Seperti mentega yang biasa kita konsumsi itu berbeda dengan mentega yang digunakan dalam industri biscuit dan wafer.
Kita sebagai konsumen dirumah pasti banyak yang tidak peduli akan beragam dairy product tersebut. Padahal jika ditelusur lebih jauh, bahan inilah yang berpengaruh pada kualitas produk akhir, aspek kehalalan, rasa hingga tekstur dari aneka produk pangan yang kita konsumsi. Dengan kata lain, dairy product adalah bahan baku penting dalam industri produk pangan.
Beberapa negara pengekspor dairy product kini terus berlomba-lomba memproduksi produk turunan susu ini sebagai komoditi utama dalam industry produk pangan. Dominasi produk Australia dan New Zealand kini mulai diimbangi oleh produk asal India dan Amerika.
India bahkan menjadi salah satu produsen terbesar dairy product yang berasal dari jenis sapi India atau kerbau liar ini. Walaupun berasal bukan dari sapi yang biasanya, produk ini ternyata mampu diserap sektor industri pangan dengan volume yang menjanjikan. Latar belakang sosial budaya masyarakat India yang sebagian besar memeluk agama Hindu dan tidak mengkonsumsi produk yang berasal dari sapi ini menjadi alasan mengapa dairy product ini cukup banyak diproduksi.
Daniel Alexander, Direktur PT. Deltana Prima sebagai importir susu asal India mengaku optimis bahwa dairy product asal India ini akan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku Industri pangan di Indonesia. “Tentunya dengan kualitas yang memenuhi standar kebutuhan industri pangan pastinya,” ujarnya menambahkan.
Dominasi produk turunan susu dalam industri produk pangan tidak hanya isapan jempol. Tidak terhitung banyaknya ragam produk pangan yang menggunakan bahan dairy product ini sebagai bahan utamanya. Secara kasat mata kita bisa melihat porsi penggunaan bahan turunan susu ini pada keterangan ingredients di kemasan produk pangan ini. Seperti penggunaan skim pada biscuit, minuman susu dan wafer. Hingga penggunaan Casein (protein susu) pada permen dan krimmer kopi.
Fakta dilapangan menyebutkan bahwa bahan baku produk turunan susu menjadi salah satu tulang punggung berhasil tidaknya produk tersebut dipasaran, tak terkecuali produk permen. Jajanan yang disenangi oleh semua lapisan ini juga menyerap dairy product sebagai salah satu bahan utamanya. Gunanya adalah untuk memberikan sensasi rasa lezat dari gurihnya susu dibeberapa varian produk permen. Tengok saja PT. Perfetti Van Melle, produsen permen internasional asal Italia dan Belanda ini mengaku bahwa bahan baku susu menjadi salah satu bahan dominan disalah satu produk permen kami. “Bahan baku susu memang menjadi salah satu bahan utama kami di salah satu merk permen yang kami hasilkan, dan itu memang memiliki peran yang cukup dominan, terutama untuk menghasilkan rasa lezatnya,” sahut Sylvia, QA Manager PT. Perfetti Van Melle saat menanggapi pentingnya bahan baku turunan susu ini dalam industri makanan. Ah
Berbicara masalah susu industri, ada beberapa titik kritis yang harus dilihat secara cermat ditinjau dari aspek kehalalan. Salah satu proses hulu yang mempengaruhi kehalalan produk yang dihasilkannya adalah pemisahan keju dan whey yang melibatkan rennet. Padahal dari whey inilah berbagai produk turunan susu dihasilkan, seperti sweet whey powder, lactose, casein, cream, mineral susu dan produk turunan lainnya yang digunkan secara luas dalam industri pangan dan obat. Jika proses pemisahan tersebut melibatkan rennet yang haram, maka seluruh produk yang dihasilkannya akan haram juga.
Susu komoditi sebagai bahan baku produk pangan tidak mudah didapatkan. Kebanyakan susu komoditi yang banyak digunakan dalam proses produksi produk pangan adalah produk impor. Data dari Dirjen Agro dan Kimia Departemen Perindustrian menunjukkan bahwa bahan baku susu lokal jumlahnya baru bisa mencukupi 30% kebutuhan dalam negeri atau sekitar 600 juta liter setara susu segar (berbentuk susu bubuk). Padahal kebutuhan akan susu komoditi ini mencapai 1,8 miliar liter setara susu segar. Ini artinya tidak kurang dari 70% bahan baku susu masih impor dari luar negeri. Bahan baku susu impor ini umumnya berasal dari negara Australia, New Zealand, Eropa, Amerika dan India.
Data yang didapat dari Pusat Data dan Informasi Pertanian Deptan RI menyebutkan bahwa hingga tahun 2006 saja Indonesia telah mengimpor susu dan bahan baku susu dengan nilai transaksi tidak kurang dari 430 juta dollar. Demikian juga dengan keju yang mencapai angka transaksi impor mencapai 30 juta dollar pertahun dengan jumlah tidak kurang dari 10 juta ton. Sebagian produk tersebut didominasi dari Australia dan New Zealand.
Selain faktor produksi bahan baku susu yang masih minim. Kualitas dari bahan baku susu lokal juga masih dipertanyakan. Terutama aplikasinya sebagai bahan baku dalam industri produk pangan. Salah satu distributor produk bahan baku susu yakni PT. Kabulinco Jaya mengakui hal ini. “Kualitas yang masih dibawah standar menjadi salah satu alasan mengapa bahan baku susu dalam penggunaan produk pangan masih harus mengimpor dari luar negeri,” ujar Patriana Tjokroprayogo, Business Development Departement PT. Kabulinco Jaya. Salah satu supplier dairy product untuk perusahaan produk pangan di Indonesia ini mengaku mengimpor tidak kurang dari 20 ribu ton pertahun.
Susu komoditi sering atau yang sering disebut dairy product ini bukanlah barang baru dalam komoditi bahan baku produk pangan. Sudah sejak puluhan tahun lalu produk ini digunakan diberbagai perusahaan pangan. Dairy product yang umumnya berasal dari susu segar ini biasanya diimpor dalam bentuk bubuk maupun serbuk setelah sebelumnya mengalami serangkaian proses spray drying. Hal ini dilakukan agar dairy product ini tahan lama dan tidak cepat rusak, mengingat jarak yang jauh dari negera eksportir dan proses penyimpanan digudang yang terkadang menyita waktu lama. Dalam dunia industri pangan, dairy product ini mencakup:
• Skim milk powder
Skim adalah bagian susu yang banyak mengandung protein. Adanya kandungan protein inilah yang menjadi alasan mengapa skim banyak digunakan dalam aneka produk makanan seperti, susu bubuk, susu kental manis, susu formula, biskuit, wafer, cokelat, es krim, produk confectionery, roti, cake, tepung kue dan roti siap masak, serta produk minuman.
• Buttermilk powder
Digunakan dalam produk mentega, margarine, bahan pembuat cake, waffle, tepung kue siap masak, donut, biskuit, dressing untuk aneka cake, tart dll.
• Full cream milk powder/ Whole milk powder
Ini merupakan salah satu bagian susu yang banyak mengandung lemak. Banyak digunakan dalam produk susu bubuk, susu kental manis, permen, minuman susu, es krim, biskuit, wafer, cokelat, pudding, cake, aneka roti dll.
• Sweet Whey powder
Protein susu ini termasuk bahan favorit yang banyak digunakan dalam industry makanan. Harga yang cukup murah, dan kandungan susunya menjadi alasan mengapa whey powder banyak digunakan. Terutama pada produk susu bubuk, susu formula, makanan bayi, roti, biscuit, minuman instant, permen dan aneka produk confectionery.
• Whey Protein Concentrate (WPC)
Merupakan salah satu pengolahan lanjutan dari whey powder. Memiliki kandungan protein whey (konsentrat) dengan presentase yang cukup tinggi yakni 70%-80%. Dipakai sebagai bahan susu bubuk, susu formula bayi, susu kental manis, minuman, makan bayi, makanan bayi, roti, es krim, permen produk confectionery dll.
• Butter
Digunakan dalam pembuatan mentega, margarine, roti, kue, biskuit, wafer, tepung kue instant, es krim, dll.
• Cheese
Digunakan sebagai pelengkap dalam eneka jenis makanan, dikonsumsi langsung, bahan pelengkap roti, kue, cake, donut, biskuit, wafer, tart, aneka makanan ringan, pizza, pasta aneka pie, hingga makanan tradisional dll.
• Anhydrous milk fat (AMF)
Lemak susu 99% yang berbentuk cair padat berwarna kekuningan. Digunakan dalam industry makanan untuk produk biskuit, cokelat, wafer, susu bubuk, roti, aneka minuman susu dll.
• Lactose/ Laktose
Lactose adalah gula yang terkandung dalam susu. Banyak digunakan dalam produk susu bubuk, susu formula, makanan bayi, biskuit, cokelat, yoghurt, aneka minuman susu hingga dunia obat-obatan dalam dunia farmasi dll.
• Cream
Produk turunan susu ini termasuk paling banyak digunakan dalam produk biskuit, wafer, cokelat, permen, kue, cake, tepung kue instant, es krim, dressing kue, roti, minuman susu, krimmer susu, mayonnaise, saus dll.
• Caseinate/ Kasein
Salah satu protein susu selain whey ini juga banyak digunakan dalam produk makanan terutama untuk memberikan unsur protein yang diperlukan bagi tubuh. Casein banyak digunakan dalam produk susu bubuk, susu formula, krimmer kopi, pasta, sereal, minuman instant, aneka minuman susu, biskuit dll. Selain juga digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan flavour (essence) di aneka produk pangan
Komoditi Utama Produk Pangan
Berbeda dengan makanan lain yang bisa langsung kita santap. Dairy product ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku beragam jenis produk makanan. Walaupun ada beberapa produk yang sering kita konsumsi langsung seperti cheese (keju), butter, skim milk dan yang lainnya. Akan tetapi proses pembuatannya berbeda dengan produk yang biasa kita makan. Hal ini dikarenakan sifat dan karakter zat yang berbeda. Seperti mentega yang biasa kita konsumsi itu berbeda dengan mentega yang digunakan dalam industri biscuit dan wafer.
Kita sebagai konsumen dirumah pasti banyak yang tidak peduli akan beragam dairy product tersebut. Padahal jika ditelusur lebih jauh, bahan inilah yang berpengaruh pada kualitas produk akhir, aspek kehalalan, rasa hingga tekstur dari aneka produk pangan yang kita konsumsi. Dengan kata lain, dairy product adalah bahan baku penting dalam industri produk pangan.
Beberapa negara pengekspor dairy product kini terus berlomba-lomba memproduksi produk turunan susu ini sebagai komoditi utama dalam industry produk pangan. Dominasi produk Australia dan New Zealand kini mulai diimbangi oleh produk asal India dan Amerika.
India bahkan menjadi salah satu produsen terbesar dairy product yang berasal dari jenis sapi India atau kerbau liar ini. Walaupun berasal bukan dari sapi yang biasanya, produk ini ternyata mampu diserap sektor industri pangan dengan volume yang menjanjikan. Latar belakang sosial budaya masyarakat India yang sebagian besar memeluk agama Hindu dan tidak mengkonsumsi produk yang berasal dari sapi ini menjadi alasan mengapa dairy product ini cukup banyak diproduksi.
Daniel Alexander, Direktur PT. Deltana Prima sebagai importir susu asal India mengaku optimis bahwa dairy product asal India ini akan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku Industri pangan di Indonesia. “Tentunya dengan kualitas yang memenuhi standar kebutuhan industri pangan pastinya,” ujarnya menambahkan.
Dominasi produk turunan susu dalam industri produk pangan tidak hanya isapan jempol. Tidak terhitung banyaknya ragam produk pangan yang menggunakan bahan dairy product ini sebagai bahan utamanya. Secara kasat mata kita bisa melihat porsi penggunaan bahan turunan susu ini pada keterangan ingredients di kemasan produk pangan ini. Seperti penggunaan skim pada biscuit, minuman susu dan wafer. Hingga penggunaan Casein (protein susu) pada permen dan krimmer kopi.
Fakta dilapangan menyebutkan bahwa bahan baku produk turunan susu menjadi salah satu tulang punggung berhasil tidaknya produk tersebut dipasaran, tak terkecuali produk permen. Jajanan yang disenangi oleh semua lapisan ini juga menyerap dairy product sebagai salah satu bahan utamanya. Gunanya adalah untuk memberikan sensasi rasa lezat dari gurihnya susu dibeberapa varian produk permen. Tengok saja PT. Perfetti Van Melle, produsen permen internasional asal Italia dan Belanda ini mengaku bahwa bahan baku susu menjadi salah satu bahan dominan disalah satu produk permen kami. “Bahan baku susu memang menjadi salah satu bahan utama kami di salah satu merk permen yang kami hasilkan, dan itu memang memiliki peran yang cukup dominan, terutama untuk menghasilkan rasa lezatnya,” sahut Sylvia, QA Manager PT. Perfetti Van Melle saat menanggapi pentingnya bahan baku turunan susu ini dalam industri makanan. Ah







