My Opera is closing 3rd of March

Subscribe to RSS feed

Budiono; Perbankan Syariah, Kuat dan Tahan Krisis


Dalam sambutannya di Festival Ekonomi Syariah Budiono memaparkan bahwa krisis ekonomi dan keuangan global menjadi pelajaran berharga bahwa industri perbankan syariah memang kuat dan tahan krisis. Hal ini didukung oleh prinsip perbankan syariah yang tidak memperkenankan adanya transaksi dan produk-produk yang sifatnya spekulatif tanpa ada underlying transactions.

Dalam sambutannya di FES 2009 ia mengatakan bahwa tema yang diangkat FES tahun ini adalah refleksi dari komitmen kuat para pelaku ekonomi syariah untuk turut berkontribusi dan berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. Kepada Presiden. Boediono melaporkan, bahwa telah dicapai kemajuan yang cukup penting. Perbankan syariah pada saat ini mengelola asset sebesar Rp50 trilyun atau sekitar 2,1 % dari total asset perbankan nasional.  Industri perbankan syariah pada saat ini telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 38 trilyun  atau sekitar 3% dari total pembiyaan yang diberikan dengan total kantor layanan sebanyak 1470 kantor. Khusus dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), jumlah yang berhasil disalurkan oleh perbankan syariah hingga akhir 2008 mencapai sebesar Rp326 milyar.

“Dari kejadian krisis keuangan tersebut kami mendapat pelajaran bahwa perekonomian yang kuat tidak akan bisa berdiri dengan kegiatan dan produk spekulatif. Bahkan jika dipraktekkan dengan benar, prinsip syariah tidak akan menyebabkan krisis keuangan,” ujarnya.

Menyingkapi persoalan pajak, Ia menambahkan bahwa dalam menghadapi krisis ekonomi global ini, perbankan syariah menjadi salah satu harapan. Ia kembali menekankan pada para pelaku dan nasabah perbankan syariah untuk tidak perlu khawatir dengan persoalan pajak berganda dalam transaksi murabahah jual beli. “Sebab keberadaan ekonomi syariah merupakan sebuah harapan,” ujarnya menambahkan. Ah