HDC, Belajar Dari Indonesia
Monday, March 23, 2009 8:02:20 AM
“Belajarlah sampai ke negeri China”, ungkapan tersebut nampaknya tidak berlaku lagi sepenuhnya pada saat ini. Seperti yang dilakukan HDC (Halal Industry Development Corporation) asal Malaysia ini. Walaupun sudah lama malang melintang dalam bidang proses sertfikasi halal, negera tetangga ini merasa masih perlu belajar banyak sebagai salah satu cara untuk memajukan perdagangan halal. Lembaga yang kini melakukan proses sertfikasi halal di Malaysia ini mengaku bahwa Indonesia adalah Negara yang cocok untuk belajar. “Alasan itulah yang melatar belakangi kami sebagai delegasi HDC untuk datang ke Indonesia. Khususnya untuk belajar dalam hal proses sertfikasi dan Sistem Jaminan Halal,” ujar Wakil President HDC, Mariam Abdul Latief.
Seperti diketahui, HDC dengan jaringan bisnis global produk halalnya kini menjadi lembaga sertfikasi halal di Malaysia. Menggantikan peran JAKIM yang dahulu melakukan proses ini. “Pemerintah Malaysia merasa bahwa halal merupakan salah satu elemen pembangunan yang sangat vital, jadi diperlukan pengawasan secara khusus dan mendalam dari lembaga yang kompeten. Terutama dalam hal teknis, ilmiah dan pelaksanaan sertifikasi,” ujarnya. Saat ditanya tentang fatwa dan logo halal ia menyatakan bahwa fatwa tetap berada di tangan JAKIM. “Hukum Islam dan Syariahnya tetap berada pada JAKIM, kami hanya pelaksana teknis saja,” ujarnya menambahkan.
Ia mengaku bahwa sangat terkesan dengan proses sertifikasi dan penerapan SJH LPPOM MUI. Sangat detail dan sangat menyeluruh, termasuk mengenai pelampiran dokumen bahan yang memuat formulasi resep dari si pemohon sertifikat halal. Saat diceritakan tentang proses dan jenis sertfikasi diluar produk pangan pun, wanita yang sehari-hari bekerja sebagai dosen ini pun tak luput terkagum-kagum. Terutama saat diceritakan tentang sertfikasi halal untuk produk tinta, tisu hingga kertas. “Sangat bervariasi dan bagus sekali,” ungkapnya mengkomentari produk-produk yang di sertifikasi di Indonesia. Ah







