My Opera is closing 3rd of March

Gado-gado Boplo pakai Minyak Babi

Ini merupakan email dari teman-teman, cerita mengenai gado-gado boplo yang terkenal di Jakarta..
berikut petikannya

"Sebenarnya saya sudah lama tahu, tapi lama2 dibuntuti perasaan bersalah
juga kalo terus diem aja.."

Bagi muslim yang kebetulan penggemar Gado gado Boplo dan selama ini belum tau,
maaf banget gado gado mereka terutama yang bumbu kacangnya yang merupakan campuran kacang tanah dan kacang medenya itu diogoreng dengan MINYAK BABI.

Ini saya ketahui karena saya adalah mantan pegawai di Gado Gado Boplo. Saya dulu bekerja sebagai staf akunting yang sehari harinya bertugas mengecek bon bon pembelian dari para suplyer makanan. Pada awal awal saya bekerja saya menemukan MINYAK BABI yang tertera dalam bon-bon belanjaan dari supplyer. Waktu pertama saya konfirmasi ke dept head akunting saat itu yang notabene adalah orang chineese, jawabannya adalah " oohh itu adalah belanjaan pribadi yang salah masuk bon". Saat itu saya bisa mengerti.
Namun hari hari berikutnya MINYAK BABI tersebut terus tertera pada bon bon supllyer itu sehingga saya mulai timbul curiga bahwa minyak babi tersebut memang digunakan untuk menggoreng Kacang Tanah dan Kacang Mede di rumah pemilik gado gado Boplo itu.

Perlu diketahui bahwa beberapa bumbu diracik langsung oleh pemilik Gado gado Boplo sendiri (termasuk bumbu kacang Mede yang menjadi andalan) di rumahnya dan diproduksi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan 4 outlet saat itu. Saya menduga Kacang tanah dan Kacang mede tersebut digoreng (DENGAN MINYAK BABI), digiling dan dihaluskan di rumah pemilik Gado gado Boplo tersebut. Setelah diolah di rumah lalu dikirim ke dapur sentral berbentuk bumbu yang sudah jadi. Sehingga para karyawan di dapur sentral dan di restoran tidak mengetahui apa saja campuran campuran di dalam bumbu kacang tersebut. Sangat masuk akal bila di saya urut urut masalahnya dari mulai pembelian bahan-bahan, pengolahan sampai ke penjualan.
Lama saya berfikir dan menduga duga... setelah bisik bisik dengan karyawan lain di kantor, ternyata saya temukan jawabannya dan PASTI bahwa kacang tanah dan kacang mede tersebut memang DIGORENG denagn MINYAK BABI.

So teman2..yang muslim saya harap berhati2 ya!!


Wah ini kasus lain lagi.. gado-gado ada pakai minyak babi bagaimana yang lain???

Waspada Kasus Serupa, Ditemukan Lagi “Dendeng Babi”“Dendeng Babi MDC”, Waspadai Adanya Pihak Ketiga

Comments

Unregistered user Friday, April 24, 2009 10:53:48 AM

Sarwito writes: Saya sebagai seorang muslim yg benar dan cukup bijak, tidak mudah terpengaruh berita fitnah yg berasal dari iri hati dan dengki. Perlu tanggapan kritis, - mengapa penulis tsb. berhenti atau diberhentikan dari pekerjaan sbg staf akunting di Boplo - apakah ada supplier yang menjual minyak babi? kalau penulis memang jujur dan ingin membantu teman-teman muslim lainnya, tentu bisa tahu nama dan nomer telepon supplier tsb, coba kami diberitahukan untuk dicheck kebenarannya. Setahu saya tidak ada satu supplier-pun yang menjual minyak babi, yg banyak dijual adalah dagingnya.

Unregistered user Thursday, October 29, 2009 7:46:09 PM

Anonymous writes: walupun Itu Benar Toh Aku lum PernaH Mkan Gado- Gado Boplo,,Namanya Z Baru Dger,,,

Unregistered user Friday, November 27, 2009 3:42:16 AM

Boplo Mania writes: Fitnah boss...hanya untuk menjatuhkan lawan bisnis melalui fitnah

Unregistered user Sunday, February 7, 2010 11:19:04 AM

Anton Widjaja writes: sebagai pedagang makanan yang pernah menjual gado gado saya pastikan ini fitnah. Penggunaan kacang tanah kualitas bagus saja sudah bisa membuat bumbu yang bagus. Kalau dicampur dengan kacang lain, kentang atau ubi jalar bisa menghasilkan bumbu yang khas. Lalu apa gunanya ditambah minyak hewani ? Cuma saya agak heran saja dengan merek Boplo, apakah Boplo yang banyak tersebar di Jakarta itu sama dengan Boplo yang dahulu ?

Unregistered user Tuesday, March 30, 2010 1:23:13 PM

Anonymous writes: dosa pak insaf jangan suka fitnah, bicara harus ada data bukti, saya yakin karena gado2 g mungkin pakai minyak babi, apa jadi rasanya.

Unregistered user Wednesday, August 25, 2010 9:45:02 AM

Anonymous writes: Syirik - Iri - Dengki. Jgn menuduh dan berprasangka buruk sebelum terbukti. FITNAH!!!

Unregistered user Tuesday, December 14, 2010 9:19:25 AM

Anonymous writes: Saya kebetulan sangat kenal dengan keluarga pemilik Boplo, dan kebetulan saya pernah melihat proses menggoreng kacang sebagai bumbunya. Tdk ditemukan penggunaan minyak babi (hanya minyak goreng biasa yang ada di jual di supermarket). Setahu saya bon-bon supplier dipegang langsung oleh istri dari anak pemilik Boplo, karena Boplo adalah perusahaan keluarga. Ehm agak aneh jika ada staff accounting. Semoga berita ini bukanlah berita yang benar.

Unregistered user Tuesday, December 21, 2010 2:56:18 AM

Anonymous writes: Saya baru coba Gado" Boplo , rasanya enak dibanding yang lain, kalau bumbu diracik secara rahasia itu wajar" aja , karena itu adalah know how , kalau dibuka pada semua karyawan apa jadinya ? nanti pada buka sendiri" kalaupun digoreng dgn minyak babi itu tidak akan ngefek apa " pada rasa , jadi gak ada gunanya, logikanya nama besar Boplo tidak akan berani ambil resiko hanya untuk hal yang kecil namun akan menghancurkanya, ingat Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Unregistered user Tuesday, December 21, 2010 3:01:45 AM

Anonymous writes: Saya baru coba Gado" Boplo , rasanya enak dibanding yang lain, kalau bumbu diracik secara rahasia itu wajar" aja , karena itu adalah know how , kalau dibuka pada semua karyawan apa jadinya ? nanti pada buka sendiri" kalaupun digoreng dgn minyak babi itu tidak akan ngefek apa " pada rasa , jadi gak ada gunanya, logikanya nama besar Boplo tidak akan berani ambil resiko hanya untuk hal yang kecil namun akan menghancurkanya, ingat Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Unregistered user Saturday, February 5, 2011 9:42:16 AM

Anonymous writes: Di website mereka: http://boplo.net/profile.html, mereka menyatakan "Gado-Gado Boplo juga telah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI"

Unregistered user Friday, February 25, 2011 6:44:24 AM

muslimah writes: yang pasti kalo anda muslim harus tetap berhati2 kalo mau membeli makanan,lebih baik bertanya langsung ke penjualnya, kalo dy jawb halal ternyata haram,qt g dosa,itu urusan dy ma tuhan, yg pasti kita tidak bersikap "gak mau tau",

Unregistered user Thursday, April 7, 2011 8:10:09 AM

Anonymous writes: saya pernah makan boplo asli di cikini thn 80-an di rumahnya, pembantu2nya pada ngulek itu kacang / ebi di lantai sementara kita makan di meja disampingnya. mana ada gado2 boplo asli sekarang ini yg asli itu sampai thn 1980an doang. ciri khasnya pakai ebi terasa sekali. yg sekarang ??? sorry

Unregistered user Monday, January 2, 2012 3:11:23 AM

Anonymous writes: boplo mmg enak kok...dan mmg paforit saya... hati hati dengan fitnah... dosanya akan lbh besar

Unregistered user Thursday, February 16, 2012 2:45:46 AM

fattahilah writes: Wadehhhh kampungan.. Lha sy udah buka cabang.

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28